PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Bertemu Mommy


__ADS_3

"Dari tarik tambang kita belajar bahwa menang tidak harus maju."


"Bibik." Si laki-laki tersebut melihat si wanita paruh baya yang berdiri di depan pintu rumah.


"Akhirnya tuan muda pulang, nona muda pasti senang melihat tuan muda sudah pulang. Raut wajah bibik tampak sumringah melihat ke arah Zainel.


"Bibik, apa kabar?" Zainel melangkah kaki mendekati bibik, saat Zainel sudah berada di depan bibik dia memeluk tubuh bibik setelah itu dia melepaskan tubuh bibik.


"Saya baik, bagaimana kabar tuan muda? tuan muda tinggal dimana? nona muda sudah mencari tuan muda dengan bertanya kepada teman-teman dan pacar tuan muda tetapi tidak seorang pun dari mereka yang tahu tentang keberadaan tuan muda."


"Saya tinggal di luar kota bibik. Apa Mom dan Dad ada di rumah bibik?"


"Nyonya ada tapi tuan tidak ada di rumah."


"Apa bibik bisa panggil kan Mom kesini?"


"Bisa tuan muda , tuan muda silakan masuk dulu biar saya panggilkan nyonya."


"Tidak usah bik, saya tunggu di sini saja."


Setelah bibik pergi meninggalkan si laki-laki yang di panggil dengan sebutan tuan muda, dia membalikkan badannya.


"Bagaimana perasaan kamu?" tanya seorang perempuan yang berdiri di hadapan si laki-laki tersebut.


"Aaaaku takut." Si laki-laki merasa ketakutan sehingga dia berbicara gagap.


"Kamu tidak usah takut, kita akan hadapi ini bersama-sama." Si perempuan itu memegang tangan si laki-laki tersebut.


"Kenapa tangan kamu dingin?" Si perempuan tersebut merasakan tangan si laki-laki begitu dingin.


"Itu_____."Baru saja si laki-laki itu hendak bicara tetapi sudah terdengar langkah kaki yang berada di ruangan tamu.


Seorang wanita yang berusia 47 tahun masih terlihat awet muda. Walaupun sudah melahirkan tiga orang anak tetapi postur tubuh si wanita tersebut masih terlihat langsing. Si wanita sudah berdiri di depan pintu rumah dia melihat ke arah depan.



Dia melihat punggung badan tubuh si laki-laki tersebut.


"Kamu siapa?"


Deg Deg Deg


Jantung si laki-laki tersebut berdetak kencang, saat mendengar suara wanita yang telah mengandungnya selama sembilan bulan, setelah sembilan bulan wanita itu mengandung dia mempertaruhkan nyawanya untuk melahirkan bayi yang berada dalam kandung nya.


Bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki lahir kedunia maka dia pun membesarkan bayi laki-laki itu dengan penuh kasih sayang dan perhatian hingga berjalan waktu bayi laki-laki itu telah tumbuh menjadi balita lalu tumbuh lagi menjadi anak-anak.

__ADS_1


Dari anak-anak laki-laki dia tumbuh lagi menjadi remaja. Dari bayi hingga remaja si laki-laki tersebut merupakan anak yang penurut tidak pernah sekalian pun dia membatah kedua orang tuanya. Hingga tumbuh menjadi dewasa, dia memilih keyakinan yang berbeda dari kedua orang tuanya.


Hal itulah yang menyebabkan dia di usir dari rumah yang telah ia tempati sejak dia baru lahir hingga dewasa. Si laki-laki tersebut sibuk dengan pikiran yang terus berputar menampilkan potong-potongan adegan seperti di video.


Walaupun hanya melihat punggung nya saja tetapi si wanita tersebut merasa mengenali pemilik punggung tersebut. Si wanita yang merasa penasaran akhirnya melangkah kakinya mendekati si laki-laki tersebut.Sehingga akhirnya si wanita sudah berdiri di belakang si laki-laki tersebut.


Plak Plak Plak


"Hei, kamu siapa?"Si wanita itu menepuk baju si laki-laki tersebut.


Mendapatkan tepukan di bahunya menyebabkan si laki-laki tersebut tersadar. Si laki-laki hendak membalikkan badannya, gerakan laki-laki yang hendak membalikkan badan seperti emot yang di perlambat dalam video.


"Mom." Si laki-laki tersebut sudah membalikkan badannya.


"Rendy." Mommy melihat putra keduanya berdiri di hadapan nya, mommy langsung menghamburkan pelukan kepada Rendy.


Momen ibu dan anak saling berpelukan, sudah beberapa bulan mereka tidak bertemu serta tidak berkomunikasi sama sekali sehingga rasa rindu ibu dan anak tersebut begitu memuncak.


Setelah rasa rindu mereka terlepas dengan berpelukan barulah Rendy melepaskan pelukan nya secara berlahan-lahan kepada mom.


"Apa kabar mom?" Zainel menatap wajah mommy, wajah mommy terlihat semakin tirus dari beberapa bulan yang lalu.


"Kabar mom tidak baik, setelah Rendy pergi dari rumah ini."Mommy menatap wajah putra keduanya lalu dia menangkup wajah putra keduanya dengan tangannya.Mommy menatap mata putranya dengan mata yang berkaca-kaca.Ada pepatah yang mengatakan setega-teganya ibu kandung lebih tega ibu kota.Apapun keadaannya Rendy tetaplah darah dagingnya. Dia yang mengandung, melahirkan dan membesarkan Rendy.


Mommy tidak dapat lagi membendung air mata yang hendak turun menetes. Sehingga air mata itu turun membasahi pipi mommy.


"Mom kenapa nangis?" Melihat mommy menangis, membuat mata Rendy mulai berkaca-kaca.


"Mom jangan nangis lagi, nantik aku ikut nangis."Rendy mengusap air mata mommy yang berjatuhan membasahi pipinya dengan ibu jarinya. Rendy meminta mom untuk tidak menangis lagi.


Mommy melepaskan tangkupan dari wajah Rendy lalu tangisan mommy kembali pecah saat mendengar ucapan Rendy. Rendy yang melihat mommy menangis pun ikut menangis, Rendy kembali memeluk tubuh mommy sehingga mereka menangis sambil berpelukan.


Hiks Hiks Hiks


"Sudah Rendy jangan menangis lagi, kamu itu laki-laki tidak boleh cengeng seperti ini." Mommy melepaskan pelukan Rendy lalu dia menatap wajah Rendy yang basah dengan air mata. Sehingga mommy menyuruh Rendy untuk berhenti menangis.


"Aku bakal berhenti menangis tapi mommy juga harus berhenti menangis."


"Lihat nih Mommy sudah tidak menangis lagi." Mommy berhenti menangis sambil menghapus air mata yang membasahi wajahnya dengan mengunakan punggung tangannya.


"Aku juga sudah tidak menangis lagi mom." Rendy menghapus air matanya dengan lengan jaketnya.


"Selama ini kamu tinggal dimana?"


"Aku tinggal di luar kota. Apa Daddy, koko Sam dan Lea ada di rumah Mommy?"

__ADS_1


"Tidak ada."


"Mereka kemana Mom?"


"Dad dan Sam masih di kantor sedang Lea belum pulang dari sekolah. "


"Kabar mereka bagaimana Mom?"


"Puji Tuhan mereka baik.Ayo kita ngobrol di dalam!" Momy mengajak Rendy untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Jangan mom kita ngomong di sini aja." Rendy menolak untuk masuk ke dalam rumah.


"Kenapa Ren?"


"Tidak kenapa-kenapa mom."


"Ayo masuk Ren! mom tidak menerima penolakan." Mom memegang tangan Rendy, Mom nyarik tangan Rendy.


Dengan terpaksa Ren berjalan mengikuti mommy masuk ke dalam rumah. Mereka sudah berada di ruangan tamu.


"Duduk Ren."Mommy menyuruh Rendy untuk duduk di sofa ruangan tamu.


"Iya aku duduk, mom duduk disini. " Rendy mendudukkan pantatnya di sofa yang panjang lalu dia menepuk sofa tersebut.


"Ini mom duduk."Mommy duduk di sofa yang sama dengan Rendy.


"Di tempat siapa Ren tinggal?"


"Kosan Mom."


"Bagaimana cara Ren membayar kosan?"


"Aku kerja Mom."


"Kerja apa?"


"Cleaning Servis." Rendy menundukkan kepalanya, dia merasa malu karena cuma bekerja sebagai cleaning servis.


"Hah, cuma cleaning Servis." Mommy terkejut saat mengetahui Rendy berkerja sebagai cleaning servis.


"Iya mom."


"Apa Ren tidak malu cuma berkerja sebagai cleaning servis?"


"Aku tidak merasa malu, bagi aku apapun pekerjaan nya yang penting halal Mom."Rendy berbicara sambil mengangkat wajahnya .

__ADS_1


"Gelar kamu itu Sh, tetapi cuma bekerja sebagai cleaning servis. Buat Mom malu saja harus kamu itu bisa seperti Sam." Mommy merasa malu mendengar pekerjaan Rendy yang cuma cleaning servis.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2