
⚠ ATTENTION⚠
SEBELUM BACA GANTI LATAR BELAKANG (WALLPAPER) DULU
JADI WARNA HITAM 😎❤
INGET, LIKE DULU!!
Happy reading!
🌟Enthusiasm chapter 33🌟
Anna memperhatikan Nahyan yang sedang bermain Playstation. Lebih tepatnya, memperhatikan layar di depannya. Anna menghembuskan napasnya. Jujur saja, Anna merasa bosan terjebak hanya berdua bersama Nahyan di apartrmen ini. Pasalnya, sejak tadi hanya ada suara dari sound sistem yang terhubung langsung dengan playstation.
Anna memperhatikan punggung Nahyan.
Anna baru menyadari, kalau punggung Nahyan begitu lebar. Kalau dipikir-pikir, memang saat Nahyan memeluknya tadi tubuhnya jelas tenggelam. Ditambah, Nahyan yang mempunyai tinggi badan 190 cm. Jelas perbedaan tinggi mereka berdua sangat mencolok.
"Nahyan, kok lo bisa tinggi? Dari dulu gue stuck di-154 cm terus," tanya Anna. Secara tak sadar, Anna memegangi leher bagian belakang Nahyan karena ada sebuah tahi lalat di sana.
Anna menekan tahi lalat itu, membuat Nahyan reflek menepis tangan Anna. Untungnya, Nahyan tidak begitu menggunakan tenaganya. Jadi, tangan Anna selamat kali ini.
"Apa sih pegang-pegang?" Nahyan memegangi bagian belakang lehernya yang baru saja dipegang Anna.
Anna tertawa pelan. "Ada tahi lalet di situ," jawab Anna sambil melayangkan tangannya untuk memegang leher Nahyan kembali. Namun, cowok itu segera menghindar.
Nahyab mengerutkan dahinya. "Sejak kapan lalet eek di leher gue?!" kata Nahyan dengan nada suara agak meninggi.
Anna tertawa terbahak-bahak begitu tau kalau cowok di depannya ini sudah salah mengartikan kata-katanya.
"Itu cuma perumpamaan, lho. Bukan berarti lalet beneran eek di leher lo," awab Anna sambil mengelap air mata di sudut matanya.
Anna beranjak dari sofa lalu duduk disamping Nahyan.
Anna menggulung baju bagian lengannya, yang dia pinjam dari lemari Nahyan hingga ke siku. "Nih, yang kayak gini maksud gue." Anna menunjukkan setitik tahi lalat di lengannya pada Nahyan.
Nahyan mengerutkan dahinya. Seolah ini adalah hal baru baginya. Tapi, mungkin sepertinya itu benar. Terbukti dari Nahyan yang mengabaikan playstationnya dan malah menarik tangan Anna untuk memperhatikan setitik bercak berwarna hitam. Tunggu, mungkin berwarna cokelat?
Anna berusaha menarik tangannya ketika Nahyan mulai menekan-nekan bagian tahi lalat Anna. Itu terasa sedikit geli bagi Anna.
"Ish! Jangan diteken-teken gitu!"
Nahyan tidak mempedulikan omongan Anna karena terlalu fokus melihat tahi lalat itu. Secara alami, Nahyan memegangi lehernya yang entah mengapa rasa saat Anna menyentuh hingga menekannya masih terasa sampai saat ini.
Nahyan melepaskan tangan Anna.
"Mau ada atau gak eek lalet, ganteng yang ganteng aja. Iya gak?" ujar Nahyan dengan pede-nya.
Anna memicingkan matanya. "Gue akui lo emang ganteng. "Nahyan mrnyeringai lebar mendengar Anna mengakuinya.
"Tapi jujur aja lo bukan tipe gue," sambung Anna yang langsung menusuk Nahyan. "Tipe gue itu, yang baik, ramah-tamah, murah senyum, kalem, ganteng, terus tingginya gak jauh-jauh amat dari gue, dan paling penting dia perhatian dan gak suka marah-marah sama gue. Ambil contohnya, si Galen. Uwu banget dia itu ya ampun ... Gue selalu melting kalo ketemu dia sanking ganteng dan mengguncang hati."
Nahyan terlihat kesal karena selain menyindirnya, Anna juga menyebut-nyebut nama cowok lain saat bersamanya. Terlebih lagi, cowoknya itu adalah Galen. Si rubah jantan, yang paling Nahyan waspadai.
"Terus, kalau tipe lo Galen emang kenapa? Toh, lo di sini sama gue." Anna terdiam untuk memikirkan kata-kata yang keluar dari bibir kissable itu. Kata-kata Nahyan terlalu tinggi untuk otak Anna yang cetek ini.
Nahyan memajukan tubuhnya untuk mendekati wajah Anna. "Suatu saat, gue bakal ubah tipe cowok lo jadi Nahyan Rabusy, Anna," bisik Nahyan tepat di telinga Anna. Setelah itu, Nahyan berjalan menuju mini bar untuk mengambil air putih dan meneguknya dengan sesekali melirik Anna yang masih terbengong-bengong.
"Apaan sih?" gerutu Anna sambil memalingkan wajahnya yang sepertinya sedang merona.
...•••...
Anna menaiki tangga yang menuju ke arah kamarnya yang berada di lantai dua dengan tergesa-gesa. Anna bersyukur karena tidak berpapasan dengan Tante sekaligus Ami saat dia memasuki rumah ini. Kalau sampai bertemu, mungkin saja telinga Anna akan terasa panas mendengar omongan-omongan mereka karena pulang terlambat.
Anna membawa tubuhnya menuju balkon kamarnya, dan menarik sebuah kursi untuk didudukinya. Anna menaruh tas sekolahnya di atas meja yang tepat bwrada di depannya.
"Mana ya?" gumam Anna sambil mencaricari sesuatu di dalam tasnya. Anna mengeluarkan semua buku, dan mencari satu-persatu benda yang dicari di dalam buku.
Anna sedikit terkejut saat sebuah kertas jatuh ke lantai. Reflek, gadis itu segera mengambilnya.
Seperti biasa, Anna langsung membuka amplop tersebut dan langsung mengambil dalam isinya.
Anna sangat penasaran, mengapa ada ornag yang kurang kerjaan mengirimkan surat yang isinya sama setiap harinya? Bahkan, jika hari-hari libur seperti Sabtu dan Minggu, Anna tetap mendapatkan suratnya entah bagaimanapun caranya.
"Secret admirer gue masa?" gumam Anna sambil menengadahkan kepalanya untuk menatap langit malam tanpa bintang maupun bulan.
Tapi, itu tidak mungkin. Anna baru saja pindah ke SMA Y beberapa bulan yang lalu. Sedangkan, orang yang mengirim surat ini seolah-olah tau apa yang terjadi di kehidupannya. Anna tidak merasa pernah menceritakan kehidupan pribadi atau keluarganya pada orang lain. Lalu, siapakah orang ini? Anna khawatir, jika orang ini bermaksud macam-macam padanya.
Oni-chan! Oni-chan!
Ponsel Anna berbunyi. Anna langsung tau siapa yang mengirimkan pesan untuknya hanya dengan mendengar nada deringnya.
...Hari Ini...
Na
__ADS_1
Na
Na
Na
Na
Na
Na
^^^Apaan?^^^
Jangan dipaksa bila memang
sudah tak bisa
Kita harus berpisah
Dan ku akan pergi.....
^^^Lo gabut anjim!^^^
Apa?
Gue nyanyi
^^^Bukannya ngetik ya? 😏^^^
Y
Na
Gue mau tanya
^^^Apaan?^^^
1 + 1 hasilnya?
^^^2-lah, masa gitu aja lo gak tau^^^
^^^Orang jenius bisa oon juga ternyata😏^^^
Salah
^^^Sejak kapan 1 + 1 \= 3? 🙂^^^
Bener kok
Satu Ibu ditambah satu Bapak dikamar ber2
lalu menghasilkan anak
Jadi 3. bener kan.
^^^Apaan Anjim!^^^
Gitu aja gak bisa jawab
Gue tanya lagi nih
1 + 1 \= ?
^^^3^^^
Salah
Jawabannya 2
Anak SD juga tau
^^^😇😇😇^^^
^^^Pernah kena tabok panci knock ga?^^^
^^^Apaan sih?^^^
^^^Bajak kan ini?^^^
^^^Iyakan?^^^
^^^Pasti dibajak^^^
^^^Ngaku lo Suga kan?!^^^
__ADS_1
^^^Udahlah^^^
^^^Gue sibuk!^^^
^^^Banyak urusan!^^^
Ah, gak asik lo Na
Anna hanya membaca pesan terakhir dari orang yang Anna duga adalah Suga. Cowok tengil plus anak manusia yang paling menyebalkan sejagat raya versi Anna.
Anna memaki-maki suga dengan hati yang dongkol. Sebab, Anna merasa seperti diPHP-kan karena sudah merasa sedikit senang karena mengira Nahyan sudah berhenti ngegas setiap kali memulai chat. Apalagi cowok itu tiba-tiba saja menjadi fast respond.
Anna menghela napas berat.
Seharusnya dia tidak mudah percaya tadi.
"Suga bangs*at!"
Anna menidurkan kepalanya di atas meja. Langsung saja Anna merasa pipinya mendingin karena meja yang memang terasa dingin karena udara malam.
Mengingat udara malam yang saat ini terasa lebih dingin dari biasanya, mengingatkan Anna pada sikap Nahyan yang dulu. Benar-benar dingin tak tersentuh. Bahkan, cowok itu terkesan ogah-ogahan mengeluarkan suaranya meski hanya sepatah kata. Apalagi, terkadang Nahyan suka marah-marah hingga membentaknya.
'Suatu saat, gue bakal ubah tipe lo jadi Nahyan Rabusy, Anna.'
Anna tersenyum geli saat mengingat kata-kata Nahyan di apartemennya tadi.
Anna memang tak mengerti mengapa cowok itu berkata seperti itu. Tapi Anna tidak terlalu bodoh untuk mengetahui kalau cowok itu tidak mau kalah dari Galen.
"Nahyan itu ganteng, tapi sayang, sifatnya jauh dari Galen. Tapi, kenapa juga sih Nahyan sensi banget kalo gue bahas Galen? Apa Nahyan sadar ya kalo dia itu gak seberapa dari Galen?” ucap Anna dalam hati.
Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Au ah, gelep. Mau beli sunlight," gumam Anna sambil membawa masuk semua barang-barangnya kembali ke dalam kamar.
.......
.......
Di sisi lain...
Suga tertawa terbahak-bahak begitu tau dia berhasil mengerjai Anna. Tangannya kembali menari-nari di ponsel yang pemiliknya sedang berada di kamar mandi.
Apaan sih?
Bajak kan ini?
Iyakan?
Pasti dibajak
Ngaku lo Suga kan?!
Udahlah
Gue sibuk!
Banyak urusan!
^^^Ah, gak asik lo Na^^^
Suga merasa ponsel yang berada ditangannya ini melayang ke atas hingga terlepas dari tangannya. Suga menolehkan kepalanya saat merasakan aura gelap dari arah belakangnya.
"Ngapain lo?!" tanya Nahyan yang setengah marah lalu melihat ke ponselnya. Melihat apa yang habis dilakukan Suga.
Mata Nahyan memicing saat membaca chatnya dengan Anna, ups! Lebih tepatnya chat Suga dan Anna karena ponsel Nahyan dibajak manusia tengil itu.
"Satu ibu ditambah satu ayah di kamar berdua lalu ... menghasilkan anak?" Nahyan menatap pelaku yang sedang pura-pura sibuk mendengarkan lagu dengan headphone yang belum tersambung oleh MP3. Sepertinya, Suga tidak menyadari itu.
Dengan tak berperasaan Nahyan menendang tulang kering Suga.
"Mamp*us!" maki Nahyan lalu meninggalkan Suga yang sedang berguling-guling sambil memeluk kakinya yang terasa nyeri luar biasa.
"Fvck!"
...°°°°...
...Bersambung...
...⚠LIKE, KOMEN, dan RATE 5!! WAJIB HUKUMNYA⚠...
__ADS_1