
LIKE BODO AMAT!
KOMEN WAJIB!! 😒🍎
🌟Enthusiasm chapter 35🌟
PRIIIT!
"Ya, kumpul semua!" Pak Haris memanggil dari pinggir latihan. Segera semua pemain menyudahi permainan basket mereka dan berkumpul di pinggir lapangan.
"Seperti yang saya kabarkan di group, hari ini merupakan latihan terakhir sebelum DBL yang akan dilaksanakan satu minggu lagi. Saya harap, kalian gunain waktu ini untuk istirahat yang cukup. Terutama kamu, Nahyan." Di akhir kalimatnya, Pak Haris mengarahkan tatapan ke arah Nahyan yang malah melihat ke arah lain dnegan wajah datarnya.
"Ayo, berdoa mulai!" aba-aba Pak Haris, lantas membuat semua pemain termasuk Nahyan menundukkan kepalanya untuk berdoa.
"Selesai. Kalian sudah boleh pulang." Setelah mengucapkan itu, Pak Haris mengemasi barang-barangnya lalu pergi.
Nahyan melirik kepergian Pak Haris sang pelatihnya sekilas. Lalu berjalan menuju ke atas tribun. Tepatnya, ke arah seorang gadis yang tengah asik memainkan ponselnya.
Menyadari kehadiran seseorang di dekatnya, Anna mengambil sebuah botol taperwer di sampingnya. Menyerahkan botol itu tanpa mengalihkan tatapannya dari ponselnya. Hal itu memicu rasa kesal di benak Nahyan.
"Lo gak merhatiin gue main?" tanya Nahyan lalu meminum air dari botol taperwernya.
Anna sedikit pun tak mengalihkan tatapan dari ponselnya.
"Lah, untuk apa?" jawab Anna yang terkesan acuh tak acuh.
Merasa kesal tidak diacuhkan, Nahyan mengambil paksa ponsel yang berada di tangan Anna. Enak saja, Nahyan tidak percaya ponsel lebih menarik dari pada dirinya.
"Lo kenapa, sih?"
Anna yang terkejut dengan tindakan Nahyan yang tiba-tiba, lantas berusaha merebut ponselnya kembali. Namun, memang dasarnya tubuh Nahyan yang bongsor, cowok itu mengamankan ponsel Anna di ketinggian yang tidak bisa Anna gapai.
Nahyan melihat layar ponsel Anna yang menunjukkan room chatnya dengan seseorang. Mengetahui siapa yang sedang berhubungan dengan Anna, Nahyan mengeraskan rahangnya.
Masih di sekolah Na?
^^^Iya nih^^^
Lho kok?
^^^Nungguin Singa main basket^^^
Owalah
Udah makan belum?
^^^Syukurnya...^^^
Udah?
^^^Belum :v^^^
Anjim
Yaudah, gue jemput
Sekalian kita makan
Mau?
^^^Gak usah deh^^^
^^^Bentar lagi juga balik^^^
Ya makanya gue jemput
^^^Yakin?^^^
^^^Katanya udah pw sama kasur^^^
*Ps: ini chat akhirnya Anna sama Galen yang diliat Nahyan*
Nahyan melayangkan tatapan tajam pada Anna, sedangkan yang ditatap malah berpura-pura tak melihat.
"GAK USAH JEMPUT! ANNA BARENG GUE!" kata Nahyan lewat voice note.
"Eh, jangan dikirim!" kata Anna yang melompat untuk mendapatkan ponselnya. Tapi, tentu saja itu perbuatan yang sia-sia.
Melihat pemberitahuan Galen sedang mengetik, Nahyan dengan tak sabar langsung melempar ponsel ditangannya ke sembarang arah. Anna dibuatnya memekik.
"Ah!" Anna menutup seluruh wajahnya. Tidak tega melihat detik-detik terakhir ponselnya.
Nahyan merasa kesal. Wajar saja, Nahyan sudah berkali-kali mengatakan agar Anna tidak mendekati laki-laki lain. Bahkan sudah sering kali Nahyan tekankan kalau Anna adalah miliknya.
Anna menatap tajam Nahyan. "JAHAT IH! ITU HP GUE!" teriak Anna sambil memukul-mukuli dada bidang Nahyan yang terasa keras itu.
Nahyan memutar bola matanya.
"Gak diambil?" Nahyan mengatakan itu dengan wajah datar, seolah-olah tidak pernah terjadi apapun.
Mendengar itu, Anna tersadar dan dengan setengah berlari menuju ke arah ponselnya yang tergeletak nahas di lantai.
__ADS_1
Anna membalik ponselnya untuk. Anna merasa marah melihat ponselnya yang layarnya kini dipenuhi garis-garis yang absurd . Anna mencoba menghidupkan ponselnya. Tak beruntung, layar ponselnya hanya memperlihatkan gambar putih dengan garis-garis hitam.
Anna menengok ke arah Nahyan yang sedang meminum kembali air di botol taperwer.
Dengan langkah gontai, Anna berjalan mendekati Nahyan. Dan saat dirinya berjarak hanya beberapa meter saja dari Nahyan, Anna melemparkan ponselnya itu ke arah Nahyan.
"BAJING*AN!"
Dengan gesit, Nahyan menghindari lempar Anna. Lalu, memberikan seringaian kemenangan khasnya ke arah Anna. Tentu saja itu membuat Anna tambah kesal.
Anna berlari melewati Nahyan.
Dari pada amarahnya meledak-ledak, Anna lebih memilih pergi dari tempat iblis tampan itu berada. Sikap menyebalkannya Nahyan itu sudah berada di tingkat akut alias sudah tak tertolong.
Anna membatin, "Huh. Gue harus bongkar celengan kalo gini caranya. Sial bener gue, mana duit buat makan sampe akhir bulan belum tentu cukup. Hadeh, nasib-nasib."
"NA!"
Langkah Anna terhenti begitu mendengar namanya dipanggil. Anna bergegas pergi begitu mengetahui orang yang memanggilnya adalah iblis tampan si pelaku pelemparan ponselnya, yang hanya berjarak beberapa meter jauhnya.
"Woy!"
Nahyan berjalan santai, sedangkan Anna berjalan cepat.
"Naaa...!"
"Wooy!"
"Anna Abimanyu!"
Anna memilih tak mempedulikan Nahyan yang memanggil-manggilnya seperti orang gila di belakang sana.
"Nana...!"
Anna mengerutkan dahinya. Sejak kapan namanya berubah menjadi Nana? Anna menggelengkan kepalanya. Mungkin otak jenius Nahyan sedang bermasalah.
Nahyan menghela napas, lalu tersenyum samar. Nahyan mempercepat dan memperlebar langkahnya untuk menyusul Anna. Di masukkan tangannya di dalam saku celana basketnya guna mengambil sebuah benda pipih.
Nahyan mencegat langkah Anna, lalu mengambil paksa tangan Anna dan memberikan benda pipih itu kepadanya.
Anna menatap Nahyan. "Apaan, nih?!" Anna tidak bisa menghilangkan nada ketusnya.
"HP-lah. Punya mata kan?" jawab Nahyan dengan songong. Jelas itu membuat Anna sangat kesal, namun hanya bisa meredamnya.
"Bocah tiga tahun juga tau ini HP!" geram Anna sambil memutarkan bola matanya.
"Terus?" Nahyan memasang tampang datar.
Anna mengepalkan tangannya yang bebas. Anna menghela napasnya sambil menundukkan kepala.
Nahyan menyeringai, lalu menahan tangan Anna di dadanya.
"Itu ganti rugi buat HP lo yang tadi gue rusak." Nahyan menatap teduh ke arah Anna.
Anna menatap mata Nahyan sekejap, lalu melepaskan tangan Nahyan.
"Gak perlu." Anna berjalan melewati Nahyan.
Nahyan mengerutkan dahinya. Bukannya Anna sangat menyukai benda-benda yang mahal? Lantas, mengapa sekarang Anna menolaknya?
Nahyan kembali menyusul Anna.
"Lo kenapa? Tenang aja, itu HP nya baru gue beli kemarin lusa." Nahyan berjalan di samping Anna.
Anna hanya diam.
"Atau lo mau yang baru? Sekarang juga gue beliin, nih. Jadi, jangan diem aja!" ucap Nahyan sambil menarik tangan Anna agar mendekat padanya.
"Jangan deket-deket. Lo bau keringet," kata Anna sambil mendorong tubuh Nahyan.
Nahyan memicingkan matanya, lalu dengan gerakan cepat dia menarik kepala Anna dan mengapit leher gadis itu di ketiaknya.
"Nih, yang bau keringet," ujar Nahyan tak memberi Anna ampun.
Anna memukul-mukul Nahyan. "Anjim! Bauuuu! Lepas Nahyannn! Kenapa gak ganti sih seragam lo?! Kebiasaan!" semprot Anna yang masih terjebak di ketiak Nahyan.
"Siapa suruh pendek," jawab Nahyan sambil menyeringau jahil.
"Apa hubungannya?!" teria Anna sambil mendongak melihat ke arah Nahyan yang juga menunduk untuk melihat ekspresi wajah Anna yang lucu.
Nahyan menjilat bibirnya. "Gak ada," jawabnya dengan santai.
Anna mendecak sebal. "Yaudah, lepasin gue! Ketek lo bau!"
"Wangi," kata Nahyan sambil mempererat apitannya terhadap leher Anna, lalu menyeret gadis itu menuju ke parkiran.
"Wangi gundulmu!"
"Bukannya cewek suka ya nyiumin bau cowok yang baru aja olahraga?" kata Nahyan sambil memandang lurus ke depan.
"Gue gak termasuk, sori." sinis Anna.
"Tapi lo betah tuh gue ketekin."
Anna memukul lengan Nahyan yang mengapitnya. "Ya karena lo gak ngelepasin gue!"
"Oh, lo betah di ketek gue?"
__ADS_1
"Hah? Apaan anjim!"
"Lo gak ngebantah pas gue bilang betah gue ketekin."
Anna berpikir sejenak. "Tap---" Nahyan mendorong Anna masuk ke dalam mobilnya.
"Lo bawa mobil gini, motor lo yang dianter tadi pagi gimana?" tanya Anna sambil melihat dalam mobil mewah Nahyan. Tak peduli berapa kalipun dia menaiki mobil ini, Anna tak pernah merasa bosan dengan design mobil yang menurut Anna sangat keren.
Nahyan mengerutkan dahinya. "Tau dari mana?" tanya Nahyan setelah menghidupkan mesin mobilnya.
Anna hanya diam, menganggap itu hanya angin lewat. "Oh iya, gue tadi gak jadi makan gratis karena seseorang lho," kode Anna sambil mengarahkan tubuhnya menghadap Nahyan yang tengah mengemudi.
"Oh." Anna mengerutkan dahinya saat reaksi Nahyan tak sesuai ekspektasinya.
"Oh doang lo bilang?"
"Ya terus apa?"
Anna mendecak sebal. "Gue nanti mau minta Galen bawain makan ah!" ucap Anna.
"Emang lo punya HP?" tanya Nahyan setengah mengejek.
Anna cemberut. "Ini karena lo lempar HP gue!" kata Anna sambil menarik rambut Nahyan hingga kepala cowok itu tengkleng ke arahnyanya.
"Aduduh, sakit!"
Anna melepas tangannya. Bisa-bisanya rambut cowok terasa sangat halus, batin Anna..
"Ih, rambut lo ketombean," kata Anna sambil mengelap tangannya ke baju Nahyan.
"Ketombe pala lo. Lo tuh yang kutuan," sinis Nahyan.
"Kutuan darimana? Rambut iklan shampoo gini dibilang kutuan. Rabun lo?"
"Liat tuh rambut lo telor kutu semua."
Anna mengerutkan dahinya. "Ah masa? Rambut gue bersih kok!" ucap Anna sambil mengubah arah spion belakang mobil ke arahnya.
"Liat aja."
Anna tau Nahyan melebih-lebihkan atau bisa saja berbohong. Namun bisa saja Nahyan salah mengenali ketombe sebagai telur kutu. Kan gawat kalau itu benar-benar ketombe, secara Anna sudah tiga hari tidak keramas.
"Aih Mana! Pinter bener bohongnya," gerutu Anna setelah mengembalikan posisi spion ke semula.
"Siapa suruh mudah dikibulin," ujar Nahyan sambil menyeringai.
Anna memutar bola matanya. Dia memilih menyerah berdebat dengan Nahyan sebab tau jika berdebat dengan Nahyan tidak akan akan ada habisnya. Otak cowok itu terlalu cepat untuk mengembalikan semua kata-katanya.
Anna menyodorkan tangannya ke arah Nahyan.
"Apa?" tanya Nahyan dengan dingin.
"HP yang tadi mana?" kata Anna.
"Katanya gak mau?" ujar Nahyan. Meski begitu, Nahyan tetap memberikan ponsel itu ke Anna.
"Kapan? Gue bilang gak perlu kali," jawab Anna sambil menekan tombol on.
"Passwordnya apa?"
"Nana520," jawab Nahyan.
Anna mengerutkan dahinya.
"Nana?" Anna menatap Nahyan penuh dengan tanda tanya.
Nahyan menghentinkan mobil di pinggir jalan.
"Siapa Nana?" tanya Anna.
Nahyan menatap wajah Anna dengan ekspresi datar.
°°°
⚠WAJIB⚠
✔ LIKE
✔ KOMEN
Gak lakuin Itu?? FIX HANTU!!
Yang minta apdet, nih kukasih. Saat baca komenan kalian kemarin, langsung aku kerjain saat itu juga. Tapi baru selesai revisi siang ini.
Btw, rambut aku potong laki-laki, tapi kok aku jadi ikut ganteng 😱
...•CAST NAHYAN RABUSY•...
...Nahyan waktu pakai baju basket...
...*Ps: ganteng banget ya jodoh orang 😢...
__ADS_1