
AKU SARANIN, baca Chap 'Gembel' lagi. Soalnya ada yang aku revisi. Gak beda jauh sih sebenernya, tapi ya baca lagi aja dulu biar nyambung.
Biar gak ketinggalan lapak "ENTHUSIASM" Klik ❤ favorite
⚠Tinggalin JEJAK seperti LIKE KOMEN. Aku takut sama HANTU soalnya :)
🌟Enthusiasm chapter 21🌟
Happy reading, Guys!
Anna menatap sengit cowok yang sedang memakan steak menggunakan garpu dan pisau dengan wajah datar.
"Ngapain liat-liat?!" ketus Anna saat Nahyan menatap gadis itu sambil menaruh kedua perlatan makannya.
Nahyan menghela napas.
"Gue minta maaf, Na," ucap Nahyan sambil menatap Anna lurus.
Gadis itu memalingkan wajahnya, lalu tanpa suara Anna berkata, "Ogah."
"Bukanya tadi lo udah maafin gue?" tanya Nahyan.
Anna melirik Nahyan sebal.
Demi apapun, mulut Nahyan itu seperti mercon cabe. Meledak sana-sini membuat orang yang sakit hati apabila mendengar omongannya.
Kemarin itu, Anna benar-benar merasa sakit hati. Nahyan memang sangat tampan, jenius, juga keluarganya kaya raya. Tapi sayang,dia punya masalah sama attitude.
"Gak semudah itu," jawab Anna.
Nahyan menggelengkan kepalanya lalu berkata, "Yaudah kalau gitu. Dimakan makanannya. Gue udah pesen banyak."
Anna menaikkan sebelah alisnya, lalu tertawa lewat hidung.
"Gak perlu, gue orang gak mampu. Gak pantes makan-makanan begini," sindir Anna dengan halus sambil menunjukkan senyum paksanya.
Nahyan mengusap wajahnya.
"Gue udah minta maaf, Na!" geram Nahyan.
"Emang gue terima? Coba lo jadi gue. Gimana perasaan lo?" kata Anna dengan nada suara yang meninggi.
"Kalo lo jadi gue, mungkin udah nangis-nangis kejer lo." sambung Anna sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga.
"Bukannya lo emang nangis kejer ya?" jawab Nahyan sambil menaikkan sebelah alisnya.
"Bacot!" jawab Anna sambil memainkan rambut panjangnya. "cowok jahat! Gak ada akhlak!"
"Oke, iya gue jahat. Berhenti ingetin itu, dan habisin makanannya!" kata Nahyan dengan nada suara memerintah.
"Udah gue bilang. Gue mana pantes makan-makanan yang sama dengan Tuan muda Nahyan yang terhormat," jawab Anna lalu dia beranjak dari duduknya. "silakan makan dengan tenang, orang tidak mampu seperti saya tidak pantas untuk duduk bersama dengan Tuan muda yang terhormat."
Nahyan berdecak sebal.
Entah mengapa Nahyan naik pitam setiap kali Anna memanggilnya 'Tuan muda yang terhormat'.
"Na!" Nahyan memegang erat lengan Anna saat gadis itu ingin meninggalkannga.
Anna memicingkan matanya. "Apa lagi sih?!" tanya Anna setengah berteriak.
Jujur saja, Anna sangat lapar hingga menyebabkan dia begitu sensitif saat ini. Mau makan makanan yang berada di depan mata, namun gengsi berada di barisan terdepan. Jadinya, ya, gini sensian.
Nahyan sedikit tersentak.
Entah mengapa seperti ada yang menusuk tepat di dadanya.
"Apa gini ya rasanya Anna waktu gue bentak-bentak?" ucap Nahyan dalam hati sambil menunduk.
Anna melepaskan tangan Nahyan dari lengannya. "Gue pulang," pamit Anna lalu bergegas meninggalkan Nahyan.
Nahyan mengejar Anna.
"Na!" panggil Nahyan dengan berteriak seolah tidak ada malu.
Anna menutupi wajahnya saat orang-orang mengarahkan perhatian pada dirinya dan Nahyan.
Nahyan mempercepat langkahnya seperti berlari, lalu menghadang jalannya Anna.
Nahyan menelan salivanya. "Berhenti, Na!" kata Nahyan.
Anna menatap Nahyan sambil mengerutkan dahinya. "Apaan sih?" gerutu Anna pelan yang merasa kesal.
"Dengerin gue dulu, Na!"
Anna berdecak sebal dan memilih berjalan ke samping kanan untuk melewati Nahyan. Namun dengan sigap cowok itu menghadang jalan Anna.
"Apaan sih?!" Anna melangkah ke kiri, dan Nahyan menghadangnya lagi. Begitu terus hingga Anna merasa frustrasi.
"Minggir!" kata Anna sambil menepikian Nahyan dari jalannya.
"Please, Na. Dengerin gue," kata Nahyan sambil memegang kedua tangan Anna.
Anna berusaha melepaskan tangannya dari Nahyan.
"Na." Nahyan menggenggam erat kedua tangan Anna. "Gue harus apa supaya lo maafin gue?"
Anjim! Mukanya melas banget jadi gak tega gini gue. Tapi dia kemaren jahad banget sama gue, batin Anna yang lemah terhadap ekspresi melas milik Nahyan. Kayak anj*ng, bukan ngumpat ini guys... tapi beneran gitu kayak anak anjing. Imut sekali.
__ADS_1
Anna memegang dagunya. "Apa ya?" gumam Anna yang berpikir.
Nahyan mendecak."Ck, lama!" ucap Nahyan yang tidak sabaran sambil menunduk untuk menggendong Anna ala bridal style.
"Kya!" terdengar suara teriakan yang tertahan.
Anna yang terkejut, sontak memeluk leher Nahyan untuk dijadikan pegangan.
Nahyan menyeringai lebar pada Anna lalu membawa gadis itu menuju keluar restaurant.
"Lepasin gueeee!" teriak Anna.
"Woy!" kata Anna sambil memukul bahu Nahyan.
"Diem bawel!" jawab Nahyan.
Anna berdecak sebal. "Nahyan ini ganteng banget, tapi kenapa sih kelakuannya kayak ******?" batin Anna yang mencak-mencak.
Nahyan hanya dia tidak merespon dan tetap berjalan menuju parkiran mobilnya tadi.
"Nahyaaaan! Lep--ah!" Anna memekik saat Nahyan dengan tiba-tiba melepaskan gendongannya dan membuat Anna hampir terjatuh ke bawah kalau saja Nahyan tidak menahannya.
"Lo gila ya?!" teriak Anna pada Nahyan yang membukakan pintu untuk Anna. Cowok itu mendorong Anna agar segera masuk.
Anna menekuk wajahnya, sambil melirik Nahyan yang sudah berada di sampingnya dengan memakai sabuk pengaman.
"Kita mau kemana lagi, sih?!" tanya Anna. "Gue ini belum mandi kembang 7 rupa, belum ganti baju, dan belum berdandan ria."
Nahyan diam. Tidak berniat menjawab dan tetap fokus pada jalanan.
Anna semakin meneku wajahnya saat tidak mendapat respon apa-apa dari Nahyan.
Anna teringat sesuatu. "Nahyan!!" teriak Anna yang membuat konsentrasi menyetie Nahyan hampir buyar.
Nahyan melirik tajam Anna.
"Makanan yang di restaurant tadi gimana?! Gue belom sempet makan! Malah tadi ada lobster, kepiting, dan kerang. Kan sayang gak dimakan." ucap Anna dengan wajah yang memelas.
"Sok-sokan sih tadi gak mau makan," sindir Nahyan.
Anna manyun. "Pokoknya, bungkusin buat gue! Titik!" ujar Anna sambil bersedekap.
"Iya baweeeel...."
***
"Mau ngapain ke apartement lo?" tanya Anna pada saat mobil berhenti di parkiran sekitar apartemen Nahyan.
"Buat lo happy," jawab Nahyan sebelum keluar dari mobil.
"Buat gue happy gimana?" tanya Anna yang masih bingung.
Nahyan menggengam tangan Anna, lalu menuntun gadis itu menuju ke apartemennya.
Tumben-tumbenan Nahyan menuntun, dan bukannya menyeret.
Setelah sampai di lantai 9, Nahyan tetap menggenggam tangan Anna menuju apartementnya.
Anna mengekori Nahyan.
Nahyan membuka pintu apartemennya dengan finger print. Gadis itu melihat ke sana kemari selagi Nahyan membuka pintu.
Rahang Anna jatuh saat melihat pemandangan di dalam apartemen milik Nahyan.
Anna menatap Nahyan yang juga sedang menatapnya. "OMG!!!" teriak Anna dalam hati.
"Itu yang lagi minum soda siapa namanya?! Sumpah, ganteng banget!!" kata Anna sambil memukul-mukul lengan Nahyan.
"Gantengan juga gue," jawab Nahyan.
Anna tidak menghiraukan ucapan Nahyan. Bukann berarti karena cowok itu tidak ganteng, melainkan karena Anna sudah sering melihat wajah Nahyan makanya sekarang Nahyan kelip dari penglihatannya.
"Gila sih... ini mah berasa nge-harem gue." pikir Anna yang sangat kegirangan hingga secara tidak sadar menggigit lengan Nahyan.
"Akh! Lo anjing apa gimana sih?" maki Nahyan sambil mengusap lengannya yang habis digigit.
Anna tidak peduli dengan ucapan Nahyan. Dia memilih masuk ke dalam ruangan penuh cowok ganteng yang sedang asik dengan aktifitasnya masing-masing. Ada yang mengobrol, main TOD, main PS, hingga yang sedang mengerjakan tugas di laptop.
"Halo semuaaa!" kata Anna yang kelewat riang.
Semua cowok di dalam apartemen Nahyan memusatkan perhatiannya pada Anna. Suasana sempat hening, namun Anna langsung disambut dengan senyuman.
"Wah! Lo yang namanya Anna ya?" tanya cowok berambut pirang.
"Iya!" jawab Anna sambil mendekati cowok-cowok yang tadi asik bercanda-tawa.
Dengan santainya, Anna menyempil di antara dua cowok itu. Cowok-cowok lainnya yang tadi asik dengan kegiatan masing-masing mulai mendekat dan mengelilingi Anna.
"Boleh minta foto kalian semua gak?" tanya Anna dengan mata yang mengilat antusias.
Anna sebenarnya adalah maniak cowok ganteng. Ada banyak sekali foto-foto cowok ganteng yang dia temui hingga dibuatkan album olehnya.
"Koleksi gue nambah banyak!" teriak Anna dalam hati.
Semua cowok itu memperlakukan Anna dengan sangat baik. Bahkan, Anna keasikan bercanda-tawa dengan mereka semua hingga melupakan cowok tampan yang menatap datar ke arah Anna yang dikelilingi para sepupunya.
__ADS_1
Benar. Semua cowok yang ada di apartemen Nahyan saat ini adalah sepupunya semua. Entah mengapa anak di keluarga besar Nahyan saat ini rata-rata cowok, dan hanya ada dua anak perempuan. Mungkin, ini karena doa yang ditunda.
"Dia happy, gue keki." Nahyan menggelengkan kepalanya.
Sudah hampir satu jam dirinya dilupakan di sini. Nahyan yang sudah tidak tahan melihat rona-rona dan sparkling alias kilauan-kilauan diantara Anna dan para sepupunya.
Nahyan mendatangi Anna lalu menarik gadis itu agar tidak berada di sana lagi.
"Nahyan! Kenapa, sih?" tanya Anna yang keheranan.
Nahyan hanya diam karena terjebak pikirannya sendiri.
"Ngapain sih?" tanya Anna saat Nahyan membawanya masuk ke kamar cowok itu.
Nahyan menatap Anna dengan cemberut.
"Lo kenapa sih tadi narik gue? Gue lagi asik ngobrom sama cowok Soda tau gak?" kata Anna yang merasa sebal.
"Cowok Soda?" tanya Nahyan.
"Iya, cogan yang tadi minum soda." jawab Anna.
Nahyan berdecak sebal. "Kalau cuma mau ngobrol sama gue juga bisa. Ngobrol aja sama yang ada di depan lo."
Anna memasang raut mengejek. "Idih, ogah! Bye!" ucap Anna yang ingin kembali menuju istana harem-nya.
Nahyan menarik tangan Anna hingga tubuh bagian belakang gadis itu menabrak dada bidang Nahyan.
"Apa?" tanya Anna.
"Please, di sini aja," pinta Nahyan.
Anna menggigit bibir bawahnya.
Sedikit berbahaya kalau hanya berbagi ruangan dengan lawan jenis di satu ruangan.
"Oke. Tapu buka dulu pintu balkonnya. Gue mau ke sana." jawab Anna.
Nahyan menggeser pintu balkon.
"Makasih," ucap Anna.
Maklum, Anna dusun tidak tau cara membuka pintu balkon yang hanya terlihat seperti kaca itu.
Saat ini Nahyan dan Anna sedang asik berdua di balkon sambil menatap pemandangan kota Bandung.
"Nahyan," panggil Anna sambil menatap Nahyan di sampingnya.
"Hm?" jawab cowok itu tanpa melihat Anna.
"Gue mau nanya," kata Anna.
"Apa?"
"Kemarin lo marah banget sama gue, pokoknya lo jahat banget deh sama gue."
Nahyan menyimak tanpa melihat Anna. Otak jenius Nahyan cukup mengerti kemana arah pembicaraan ini.
"Gue gak tau salah gue sama lo itu apa." Anna menyelipkan rambutnya di belakang telinga. "Bisa lo kasih tau kesalahan gue apa?"
Nahyan mendecakkan lidahnya saat perkiraannya benar. "Gak ada. Udah gak usah bahas itu," jawab Nahyan.
Anna sangat merasakan perubahan mood Nahyan, hanya saja dia masih penasaran dan memilih mengabaikan perubahan mood cowok itu.
"Ya engga, lho. Kan aneh aja gitu lo marah gak jelas sama gue."
Nahyan mengambil napas dalam-dalam. Sebenarnya dia juga tidak mengerti itu kesalahan apa dan ada dimana.
"Yaudah, maaf ya?" ujar Nahyan dengan suara yang lembut.
"Iya. Tapi lain kali jangan gitu lagi. Selesaiin baik-baik. Jangan pake emosi," jawab Anna sambil tersenyum.
"Jadi gue dimaafin?"
Anna mengangguk mantap.
"Iya, gue maafin." Anna mengangkat tangannya ke atas sambil menjinjit.
Nahyan yang mengerti langsung membungkukkan tubahnya yang tinggi.
Saat kepala cowo itu sejajar dengan wajahnya, Anna mengelus kepala Nahyan. Sebenarnya Anna sangat menyukai mengelus-elus rambut cowok itu.
Berbeda dengan kebanyakan cowok, rambut Nahyan itu halus, berwarna hitam legam, dan mengilat seperti iklan shampoo. Apalagi saat wangi rambut dan minyak telon dari tubuh Nahyan menjadi satu. Benar-benar Favorite Anna.
"Inget, makanan di restaurant tadi bungkus ke rumah gue." ujar Anna yang sambil tersenyum polos.
Nahyan menyingkirkan tangan Anna. "Ngerusak suasana lo," kata Nahyan yang langsung meninggalkan Anna di balkon.
"Ih, tungguin!"
°°°
Tbc
⚠NEXT? BOMAT LIKE KOMEN DULU⚠
Salam hangat,
__ADS_1
Juecy.bell
18 september 2020