PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Malam Minggu


__ADS_3

"Jaga baik-baik seorang yang kamu miliki sekarang, siapa tau dia seseorang yang ingin di miliki banyak orang."


Mendengar suara adzan berkumandang dari mesjid yang letaknya berdekatan dari rumah kontrakan Zainel. Zainel bergegas berjalan ke arah kamar mandi, ketika Zainel sudah berada di dalam kamar mandi dia memutuskan untuk mandi.


Setelah mandi Zainel mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamar mandi. Zainel mengerikan seluruh tubuhnya dengan mengunakan handuk, setelah tubuh Zainel kering baru lah dia melilitkan handuk di pinggang nya.


Setelah selesai melaksanakan shalat dzuhur di dalam kamarnya, Zainel melepaskan kain sarung yang dikenakan sehingga yang tersisa celana boxser. Zainel melipat kain sarung dan sajadah setelah itu di meletakkan di atas meja dengan peci berada di atas sajadah dan kain sarung.


Zainel melihat baby Jane masih tertidur pulas di atas tempat tidur, sehingga ikut naik ke atas tempat tidur. Zainel membaringkan tubuhnya di samping baby Jane. Zainel mengambil ponsel yang berada di samping bantal, dia kembali mencoba menghubungi nomor ponsel Tary lagi-lagi panggil telponnya tidak di jawab oleh Tary.


Sore harinya Zainel dan baby Jane masih tertidur dengan lelap di atas tempat tidur. Pintu rumah kontrakan Zainel di gedor oleh seseorang, Sehingga menimbulkan suara berisik mendengar suara berisik membuat Zainel terbangun dari tidurnya.


Zainel beranjak turun dari tempat tidur lalu dia berjalan keluar dari kamar. Zainel sudah berdiri di depan pintu rumah kontrakan, dia memutar kunci rumah sehingga pintu rumah tidak terkunci lagi setelah itu Zainel membuka pintu rumahnya.


Ceklek............ Ceklek


"Baby Jane mana?"


"Hah." Zainel mengucek kedua matanya dengan telapak tangan.


"Lah, kok cuma hah aja sih. Jawab pertanyaan aku baby Jane." Seorang yang berdiri di depan pintu rumah Zainel terus saja berbicara ngerocos.


"Ini benaran kamu Ry?"Zainel melihat seorang yang berdiri di hadapannya itu ialah Tary.


"Benar ini aku, memangnya siapa lagi?" Tary berbicara dengan nada ketus kepada Zainel.


"Apa aku sedang bermimpi?" Zainel baru bangun tidur sehingga dia tidak mempercayai bahwa yang berada di hadapannya itu memang lah Tary.


"Tidak,gimana percayakan kalau ini nyata?" Mengetahui bahwa Zainel meragukan bahwa Tary itu nyata sehingga Tary pun menginjak kaki Zainel.


"Aduh kakiku kakiku." Zainel merasa kesakitan saat sebelah kakinya di injak oleh Tary, setelah itu barulah dia sadar bahwa itu nyata.


"Nah sakitkan, berarti kamu tidak bermimpi." Tary melengos melewati Zainel yang berada di depan pintu.


Sesampainya di dalam kamar Zainel, Tary melihat baby Jane masih tertidur pulas. Tary naik ke atas tempat tidur Zainel.


"Baby Jane bangun ini sudah sore." Tary menciumi pipi gembul baby Jane sambil membangunkan baby Jane dari tidurnya.


Baby Jane mulai membuka kedua kelopak matanya, saat kedua kelopak matanya terbuka dia melihat wajah Tary yang sedang mencium pipinya yang gembol.


"Mama mama mama."Baby Jane mengenali wajah Tary sehingga saat melihat wajah Tary dia langsung menyebut mama kepada Tary.


"Baby Jane." Mendengar baby Jane memanggil dirinya mama maka Tary menghujani seluruh wajah baby Jane dengan ciuman.


"Kamu kenapa aja?" Zainel berdiri di depan pintu kamar sambil melipat kedua tangannya di perut.

__ADS_1


"Kamu mau tahu aja atau mau tahu banget?" Tary berbicara tanpa menoleh ke arah Zainel.


"Asal kamu tahu dari tadi baby Jane manggil mama nya terus, dia nyariin kamu."


"Baby Jane atau kamu yang nyariin aku?" Tary turun dari tempat di tidur sambil mengendong baby Jane.


"Baby Jane lah."


"Papa papa papa." Baby menyebut papa dengan celotehan bayi.


"Jadi yang benar mana nih?" Tary terkekeh mendengar mereka menyebut satu sama lain.


"Kita tadi nyariin kamu. Memang kamu pergi kemana tadi?" Zainel masih penasaran ingin mengetahui Tary pergi kemana.


"Hayo ada apa kamu cariin aku?." Tary berjalan sambil mengendong baby Jane menghampiri Zainel.


"Itu_____."


"Itu apa?"


"Hm." Zainel memegang tengkuk kepala nya.


"Heleh bilang aja kalau kamu kangen sama aku. "


"Idih siapa lagi yang kangen sama kamu, gak usah kepedean jadi cewek." Zainel berbicara sambil membuang wajahnya.


"Astagfirullah hari ini aku shift malam Ry." Zainel tersadar bahwa hari ini dia shift malam sehingga dia segera membalikkan badan berjalan ke kamar mandi.


Hari terus saja berlalu begitu cepat sehingga tidak terasa sudah sebulan berlalu. Zainel baru saja selesai melaksanakan shalat magrib berjamaah di mesjid berjalan pulang ke rumah Tary.


Zainel mengucapkan salam terlebih dahulu baru lah dia masuk ke dalam rumah Tary. Saat Zainel sudah tiba di ruangan tamu dia melihat baby Jane sedang tengkurap di atas kasur lantai.


"Wah, anak papa udah bisa tengkurap." Zainel duduk di hadapan baby Jane yang sedang tengkurap.


"Papa papa papa." Baby Jane melihat ke arah Zainel lalu dia menyebut papa kepada Zainel.


"Baby Jane kok sendirian, mama mana?" Zainel celingak-celinguk melihat ke segala arah diruangan keluarga tapi dia tidak menemukan keberadaan Tary.


"Num num num." Baby Jane merasa haus sehingga meminta minum susu.


"Anak papa haus, tunggu di sini papa buat susu dulu." Zainel bangun dari tempat duduk lalu dia berjalan meninggalkan baby Jane sendirian.


Tary baru selesai melaksanakan shalat magrib mendengar tangisan baby Jane.


Hoek

__ADS_1


Hoek


Hoek


Tary mengangkat kain sarung lalu dia berlari ke arah ruangan tamu. Sesampainya Tary di ruangan keluarga dia melihat baby Jane sedang menangis dengan posisi tengkurep.


"Sudah sudah jangan nangis ini tante." Tary mengendong baby Jane. Setelah di gendong Tary bukannya tangisan baby Jane meredah tetapi semakin keras.


Zainel mempercepat langkah kakinya sambil memegang botol dodot di tangan kanannya. Saat Zainel sudah tiba di ruangan keluarga dia mendapati Tary memakai mukenah berwarna putih sedang mengendong baby Jane.


"Sini baby Jane sama aku aja." Zainel sudah tiba di hadapan Tary langsung mengambil baby Jadi dari gendongan Tary.


"Eh kamu." Tary terkejut melihat Zainel mengambil baby Jane dari gendongannya.


"Sebaiknya kamu buka mukenah itu."Ketika baby Jane sudah berada di dalam gendong Zainel dia langsung berhenti menangis.


"Lah, kenapa aku harus buka mukenah?"


"Gara-gara kamu pakai mukenah baby Jane ketakutan maka nya suara tangisan bertambah keras.".


" Nih udah aku lepas mukenah." Tary melepaskan mukenah di hadapan Zainel.


"Sana ganti pakaian." Zainel melihat Tary mengunakan baju piayama motif keropi, dia menyuruh Tary menganti pakaian.


"Gak ah ini aja." Tary menolak menganti pakaian nya.


"Kamu mau ganti sendiri atau aku bantu ganti pakaian kamu." Zainel mengacam Tary.


"Iya iya aku ganti sendiri pakaiannya." Mendengar ancaman Zainel membuat nyali Tary menciut sehingga dia menuruti ucapan Zainel.


Mereka sudah berada di atas motor yang Zainel kendarai. Zainel melajukan motor yang di kendarai nya di jalan raya. Zainel melihat banyak kendaraan yang berada di jalan raya.


"Kenapa malam ini di jalan raya ramai?".


"Apa kamu tahu ini malam apa?"


"Emangnya ini malam apa?" Zainel yang tidak tahu malah balik bertanya Tary.


"Masak kamu gak tahu sih ini malam apa?"


"Gak tahu , maka nya aku nanya ke kamu ini malam apa?"


"Ini malam minggu."


"Pantas di jalan raya ramai."

__ADS_1


"Iyalah kan malam minggu, pada pergi ngapelin pacarnya."


...~ Bersambung ~...


__ADS_2