
"Gak semangat Bestie, kurang tidur dan beberapa hari, sama makan kadang mau kadang kagak, soalnya penyemangatt nya dah hilang."
Pagi hari terdengar suara tangisan bayi.
Hoek
Hoek
Hoek
Suara tangisan bayi membangunkan Tary dari tidurnya.
"Cup cup cup baby Jane jangan nangis." Tary sudah duduk di atas tempat tidur lalu dia mengangkat tubuh baby Jane.
Tary membujuk baby Jane supaya berhenti menangis tetapi usaha Tary sia-sia. Bahkan tangisan baby Jane bertambah kencang.
Sebaiknya Ry periksa dulu pampers baby Jane
Mungkin pampers sudah penuh karena pipis
Atau baby Jane pup di pampers
Tary membuka celana baby Jane lalu dia membuka pampers baby Jane.
Oh ternyata baby Jane Pup
Tary melihat pampers baby Jane penuh dengan pup. Tary mengangkat tubuh baby Jane, Tary turun dari tempat tidur sambil mengangkat tubuh baby Jane. Tary membawa baby Jane ke kamar mandi. Sesampainya Tary di dalam kamar mandi, dia membasuhi pantat baby Jane mengunakan air yang berada dalam gayung.
Setelah itu Tary membawa baby Jane kembali ke kamar. Tary meletakkan baby Jane di atas tempat tidur, Tary memakaikan celana kepada baby Jane.
"Baby Jane di sini dulu, jangan nangis." Tary memegang pampers baby Jane yang berisi pup baby Jane dengan tangannya. Tary sama sekali tidak merasa jijik dengan pampers yang berisi pup serta berbauk pup.
Tary sudah memandikan baby Jane serta sudah memakaikan pakaian kepada baby Jane. Tary mengendong baby Jane sambil berjalan keluar dari rumahnya. Tary sudah tiba di depan pintu rumah Zainel.
Tok Tok Tok
"Assalamu'alaikum."Tary mengetuk pintumu rumah Zainel.
"Walaikumsalam."Terdengar suara pintu rumah terbuka sambil seorang membalas salam Tary.
"Lah, kok pintu rumahnya tidak terbuka." Tary melihat pintu rumah Zainel tidak terbuka.
"Tar cari Zai?"Nenek yang berdiri di depan pintu rumahnya sambil melihat ke arah rumah yang berada di sebelah rumahnya.
"Eh, iya nek." Tary menoleh ke arah rumah yang berada di sebelah rumah Zainel.
"Zai sudah berangkat kerja."
"Apa sudah lama Zaza berangkat kerjanya nek?" Tary kecewa mendengar Zaza sudah berangkat kerja.
"Baru saja."
"Dia pergi kerja naik apa nek?"
"Naik mobil, sama seorang perempuan."
Perempuan itu pasti Fitri
__ADS_1
Berarti selama sebulan ini mereka pergi dan pulang kerja pasti bersama-sama
Apa Zaza sekarang itu sibuk pacaran bukan kerja
Ah ngapain juga Ry mikirin mereka
Mau pacaran atau kerja
Gak ada hubungannya sama Ry
Tary terus saja berbicara di dalam hatinya sambil mengelengkan kepalanya.
"Tar kenapa?"Nenek yang melihat Tary mengelengkan kepala nya.
Apa Tar merasa tidak suka Zai di jemput sama perempuan itu?
Atau
Jangan-jangan Tar cemburu sama si perempuan itu
"Ry gak kenapa-kenapa nek."Ry tersadar dengan ucapan nenek lalu dia berhenti mengelengkan kepalanya.
"Terus kenapa Tar tadi mengelengkan kepala?"
"Ry mau pergi dulu nek."Ry bingung menjawab pertanyaan Nenek sehingga dia memutuskan untuk berpamitan kepada Nenek.
"Mau kemana Tar?"
"Mau kewarung."Setelah mengatakan itu Tary berjalan sambil mengendong baby Jane.
Tary sudah berada di jalanan komplek perumahan.Tary melihat ibuk-ibuk sedang berbelanja di gerobak sayur. Tary pun berjalan mendekati ke arah ibuk-ibuk tersebut.
Ibuk-ibuk tersebut bukannya membalas sapaan Tary melainkan mereka membuang wajahnya.
"Ibuk-ibuk mau berbelanja apa?"Tary sudah berdiri di hadapan mereka, melihat mereka tidak membalas sapaannya malah membuang wajah dari Tary. Tary tidak mengambil hati atas sikap ibuk-ibuk kepada dirinya, dia tetap berbesar hati kepada mereka.
Tary melihat ibuk-ibuk yang enggan berbicara kepadanya.
"Kalau begitu Ry pamit dulu ya ibuk-ibuk."Ry berpamitan kepada ibuk-ibuk tersebut dengan menampilkan senyum manis. Ry itu kalau senyum manis bahkan ngalahin gula eh itu bukan Ry yang ngomong tapi seorang.
Baru saja Tary berjalan selangkah sambil mengendong baby Jane. Tary mendengar ibuk-ibuk berbicara.
"Benar-benar gak tahu malu tuh."
"Udah tahu kita jijik ngeliat dia, eh dia malah pakai menyapa segala."
"Tidak nyaka wajah polos tapi kelakuan ******."
"Aku yakin bayi yang di temukan dikontrak itu anak nya."
"Kalian lihat saja wajah anak itu begitu mirip dengan dirinya."
"Nah siapa bapak tuh anak?"
"Pasti dia gak tahu bapak tuh anak siapa."
"Kan dia buatnya sama laki-laki yang berbeda, maka nya seperti itu. "
__ADS_1
"Dasar ******."
Tary berhenti melangkah kakinya, dia mendengar ucapan ibuk-ibuk.
Siapa yang ibuk-ibuk itu bicarakan?"
Apakah itu aku?
Kenapa aku merasa yang mereka bicarakan itu aku?
Apa sebaiknya aku bertanya saja kepada ibuk-ibuk itu?
Ah jangan nantik mereka mengadu sama mama kalau aku tidak punya sopan santun
Sebaiknya aku pergi dari sini
Tary kembali melangkahkan kaki nya meninggalkan tempat tersebut.Seperti biasa setiap bertemu dengan orang di jalan Tary pasti menyapa sambil tersenyum.Tetapi saat Tary menyapa orang yang dia temui di jalan, mereka tidak membalas sapaan Tary. Tary melihat mereka membuang wajah tidak ingin melihat Tary.
Ada juga yang melihat Tary dengan tatapan jijik. Tary merasa bingung mendapati semua orang yang dia temui bersikap seperti itu.
Sebenarnya ada apa?
Kenapa hari ini semua orang yang aku temui melihat aku jijik?
Tary sudah tiba di depan warung, warung tersebut terlihat ramai karena beberapa ibuk-ibuk sedang berada di dalam warung sedang berbelanja.
"Pagi ibuk-ibuk." Tary tetap menyapa ibuk-ibuk seperti biasa.
Ibuk-ibuk menoleh ke arah sumber suara, saat mereka mendapati Tary berjalan mendekat ke arah mereka.
"Cepat hitung belanjaan ku."
"Belanjan ku juga."
"Punya ku juga."
Beberapa ibuk-ibuk saat bersamaan meminta barang belanjanya di hitung membuat pemilik warung bingung.
"Aku dulu."
"Jangan saya dulu."
"Pokoknya saya duluan titik.
"Sabar ibuk-ibuk pasti saya hitung, tapi ganti-gantian."Pemilik warung meminta ibuk-ibuk sabar, dia akan menghitung barang belanjaan mereka secara bergantian.
Si pemilik warung sudah selesai menghitung barang belanja ibuk-ibuk, satu persatu dari ibuk-ibuk membayar barang belanja dengan uang setelah itu mereka pergi meninggalkan toko dengan menjinjing kantong plastik di tangannya.
"Buk apa ada bubur bayi?" Tary sudah berada di depan pemilik warung.
"Tidak ada."
Tary pun berjalan arah pulang, Tary sedang berjalan melewati jalan komplek perumahan. Tary berpapasan dengan seorang ibuk.
"Selamat pagi buk."Sapaa Tary.
"Cuih."Bukannya menjawab sapaan Tary melainkan si ibuk itu meludah ke tanah sambil menatap Tary dengan jijik.
__ADS_1
...~ Bersambung~...