PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Ry Keselek


__ADS_3

"Berbicara lewat tulisan adalah salah satu cara untuk mengungkapkan sebuah perasaan di saat mulut tidak mampu berkata."


"Ini." Setelah membuka tutup botol seorang itu memberikan botol tersebut kepada Tary.


Tary menoleh ke samping betapa terkejutnya dia mendapati si laki-laki yang berdiri di samping nya. Si laki-laki yang pernah dia cintai sepenuh hatinya , tetapi semuanya di balas pengkhianatan oleh si laki-laki tersebut. Sehingga menimbulkan luka yang begitu mendalam bagi seorang Tary.


Melihat wajah si laki-laki tersebut mengingatkan Tary kembali pada luka di hati yang masih membekas.Tary pun membuang muka nya sehingga dia tidak melihat wajah si laki-laki tersebut.


"Tar."Sapaan si laki-laki.


Wajah Tary sudah menghadap di depan lemari pendingin lalu dia kembali membuka lemari pendingin mengambil sebotol minuman yang sama di pegang oleh si laki-laki tersebut.Tary menutup kembali lemari pendingin itu.


"Kenapa ngambil minuman yang sama lagi?"


Tary enggan menjawab pertanyaan si laki-laki tersebut dia hendak melangkah pergi.


"Jangan pergi Tar." Si laki-laki mencekal pergelangan tangan Tary.


Tary masih enggan berbicara dengan si laki-laki itu, dia mencoba menepis cekalan tangan si laki-laki itu tetapi tidak bisa.


"Maafkan aku telah menyakiti kamu.Apa karena aku? sampai saat ini kamu belum juga menikah."


Mendengar ucapan si laki-laki ini membuat darah Tary mendidih. Seenak jidatnya saja si laki-laki itu mengatakan bahwa Tary belum menikah karena dirinya.


Helo kamu itu siapa?


Kamu hanya bagian dari masa lalu Ry


Ry sudah mengubur kamu dalam-dalam


Kenapa sih Ry harus bertemu dengan kamu ?


Dunia ini benar-benar sempit


Hanya selebar daun kelor


Zainel melangkah kakinya ke arah rak di sebelah, saat Zainel sudah tiba di rak tersebut dia mendapati seorang laki-laki sedang mencekal tangan seorang perempuan.Walaupun si perempuan terlihat membelakangi si laki-laki tersebut, tetapi dari pakaian yang di pakai si perempuan tersebut Zaza tahu siapa perempuan tersebut.


"Hei, lepaskan tanganmu dari tangannya."Zainel berjalan menghampiri mereka.


Zainel sudah berada di hadapan si laki-laki lalu dia melepaskan cekalan tangan si laki-laki itu dari tangan Tary.


"Hei, ini bukan urusan kamu.Sebaiknya kamu jangan ikut campur." Si laki-laki menatap tajam ke arah Zainel.


"Siapapun yang berurusan dengan Tary maka aku berhak ikut campur."Zainel membalas tatapan si laki-laki itu dengan tatap sengit sehingga seperti terlihat ada kilat-kilatan di antara kedua tatapan tersebut.


"Memangnya ada hubungan apa kamu dengan Tar?"


"Perkenalan aku _____."Belum sempat Zainel berbicara.

__ADS_1


"Dia papa dari anak ini."Tary sudah memotong pembicaraan Zainel sambil membalikkan tubuhnya.


Mata si laki-laki tersebut terbelalak saat melihat Tary sudah berdiri menghadap dia. Si laki-laki itu melihat bayi perempuan yang berada di gendongan Tary.


"Papa mama papa mama."Celoteh baby Jane khas bayi.


"Bayi ini anak siapa?" Si laki-laki berbicara sambil menuju jarinya ke arah baby Jane.


"Coba kamu perhatikan wajah bayi ini mirip siapa?" Zainel menyuruh si laki-laki untuk memperhatikan wajah baby Jane.


Si laki-laki itu menatap wajah baby Jane lalu di bergantian menatap wajah Tary.


Pipinya, hidungnya mirip dengan


"Tar."


"Tidak mungkin.Bagaimana bisa kamu sudah punya anak? sedangkan kamu belum menikah."Si laki-laki mengelengkan kepalanya, dia tidak percaya bahwa anak itu anak Tary.


"Terserah kamu mau percaya atau tidak.Ayo mama kita pergi!" Zainel mengengam tangan Tary, lalu mereka beranjak pergi.


"Tunggu kalian jangan pergi dulu."


"Hei, apa kamu tidak mau tahu aku ini siapanya Tar?"Si laki-laki itu menatap punggung mereka.


Mereka terus saja berjalan tanpa menoleh ke arah belakang.


"Asal kamu tahu, aku itu cinta pertama Tary."Teriak si laki-laki.


"Kamu hanya masa lalu Ry sedangkan aku masa depannya.Bahkan kami sudah memiliki buah cinta."Di bibir milik Zaniel melengkung sebuah garis yang membentuk sebuah senyum.


Setelah mengatakan itu Zainel kembali membalikkan badannya lalu mereka kembali berjalan ke arah meja kasir.Mereka sudah keluar dari mall, sekarang mereka sudah keluar dari mall.


"Lah tidak terasa hari sudah berganti malam."Tary berbicara sambil menatap langit di malam hari.


Tadi saat mereka masuk ke dalam mall masih sore hari sedang sekarang mereka keluar dari mall hari sudah malam.



Walaupun langit di malam hari terlihat gelap karena tidak ada bulan maupun bintang yang bertaburan di langit tersebut. Tetapi cahaya lampu yang menghiasi setiap sudut jalal raya sehingga suasana malam hari terlihat terang benderang.


"Iya, begitulah kalau sudah berlanja di dalam mall.Waktu terasa lebih cepat berlalu."Timpal Zainel.


"Aduh, gimana nih Zaza hari sudah malam, terus kita pulang naik apa?"Wajah Tary berubah jadi cemas.


"Belum tahu." Zainel menoleh ke kanan kiri, untuk mencari angkutan umum yang bisa mereka tumpangi untuk pulang.


"Mana angkot gak ada kelihatan."Tary juga ikut melihat ke arah jalan raya tetapi Tary tidak melihat adanya angkot yang lewat.


"Angkutan umum yang lain juga gak kelihatan."Sambung Zainel.

__ADS_1


"Zaza mendingan kita nyari angkatan umumnya di pinggir jalan raya." Tary memberikan usul kepada Zaza.


"Iya."


Mereka berjalan beriringan menuju ke arah pinggir jalan raya.Mereka sudah berdiri di pinggir jalan raya.Mereka terus memandangi jalan raya beberapa kendaraan pribadi berlalu lalang di jalan


Sepuluh menit telah berlalu tetapi belum terlihat angkutan umum yang lewat di jalan raya tersebut.


"Aduh."


"Kenapa Ry?" Zainel menoleh ke arah Tary.


"Kaki Ry udah pegal nih berdiri terus kayak tiang listrik di sini." Keluh Tary.


"Hahaha."Kekeh Zaniel.


"Lah, kok malah ketawa sih." Kening Ry berkerut melihat Zainel tertawa.


"Habis Ry itu lucu."


"Memangnya Ry pelawak di katain lucu."


"Ry ada bakat jadi pelawak soalnya Ry itu lucu."


"Zaza tuh ada taksi lewat."Tary melihat taksi melaju ke arah mereka, lalu dia memberitahukan kepada Zaniel.


Mereka pulang ke rumah dengan menumpang taksi. Sesampainya di dalam rumah Tary berjalan ke arah kamar sambil membawa baby Jane ksedangkan Zainel menjijing beberapa kantong plastik di tangan nya.


"Ry di letakan dimana?"Tangan Zainel penuh dengan kantong plastik.


"Letakan saja di ruangan keluarga." Tary masuk ke dalam kamar. Tary membaringkan tubuh baby Jane di atas kasur. Tary menarik selimut untuk menutupi tubuh baby Jane.


Saat Tary sudah tiba di ruangan keluarga dia tidak mendapati Zainel. Di ruangan keluarga hanya ada beberapa kantong plastik yang berisi barang belanjaan mereka.


Sepertinya dia sudah pulang


Raut wajah Tary berubah kecewa


Tapi tumben dia pulang tidak pamit


Mungkin dia sudah kelelahan maka tidak sempat pamit


Tary merasa haus akhirnya berjalan menuju ke arah dapur. Tary sudah tiba di dapur lalu dia mengambil sebotol air mineral dari dalam kulkas. Tary membuka sebotol air mineral.


Glug Glug Glug


Tary meminum air yang berada dari dalam botol tersebut.


"Ry belum tidur?"

__ADS_1


"Uhuk uhuk uhuk."Ry terkejut sehingga dia pun keselek.


~ Bersambung ~


__ADS_2