PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Secangkir Kopi


__ADS_3

"Dari pada datang bawa cinta, pulang bawa luka. Lebih baik datang bawa senter, pulang bawa ayam."


Esokan Harinya cahaya matahari masuk ke dalam sebuah kamar. Cahaya matahari mengenai wajah seorang yang tertidur di atas tempat tidur. Seorang tersebut enggan membuka matanya dia malah menarik selimut sehingga menutup wajahnya.


Terdengar suara seorang mengetuk pintu rumah sambil berteriak memanggil nama seorang yang berada di dalam rumah, suara berisik tersebut terdengar ketelinga seorang yang tertidur diatas tempat tidur.


Seorang tersebut membuka kedua matanya secara berlahan-lahan setelah itu dia menarik selimut yang menutupi wajahnya.Suara ketukan pintu berhenti lalu terdengar suara ponsel yang berada di narkas berdering.


Drrrtt.......... Drrrtt


"Halo Fit."


"Halo juga." Fitri bangun dari tempat duduk lalu dia berganti posisi dengan duduk di atas tempat tidur, Fitri mengambil ponsel yang berada di nakas lalu dia mengangkat panggil telpon tersebut.


"Kamu dimana? aku sudah berada di depan pintu rumah kamu, cepatan buka pintu rumah kamu." Seorang yang berdiri di depan pintu rumah Fitri. terus saja berbicara ngerocos.


"Tunggu sebentar." Setelah mengatakan itu Fitri mematikan panggil telpon nya lalu Fitri turun dari tempat tidur. Fitri berjalan keluar dari tempat tidurnya.


Fitri membukak pintu rumah lalu dia melihat seorang perempuan sudah berdiri di depan pintunya rumah.


"Apa kamu baru bangun?" Seorang itu melihat ke arah Fitri.


"Iya, kamu ngapain pagi-pagi kesini?"


"Pagi dari mana? ini itu sudah siang. Tuh kamu lihat matahari udah terik."


"Memang ini jam berapa?"


"Pukul 10.30 wib."


"Hah." Fitri terkejut.


"Apa kamu gak kerja?"


"Gak." Fitri membalikkan badan berjalan sofa yang berada di ruangan tamu.


"Kenapa?" Tanpa di suruh masuk oleh Fitri seorang berjalan masuk ke dalam rumah Fitri.


"Malas." Fitri duduk di atas sofa sambil menyandarkan punggung nya.


"Tumben kamu malas berkerja biasanya kamu paling semangat berkerja." Seorang itu duduk di sofa singel yang berada di samping sofa yang di duduki oleh Fitri.


"Kamu sendiri gak kerja Mia?"


"Gak."


"Kenapa?"


"Hari ini aku off, kamu juga kerja hari ini. Gimana kalau kita ke Mall?"


"Gak mau."


"Kamu kenapa sih?" Mia memicingkan matanya menatap ke Fitri.


"Aku mau tanya sama kamu, tapi kamu harus jawab jujur."

__ADS_1


"Iya aku bakal jawab jujur, kamu mau tanya apa?" Mia menjadi penasaran.


"Apa aku cantik?"


"Hahahaha." Mendengar pertanyaan Fitri bukannya menjawab tapi Mia malah tertawa.


"Aku jelek ya maka nya kamu ngetawain aku." Melihat Mia tertawa sehingga Fitri berpikiran bahwa Mia ngetawain kejelekan nya.


"Aku tertawa itu bukan ngetawain kamu jelek." Mia berhenti tertawa lalu dia berbicara kepada Fitri.


"Terus kenapa kamu tertawa?"


"Habis aku bingung aja kenapa kamu tiba-tiba nanya seperti itu sama aku?"


"Sekarang kamu jawab dulu apa aku cantik?"


"Cantik, semua perempuan itu cantik.Kenapa memang nya?"


"Apa benar aku cantik?"Fitri merasa ragu dengan ucapan Mia.


"Benar kamu itu memang cantik, sebenarnya ada apa? kenapa kamu nanya seperti itu kepada aku?" Mia menyakinkan Fitri bahwa Fitri memang cantik.


"Aku mau cerita sesuatu sama kamu."


"Cerita aja aku siap mendengar."


"Tapi kamu harus janji dulu, kalau kamu tidak akan menertawakan aku." Fitri berbicara sambil menatap Mia.


"Iya aku janji." Mia berjanji sambil mengangkat kedua jarinya membentuk huruf V.


"Cie cie berarti sekarang kamu udah gak jomblo lagi dong." Mia memotong pembicaraan Fitri.


"Huft jangan potong dulu aku belum selesai ngomong." Fitri menarik nafas lalu dia menghembuskan nafasnya."


"Baiklah." Mia memperhatikan raut wajah Fitri yang terlihat lesu.


"Cinta aku di tolak oleh laki-laki."


"Hah, di tolak." Mia terkejut sambil mulutnya terbuka.


"Tuh mulut di tutup entar lalat masuk." Fitri melihat mulut Mia terbuka lalu dia menyuruh Mia menutup mulutnya.


Mia menuruti ucapan Fitri, dia menutup mulut nya.


"Baru kali ini aku merasa patah hati karena di tolak." Wajah Fitri berubah menjadi sedih karena teringat kejadian kemarin malam, cinta nya di tolak oleh Zainel.


"Apa alasan dia menolak cinta kamu?"


"Dia sudah mencintai perempuan lain."


"Ya elah selama janur kuning belum melengkung dia masih milik bersama, pepet aja terus jangan kasih kendor." Mia memberikan semangat kepada Fitri untuk terus mengejar cinta Zainel.


"Memangnya kalau pepet terus dia, apa dia akan mau menerima cinta aku?"


"Ingat gak ada usaha yang mengkhianati hasil, maka nya kamu pepet aja terus dia. Lama kelamaan dia juga pasti akan bertekuk lutut kepada kamu."

__ADS_1


Sehari dua hari tiga hari hingga seminggu berlalu Fitri terus berusaha mengejar cinta Zainel. Fitri sedang duduk di atas kursi kerjanya sambil membaca sebuah dokumen yang berada di atas meja. Fitri merasa kantuk sehingga dia menguap.


Fitri mengangkat gagang telpon lalu dia menekan tombol telpon.


Tuuutt.......... Tuuutt


"Assalamu'alaikum."


"Walaikumsalam."


"Apa ada yang bisa bantu buk?"


"Buatan saya secangkir kopi."


"Maaf buk tapi saya gak bisa."


"Saya gak mau tahu, kamu harus membuatkan secangkir kopi hitam untuk saya." Fitri berbicara dengan nada tegas kepada seorang tersebut.


"Buk gimana saya suruh orang yang biasa membuat kopi untuk ibuk?"


"Saya tidak mau, saya mau kopi buatan kamu."Fitri menolak dengan tegas usulan seorang tersebut.


"Tapi saya gak bisa buat kopi ibu." Seorang tersebut merasa ragu untuk membuatkan secangkir kopi untuk Fitri, karena dia belum pernah membuat secangkir kopi.


"Saya tidak mau tahu, segera kamu antarkan kopi buatan kamu ke ruangan saya." Setelah mengatakan itu Fitri meletakkan kembali gagang telpon di atas telpon.


Fitri kembali membaca dokumen yang berada di atas meja kerjanya, setelah Fitri memahami isi dari dokumen tersebut. Fitri menarik laci yang berada di meja kerjanya, dia mengambil sebuah pena yang berada di laci meja kerja.


Fitri menutup laci meja tersebut, Fitri membutuhkan tanda tangan pada dokumen tersebut. Fitri menutup dokumen tersebut lalu dia meletakkan dokumen yang sudah dia tanda tangan di sebelah kanan.


Fitri kembali membaca dokumen tersebut sambil menggoyang sebuah pena yang berada di tangan nya. Setelah selesai membaca dan memahami isi dokumen tersebut baru lah Fitri membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut. Fitri menutup dokumen tersebut lalu dia meletakkan dokumen tersebut di atas dokumen yang tadi.


Saat Fitri hendak memegang gagang telpon terdengar suara ketukan pintu.


Tok.......... Tok


"Assalamu'alaikum." Seorang yang berdiri di depan pintu rungan sambil membawa piring kecil yang di atasnya terdapat cangkir.


"Walaikumsalam, masuk." Fitri menyuruh seorang tersebut masuk ke dalam ruangannya.


Seorang memegang gagang pintu ruangan Fitri lalu dia membuka pintu ruangan Fitri. Saat pintu ruangan Fitri terbuka dia menoleh ke arah pintu tersebut, dia melihat seorang laki-laki yang mengunakan seragam cleaning servis berjalan masuk ke dalam ruangan sambil membawa secangkir gelas yang berisi kopi.


"Ibuk ini kopinya." Si laki-laki tersebut sudah berdiri di depan meja kerja Fitri.


"Letakan di atas meja kerja saya."Fitri tidak mau melewati kesempatan tersebut, dia terus saja menatap wajah si laki-laki tersebut.


"Apa ada lagi yang bisa saya bantu buk?" Si laki-laki tersebut meletakkan secangkir kopi di atas meja.


"Apa kamu yang membuat kopi ini?"Fitri memegang cangkir yang berisi kopi tersebut.


"Iya buk."


Fitri meneguk secangkir kopi hitam tersebut sambil menatap wajah si laki-laki yang berdiri di hadapan nya.


"Bagaimana rasa kopi buatan saya buk?"

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2