PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Jangan Duduk Di Sini


__ADS_3

"Sekarang udah Agustus gimana hati mu, udah merdeka atau masih berjuang?"


Menunggu itu membosankan, apalagi kalau menunggu sesuatu yang tidak pasti butuh keyakinan besar untuk menunggu sesuatu yang tidak pasti.Sepuluh menit sudah berlalu Zainel sudah merasa bosan menunggu Tary yang belum juga terlihat batang hidungnya yang pesek itu.


Zainel melihat ke arah lengannya ternyata ada nyamuk yang sedang menempel di lengannya. Zainel menepuk nyamuk yang sedang berada di lengannya. Nyamuk tersebut terkena tepukan tangan Zainel sehingga mati.


Aduh nih nyamuk


Zainel merasa di gigit nyamuk pada bagian betis sehingga di menundukkan kepala melihat ke arah betisnya ternyata banyak nyamuk yang menempel di betisnya. Zainel menepuk nyamuk yang berada di betisnya hanya seorang nyamuk yang terkena tepukan tangannya pada bagian betis. Nyamuk yang lain sudah keburu terbang saat di tepuk oleh Zainel.


Zainel sedang menepuk nyamuk yang sedang berterbangan di depannya dengan kedua tangannya, sehingga menimbulkan bunyi.


Prok............ Prok


Ah gatal banget nih


Zainel merasa gatal pada bagian betis nya yang terkena gigitan nyamuk. Zainel mengaruk-ngaruk bagian betis yang terasa gatal akibat gigit nyamuk dengan menggunakan jari-jari tangan nya.


Ah gak tahan aku kalau kayak gini


Zainel merasa tidak tahan walaupun sudah di garuk bekas gigitan nyamuk tersebut, malah terasa makin gatal.


Ah sebaiknya aku kasih minyak kayu putih


Zainel berdiri dari bangku kayu tersebut lalu dia membukak pintu rumahnya. Zainel sudah berada di dalam kamarnya, dia melihat baby Jane masih tertidur pulas lalu dia berjalan mendekati tempat tidurnya. Zainel sudah berdiri di samping tempat tidur lalu dia melihat ke arah nakas yang berada di samping tempat tidur.


Aduh dimana minyak kayu putih


Coba aku cari di atas tempat tidur


Zainel mencoba mencari minyak kayu putih di atas tempat tidur tetapi dia tidak menemukan minyak kayu putih.


Aku belum coba cari di bawah bantal


Zainel mencari minyak kayu putih di bawah bantal.


Nah ini dia yang aku cari


Zainel menemukan minyak kayu putih yang berada di bawah bantal. Dia mengambil minyak kayu putih lalu dia membuka tutup botol minyak kayu putih, dia menuangkan minyak kayu putih ke telapak tangan nya lalu dia mengoleskan minyak kayu putih di betis nya yang terkena gigitan nyamuk.


Zainel kembali duduk di bangku kayu yang ada di terasnya. Zainel kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Tary lagi-lagi sama panggil telpon dari Zainel tidak di angkat oleh Tary.


Kenapa panggil telpon dari aku tidak di angkat?


Atau jangan jangan Ry lagi


Sementara Tary yang sedang berada di warung bakso.


"Uhuk uhuk uhuk." Tary tersedak karena Zainel terus saja membicarakan dia.


"Nih minum dulu." Seorang yang duduk di hadapan Tary menyodorkan segelas teh es di samping mangkok bakso.


Tary meminum teh es yang berada gelas tersebut dengan menggunakan sedotan, setelah itu Tary tidak tersedak lagi.

__ADS_1


"Maka nya kalau makan tuh pelan, lagian gak ada juga yang mau merebut makan kamu."


"Aku udah pelan makan nya. Ini pasti ada yang lagi ngomongin aku." Tary merasa tersedak karena sedang di omongin oleh seorang.


"Memangnya siapa yang ngomongin kamu?"


Tiba-tiba saja bayangan wajah Zainel terlintas dalam pikiran Tary.


"Zainel." Lirih Ry.


"Apa?" Si orang yang duduk di bangku yang berada di hadapan nya tidak mendengar ucapan Tary .


"Apanya yang apa?"


"Kamu ngomong apa sebelum nya? aku gak kedengaran nih."


"Aku gak ngomong apa-apa."


"Ya udah habiskan makanan kamu, baru kita ngobrol."


Satu jam sudah berlalu sekarang posisi Zainel sudah berganti yaitu sedang berjalan mondar mandir di depan teras rumah kontrakan mama Tary.


Udah satu jam lebih Ry kok belum pulang sih


Zainel berbicara sambil mondar-mandir seperti setrikaan. Zainel mendengar suara motor melaju ke arah rumah kontrak. Zainel ke arah jalan komplek perumahan yang berada di depan rumah kontrakan. Zainel melihat motor sport yang dia kenali melaju mendekati nya.


"Berhenti." Zainel berdiri di tengah jalan komplek perumahan sambil meminta si pengendara motor untuk menghentikan motor nya.


Si pengendara motor melihat Zainel berdiri di tengah jalan komplek perumahan dia menginjak rem motor nya.


"Kamu ngapain berdiri di tengah jalan?" Motor tersebut berhenti sekitar 30 cm dari tubuh Zainel.


"Kamu darimana malam-malam kayak gini?" Zainel berbicara sambil menatap tajam ke arah si pengendara motor tersebut.


"Ketemuan sama teman, emangnya kenapa?"


"Teman kamu cewek apa cowok?" Zainel penasaran.


"Kalau cewek kenapa? kalau cowok kenapa?"


"Kalau cewek alhamdulillah, kalau cowok astagfirullah."


"Lah kenapa begitu?"


"Kalau cewek aku merasa bersyukur, kalau cowok berarti aku punya Rival. Jadi teman kamu cewek atau cowok?"


"Cewek."


"Alhamdulillah, aku senang dengarnya Ry." Zainel tersenyum setelah mengetahui bahwa teman Tary itu perempuan.


"Apa kamu mau aku kenalin sama dia?"


"Tidak." Zainel langsung menolak dengan tegas.

__ADS_1


"Kenapa tidak mau?"


"Pokoknya aku gak mau aja."


"Alasannya apa?"


"Kalau nantik teman kamu suka sama aku gimana?"


"Ya gak apa-apalah kalau dia suka ama kamu, lagian itu hal yang wajar kalau seorang cewek suka ama cowok. Nah gak akan wajar itu kalau cewek suka sama cewek alias jeruk makan jeruk."


"Ah, kamu benar-benar gak mikirin perasaan aku." Zainel merasa frustasi mendengar ucapan Tary, Zainel mencambak rambutnya.


"Ya udah kalau kamu gak mau kenalan sama dia, aku gak maksa." Melihat Zainel frustasi akhirnya Tary tidak mau memaksa Zainel.


Malam minggu tepat pukul 20.00 wib di cafe X, Zainel sudah duduk seorang diri di sebuah bangku sambil menunggu kedatangan Fitri. Zainel terus melihat ke arah pintu cafe beberapa pasangan kekasih berjalan sambil bergandengan tangan berjalan masuk melewati pintu cafe tersebut.


Sebuah mobil honda Jazz berwarna putih melaju ke arah parkiran roda empat. Setelah mobil honda Jazz berwarna putih terpakir di parkiran khusus roda empat. Si pengemudi mobil melepaskan safety belt, lalu dia melihat kearah kaca yang berada di dalam mobilnya.


Kaca coba katakan padaku siapa perempuan yang cantik di sini?


Fitri


Fitri berbicara sambil menatap ke arah kaca yang berada di dalam mobil nya.


Sebaiknya aku turun ini sudah lewat lima menit


Fitri melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Fitri membuka pintu mobilnya lalu dia berjalan keluar dari mobil sambil membawa tas merek H. Fitri sudah berada di luar lalu dia menutup kembali mobilnya. Fitri menekan tombol untuk mengunci mobilnya.


Tak.......... Tak


Terdengar langkah kaki Fitri yang memakai high heels berjalan melewati pintu cafe. Fitri memakai dres berwarna merah maroon dengan belahan dress di bagian depan di atas pahanya.



Saat Fitri berjalan melewati pintu cafe beberapa pengujung melihat ke arah Fitri.Para pengunjung laki-laki menikmati pemandangan indah yaitu paha mulus Fitri. Zainel yang melihat Fitri berjalan mendekati ke arahnya.


"Astagfirullah." Zainel segera membuang wajah menoleh ke arah lain, Zainel takut dosa melihat pakaian yang di kenakan oleh Fitri.


"Apa kamu sendirian aja?" Fitri sudah berdiri di depan meja Zainel.


"Tidak."


"Kamu sama siapa?"


"Kamu silahkan duduk dulu."


"Baiklah." Fitri menarik kursi yang berada di samping Zainel, dia hendak duduk di sana.


"Kamu jangan duduk di sini." Zainel melarang Fitri menduduki bangku di sampingnya.


"Kenapa aku tidak boleh duduk di samping kamu?"


"Karena itu tempat duduk."

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2