
⚠⚠⚠SEBELOM BACA, LIKE DULU! SETELAH ITU KOMEN!!❤⚠⚠⚠
Happy reading!
🌟Enthusiasm chapter 31🌟
'Membaca adalah jembatan ilmu.'
Pasti diantara kalian pernah mendengarnya bukan? Dengan membaca kita bisa menambah wawasan yang dimiliki. Salah satu tempat yang mempunyai banyak buku adalah perpustakan. Dan sekarang, Anna sedang berada di perpustakaan sekolahnya yang memiliki banyak buku tebal dengan kata-kata teknis yang tak bisa terhitung oleh tangan jumlahnya.
Anna terkadang merasa heran.
Jika membaca adalah jembatan ilmu, lantas mengapa ilmunya tidak bertambah-tambah? Malah K.O seperti saat ini. Sedari tadi hanya memandangi isi buku yang sekali lihat saja membuatnya bergidik ngeri. Bagaimana tidak? Toh, isinya tulisan semua.
Anna menghela napas. "Nyesel gue nyamperin Galen," tangis Anna dalam hati.
"Kak," suara seorang gadis tiba-tiba terdengar dari arah sampingnya.
"Ya?" Anna menjawab dengan kerutan di dahinya ketika mendapati seorang adik kelas berkacamata. Anna cukup tau siapa dia, dia adalah orang yang setiap upacara namanya dipanggil ke depan karena memenangkan olimpiade, ataupun LCT.
"Ada apa ya?"
"Bukunya terbalik," katanya memberitahu.
Anna meringis, lalu tersenyum kikuk. "Ah... um... ini.... ini gue sengaja! Iya, gue sengaja. Mau cari suasana baru. Hahaha..." Anna tertawa garing sambil mengipas-ngipaskan tangannya.
"Duh, panas ya." Anna tersenyum paksa.
Adik kelas itu menyentuh tengkuknya. Perasaan, di perpustakaan ini sangat dingin karena dipasang AC di setiap dinding.
"Saya permisi," ujarnya sopan.
Anna hanya tersenyum. Lalu setelah adik kelasnya itu pergi, Anna menghela napas lega. "Aduh. Otot wajah gue keram nih senyum mulu," gumam Anna sambil melakukan senam wajah.
Anna menyingkirkan buku yang berada di tangannya dan menoleh ke samping. Ke tempat Galen, yang sedari tadi hanya diam tak bersuara.
"Galen, gak ada novel ...."
__ADS_1
Ucapan Anna terhenti ketika mendapati Galen yang sedang tertidur pulas dengan tangan yang dijadikan bantalnya.
Anna tertegun. Pasalnya,sudsh banyak cowok ganteng yang dilihatnya hingga dapet membuat sekitar 3 album yang berisi cowok-cowok ganteng. Hanya saja, Anna tidak pernah mendapati cogan yang sedang tertidur pulas seperti ini.
"Ya, Tuhan. Tidur aja ganteng banget. Dunia gak adil ih," pikir Anna sambil memperhatikan wajah tertidur Galen.
Merasa lelah, Anna menidurkan kepalanya di samping Galen sambil melihat ke arah cowok itu. Lebih tepatnya, memperhatikan raut wajah tidur cowok di sampingnya ini.
"Kenapa kayak kebalik, sih? Padahal cowok, tapi bulu matanya panjang bener," kata Anna pelan.
"Ting tong. Istirahat kedua akan berakhir dalam lima menit."
"Ting tong. The second break will be end in five minutes. Ting tong."
Mendengar pertanda istirahat akan berakhir, Anna langsung bangun dan duduk sigap.
"Anjim, gue laper." Anna membatin.
Gadis itu segera menggoyang-goyangkan tubuh Galen, bermaksud membangunkan cowok itu. Kecewa sebenarnya, Anna masih ingin memperhatikan wajah tidur itu. Kan, tadi belum sempat Anna foto untuk menambah album koleksi 'cogan'-nya karena sanking terpesona dengan wajah tampan cowok ini.
"Galen, bangun. Istirahat bentar lagi abis," Anna berkata dengan suara yang dilembut-lembutkan. Maklum, bangunin cogan kan harus hati-hati dan lemah lembut. Biar gak ilfeel gitu. :v
"Ngh...," Galen mengerang lalu reflek mengusap wajahnya.
"Ah, sori-sori. Gue malah ketiduran." ucap Galen dengan wajah bantal, alias wajah-wajah habis bangun tidur. Sepertinya, dia sangat sibuk membimbing OSIS tahun ini yang baru saja dilantik satu bulan yang lalu sebab tahun lalu dia yang menjadi ketua OSIS. Apalagi, sekolah ini akan mengadakan acara Y-DAY untuk memperingati hari jadi SMA Y. Anna dengar, OSIS tahun ini kesulitan dapat sponsor karena acara yang mengeluarkan sangat banyak biaya untuk sekadar Event tahunan.
"Ayo, balik." ucap Anna setelah Galen mengambil buku yang sempat dibacanya.
...•••...
"Deanaaaa gue laper beut...," ucap Anna yang sedang menidurkan kepalanya di meja sambil menyalin tugas biologi, meski ini masih pelajaran bahasa Inggris.
Deana yang tengah mencatat catatan di layar proyeksi, mengerutkan dahinya. "Lah, tadi istirahat gak makan?"
Anna menggeleng lemas.
"Kagak. Gue ke perpus tadi."
__ADS_1
"What? Lo ngerjain tugas aja males-malesan. Dan tadi lo ke perpustakaan? Ngapain? Ngepet ya lo?"
Anna memutar bola matanya.
"Gue itu nemenin Galen ke perpus. Enak kan cuci mata." Anna menjawab sambil membuat garis di bukunya. "Selesai juga anjim!"
"Lo kan tiap hari udah cuci mata. Tuh, Nahyan, Suga, dan Fabian. Terus, anak kelas A-7 kan rata-rata kece badai cowoknya."
"Oh no, no, no! Nahyan? Cowok bar-bar itu terlalu ngeselin dan pemaksa. Sukanya melanggar hak asasi Anna Abimanyu, dan dia cowok gila yang menang berantem lawan 14 orang. Terlalu ngeri. Suga? Cowok tengil bin playboy kayak dia apa yang harus dibanggain? Muka? Sebelas duabelas sama uke aja bangga. Gue ini team seme tau gak. Dan Fabian? Gue akui dia itu kalem, manis senyumnya, pinter, tapi sayangnya dia physico! Masa iya hobinya ngebelah kodok di lab? OGAH!" Anna bergidik ngeri.
"Dan lo tau kan A-7 itu kelas khusus untuk kelas cowok yang bandelnya gak ketulungan. Gue tuh ilfeel, masa iya gua kedapetan diorang maen lempar-lemparan sempaknya Epen? Mana sempaknya terbang ke arah gue lagi. Untung aja gue sempet ngehindar, tapi sayangnya gue jatoh dan nyium kaos kaki Budi yang baunya anjim banget!"
Deana tertawa pelan. "Nasib kau Nak," ucap Deana sambil menepuk-nepuk punggung Anna.
•••
Anna berjalan keluar kelas sambil memegangi perutnya.
Dia terlalu lapar. Bahkan, untuk sekadar melangkahkan kaki sja dia sudah lemas dan gemetar. Semalam dia hanya tidur selama empat jam karena memikirkirkan betapa hot dan gantengnya bapaknya Nahyan. Ups, maksudnya betapa gantengnya Dhyo Rabusy dan rahasia Nahyan yang terbongkar.
"Gue laper banget. Mana tadi mapel biologi gue ketiduran. Untung duduk di belakang." Anna menerawang lingkungan sekitarnya.
"Deana mana sih? Bangun, bangun kelas udah kosong." gerutu Anna sambil mengeluarkan ponsel dan mencari kontak bernama 'Deanul' lalu meneleponnya.
"Ha---"
"Hallo, Na! Sori gue ninggalin lo. Gue lagi urgent nih! Ian ngajak gue bucin di ML! Bubye!! Ada musuh nih. Jangan telpon lagi!" sela Deana lalu mematikan telepon dari Anna.
"What the ...?" Anna menatap ponselnya dengan tanda tanya. "Gue mau nebeng siapa? Nahyan? Batang idungnya aja dari tadi gak keliatan."
"Gue lemes bener anjim. Mager jalan. Ya Tuhan, datangkanlah pentunjukmu!" kata Anna sambil menengadahkan kedua tangannya ke udara dengan mata terpejam hingga menjadi perhatian orang-orang yang berlalu lalang.
Saat Anna membuka mata, gadis itu menyeringai lebar. Tuhan mengabulkan doanya dengan sangat cepat. Dan beruntungnya, dia akan mendapat jackpot kali ini.
"Rezeki anak solimi."
...°°°...
__ADS_1
...Bersambung...
...⚠LIKE, KOMEN, dan RATE 5!! WAJIB HUKUMNYA ⚠...