
"Hallo, September semoga dua puluh delapan hari kedepan kamu menjadi sumber ketegaran. Menjadi bulan yang penuh kebaikan hingga akhir tanpa hambatan."
"Aku akan pergi dari sini tapi sebelum nya biarkan aku berpamitan dengan Mom dan Lea,Dad."Rendy berbicara dengan wajah memelas memohon kepada Daddy.
"Tidak bisa, pak Satpam seret mereka keluar dari sini." Daddy menyuruh Pak Satpam mengusir mereka.Setelah Daddy masuk ke dalam rumah, dia menutup pintu rumahnya dengan kencang sehingga menimbulkan bunyi.
Bruuukk Bruuukk Bruuukk
Rendy berjalan mendekati pintu rumah yang sudah tertutup rapat.
"Hei, kau mau kemana?"Pak Satpam mencekal pergelangan tangan Rendy.
"Saya mau masuk ke dalam rumah, pak satpam."
"Kamu tidak di perboleh kan masuk, sebaiknya sekarang kamu pergi dari sini." Pak Satpam menyeret Rendy untuk pergi dari tempat itu.
"Lepaskan saya pak satpam."Rendy mencoba melepaskan tangannya dari pak Satpam,
Pak Satpam tidak menggubris ucapan Rendy, dia terus saja menarik tangan Rendy menjauh dari rumah tersebut.
Lepaskan
Lepaskan
Lepaskan
Terdengar deringan ponsel yang terus saja berbunyi.Deringan ponsel itu membangun Zainel dari tidurnya.Saat Zainel sudah terbangun dari tidurnya, dia duduk di atas tempat tidur.
"Dimana, aku?"Zainel melihat sekelilingnya.
"Bukan nya tadi itu aku di teras rumah, kenapa sekarang aku ada di dalam sebuah kamar?"Zainel terlihat seperti orang ling lung.
"Ini kamar siapa?"Zainel terus berusaha untuk mengingat.
" Astagfirullah ini kan kamarku."Zainel tersadar bahwa sekarang dia berada dalam kamar di kontrakan.
"Berarti tadi itu aku cuma mimpi."
"Padahal tadi itu terlihat begitu nyata."
"Tapi aku merasa bersyukur kalau itu semua cuma mimpi." Zainel merasa legah karena yang dia alami cuma mimpi.
Terdengar suara deringan ponsel yang dari tadi terus berbunyi.
Drrrtt Drrrtt Drrrtt
📞"Hi, good morning."
📞"Hi, good morning too."
📞"Kamu sudah berangkat kerja?"
__ADS_1
📞"Belum."
📞"Kenapa kamu belum berangkat kerja?"
📞"Saya baru bangun.
📞"Hah, apa? Jam segini kamu baru bangun dari tidur?"
📞"Memang nya ini jam berapa?"
📞"Pukul 06.30."
📞"Aduh aku kesiangan nih."Zainel melihat jam pada layar di ponsel setelah itu dia mematikan panggil telpon.
Zainel sudah selesai mandi sekarang dia berada di dalam kamarnya. Zainel membuka lemari pakaian yang terbuat dari kayu.Zainel mengambil pakaian yang akan dia kenakan dari dalam lemari pakaian.
Zainel sudah memakai baju kemeja berwarna putih polos serta celana panjang yang terbuat dari bahan dasar kain. Zainel sedang berdiri di depan cermin dia mengoleskan gel minyak rambut pada rambutnya.
Tok Tok Tok
"Zai."Terdengar suara perempuan yang sedang berdiri di depan pintu rumah memanggil nama Zainel sambil mengetuk pintu rumah Zainel.
"Iya tunggu sebentar." Zainel menyisir rambutnya dengan menggunakan sisir agar terlihat rapi. Zainel menyemprotkan parfum kepakaian yang dia kenakan.
Seorang perempuan sudah berdiri di depan pintu rumah kontrakan Zainel, si perempuan tersebut sedang menunggu Zainel membukakan pintu rumah kontrak nya.
Ceklek Ceklek Ceklek
Pintu rumah terbuka terlihat Zainel sudah tampan dan rapi dengan kemeja putih dan celana panjang berwarna hitam berbahan dasar kain.
"Hah, kamu ngomong apa?" Zainel tidak mendengar jelas ucapan si perempuan itu.
"Apa kamu bisa mengendarai mobil?" Si perempuan itu segera mengalihkan pembicaraan.
"Insyaallah bisa." Zainel mengambil sepatu pantofel, Zainel duduk di depan pintu rumah lalu dia masang kaos kaki berwarna hitam di kakinya secara bergantian.Setelah itu Zainel memasang sepatu pantofel di kakinya.
Si perempuan itu terus saja berdiri sambil memandangi wajah Zainel tanpa berkedip. Zainel berdiri dari tempat duduknya lalu dia menutup pintu rumahnya tidak lupa dia mengunci pintu rumah nya.
"Kamu kenapa dari tadi ngeliatin aku terus?" Zainel sudah berdiri di hadapan si perempuan itu dengan jarak yang cukup dekat.
"Hei, aku ngomong sama kamu, kenapa diam saja?"Melihat si perempuan tidak merespon ucapannya, Zainel mengoyakan telapak tangannya di depan wajah si perempuan itu.
"Eh, iya. Kamu ngomong apa?"Akhirnya si perempuan itu tersadar dari lamunan nya.
"Oh wanginya." Si perempuan tersebut mencium aroma parfum maskulin yang di kenakan oleh Zainel.
"Gak ada lupakan saja."Zainel kesal lalu dia melangkah pergi meninggalkan si perempuan itu.
" Hei, kamu mau kemana?"Melihat Zainel pergi maka si perempuan itu berjalan menyusul Zainel.
__ADS_1
"Berangkat kerja."Zainel terus berjalan tanpa menoleh ke arah si perempuan tersebut.
"Kalau begitu kita bareng aja berangkat kerjanya." Si perempuan itu mempercepat langkah kakinya hingga dia sudah berdiri di depan Zainel menghalangi jalan Zainel.
Zainel menghentikan langkah kakinya lalu dia melihat ke arah si perempuan itu.
"Ini kunci mobilnya." Si perempuan itu memberikan kunci mobil sambil tersenyum.
"Iya." Zainel mengambil kunci mobil yang berada di tangan si perempuan itu.
Saat Zainel sudah berada di dekat mobil honda Jazz berwarna putih, dia menekan tombol untuk membuka kuncinya.
Tiiitt Tiiitt Tiiitt
Mereka sudah berdiri di depan pintu mobil honda Jazz berwarna putih.
"Bukain pintunya."Si perempuan itu menyuruh Zainel membuka pintu mobil tersebut.
"Kamu kan punya tangan buka sendiri aja." Zainel menolak membukakan pintu mobil untuk si perempuan tersebut.
"Ingin ini hari pertama kamu bekerja sebagai Asisten Manager, jadi kamu harus menuruti segala perintag aku termasuk membuka pintu mobil ini." Si perempuan yang merupakan manager tempat Zainel berkerja memperingati Zainel untuk menuruti perintah nya.
"Baiklah buk Fitri." Dengan terpaksa Zainel membukakan pintu mobil bagian belakang.
"Aku gak mau di situ." Fitri menolak saat pintu mobil bagian belakang di bukak.
"Jadi ibu Fitri mau duduk di mana?"
"Di depan, aku mau duduk di samping bangku supir."
"Baiklah, silahkan masuk buk." Rendy menutup pintu mobil bagian belakang setelah itu dia melangkah kan kaki nya maju, dia membuka pintu mobil yang berada di bagian depan. Dia mempersilahkan Fitri untuk masuk ke dalam mobil tersebut.
"Iya." Fitri masuk kedalam mobil, dia mendudukkan pantat nya di kursi yang berada di samping supir.
Zainel menutup pintu mobil lalu dia berjalan memutar. Zainel membuka pintu mobil lalu dia masuk ke dalam mobil. Dia duduk di kursi pengemudi mobil itu.
"Kenapa gak bisa di tarik?"Fitri berpura-pura tidak bisa menarik safety belt.
"Sini biar aku saja." Zainel memiringkan tubuh nya lalu dia mendekat tubuh ke arah tubuh Fitri.
Deg Deg Deg
Jantung Fitri berdekat begitu kencang saat Zainel sudah berada di dekatnya dengan posisi yang cukup intim. Zainel menarik safety belt yang berada di samping Fitri setelah itu Zainel memasang safety belt tersebut.
Zainel memutar tubuhnya hingga posisi sudah menghadap depan. Zainel menarik safety belt lalu dia memasang safety belt. Zainel menyalakan mobil merek honda Jazz tersebut.
"Kenapa belum jalan?" Fitri menoleh ke arah Zainel yang belum melajukan mobil miliki nya.
"Sebentar aku berdoa dulu." Setelah mengatakan itu Zainel membaca doa sebelum pergi. Selesai membaca doa Zainel melajukan mobil honda Jazz dengan kecepatan standar.
"Ternyata kamu bisa mengendarai mobil." Fitri menoleh ke arah samping melihat Zainel yang sedang mengendarai mobil honda Jazz dengan kecepatan standar.
__ADS_1
Zainel hanya mengangguk kepalanya pelan-pelan dia terus foku melihat ke arah depan sambil menyetir mobil.
...~ Bersambung ~...