PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Tary & Baby Jane Menangis


__ADS_3

"Tidak perlu menunggu di ratukan, punya uang beli, gak mampu ya nguli. Ratu tanpa raja tetaplah Ratu. "


"Apa imunisasi baby Jane sudah bik?" Tary memotong pembicaraan bibik.


"Sudah, jangan lupa kompres lengan baby Jane bekas suntik nya biar tidak memar. Sampai di rumah minumkan obat biar baby Jane tidak demam. Kalau sudah minum obat jangan di berikan minum susu formula." Bibik menjelaskan panjang lebar kepada Tary.


Mereka sudah tiba di halaman rumah Tary sehingga Zainel memberhentikan motornya. Zainel memakirkan motor Tary setelah itu Tary turun dari motor sambil menggendong baby Jane.


"Baby Jane sedang apa?" Zainel turun dari motor Tary.


"Tidur." Tary berdiri di samping motor dengan mengendong baby Jane.


"Sini biar aku gendong baby Jane." Zainel mengambil baby Jane dari dalam gendongan Tary. Baby Jane sudah berada dalam gendongan Zainel. Zainel berjalan sambil mengendong baby Jane.


"Baby Jane mau kamu bawa kemana?" Tary melihat Zainel berjalan bukan ke arah rumahnya.


"Bawa pulang ke rumah kontrak aku."


Sesampai di dalam kamar Zainel meletakkan baby Jane di atas tempat tidur. Zainel merasa cuaca di kamarnya terasa panas sehingga dia menyalakan kipas. Zainel merebahkan dirinya di atas tempat tidur berada di samping baby Jane.Zainel terlelap tidur menyusul baby Jane yang sudah berada di dalam alam mimpi.


Sementara Tary yang hendak membuka pintu rumah nya. Mendengar suara ponsel yang berada di dalam saku celananya.


Drrrtt.......... Drrrtt


📞"Halo."


📞"Halo, dimana Tar?"


📞"Di rumah, kenapa?"


📞"Kamu udah makan siang?"


📞"Belum, kenapa emang nya?"


📞"Makan siang bareng yuk!"


📞"Gak ah."


📞"Lah Tar sekarang gak asik."


📞"Iya, aku gak asik kayak ayu ting ting sik asik."


📞"Ya elah aku serius nih Tar."


📞"Aku malah duarius nih."


📞"Ah gaje nih anak."


📞"Kayak kamu juga gaje."


📞"Gak gaje mah aku."

__ADS_1


📞"Udah dulu ya aku."Setelah mengatakan itu Tary mematikan panggil telpon.


Malam harinya Tary dan baby Jane berada di atas tempat tidur yang berada dalam kamar Tary.


Hoek


Hoek


Hoek


Mendengar baby Jane menangis Tary segera menangkat baby Jane dari kasur tempat tidurnya.


"Cup cup baby Jane jangan nangis ini tante Ry." Tary mengendong baby Jane sambil menggoyangkan tangannya.


"Baby Jane mau mimik susu, tante buat dulu ya susunya." Tary mengendong baby Jane sambil membawa botol dodot yang kosong berjalan dapur.


Mereka sudah berada di dapur, Tary mencuci terlebih dahulu botol dodot baby Jane di wastafel lalu Tary membilas botol dodot dengan air kran. Tary memasukkan susu formula kedalam botol dodot setelah itu Tary memasukkan air panas kedalam botol dodot dengan takaran yang sudah ada. Lalu Tary memasukan air biasa kedalam botol tersebut.


Sebelum Tary memberikan botol dodot kepada baby Jane maka Tary menuangkan susu formula di atas lengan tangan Ry. Tary merasa susu tersebut tidak panas baru lah Tary memasukkan botol dodot kedalam mulut baby Jane. Baby Jane melepaskan botol dodot dari mulut nya.


Baby Jane terus saja menangis Tary mencoba kembali memasukkan botol dodot ke dalam mulut baby Jane tetapi lagi-lagi baby Jane melepaskan botol dodot yang berada di dalam mulut baby Jane.


"Baby Jane tidak mau mimik susu." Tary meletakkan botol dodot di atas meja makan. Tary mencoba menyanyikan lagu anak-anak agar baby Jane berhenti menangis tetapi tidak berhasil baby Jane terus saja menangis.


Tary merasa heran melihat baby Jane yang biasanya tidak rewel tapi malam ini baby Jane begitu rewel dari tadi terus saja menangis.


"Ah panas." Tary meletakan tangan di atas kening baby Jane, Tary merasa kening baby Jane hangat.


"Baby Jane demam, bagaimana ini?" Tary merasa panik karena mengetahui baby Jane demam.


"Aduh Zainel kemana sih?"


"Kenapa gak pulang-pulang nih?"


"Uh mana baby Jane lagi rewel."


"Sudah baby Jane jangan nangis ya." Tary berusaha membujuk baby Jane untuk berhenti menangis.


Berbagai macam cara telah Tary lakukan untuk membuat baby Jane berhenti menangis tetapi tidak ada satu cara yang Tary lakukan untuk membuat baby Jane berhenti menangis. Tary merasa frustasi melihat baby Jane tidak berhenti menangis sehingga Tary pun ikut menangis.


Hoek


Hiks


Hoek


Hiks


Setelah selesai shalat maghrib perasaan Zainel tidak enak sehingga dia segera berpamitan kepada pak ustadz dan beberapa bapak-bapak yang berada di dalam mesjid.


"Kamu mau kemana buru-buru pulang?

__ADS_1


"Mau lihat baby Jane."


"Lihat baby Jane atau Tary?"


"Dua-duanya pak." Zainel berbicara sambil tersenyum kepada si bapak tersebut.


"Kalian sudah terlihat seperti keluarga bahagia yang mempunyai anak satu."


"Aamiin ya raball alamin."


"Pak ustadz sepertinya kita sebentar lagi akan melamar Tary untuk di jadikan istri Zainel kepada bude dan pakde."


"Mana mau dia jadi istri aku abang yang cuma cleaning servis." Zainel merasa insecure kepada Tary.


"Jodoh itu gak ada yang tahu, siapa tahu kamu berjodoh dengan Tar."


"Aamiin pak ustadz." Semua bapak-bapak yang berada di mesjid itu mengaminkan ucapan pak ustadz.


"Abang ustadz dan bapak-bapak semua saya pamit pulang dulu." Zainel menyalim tangan mereka satu persatu secara bergantian.


"Yang tidak sabar ketemu sama calon istrinya." Si bapak meledek Zainel.


Zainel tersipu malu sambil berjalan ke arah pintu mesjid. Setelah Zainel keluar dari pintu mesjid dia berjalan terburu-buru ke arah rumah Tary. Saat Zainel sudah berada di depan rumah kontrakan dia mendengar suara tangisan.


"Suara tangisan siapa?" Zainel terus berjalan ke arah rumah Tary.


"Kenapa suara tangisan semakin dekat?" Zainel merasa suara tangisan semakin dekat.


Zainel sudah tiba di halaman rumah Tary, dia melihat Tary sedang mengendong baby Jane di teras rumah.


"Kamu kenapa?" Mendengar suara tangisan yang berasal dari Tary dan baby Jane, Zainel segera menghampiri Tary yang berada di teras rumah.


"Hiks hiks hiks."


"Kamu kenapa menagis?" Zainel bingung melihat Tary menangis, karena ini pertama kalinya Zainel melihat Tary menangis tersedu-sedu.


"Hiks hiks hiks."


"Sudah sudah jangan nangis lagi." Zainel mengelus punggung badan Ry.


Tary berhenti menangis tetapi baby Jane masi menangis.


"Cup cup baby Jane ini papa. Sebenarnya kalian kenapa menangis?" Zainel mengambil baby Jane dari gendong Tary, Zainel mencoba membujuk baby Jane untuk berhenti menangis.


"Baby Jane sakit."


"Hah, baby Jane sakit apa?"


"Baby Jane demam."


"Masak sih?"

__ADS_1


"Iya, kalau kamu gak percaya. Coba letakan tangan kamu di atas kening baby Jane."


...~ Bersambung ~...


__ADS_2