Nahyanna

Nahyanna
BAB 45


__ADS_3

*an : Disarankan backgroup gelap


Anna mengerjapkan mata untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke retina matanya. Hanya butuh waktu lima menit untuk ia mengumpulkan nyawanya. Ia bangun dengan posisi duduk, lalu mengecek ponselnya.


13.15


"Lama juga gue tidur," gumam Anna lalu membuka membuka kunci ponsel dengan finger print.


"Sepi banget sih kayak hati." Anna memilih untuk kembali.


Anna mengirim pesan, tak sampai satu detik, centang dua abi berubah menkadi centanh dua biru. Anna tersenyum saat melihat status Nahyan yang sedang mengetik.



...Hari ini...


^^^Oi^^^


^^^Sibuk gak?^^^


Gk


^^^Kalo gitu sore bisa ktmu?^^^


Bisa


^^^Enaknya dimana?^^^


ngikut


^^^Ikisopotoh mau gak?^^^


Trsrh


^^^Atau Ngaffe Yuk?^^^


Trsrh


^^^Alam baka aja gmn?^^^


Ydh


^^^NAHYAN!!^^^


Apart gue aja


^^^😊^^^


Nanti gue jemput


^^^😊^^^


Ydh gue mau maen sm kucing gue


^^^😊^^^


Ga usah alay


lo jelek pas ngambek


^^^G jd ktm^^^


^^^w mls m l^^^


^^^W mw jln m Galen ja^^^


^^^Bye🖑^^^


Otw


^^^Woi! Canda!^^^


^^^Ketemuannya nanti sore bodoh!!^^^


^^^Gila^^^


^^^Gue berangkat naek ojek aja^^^

__ADS_1


^^^Nahyaaaaan^^^


^^^Oi^^^


^^^ceklis 1 dong :(^^^


^^^Gue belum apa apa elah^^^



Anna melempar ponselnya ke samping lalu melompat dari kasurnya. Ia membuka lemarinya dengan tergesa-gesa.


"Nahyan gila!" maki Anna sambil memilih baju yang akan ia kenakan.


Anna tiba-tiba teringat sesuatu.


Anna : Please, jemput gue di depan gang aja.


Anna : Gue mohon dengan sangat.


Setelah mengirim itu, hati Anna sudah merasa sedikit tenang. Kalau orang rumah ada yang lihat ia dijemput cowok, ia merasa tidak enak. Lagi pula, di rumah ini ada hal yang perlu ia sembunyikan rapat-rapat dari orang luar.


...***...


Tuk! Tuk! Tuk!


Nahyan duduk bersandar di kursinya dengan jari telunjuk yang mengetuk-ketuk meja di hadapannya. Ujung-ujunngnya, mereka berdua terdampar di caffe yang memang khusus untuk anak remaja nongkrong.


Anna memalingkan wajahnya yang sejak tadi Nahyan perhatikan tanpa mengatakan sepatah katapun seraya meminum caramel macchiato dingin lengkap dengan bubble yang ia pesan.


Entah mengapa, Anna merasa Nahyan sangat tampan saat ini. Bukan berarti sebelum-sebelumnya tidak tampan. Hanya saja, untuk mendefinisikan ketampanan Nahyan kali ini sedikit berbeda di mata Anna. Apakah ini efek kejadian pagi tadi?


"Jadi?"


"Uhuk!"


Anna tersedak saat mendengar suara Nahyan yang terdengar dingin. Ngomong aja ganteng banget, apalagi tertawa? Beda memang kalau orang good looking yang berbicara.


Anna mengambil tisu yang tersedia di atas meja untuk mengelap bibirnya, lalu mengelap bagian meja yang terkena muncratan kuah.


a/n: Kuah :v


Anna menggelengkan kepalanya tegas.


"Nggak sama sekali! Gue jatoh tadi!"


Nahyan yang tak percaya memicingkan matanya. Anna sudah sering berbohong kalau masalah begini, jadi wajar bukan kalau Nahyan masih curiga?


"Serius! Tadi abis pulang dari DBL, gue dikejer sama anjing galak punya tetangga. Terus gue jatoh ngegrusuk."


Nahyan memperhatikan tiap gerak-gerik Anna. Gadis ini kalau sedang berbohong sangat kentara sekali. Tapi sekarang, Nahyan pikir gadis ini sedang tidak berbohong. Terbukti dari matanya.


"Beg*o. Ancur gak aspalnya?"


Anna mendesis sebal. "Lo pikir gue Hulk apa sekate-kate jatoh aspal langsung ancur."


"Siapa tau." Nahyan meminum kopi hangat yang sedari tadi tidak ia sentuh. "Lo juga aneh. Mau diajak pulang bareng malah kabur."


"Ya gue terlanjur sakit hati! Omongan lo itu kan nyakit banget. Gue bakal masih marah kalau lo gak ngomong gue ini pacar---" Anna mengehentikan bicaranya.


"Apa?" tanya Nahyan yang iseng. Padahal ia tau apa lanjutan dari ucapan Anna.


Nahyan menaikkan sebelah alisnya saat Anna bukannya berbicara malah menundukkan kepalanya. Nahyan merasa seperti ada yang salah.


"Kenapa? Ragu kalau gue ngejadiin lo pacar---"


"Maaf!!" sela Anna tanpa melihat ke arah Nahyan.


Dia tidak sanggup untuk menatap mata yang keemasan itu. Anna merasa seperti seekor kelinci yang akan menjadi mangsa seekor singa.


"Gue gak bisa sama lo," cicit Anna yang memberanikan diri menatap Nahyan.


Anna kembali menundukkan kepalanya saat Nahyan hanya menatapnya tanpa ekspresi. Lebih tepatnya tatapannya terlihat kosong.


Nahyan duduk dengan gelisah karena penolakan Anna. Padahal, ia sudah susah payah memilih out fit agar terlihat keren. Apa mungkin ia memakai outfit yang aneh karena buru-buru menjemput Anna dengan alasan cemburu?


"Alasannya?" Suara Nahyan benar-benar terdengar dingin.

__ADS_1


"Lo dan gue itu--"


"Langsung ke inti."


Anna menatap Nahyan sebentar, lalu menundukkan kepalanya dengan tubuh yang gemetar.


"Gu-gue suka sama Galen."


DUAR!! BOOM! BOOM! CAR!


:v


Tiba-tiba saja Nahyan merasa seperti jantungnya ditikam oleh sebilah pedang. Ia merasakan seperti ada sesuatu yang diambil darinya, mungkin itu adalah jantungnya. Nahyan benar-benar merasa kehilangan.


Tubuh Anna semakin gemetar begitu melihat ekspresi Nahyan yang terlihat kehilangan harapannya.


Jujur saja, sedari tadi ia sedang menahan tawa hingga tubuhnya gemetar. Anna sebenarnya hanya sedang mengeprank Nahyan karena masih kesal dengan ucapan cowok ini.


Cewek mana sih yang tidak kesal kalau dibegitukan? Beruntung hati Anna sekuat baja hingga masih bertahan untuk tidak melempar kursi pada cowok di depannya ini.


Nahyan beberapa kali ingin membuka suara, namun suaranya seperti tertelan bumi alias hilang tak berbekas.


Nahyan mengepalkan tangannya, lalu menatap Anna raut wajah tegas.


"Lo suka Galen kan? Tunggu dan lihat gue buat lo berpaling ke gue. Tentunya dengan cara gue tersendiri."


Setelah mengatakan itu, Nahyan beranjak dari duduknya dan pergi keluar caffe tanpa menoleh sedikit pun. Ia cukup emosi untuk meluapkan amarahnya pada Anna. Tapi Nahyan tidak ingin itu terjadi, sudah terlalu sering ia hilang kendali di hadapan gadis itu. Jadi, jika Anna lebih menyukai Galen, Nahyan rasa ia pantas mendapatkannya. Karena ia sadar selama ini sikapnya memang buruk.


Anna menggigit bibir bawahnya seraya menatap punggung Nahyan yang semakin menjauh.


Tidak!


Bukan seperti ini yang Anna bayangkan.


Bagian mana yang salah? batin Anna.


Anna berlari mengejar Nahyan dengan sekuat tenaga menuju keparkiran. Anna merasa beruntung karena tadi  Nahyan mendapat tempat parkir yang lumayan jauh karena ramainya pengunjung caffe.


Dengan sekuat tenaga Anna menarik tangan Nahyan agar berbalik. Setelah itu ia berteriak, "Tapi bohong!" Anna terkejut karena Nahyan meneteskan air mata. Dan rasa bersalah dibenak Anna pun bertambah besar.


Sadar gadis di depannya memperhatikan, Nahyan menundukkan kepalanya.


Terkadang, saat berada disituasi tertentu Anna merasa beruntung dengan tinggi badannya yang tidak seberapa. Contohnya sekarang, karena tinggi badannya ini ia dapat melihat dengan jelas ekspresi seperti apa yang cowok itu buat, meski dia sedang menunduk.


"Nahyan maaf... Anna tadi cuma prank. Anna sukanya sama Nahyan, bukan Galen." Anna reflek memeluk Nahyan ketika mengatakan itu.


"Jangan nangis."


Nahyan tidak membalas pelukan Anna, ia lebih memilih menghapus air mata yang tanpa ia sadari menetes keluar. Bukan karena marah atau kecewa, tapi karena ia tidak tau harus bersikap seperti apa. Ini kali pertama ia dipeluk seorang gadis kecuali, ibunya dan sepupunya (Vinie).


Anna mendongak.


"Gak mau bales peluk?" tanya Anna aambil menatap Nahyan yang sibuk memalingkan wajahnya karena malu.


Nahyan benar-benar merasa Anna semakin lama semakin mirip kucing. Benar-benar imut tak tertahankan. Ia jadi ingin mengkarungi Anna dan menguncinya di dalam kamarnya.


Dengan gerakan kaku seperti robot, Nahyan membalas pelukan Anna dengan lembut seolah Anna adalah sesuatu hal yang rapuh kalau saja diberi sedikit tenaga pada pelukannya.


Anna tersenyum lebar begitu merasa tangan-tangan kekar Nahyan memeluknya. Kemudian, gadis itu menduselkan wajahnya ke dada bidang cowok tampan itu.


"Kalau mama tau, kena rotan berapa kali ya gue?" batin Nahyan disela-sela rasa bahagianya.


°°°


Tamat


Tapi boong!


...Hanya UP saat komentar mencapai target....


...Q: Berapa targetnya?...


...A: Hanya aku dan Allah yang tau :v yang pasti 'gak lebih rendah' dari target komentar chap sebelumny....


❤💓⚠WAJIB!!⚠💓❤


- LIKE dan KOMEN!!! -

__ADS_1


Gak lakuin itu? Gulung tikar nih :v


__ADS_2