PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Toko Perhiasan


__ADS_3

"Susah buat jatuh hati, sekali jatuh hati malah hati-hati di jalan. Susah buat minta maaf, sekalinya minta maaf malah maaf ya kita temenan aja."


Pak Supir meminta maaf kepada semua penumpang nya lalu si buk tersebut turun dari angkot.Penumpang di angkot membenarkan posisi tubuhnya seperti sediakala.Sementara itu posisi tubuh Zainel masih berdekatan dengan tubuh Tary.


Ah Si Zaza


Ngambil kesempatan dalam kesempitan


Tary berusaha mengeserkan tubuh Zainel mepet di tubuh nya tetapi tenaga Tary tidak cukup besar untuk mengeserkan tubuh Zainel dari tubuhnya.


"Zaza geser."Tary meminta Zainel mengeserkan tubuhnya.


Zaza tidak menggubris ucapan Tary dia membiarkan tubuhnya mepet dengan tubuh Tary.


"Dunia terasa milik berdua, yang lain pada ngontrak." Cibir seorang buk.


"Kalau mau bermesraan jangan di angkot." Cibir si ibuk yang lain.


"Mama entar kita lanjutin mesra-mersanya di rumah."Zaza berbicara sambil mengedipkan sebelah matanya kepada Tary.


Melihat Zainel mengedikkan sebelah matanya kepada dirinya membuat Tary bergidik ngeri.


Setelah si ibuk turun dari angkot maka pak supir melanjutkan melajukan angkot nya. Selama di perjalanan di angkot baby Jane terus saja berceloteh dengan ciri khas bayi.


"Kiri pak."Zainel meminta pak supir menghentikan angkotnya.


Pak Supir angkot menepikan angkotnya terlebih dahulu baru setelah itu dia menghentikan angkotnya.


"Lah, kenapa angkot berhenti?" Tary terlihat bingung.


"Sudah sampai, mama turun duluan."Zainel menyuruh Tary turun terlebih dahulu dari angkot.


Mereka sudah berdiri di pinggir jalan raya sementara itu Tary masih tampak bingung.


"Sebenarnya Zaza mau ngajak Ry kemana?"


"Ayo ikut aku saja!" Zainel mengandeng tangan Tary lalu mereka berjalan sambil bergandengan tangan melewati jalan raya.


Mereka sudah berada di dalam mall yang terbesar di kota D.



Apa yang ada di pikiran kalian setelah mendengar kata mall?


Pusat perbelanjaan


Yang bersih, rapi, udaranya sejuk, semuanya serba ada dan penuh keramaian


Tempat yang paling di sukai oleh kaum perempuan untuk menghabiskan waktu

__ADS_1


Apabila kaum perempuan sudah berada di mall


Maka waktu seharian pun terasa berjalan lebih cepat


Waktu seharian itu belum cukup untuk berkeliling-keliling di mall


Apalagi keluar masuk di setiap toko-toko yang berada di mall


Berbelanja menghabiskan uang


Atau hanya sekedar cuci mata melihat barang-barang yang terpajang di toko-toko


Tary berbeda dari perempuan yang kebanyakan menyukai mall sedangkan Tary tidak menyukai mall.Tary malas berada di dalam mall bagi Tary mall itu tempat berbelanja bagi kalangan ekonomi kelas atas .Sedangkan dirinya hanya berasal dari kalangan ekonomi menegah kebawah yang hanya pantas berbelanja di pasar atau di toko-toko.


"Ngapin kita kesini?" Tary berbicara sambil menoleh ke arah Zainel.


"Sudah gak usah banyak tanya, ayo ikut aku!"Lagi-lagi bukannya menjawab pertanyaan Tary malah Zainel mengandeng tangan Tary untuk berjalan mengikuti dirinya. Zainel membawa Tary ke depan eskalator.


Setelah menaiki eskalator mereka sudah tiba di lantai dua mall. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan di lantai dua mall, mereka berjalan menyusuri lantai dua mall. Mereka kembali menaiki eskalator yang bergerak menuju lantai tiga.


Mereka sudah tiba di lantai tiga mall, lalu mereka berjalan mengelilingi lantai 3 di mall.



Zainel berjalan sambil menggandeng tangan Tary menuju ke toko perhiasan yang berada di mall.


"Kalau Ry mau tahu, ayo ikut ke dalam!" Zainel juga ikut berhenti melangkahkan kakinya, setelah itu dia melepaskan gandengan tangannya kepada Tary.


Zainel mendorong pintu yang terbuat dari kaca dia sudah berada di dalam toko perhiasan bersama baby Jane. Tary masih berdiri di depan toko perhiasan tersebut. Toko perhiasan tersebut tembus pandang karena dindingnya terbuat dari kaca yang bening sehingga bisa terlihat dari luar.


Tary melihat dari luar Zainel berdiri sambil mengendong baby Jane di depan estalase kaca.Di dalam estalase kaca tersebut terdapat perhiasan yang terbuat dari emas. Tary merasa penasaran dengan perhiasan yang akan di beli Zainel.


Dia mau beli perhiasan apa?


Buat siapa?


Ah dari pada Ry penasaran lebih baik Ry masuk


Tary melangkahkan kakinya mendekati pintu toko perhiasan, Tary mendorong pintu yang terbuat dari kaca.Pintu bergeser terbuka sehingga Tary melangkah kakinya masuk ke dalam toko perhiasan.


Tary sudah berada di dalam toko perhiasan tapi dia terlihat ragu untuk menghampiri Zaza dan baby Jane yang berada di depan etalase.


"Ry sini." Zaza membalikkan tubuhnya lalu dia mengerakan telapak tangan nya memberikan isyarat kepada Tary untuk menghampiri nya.


Melihat hal itu Tary pun menghampiri mereka, Tary sudah berdiri di samping Zainel.


"Menurut Ry mana yang bagus?" Zainel melihat ke arah perhiasan berbentuk anting-anting yang berada di atas estalase kaca.


"Memang nya anting-anting nya buat siapa?"

__ADS_1


"Baby Jane."


"Apa anting-anting buat tindik ada abang?"


Tindik adalah melubangi bagian tubuh seperti telinga, hidung, lidah, bibir dan lain-lain.


"Ada kak."


"Yang mana anting-anting untuk tindiknya abang?"


"Tunggu sebentar saya ambilkan kak." Si laki-laki penjaga toko perhiasan mengambil semua anting-anting yang berada di atas etalase lalu dia memasukkan semuanya kedalam etalase.


Anting-anting untuk tindik sudah berjejeran di atas etalase kaca yang berada di hadapan mereka.Tary sedang melihat anting-anting yang berjejeran tersebut.


"Pilihkan lah yang cocok untuk baby Jane." Zainel meminta Tary untuk memilihkan anting-anting untuk baby Jane.


"Bagaimana kalau model ini?"Tary mengambil sepasang anting-anting model lingkaran di atas estalase, lalu dia menunjukkan ke arah Zaniel.


"Iya, saya ambil yang model itu." Zainel menujukan jari telunjuk ke arah anting-anting yang di pegang oleh Tary.


"Mau langsung di pakai atau di bungkus."


"Langsung pakai." Mereka komplak berbicara.


"Lepaskan dulu bayi dari gendong biar saya mudah memasangkan anting-anting kepada bayinya."


"Sini biar Ry lepasin gendong baby Jane." Tary melepaskan gendong baby Jane, Tary mengeluarkan tubuh baby Jane dari gendong nya."


Baby Jane sudah berada dalam gendongan Tary.Si laki-laki penjaga toko perhiasan menghampiri Tary.


"Abang mau apa?" Tary melihat si laki-laki tersebut mendekati dirinya.


"Mau memasangkan anting-anting kepada dekbay."Si laki-laki tersebut sudah berada di samping Tary.


"Tunggu dulu."


"Kenapa?" Zainel dan si laki-laki tersebut serentak berbicara.


Tiba-tiba saja Tary langsung menyerahkan baby Jane kepada Zainel, sekarang baby Jane sudah berada di gendong Zainel.Setelah itu Tary berjalan sedikit menjauh dari tempat tersebut. Tary berdiri sambil menoleh ke arah luar toko perhiasan.


Tary tidak berani menoleh ke arah mereka, Tary merasa takut melihat telinga baby Jane di tindik mengunakan anting-anting tersebut. Tary sudah membayangkan rasa sakitnya sehingga dia bergedik ngeri.


Sudah atau belum


Kenapa tidak terdengar suara tangisan baby Jane?


Tary merasa penasaran karena dia tidak mendengar suara apapun sehingga dia ingin berbalik badan untuk menoleh ke arah mereka tetapi ada rasa takut pada diri sendiri. Apabila saat dia menoleh kebelakang dia mendapati telinga baby Jane sedang di tindik oleh si laki-laki itu itu yang di takuti oleh Tary.


~ Bersambung ~

__ADS_1


__ADS_2