PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Balon


__ADS_3

"Biarkan kebaikanmu seperti hujan, yang tak peduli kepada siapa ia jatuh."


"Anak-anak sudah kak Tar jangan di ledekin kan jadi malu maka nya wajahnya memerah seperti kepiting rebus." Ibuk panti meminta anak-anak panti untuk tidak meledek Tary.


"Teman-teman, mendingan kita main di halaman."


"Memang nya kita mau main permainan apa?"


"Main kejar-kejaran."


"Ah gak mau capek."


"Terus kamu mau main apa?"


"Main petak umpet, bagaimana?"


"Setuju, ayo kita main di luar." Anak-anak panti berdiri dari tempat duduk nya.


Sekarang di rungan tamu hanya tinggal ibuk panti, Zainel, Tary dan baby Jane yang berada dalam gendongan Tary.


"Ibuk mau kemana?" Tary melihat ibuk panti berdiri dari bangku yang terbuat dari kayu.


"Dapur, kalian mau minum apa?"


"Gak usah repot-repot ibuk."Zainel merasa tidak enak.


"Kalau haus nantik kami ambil sendiri ibuk."


"Tidak ngerepotin sama sekali." Ibuk panti berjalan meninggalkan ruangan tamu.


"Aku baru tahu ternyata kamu bisa main gitar sambil nyanyi." Setelah kepergian ibuk panti hanya tinggal mereka bertiga. Tary berbicara kepada Zainel.


"Bagaimana suara aku menurut Ry?" Zainel berbicara sambil memandangi wajah Ry.


"Merdu kayak penyanyi profesional." Tary memuji Zainel sambil memberikan satu jembol kepada Zainel.


"Kamu ngeledek aku ya? " Zainel tidak percaya dengan ucapan Tary, dia mengira Tary cuma ngeledekinnya saja.

__ADS_1


"Astagfirullah aku gak ngeledekin kamu, malah aku tuh muji kamu. Karena suara kamu memang merdu beda dengan suara aku yang cempreng."


"Jadi tadi itu kamu muji aku."


"Iya Zainel."


Sebulan kemudian tepatnya hari ini Zainel kerja shift pagi, pukul 09.00 wib Zainel mendapatkan tugas membersihkan sebuah kamar karena penyewa kamar tersebut sudah chek out sehingga Zainel di tugaskan untuk membersihkan kamar tersebut.


Zainel menempel kartu di depan gagang pintu kamar hotel setelah itu Zainel membuka pintu kamar hotel. Zainel berjalan masuk sambil membawa peralatan bersih-bersih.


"Astagfirullah." Saat Zainel sudah berada di dalam kamar hotel, dia melihat kamar hotel itu kondisinya begitu berantakan seperti kapal pecah. Selimut, bantal dan guling sudah berserakan di atas lantai hotel. Di atas tempat tidur hotel sprai sudah berantakan.


Saat Zainel melangkah kaki menuju ke arah tempat tidur, dia melihat di lantai ada beberapa benda seperti balon berceceran di atas lantai. Zainel berhenti berjalan lalu dia berjongkok di atas lantai.


"Ini apa?" Zainel memunguti benda yang dia tidak ketahui namanya.


"Apa ini balon?" Zainel memegang benda tersebut dengan ujung jari jempol dan jari telunjuknya.


"Kalau di lihat-lihat bentuknya seperti balon."Zainel melihat benda yang dia pegang seperti bentuk balon.


" Tapi buat apa balon sebanyak ini berada di bawah lantai kamar hotel." Zainel termenung sambil sibuk memikirkan balon yang sedang dia pegang mengunakan jarinya.


"Kerja aku di sini membersihkan ruangan kamar hotel ini."


"Uh aku harus mulai dari mana membersihkan ruangan yang seperti kapal pecah ini." Zainel menarik nafasnya lalu dia menghembuskan nafasnya kembali.


Zainel masih bingung harus membersihkan ruangan kamar hotel tersebut dari mana. Sehingga dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri untuk memutuskan bagian mana yang terlebih dahulu yang mau dia bersihkan.


"Ah lebih baik aku pungutin barang-barang yang berada di atas lantai kamar hotel." Zainel memungutin selimut, bantal dan guling setelah itu Zainel meletakan semua itu di atas tempat tidur.


Zainel berjongkok sambil melihat di atas lantai beberapa benda yang mirip dengan balon berserakan. Zainel yang penasaran dengan benda tersebut sehingga dia mengambil foto gambar tersebut. Setelah mengambil foto dari benda tersebut barulah Zainel memunguti semua benda yang berserakan di lantai.


Zainel memasukkan benda tersebut ke dalam tong sambah. Di lantai kamar hotel sudah tidak ada benda-benda yang berserakan sehingga Zainel mulai menyapu lantai kamar hotel. Zainel sudah menyapu lantai kamar sehingga terlihat bersih.


Zainel menganti sperai tempat tidur dengan yang baru, begitu juga selimut, sarung bantal dan sarung guling nya. Setelah semuanya terpasang rapi Zainel menata bantal, guling dan selimut di atas tempat tidur. Zainel mengepel lantai ruangan tersebut.


Dua jam telah berlalu akhirnya Zainel selesai membersihkan ruangan kamar hotel tersebut, sekarang ruangan kamar hotel tersebut sudah bersih, rapi dan wangi. Zainel berjalan sambil membawa peralatan bersih ke arah pintu kamar hotel .

__ADS_1


Saat Zainel keluar dari ruangan kamar hotel tersebut, di waktu yang bersamaan dan di tempat yang sama. Pintu ruangan kamar yang berada di depan kamar hotel yang baru selesai Zainel bersihkan terbuka. Seorang laki-laki berjalan keluar sambil membawa peralatan bersih-bersih.


"Yudi." Zainel melihat Yudi keluar dari pintu kamar yang berada di depan kamar hotel yang dia bersihkan.


"Ternyata kamu." Yudi menoleh ke arah sumber suara yang ternyata berasal dari Zainel.


"Kamu udah selesai membersihkan kamar itu?"


"Udah, kamu sendiri bagaimana?" Yudi balik bertanya pada Zainel.


"Udah selesai." Zainel berbicara dengan wajah lesu.


"Wajah kamu kenapa lesu?" Yudi yang melihat Zainel yang tampak lesu tidak seperti biasanya.


"Uh aku capek membersihkan kamar ini."


"Kenapa memangnya kamar itu?"Yudi yang penasaran dengan kamar yang Zainel bersihkan.


"Kamar berantakan kayak kapal pecah, mana banyak benda yang berserakan di atas lantai."


"Memangnya benda apa saja yang berserakan di atas lantai?"


"Selimut, bantal, guling dan balon."


"Hah balon." Yudi membayangkan balon ulang tahun yang berwarna-warni berserakan di atas lantai.


"Iya beberapa benda seperti balon tetapi belum di tiup berserakan di atas lantai kamar."


"Seperti apa bentuk balonnya?" Yudi yang penasaran dengan bentuk balon yang belum di tiup.


"Tunggu sebentar." Zainel mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


"Mana sini aku lihat balonnya." Yudi yang tidak sabar ingin melihat balon yang di maksud oleh Zainel.


"Nih kamu lihat sendiri." Zainel memberikan ponsel kepada Yudi


"Astagfirullah."Bola mata Yudi membulat seperti akan keluar saat melihat foto yang berada di dalam ponsel Zainel.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2