PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Tuan Muda


__ADS_3

"Mantan adalah masa lalu, jodoh adalah masa depan dan jomblo adalah masalah mu sendiri."


"Cepat katakan, apa?"


"Nantik kalau koko Sam sudah pulang, tolong kasih tahu koko Sam menghubungi nomor ini."Setelah Zainel mengatakan itu sambung telponnya terputus.


"Ya sudah terputus." Lirih Zainel, sambil menjauhkan ponsel dari telinganya.


"Gimana?" Tary menatap wajah Zainel.


"Apanya?" Zainel yang tidak mengerti dengan ucapan Tary akhirnya bertanya balik kepada Tary.


"Apa Zaza udah bicara sama koko Sam?"


"Belum."


"Terus tadi itu siapa?"


"Gak tahu."


"Terus dia ngomong apa?"


"Dia nanya nama aku lalu aku menyebutkan namaku, saat aku tanya keberadaan koko Sam dia bilang sedang pergi keluar. Aku menitipkan pesan kepada dia kalau koko Sam sudah pulang suruh hubungi nomor telpon aku."


"Terus apa kata dia?"


"Setelah aku selesai ngomong, dia putuskan panggil telpon nya.


"Ya sudah Zaza tunggu aja, mudahan nantik koko Sam nelpon."


"Aamiin, terus kalau dia gak nelpon aku gimana?"


"Zaza telpon lagi saja koko Sam." Tary menguap.


"Ry udah ngantuk?"


"Udah." Ry kembali menguap lagi.

__ADS_1


"Kalau gitu aku pulang." Zainel berdiri dari tempat duduk nya.


"Iya." Tary juga melakukan hal yang sama seperti Zainel berdiri dari tempat duduk nya. Tary berjalan ke arah pintu rumahnya.


"Ry tunggu dulu ." Zainel melihat ke arah punggung badan Tary.


"Apa lagi Zaza? aku udah ngatuk nih."Tary berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya sambil berguman.


"Good night, have a nice dream Ry."


"Good night, have a nice dream too."


"Jangan lupa mimpi aku ya." Setelah mengatakan itu di jalan terburu-buru takut di amuk oleh Tary.


"Ah tuh anak benar-benar ngeselin deh."Tary melihat punggung Zainel yang sudah menjauh.


Setelah punggung Zainel tidak terlihat lagi barulah Tary membalikkan badan berjalan melewati pintu rumah nya. Tary menutup pintu rumah nya lalu dia mengunci pintu rumahnya. Setelah mengosok gigi, mencuci tangan dan kaki Tary berjalan ke arah kamar.


Tary sudah berada di samping tempat tidur dia naik ke atas tempat tidur lalu dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Tary memiringkan tubuhnya sambil melihat baby Jane.


Tary mengecup pipi gembul baby Jane, melihat baby Jane tertidur pulas dengan pipi gembul nya membuat Tary jadi gemas.


"Kenapa semakin hari wajah baby Jane jadi semakin mirip dengan aku?" Tary membelai pipi gembul baby Jane begitu mirip dengan dirinya.


"Pantas saja setiap orang yang bertemu dengan aku saat mengendong baby Jane pasti mereka bilang anaknya mirip sama mamanya."


Tary mengelus pucuk kepala baby Jane, Tary menguap lalu terdengar ponsel berbunyi. Tary mengambil ponsel yang berada di nakas.


💌"Assalamu'alaikum, udh tidur Ry?"


💌"Walaikumsalam, belum. Kenapa Zaza?"


💌"Jangan lupa baca doa sebelum tidur."


💌"Iya ini Ry mau baca doa sebelum tidur, udah dulu.


💌"Jangan lupa mimpiin aku Ry."

__ADS_1


Mereka sudah berdiri di depan pintu pagar rumah sebuah rumah megah.


"Kenapa kamu diam saja?"Seorang perempuan yang berdiri sambil mengendong babyi berbicara kepada si laki-laki yang berada di samping nya.


"Memang aku harus ngapain?"


"Sini biar aku aja yang menekan tombol bel nya."


Si perempuan tersebut menekan tombol bel.


Ting Tong Ting Tong


Setelah bel yang berada si pintu pagar berbunyi, seorang laki-laki yang berpakaian seragam satpam datang menghampiri mereka.


"Kalian cari siapa?" Pak Satpam melihat ke arah mereka secara bergantian.


"Kami cari pemilik rumah ini, apa mereka ada di rumah ini?"


"Ada."


"Apakah kami boleh masuk?"


"Boleh." Pak satpam mmembuka pintu pagar rumah tersebut. Pak satpam mengeser pintu gerbang tersebut.


Setelah pintu gerbang tersebut terbuka mereka berjalan masuk melewati pintu gerbang tersebut.Mereka sudah berdiri di depan pintu rumah yang mewah tersebut.


Ting Tong Tong Tong


Seorang wanita paruh paruh baya yang berada dalam rumah mewah tersebut mendengar bunyi bel. Si wanita paruh baya tersebut berjalan menghampiri pintu rumah tersebut. Si wanita paruh baya sudah sudah berdiri di depan pintu rumah.


Ceklek ceklek ceklek


Saat pintu rumah mewah tersebut terbuka si wanita paruh baya tersebut melihat ke arah pintu rumah tersebut.


"Tuan muda."


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2