PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Hah Itu Aku


__ADS_3

"Pasang bendera 17 Agustus, sudah.Sekarang tinggal cari pasangan saja yang belum."


Fitri melihat seorang pelayan yang berjalan ke arahnya. Fitri menghampiri si pelayan tersebut.


"Hei." Fitri berdiri di hadapan si pelayan.


"Ada yang bisa saya bantu kak?" Si pelayan berhenti berjalan lalu dia menatap wajah Fitri.


"Ada."


"Apa itu kak?"


"Sini mendekat lah."


"Baiklah kak." Si pelayan berdiri mendekati Fitri.


Fitri membisikkan sesuatu ke telinga si pelayan tersebut.


"Ingat jangan sampai ada yang tahu ini yang tutup mulut buat kamu." Fitri memasukkan selembar uang kertas di saku baju si pelayan tersebut.


"Aman itu, terimakasih kak." Si pelayan mengangguk kepalanya.


Fitri sudah kembali duduk di kursi nya semula, seorang pelayan datang membawa pesanan makan dan minum yang mereka pesan. Si pelayan meletakkan makanan dan minuman di atas meja setelah itu si pelayan meninggalkan tempat tersebut.



"Ry aku suapin ya."Zainel menawarkan diri untuk menyuapi Ry.


"Iya Zaza." Tary menanggukan kepalanya sambil tersenyum.


"Sebelum makan Ry baca doa dulu." Zainel mengingatkan Tary untuk membaca doa terlebih dahulu sebelum makan.


"Allahumma baarik lanaa fiimaa rozaqtanaa wa qinaa 'adzaa bannaar." Tary menadahkan kedua telapak tangannya setelah itu Tary membacakan doa sebelum makan.


"Buka mulutnya. " Zainel menyendok nagor dari dalam piring.


"Iya." Tary menurunkan telapak tangannya lalu dia membuka mulut nya


"Aaakk." Zainel menyuapi nasgor ke dalam mulut Tary.


Nagor tersebut masuk ke dalam mulut Tary lalu Tary mengunyah nasgor yang berada dalam mulut nya.


"Cih seperti bocil aja makan di suapin."Fitri geram melihat Zainel menyuapi makanan kepada Tary.


Zainel dan Tary tidak mengubris ucapan Fitri, Zainel kembali menyuapi nasgor kepada Tary, Tary menerima suapan Zainel dengan senang hati.


"Ini minum dulu. " Zainel mengeser gelas berisi jus naga di depan Tary.


"Iya." Setelah memakan nasgor yang di suapin oleh Zainel, Tary meminum jus buah naga yang berada di atas meja di hadapannya.


"Zai, kamu cobain kentang nya." Fitri mengambil kentang goreng dari piring lalu dia hendak menyuapi kentang goreng kepada Zainel.


"Tidak Fit." Zainel menolak.


"Ayolah cobain kentang goreng nya, ini enak." Fitri membujuk Zainel untuk memakan kentang goreng yang di suapin.


"Tidak, buat kamu saja." Lagi-lagi Zainel menolak kentang goreng yang mau di suapin oleh Fitri.

__ADS_1


"Ya kok gitu sih." Raut wajah Fitri berubah jadi kecewa karena Zainel menolak kentang goreng yang di suapin.


Tary yang melihat perubahan pada raut wajah Fitri merasa tidak tega akhirnya dia mendekat mulutnya ke arah kentang goreng yang di suapi oleh Fitri. Tary memasukkan kentang goreng ke dalam mulutnya.


"Hei, kenapa kamu makan?" Fitri geram melihat Tary memakan kentang goreng yang dia suap untuk Zainel.


"Ry mewakili Zaza memakan kentang gorengnya." Tary memakan kentang goreng yang ada di dalam mulutnya setelah itu baru dia berbicara sambil cengegesan kepada Fitri.


"Cih bilang aja kalau kamu doyan gak usah pakai alasan itu." Fitri menatap Tary dengan jengah. Kamu lihat saja sebentar lagi kamu akan mempermalukan diri kamu dihadapan pengunjung cafe ini batin Fitri.


"Hehehe, kamu tahu aja aja." Kekeh Tary.


"Cih dasar gak tahu malu." Cibir Fitri.


"Zaza mau nasgor?" Tary melirik ke arah Zaza tanpa memperdulikan cibiran Fitri.


"Mau asal di suapin ama Ry." Sambil tersenyum menampakkan gigi yang berbaris rapi dan putih.


"Dengan senang hati Ry suapin Zaza." Tary menyendok nasgor yang berada dalam piring.


Zainel membaca doa sebelum makan terlebih dahulu baru setelah itu dia membuka mulutnya ketika Tary menyuapi nasgor ke arah Zainel. Fitri yang melihat Zainel menerima suapan nasgor dari Tary, seketika itu wajahnya berubah menjadi merah padam. Seolah-olah di kepala Fitri seperti mengeluarkan asap karena dia terbakar amarah melihat Tary menyuapi Zainel.


Harusnya aku yang menyuapi Zainel


Bukan si perempuan jelek gendut itu


Ah dasar perempuan jelek gendut


Berani-berani dia menyuapi Zainel di hadapan aku


Sekarang kamu boleh menang tapi sebentar lagi kamu akan malu sendiri


Fitri terus saja mengedumel di dalam hatinya sambil melihat ke arah Tary yang menyuapi Zainel.


"Ry udah."


"Kenapa udah?"


"Aku udah kenyang, sekarang gantian aku yang nyuapin kamu lagi."


"Tidak usah aku makan sendiri aja."


"Kenapa Ry gak mau aku suapin?"


"Tuh Zaza lihat sudah ada panas." Tary melirik ke arah Fitri, seakan-akan memberi kode kepada Zainel bahwa Fitri sudah panas melihat mereka yang suap-suapan.


Zaza yang paham dengan kode-kode yang Tary berikan melirik ke arah Fitri. Dia melirik ke arah Fitri sambil tersenyum mengejek. Setelah itu dia kembali melihat Tary yang sudah selesai menghabiskan nasgor yang berada di atas piring.


"Mau nambah lagi?" Tawar Zainel.


"Gak, ini aja udah kenyang." Tary memegang perutnya yang sudah kekenyangan.


Lima menit pun kemudian penyanyi telah selesai menyanyikan sebuah lagu.


"Selamat malam pengujung cafe X."


"Selamat malam juga."

__ADS_1


"Malam ini ada seorang yang mau menyumbangkan suara emasnya buat kita semua. Saya panggilkan Tary untuk maju kedepan menyumbangkan suaranya emasnya."


Tary terlihat biasa karena dia merasa bukan dia yang di panggil kedepan oleh si pembawa acara.


"Tuh nama kamu di panggil." Fitri memberikan tahu Tary bahwa nama dia di panggil.


"Bukan Ry tuh, lagian nama Tary itu pasaran." Tary merasa yakin bahwa itu bukan dia.


"Tary kenapa diam aja di situ ayo kesini?" Si pembawa acara menyuruh Tary untuk maju.


"Hah, apa Tary yang di maksud itu aku? " Tary berbicara sambil menuju dirinya sendiri.


"Iya, maka nya sana kamu maju kedepan. Atau jangan-jangan kamu itu takut maju ke depan." Fitri sengaja berbicara seperti itu.


"Ry gak takut."


"Cepat buktikan ucapan kamu." Fitri menatang Tary untuk membuktikan ucapannya.


"Baiklah." Tary berdiri dari tempat duduknya. Tary berjalan ke arah depan, sekarang dia sudah berdiri di hadapan semua pengunjung cafe X.


Si pembawa acara memberikan mikrofon kepada Tary. Semenit berlalu Tary masih berdiam diri belum bernyanyi.


"Nyanyi nyanyi nyanyi."Beberapa pengunjung cafe menyoraki Tary.


Fitri yang duduk di kursi juga ikutan menyoraki Tary, dia merasa menang karena sudah berhasil mempermalukan Tary dengan di soraki oleh beberapa pengujung cafe.


"Woi, ngapain di situ?"


"Mau cosplay jadi patung."


"Cepatan nyanyi jangan diam bae."


"Bukannya saya gak mau nyanyi, tapi kata mama saya lebih baik saya diam dari pada bernyanyi." AkhirnyA a Tary angkat bicara.


"Heleh, gak usah ngeles."


"Nyanyi nyanyi nyanyi."


Zainel yang melihat Tary terus di pojoki oleh beberapa pengunjung sehingga dia berdiri dari tempat duduk nya. Zainel berjalan kearah Tary, sesampainya dia samping Tary.


"Saya yang akan bernyanyi mengantikan dia." Zainel mengambil mikrofon dari tangan Tary lalu dia berbicara mengunakan mikrofon.


"Tidak bisa seperti itu." Salah satu pengunjung cafe berbicara.


"Apa yang kalian inginkan?"


"Kalian berduet."


"Baiklah." Zainel menyetujuinya.


"Tapi Zaza." Tary ragu karena suaranya yang cempreng.


"Gak apa-apa kan ada aku." Zainel meraih jari jemari Tary lalu dia mengengam jari jemari Tary, melalui genggam tangan nya Zainel memberikan kekuatan kepada Tary untuk percaya kepada dirinya.


"Kita mau nyanyi lagu apa?"


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2