Nahyanna

Nahyanna
BAB 68


__ADS_3

Satu minggu kemudian


"Untuk memperingati hari Kemerdekaan Indonesia, sokolah kita akan mengadakan beberapa macam lomba antar kelas selama 2 hari. Setiap kelas wajib memilih perwakilannya untuk mengikuti setiap lomba, dan untuk yang tidak terpilih agar membantu seksi mading untuk mempercantik manding kelas," ujar Bu Selly yang merupakan wali kelas 12 A-4.


"Untuk selengkapnya kalian bisa lihat diselebaran ini," Bu Shelly menunjukkan selebaran di tangannya.


"Untuk seksi mading, tolong nanti teman-temannya dikontrol. Oh iya, tema madingnya HUT RI ke-xx."


Aira yang merupakan seksi mading mengangkat tangannya. "Maaf menyela Bu. Aira mau tanya, dua papan di belakang itu diisi dengan tema HUT RI semua atau bagaimana, Bu?" tanyanya.


"Tidak, Aira. Yang satunya lagi untuk hasil literasi kelas ini. Nanti dibuat singkat-singkat saja dan secantik mungkin."


Aira mengangguk mengerti.


"Ada yang ingin ditanyakan lagi?" tanya Bu Selly.


"Tidak, Bu!"


"Baiklah, kalau begitu sekertaris catat nama teman-temannya yang mau ikut lomba termasuk yang mading. Nanti serahkan ke meja Ibu di ruang guru. Sekarang, Ibu mau rapat dulu dengan Kepala Sekolah."


"Iya, Bu..."


Setelah Ibu Selly keluar dari kelas, kelas yang tadinya kondusif langsung terdengar ricuh.


"Woi! Gue gak mau ikut makan kerupuk!"


"Gue mau lomba basket!"


"Heh buriq! Basket itu beda lagi acaranya! Nanti bulan Oktober!"


"Adanya apa?"


"Tarik tambang, makan kerupuk, masukin pensil ke dalem botol, lari 100 meter untuk putri dan 200 meter untuk putra, estafet, lompat jauh, gerobak sodor, dan ranking satu."


"San! Catet, Zidan tarik tambang."


"Gue gerobak sodor!"


"Ranking satu plis! Gue ogah berkeringat!"


"Lompat jauh!"


"Iiih! Satu-satu! Gue cuma punya satu tangan kanan!"


Anna menoleh pada Bella. "Bell, lo mau lomba apa?"tanya Anna.


Bella hanya diam tak menjawab. Saat ini dia sedang malas untuk berbicara, membuang-buang energinya saja. Apalagi, kalau bicaranya hanya untuk meladeni Anna. Bisa dipastikan energinya akan langsung terkuras begitu saja. Kok bisa? Tentu saja bisa, Anna kan modelnya absurd begitu.


"Gue lomba apa ya? Kalau mading yang ada nanti ngerusuh doang," ujarnya sambil menggigit jarinya.


"Na, lo mau ikut tarik tambang gak? Baru gue, Diva, Destria, dan Anya. Kurang orang satu lagi," kata Deana yang menghampiri Anna ke mejanya.


"Bella yang mau tarik tambang. Gue mau lomba lari aja. Gue kan bidangnya emang disitu," jawab Anna.


Bella melotot karena ucapan gadis yang merupakan teman--ups, maksudnya adalah manusia yang kebetulan duduk sebangku dengannya.


"Gue gak pernah ngomong gitu, Vangsat!" desis Bella yang tidak suka.


Deana memutar bola matanya. "Bagus! Ogah gue kalau ada lo," celetuk Deana.


Anna mengerutkan keningnya. "Gak boleh gitu! Kan semuanya ini temen."


"Bukan!" sangkal Deana dan Bella bersamaan.


Anna menyeringai. "Tuh, kompakan gitu. Temen berarti."


"Gak akan!" Deana menatap Bella sinis, begitu juga yang ditatap membalas tatapan dengan tak kalah sinis.


"Gak usah ngikutin gue!" kata Deana.


"Gak usah geer! Gak ada yang ngikutin lo! Jadi, tutup mulut lo itu. Gue eneg denger suara lo," jutek Bella.


Anna menepuk jidatnya. Entah bagaimana dia bisa melihat jiwa-jiwa anjing dan kucing yang sedang bertengkar. Merasa lelah dengan pertengkaran dua temannya itu, Anna lebih memilih mendekati Sandra untuk mendaftarkan namanya mengikuti lomba.


"San, tarik tambang putri tambahin Bella ya yang terakhir. Terus, gue mau ikut lari."

__ADS_1


"Lomba lari putri udah Yesha yang ambil. Kalau mau estafet aja," jawab Sandra sambil menunjukkan catatan nama-nama yang mengikutin lomba dan jenis lomba apa yang diikuti mereka. "Kebetulan estafet kurang satu orang lagi."


"Yaudah, catet aja nama gue di situ."


Sandra mengangguk, "Oke."


...***...


"Na!" panggil Nahyan pada Anna yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Astaghfirullah!" Anna memegang dadanya saat terkejut,lalu memukul lengan cowok di sampingnya dengan kuat.


"Bisa-bisanya lo di depan toilet cewek! Ngintip lo ya!" tuduh Anna sambil berkacak pinggang.


Nahyan memutar bola matanya malas. "Bacot!" katanya.


Anna melirik sinis Nahyan. "Kok udah masuk sekolah? Emang udah baikan tulang lo yang retak?"


"Kalau gue gak masuk lebih lama lagi, nanti lo kesenengan."


"Kenapa?"


"Lo bebas buat genit sama cowok lain!"


"Dih! Enggak."


Nahyan menatap Anna tidak percaya, sedangkan yang ditatap malah menyengir.


"Maksudnya gak salah lagi." Nahyan menatap tajam padanya.


"Gak usah macem-macem, Na. Atau cowok-cowok yang lo genitin bakal nerima akibat dari ulah lo," ujarnya dengan nada suara rendah yang mengintimidasi siapapun yang mendengarnya.


Anna menghela napas berat. "Yowes, pindahlah. Ngapain ngobrol di depan toilet. Nanti malah disalah pahami," katanya sambil mendorong-dorong pelan Nahyan meninggalkan kamar mandi.


"Lo lomba ap--huh?" Anna yang melihat jari-jari tangan Nahyan yang menyusup ke sela-sela jari miliknya.


"Ih geli!" kata Anna yan berusaha melepaskan tautan tangan mereka. Namun, Nahyan menggenggam erat tangannya hingga sulit terlepas.


"Lepas, heh! Geli beneran! Woi! Nahyan! You dont pura-pura not listen!"


"Kalau gak bisa bahasa inggris tuh diem!"


Nahyan memutar bola matanya. "Udah diem! Gue laper!"


"Lo nyusulin gue ke toilet buat ngajak gue makan? Gemesin banget sih!"tanya Anna yang merasa terharu sambil mencegat jalan kekasihnya itu lalu memeluk tubuh pria itu dengan tangannya yang bebas.


Nahyan melebarkan matanya karena terkejut dengan serangan Anna yang tiba-tiba. Karena salah tingkah, Nahyan membuang wajahnya ke arah lain yang tidak akan membuatnya bertatapan dnegan manik mata hitam milik Anna.


"Gak ada yang ngajak lo makan. Gue ngajak lo nemenin gue makan," jawab Nahyan ketus untuk meminimalisir salah tingkahnya dan jantungnya yang berdebar kencang.


Anna melotot. "Gue cuma nemenin doang gitu?!"


"Hm!"


"Dih! Ogah! Mending gue diem di kelas aja!"


Nahyan melepas pelukan, lalu menyentil dahu gadis di depannya itu. Tentunya, dia tidak menyentil dnegan tenaga sekuat dulu dimana Anna sampai menangis kesakitan.


"Akh!" Anna reflek memegang dahinya yang baru saja terkena sentilan.


"Gue bercanda. Gak mungkin kan gue biarin iler lo netes saat nemenin gue makan? Yang ada gak nafsu makan gue."


Anna memukul lengan Nahyan. "Gue gak ileran!"


"Ileran."


"Gak! Gue gak ileran!"


"Ileran."


"Enggaaak!"


"Ileran."


"Gak! Gak! Gak! Gue bilang gue gak ileran!" Anna vemberut, lalu diselipkan tangannya di lengan Nahyan dan menyeret cowok itu untuk bergerak.

__ADS_1


"Ayo cepet ke kantin! Gue laper!"


"Iya bawel!" jawab Nahyan yang pasrah diseret-seret begitu.


...***...


"Lo berdua deket sejak kapan?" tanya Anna pada Deana dan Fabian yang duduk berseberangan smabil bercanda tawa mesra.


Deana melirik Fabian.


"Gak lama ini," jawab Fabian setelah meneguk es jeruk di gelasnya.


"Oh. Lo tau Deana punya pacar?" tanya Anna sambil memotong bakso besar di mangkukny dengan sendok.


Pertanyaan Anna berhasil membuat satu mejanya menjadi hening. Nahyan yang tadinya sedang memelototi cowok-cowok yang tatapannya dirasa mengarah ke Anna dan Suga yang berusaha menjahili Bella yang sejak tadi hanya diam saja menjadi diam tak berkutik.


"Kenapa? Pertanyaan gue salah?" tanya Anna yang seolah tidak tau efek dari pertanyaannya.


"Gue bakal putusin Ian!" kata Deana.


Anna menyeringai. "Oh ya? Gue tau, De, lo itu nangis mulu kalau Ian gak ada kabar, dan bakal gak inget sama siapapun kalau lagi chat atau mabar sama Ian. Itu yang katanya mau lo putusin?"


"Bisa gak bahas yang lain aja?" ucap Fabian yang menengahi dengan tatapan dingin.


Anna menyeringai. "Silakan. Gue juga tadi cuma nanya doang," jawab Anna sambil memasukkan bakso yang sudah dipotong dengan garpu ke mulutnya, dan saat mengunyah dia tersenyum sinis oada Fabian dan Deana.


"Bell, ayo balik. Gue udah kenyang," ajak Anna pada Bella.


Untuk pertama kalinya, ajakan Anna membuat Bella merasa lega dan senang. Dia benar-benar kesal dengan Suga yang sedari tadi mengganggunya hingga dia tidak dapat menikmati makanan yang masuk ke mulutnya.


"Dah! Gue duluan ya!" ucap Anna sebelum benar-benar pergi menuju kelas.


Deana mengertakkan giginya. "Gue juga balik dulu," ujarnya.


Suga berpindah tempat duduk ke samping Fabian. Cowok itu sedang memegangi kepalanya karena merasa tertekan dan frustrasi.


Suga merangkul pundak Fabian, "Mohon bersabar. Ini ujian," ucap Suga. Cowok itu nyengir saat mendapatkan tatapan tajam dari Suga.


"Bacot mulu lo, Njing!" sarkas Fabian sambil menepis tangan Suga dan beranjak pergi dan hanya menyisakan Suga yang tertawa dan Nahyan yang terdiam seribu bahasa.


"Suga!" panggil Nahyan saat Suga akan beranjak pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun padanya. Semingguan ini Suga terus mendiami dirinya seolah menganggapnya tidak ada. Salahkan Nahyan yang membutuhkan waktu satu minggu lebih hanya untuk meminta maaf.


"Maaf. Gue terlalu bucin sampe nyalahin lo gitu aja tanpa tau kebenarannya," ucapnya.


Suga menyeringai. "Sebelum lo minta maaf juga gue udah maafin," jawab Suga dengan kalem.


"Terus kenapa lo ngehindarin gue?"


Suga menyeringai. "Kenapa? Merasa kehilangan? Tapi sori nih gue bukan homo."


Nahyan memutar bola matanya. Hilang sudah rasa bersalahnya seiring dengan ucapan Suga.


"Eh? Kok gue ditinggal?! Seharusnya gue yang ninggalin lo!" kata Suga sambil menyusul Nahyan. Lalu saat dia berada di dekat cowok itu, Suga melompat untuk merangkul leher Nahyan.


"Lepas! Gue bukan homo!" kata Nahyan.


"Heh, gue cuma lagi baca pikiran lo kok. Bukan mau ngehomo," jawab Suga.


Nahyan memicingkan matanya. Benar juga, Suga saat ini menyentuhnya.


"Fvck! Jauh-jauh!" Nahyan mendorong Suga.


"Woilah anjiim!" kata Suga yang terdorong ke samping. Suga terjatuh ke tanah karena kakinya menginjak batu yang menyebabkan tubuhnya tak seimbang.


"Mampuus!" kata Nahyan lalu meninggalkan Suga yang berteriak dengan segala umpatan.


"Ngeselin emang. Liat aja, nanti gue panas-panasin tau rasa lu!" gumam Suga yang beranjak berdiri.


°°°


Bersambung...


SUKA dengan novelnya?


Yuk trakteer Byba Cendol 👉 https://trakteer.id/Juecy.bell/tip

__ADS_1


Biar semangat upnyaa 😚



__ADS_2