PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Noda Merah


__ADS_3

"Buat kamu yang baca, tolong jaga kesehatanmu ya, jangan sampai kamu sakit soalnya sekarang lagi musim orang kangen tapi gak bisa ketemu."


Zainel sudah masuk ke dalam rumah Tary, dia terus berjalan sambil mendengarkan suara tangisan itu berasal.Saat Zainel sudah tiba di ruang keluarga dia melihat sekeliling nya.


Tidak ada


Zainel tidak menemukan keberadaan mereka di ruangan keluarga.Zaniel kembali berjalan sambil mendengar suara tangisan yang terdengar jelas. Zainel melihat pintu kamar Tary terbuka dia langsung merobos masuk ke dalam kamar Tary.


Sesampainya Zainel di dalam kamar Tary, dia mendapati Tary dan baby Jane dalam keadaan menangis.


Sebenarnya apa yang terjadi?


Kenapa mereka menangis?


Siapa yang harus lebih dulu aku bujuk untuk berhenti menangis?


Zainel merasa bingung di hadapi dengan dua pilihan yang begitu sulit. Zainel melihat ke arah Tary yang sedang berbaring di atas tempat tidur sambil menangis dengan wajah yang pucat lalu dia melihat baby Jane yang berada di sebelah Tary dengan posisi telungkup sambil menangis.


Hoek


Hiks


Hoek


Hisk


Kepala Zainel merasa pusing mendengar suara tangisan mereka.


"Sudah sudah kalian jangan nangis lagi." Zainel sudah berada di pinggir tempat tidur. Zainel mengangkat tubuh baby Jane yang berada di atas tempat tidur.Zainel mengendong tubuh baby Jane.


"Anak pintar jangan nangis lagi ya ini papa."Bujuk Zainel.


Tangisan baby Jane sudah mulai meredah sedangkan Tary masih menangis.


"Ry sudah lah nangisnya malu sama baby Jane, Baby Jane saja sudah berhenti menangis."Bujuk Zainel.


Bukan nya berhenti menangis tetapi tangisan Tary malah semakin kencang.


"Lah, Ry kok tambah nangis?"Zainel makin di buat bingung dengan tangisan Tary.


"Ry jangan nangis nantik baby Jane ikut nangis." Bujuk Zainel.


Mendengar ucapan Zainel Tangisan Tary mulai meredah.


"Sebenarnya ini ada apa? kalian kenapa bisa menangis Bersama-bersama?"Selama ini Zainel tidak pernah mendapati mereka menangis bersama-sama.

__ADS_1


Bukannya menjawab pertanyaan Zainel Tary malah turun dari tempat tidur, Tary berjalan sambil memegang perut nya.


"Ry mau kemana?" Zainel melihat punggung tubuh Tary.


Lagi-lagi Tary tidak menggubris pertanyaan Zainel dia terus berjalan meninggalkan kamarnya.


Baby Jane berceloteh dengan khas bayi sambil menghisap ibu jarinya.


"Apa baby Jane mau minum susu?"


Seakan-akan baby Jane mengerti dengan ucapan Zainel dia menganggukan kepalanya.


"Kita ambil botol dodot dulu." Zaniel melihat ke arah tempat tidur botol dodot baby Jane tergeletak di sana.


Saat Zainel hendak mengambil botol dodot baby Jane yang terletak di atas tempat tidur, dia melihat ada noda berwarna merah di atas sperai.


Ini noda apa?


Zainel yang penasaran mendekati noda berwarna merah di atas sperai tersebut.


Ini seperti darah


Kenapa ada noda darah di atas sperai?


"Papa papa papa."Baby Jane berceloteh dengan khas bayi memanggil papa kepada Zainel.


Mendengar suara baby Jane membuat Zaniel tersadar akan tujuannya yaitu mengambil botol dodot yang berada di atas tempat tidur. Zainel mengambil botol dodot yang berada di atas tempat tidur.


Zainel duduk di atas bangku yang berada di dapur sambil memangku baby Jane yang sedang menghisap botol dodot. Zainel melihat ke arah pintu kamar mandi yang masih tertutup.


"Ry." Zainel merasa bahwa Tary berada dalam kamar mandi maka nya Zainel memanggil nama Tary, tetapi tidak ada sautan dari dalam kamar mandi.


"Wah susu nya sudah habis." Zainel melirik ke arah botol dodot yang berada di dalam mulut baby Jane sudah habis tidak ada setetes pun air susu yang tersisa.Zainel melepaskan botol dodot yang sudah kosong dari dalam mulut baby Jane. Zainel meletakkan botol dodot kosong di atas meja.


"Apa anak papa sudah mandi?"Zainel membalikkan tubuh baby Jane sehingga posisi duduk di pangkuan Zainel dengan wajah berhadapan dengan Zainel. Zaniel mengendus bau badan baby Jane.


"Ternyata anak papa belum mandi."


"Kalau begitu baby Jane papa yang memandikan." Zainel tidak ingat kapan dia terakhir kali memandikan baby Jane, karena sudah lama Zaniel tidak memandikan baby Jane sehingga dia lupa terakhir kali memandikan baby Jane.


Zainel sudah berdiri di depan pintu kamar mandi sambil mengendong baby Jane.


Tok Tok Tok


"Ry."

__ADS_1


"Kamu ngapain?di dalam kamar mandi dari tadi."


"Ry buka pintunya."


"Baby Jane mau mandi ini sudah sore."


Ceklek Ceklek Ceklek


Pintu kamar mandi terbuka terlihat wajah Tary tampak basah.


"Apa Ry sakit?" Wajah Zainel tampak cemas saat menatap Tary.


Tary hanya mengagukan kepalanya pelan-pelan


"Aku mandiin baby Jane dulu, setelah itu baru kita Rs. "


"Mau apa ke Rs?" Kening Tary berkerut.


"Ya mau berobat lah masak mau shoping." Zaniel berbicara dengan nada ketus kepada Tary, Zainel tidak habis pikir dengan jalan pikiran Tary yang masih bertanya saat dia mau membawa Tary ke RS.


"Kamu gak perlu bawak aku berobat Ke Rs."Tary menolak mentah-mentah Zainel yang mau membawa dia berobat ke Rs.


"Mau gak mau, aku akan tetap membawa kamu ke Rs."Zainel berbicara dengan pemaksaan kepada Tary.


"Apa kamu mau buat aku malu ke Rs?"


"Hah, maksud kamu apa?" Zainel tidak mengerti dengan maksud ucapan dari Tary.


"Asal kamu tahu, kalau kamu bawak aku ke Rs yang ada dokter dan suster pasti akan menertawakan kita."


"Kenapa mereka menertawakan kamu yang lagi sakit?" Zainel semakin bingung dengan ucapan Tary.


"Ah, aku itu lagi sakit perempuan."


"Sakit perempuan bagaimana Ry?" Zainel masih belum memahami ucapan Tary.


"Jadi kamu belum mengerti juga dengan ucapanku." Rasanya Tary ingin sekali menjitak kepala Zainel agar Zainel bisa mengerti dengan maksud dari ucapan nya.


"Maka nya kamu itu kalau ngomong jangan berbelit-belit langsung to the point aja.Noda merah di atas sperai itu apa?"


Jedaaarr Jedaaarr Jedaaarr


"Apa?"Jantung Tary berdetak kencang saat mendengar ucapan Zainel.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2