
...Kalian tau lah harus ngapain?...
...Gak perlu aku ingetin terus kan?...
...a/n: disarankan background gelap...
...♡°•▪●▪•°♡...
...♡•▪●▪•♡...
...♡▪●▪♤...
Malam Harinya
Anna tidak pernah menyangka kalau ia akan mengatakan hal seperti 'yang Anna suka bukan galen, tapi Nahyan'. Benar-benar menggelikan jika mengingatnya. Lagipun, bagaimana bisa hubungan mereka berubah begini? Dan ... sejak kapan Nahyan bisa menyukai Anna yang notabenenya hampir tak ada bagus-bagusnya? Mungkin, benar kata orang kalau cinta itu buta.
Anna akui, sejak awal bertemu ia tertarik pada Nahyan. Hey, jangan ejek Anna dulu. Perempuan mana sih yang dapat menahan pesona dari Nahyan? Toh, tampang cowok itu memang sangat menggiurkan. Nahyan versi Bapak-bapak beranak dua aja sangat hot. Kalau saja bapaknya Nahyan itu duda, Anna rela jadi ibu sambung untuk kedua anaknya. Bercanda✌. Mana mau Nahyan dan Dhyo punya emak buluk modelan Anna. Tapi intinya, Nahyan itu tampan.
Waduh, berarti Anna suka Nahyan karena fisik doang? Gak juga sebenarnya. Ada beberapa poin yang buat ia meleleh, termasuk fisiknya sih. Hanya saja, Nahyan itu cowok badboy yang ... unik. Dia berprinsip, tidak merokok, tidak pernah memukul perempuan. Dan yang paling membuat Anna semakin tertarik adalah Nahyan anak yang penurut pada orang tuanya, juga rajin ibadah. Dari mana ia tau?? Hoo.... jangan remehkan seorang Anna Abimanyu. Mata-mata gadis ini ada dimana-mana. Kayak pelakor. Bercanda lagi✌
Kruuuk~~
Anna mengelus-elus perutku yang berbunyi. Hampir seharian ini ia hanya mengonsumsi air mineral dan sepotong roti. Laper sih, cuma ia terlalu malas ke dapur. Dia tidak mau bertemu keluarganya. Mau pesan online, uangnya lagi pas-pasan. Belum ada uang yang masuk ke rekeningnya bulan ini. Padahal, biasanya setiap akhir bulan ia selalu dikirimkan uang. Tentu saja itu dari pamannya. Makanya, selama ini ia tidak berani melawan perkataan dan perlakuan paman. Toh, sekolah dan uang jajan saja masih ditanggung.
"Kalau gini terus, mau gak mau gue harus kerja kan?" Anna mengubah posisi tidur menjadi duduk. "Tapi mana ada yang mau nerima anak SMA kayak gue?"
Anna menatap langit-langit kamar.
"Kalaupun ada, harus pake orang dalem."
Lagi pula, pamannya tau ia pulang lewat dari jam 5 sore saja sudah kena amukan masa, apalagi nanti kalau dirinya bekerja yang mengharuskan ia pulang larut malam.
Hah...
Memikirkan semua ini benar-benar membuat ia lelah.
Anna membuka room chat ponselnya.
Hanya ada pesan-pesan dari group kelas, selebihnya sama sekali tidak ada. Cowok bernama Nahyan Rabusy yang sekarang berstatus sebagai pacarnya habis membersihkan hal-hal yang menurutnya 'sampah' di ponsel Anna. Termasuk foto-foto cogan yang dengan susah payah Anna kumpulkan.
"Huh, gak bisa cuci mata lagi gue," cibir Anna.
Anna membuka room chat Nahyan. Lalu dengan iseng mengirim pesan pada cowok itu.
Anna : P
Anna : P
Anna : P
Anna : Hai
Anna terkejut bukan main karena Nahyan benar-benar gercep. Terbukti dengan pesannya yang terbaca hanya dalam waktu satu detik setelah pesannya terkirim.
Anna stay room chat Nahyan karena melihat pemberitahuan kalau cowok itu sedang mengetik.
...20.34...
^^^P^^^
^^^P^^^
^^^P^^^
^^^Hai^^^
?
^^^Ya Allah^^^
^^^Sipek bgt :)^^^
^^^Dahlah mau jd kang cilok aja^^^
__ADS_1
Anna cemberut karena meski status mereka sudah 'berpacaran' Nahyan masih saja cuek. Malah, cowok itu tambah cuek. Apa-apaan gitu lho cuma dibales tanda tanya? Apresiasi memang dengan kecepatan Nahyan dalam memberi respon, dan cowok itu Anna lihat stay room chatnya. Tapi yah, manusia mana sih yang gak kesel kalau cuma dibales gitu doang sama pacarnya? Jangankan pacar, punya temen model begitu aja rasanya mau banting meja.
Kapten👮💕 is calling...
Anna menggeser tombol hijau.
"Apa?!" jawab Anna dengan ketus.
"Assalamualaikum," ujar suara diseberang sana dengan nada datar.
"Waalaikumsalam!" jawab Anna cepat.
"Kenapa ngechat, Yang?" Anna menaikkan sebelah alisnya,lalu menjauhkan ponsel dari telinga hanya untuk memastikan nama yang tertera di layar ponsel.
Beneran Nahyan, kok?
"Gak usah sayang-sayangan. Alay!" kata Anna dengan ketus seraya menahan tawa.
Aneh rasanya mendengar Nahyan tiba-tiba memanggil mesra dirinya seperti itu. Apalagi, suara cowok itu benar-benar tidak bernada alias datar-datar saja. Anna jadi ragu, kalau Nahyan sedang sehat. Mungkin saja dia tiba-tiba menjadi gila karena pranknya tadi siang.
Tut!
Anna mengerjapkan matanya beberapa kali saat menyadari sambungan telepon yang tiba-tiba saja terputus. Lebih tepatny sengaja diputus.
"Ini cowok gila atau gimana sih?!" maki Anna yang tadinya merasa senang karena panggilan mesra tapi karena cowok itu seenaknya memutuskan telepon, menjadi kesal.
"Hobinya buat orang kesel terus."
Kapten👮💕 is calling...
"APA?!"
"Ini siapa ya?"
Anna memelototkan matanya. Ini orang beneran waras atau enggak sih?! Anna beneran kesel nih jadinya.
"APA SIH LO MANUSIA?! NGESELIN TAU GAK?! MATI SANA!" teriak Anna.
Tut!
"AAAAAGHHH!"
Kapten👮💕 is calling...
Anna berdecak sebal. Ini cowok maunya apa sih? Anna lagi-lagi kembali menggeser tombol hijau. Kali ini, Anna menjawab dengan lembut karena sudah lelah habis berteriak.
"Maaf, nomor yang anda tuju sedang sibuk. Mohon tunggu 200 tahun lagi."
"Ini siapa?"
FAK!!!
"Sekali lagi lo kayak gini, gue blokir lo! Terusin lah!" ancam Anna yang sudah merasa lelah.
Terdengar suara tawa Nahyan dari seberang sana. Anna hampir dibuat meleleh saat mendengar tawa cowok itu, meski itu hanya sekadar suara tawa pelan dan bukannya melihat langsung ekspresi cowok itu.
"Ini siapa?"
"Nahyaaaaaaaaan!"
"Iyaaaaaa." Nahyan mengikuti nada suara Anna. "Yaudah gue matiin deh. Gue pikir ini nomor pacar gue."
Tut!
Anna menggaruk kepalanya yang tak gatal. Nahyan tadi ngomong apaan sih? Anna mendadak jadi orang idiot begini.
Anna mendapat voice note dari Nahyan. Tentu saja Anna langsung mendengarkan.
"Keluar. Itu Abang Gopud nungguin di bawah."
Yessss! Akhirnya ada yang peka!! Anna bersorak riang dalam hati. Sedetik kemudian, ponselnya kembali bergetar.
Ada voice note lain dari Nahyan. Dengan senang hati Anna langsung mendengarkan.
"Tapi bayar sendiri."
Anna melotot. Lalu, segera jari-jarinya mengetik kata-kata makian. Namun sayangnya, cowok itu sudah ceklis satu.
Anna : Nahy4njing!!! 8481!!! NYEBELIN! KE LAUT AJA SANA!
__ADS_1
Setelah mengirim itu, Anna segera turun ke bawah sambil mengendap-endap. Tak lupa ia membawa semua uang yang ia punya. Jujur saja, Anna merasa jengkel. Kalau saja Anna sedang punya banyak uang, mungkin ia tidak akan merasa sekesal ini. Tapi ini? Anna tidak tau lagi harus memaki bagaimana lagi.
"Ini Mbak pesanannya."
Anna menerima dua buah kantung plastik dengan senyuman ramah. Tidak enakkan kalau ia memasang wajah jutek pada orang yang tidak bersalah?
"Totalnya berapa, Mas?" tanya Anna sambil mengambil uang di kantong baju tidurnya.
"Udah dibayar, Mbak."
Anna mengerutkan dahinya.
"Hah?"
"Udah dibayar, Mbak," ulang Abang Gopud.
"Beneran?"
"Iya, Mbak."
"No tipu-tipu?"
"Iya, Mbak."
"Oh, okelah. Makasih, ya, Mas."
"Oh iya, Mbak. Kata Mas-nya makan yang banyak, biar gemuk."
Anna tidak bisa menutupi kalau ia merasa senang.
"Iya mas. Makasih."
Anna tersenyum lebar sambil menenteng makanan yang dibelikan oleh Nahyan. Cowok itu benar-benar penyelamatnya. Kalau bukan karena ini, ia mungkin akan tidur dalam keadaan perut kosong.
"Nemuin siapa lo?" tanya suara yang amat sangat Anna kenali.
Anna berbalik dengan malas.
"Abang Gopud," jawab Anna seadanya..
"Duit dari mana?" sinis Ami sambil mengambil paksa kantung plastik dari tangan Anna.
"Lo apaan sih?!"
"Lo nyolong ya?" Ami menatap Anna penuh curiga.
"Lo gila? Gak sudi tau gak gue nyolong." Anna kembali merebut kantong plastik itu.
Mata Ami menangkap sesuatu yang menurutnya ganjil. "Lo ganti HP?! Sejak kapan? Gimana cara lo beli HP mahal gitu? Lo gak ngelont*e kan?!" tuduh Ami memancing emosi Anna.
"Fvck Ami! Lo tuh yang ngelont*e!" balas Anna yang tidak kalah kasar.
Dari pada emosinya meledak-ledak, Anna memilih meninggalkan Ami dan kembali menuju kamarnya.
"Dikiranya gue murahan apa?!" dumel Anna sambil menaiki melangkah menaiki 2 tangga sekaligus.
Setelah sampai di dalam kamarnya, Anna menutup pintu dengan kasar kemudian menaruh plastik di tangannya ke atas kasur.
Anna menatap makanan yang hanya dengan mencium baunya saja mengundang rasa lapar.
"Jadi gak mood gini," gumam Anna sambil membuka isi plastik. "... tapi kalo gak dimakan kan sayang. Buang-buang uang."
°°°
Bersambung...
Masih gak peka?
Yaudah aku ingetin, kalian itu harus :
⚠👹 KOMEN
⚠👹LIKE
udah paham kan?
...Yang +❤ 247 orang, views 150++ orang...
...masa yang like dan komen itu-itu doang?...
__ADS_1
...:v...