
"Pesan ibu untuk anak laki-laki nya: Cinta tidak bisa di makan, kamu harus bekerja keras agar orang yang kamu cinta bisa makan."
"Sudah-sudah kalian berdua jangan ribut, aku mau mandi dulu."Zainel membalikkan badan lalu dia berjalan meninggalkan mereka.
"Hei, kamu mau kemana?"Melihat Fitri melangkah kaki ke arah pintu rumah kontrak Zainel.
"Bukan urusanmu."Fitri berjalan melewati pintu rumah kontrakan Zainel.
"Kamu tidak boleh masuk ke dalam rumah itu." Tary memcekal pergelangan tangan Fitri.
"Memang nya kamu siapa? melarang aku buat masuk ke dalam rumah Zai."Fitri berhenti melangkah kakinya lalu dia membalikkan badan, Fitri menatap Tary dengan tatapan nyalang.
"Aku anak pemilik kontrakan ini, peraturan di kostsan sini perempuan di larang masuk ke kosan laki-laki."Mendapat tatapan nyalang Dr Fitri tidak membuat Tary merasa takut.
Hoek
Hoek
Hoek
Mendengar suara tangisan baby Jane Tary melepaskan cekalan tangannya dari pada Fitri.Tary berjalan melengos melewati Fitri begitu saja.Tary berjalan terburu-buru menuju ke arga kamar Zainel.Sesampainya Tary di dalam kamar Zainel, Tary mengangkat tubuh baby Jane.
"Sudah sudah baby Jane jangan lagi." Tary mengendong sambil mengusap-ngusap punggung baby Jane dengan sebelah tangan nya.
"Mama mama mama."Baby Jane berhenti menangis, baby Jane yang menyadari di gendong oleh Tary lalu dia menyebut Tary seperti biasa yaitu mama dengan suara khas bayi.
"Ayo kita keluar!"Tary mengendong baby Jane sambil berjalan keluar dari kamar.
Tary sudah berada di ruangan tamu dia berpapasan dengan Fitri.
"Itu bayi siapa?"
Tary terus saja berjalan sambil mengendong baby Jane, Tary mengabaikan pertanyaan Fitri. Fitri yang melihat hal itu menjadi penasaran, dia membalikkan badan lalu dia menyusul Tary yang sudah berjalan pergi meninggalkan dia.
Sesampainya Fitri di teras rumah, dia melihat punggung badan Tary sudah berjalan menuju ke arah rumahnya.Zainel keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggang nya.Melihat pintu kamarnya sudah terbuka Zainel masuk ke dalam kamar.
Zainel sudah berada di dalam kamar, dia menoleh ke arah tempat tidur. Dia tidak mendapati baby Jane berada di atas tempat tidur.
Pasti Ry sudah membawak baby Jane ke rumahnya
Tidak membutuhkan waktu lama Zainel sudah memakai baju kemeja berwarna coklat polos dan celana panjang berbahan kain berwarna hitam. Zainel berdiri di depan cermin sambil mengoleskan gel minyak rambut pada rambut nya.
Setelah itu Zainel menyisir rambut dengan menggunakan sisir sambil menatap ke arah cermin.Zainel berhenti menyisir rambutnya karena sudah terlihat rapi lalu Zainel menyemprot parfum keseluruhan pakaian nya.
Mereka sudah tiba di lobby hotel S, mereka di sambut oleh resepsionis hotel.
"Selamat pagi pak ibuk."
"Pagi juga."Zainel berhenti berjalan, dia membalas sapaan resepsionis sambil menoleh ke arah mereka.
Fitri terus berjalan tanpa membalas sapaan resepsionis.Zainel kembali berjalan menyusul Fitri yang sudah jauh meninggalkan dia.Zainel mempercepat langkah kakinya agar bisa menyusul Fitri.
"Ibuk mau kemana?"Melihat Fitri berjalan berlawanan arah ke ruangannya sehingga Zainel bertanya.
"Restaurant."Fitri berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya.
"Kalau begitu saya permisi mau keruangan dulu."Zainel pamit kepada Fitri, saat dia hendak melangkah pergi.
"Kamu ikut saya restaurant."
"Tapi ____."
__ADS_1
"Tidak ada tapi-tapian,kamu ikut saya ke restauran ini perintah."Belum sempat Zainel berbicara tapi sudah di potong oleh Fitri, dia berbicara dengan nada tegas kepada Zainel.
Mereka sudah duduk di kursi yang berada di dalam restaurant hotel S.
"Bayi siapa yang di gendong pacar kamu?"Rasa penasaran yang menyelimuti Fitri tidak dapat di bendung lagi sehingga Fitri bertanya langsung kepada Zainel.
"Ya bayi oranglah."
"Maksud saya bayi itu anak siapa?"
"Anak saya." Zainel berbicara dengan santai tanpa sedikit beban kepada Fitri.
Jedaarr Jedaarr Jedaarr
Fitri terkejut mendengar pengakuan Zainel yang mengatakan bayi yang di gendong Tary merupakan anaknya.
"Apa benar bayi itu anak kamu?"Fitri masih ragu sehingga, dia kembali bertanya lagi untuk memastikan kebenarannya.
"Benar buk."
"Lalu siapa ibu bayi itu?"
"Tary."
"Jangan bilang kalau kalian itu punya anak di luar nikah." Fitri menatap wajah Zainel.
"Bukan begitu."
"Lalu apa?"
"Permisi ini makanan dan minumannya ibuk."Seorang pelayanan sudah berdiri di depan meja dengan membawa sebuah nampan yang berisi makanan dan minuman.
"Baiklah buk."Si pelayan meletakkan makan dan minuman di atas meja.
"Kenapa kamu masih berdiri di situ?"Fitri melihat si pelayan masih berdiri di depan meja.
"Apa ada lagi ingin ibuk pesan?"
"Tidak ada."
"Kalau begitu selamat menikmati makanan dan minuman, saya permisi dulu."Si pelayanan berpamitan lalu dia beranjak pergi dari tempat tersebut.
"Kenapa kamu diam? mari lanjutkan lagi obrolan kita yang tadi."Melihat Zaniel diam maka Fitri meminta Zainel untuk melanjutkan obrolan.
"Sebaiknya ibuk sarapan dulu nantik kita lanjutkan lagi obrolan nya."
"Baiklah."
Tidak terasa matahari sudah beranjak terbenam Zainel baru saja menyelesaikan semua pekerjaan. Zainel menyimpan semua file yang dia kerjakan terlebih dahulu, setelah itu dia mematikan komputer. Zainel merapikan meja kerja menyusun file-file yang berada di atas meja.
Setelah semua rapi Zainel melirik ke arah jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya.Jarum jam tangan sudah menunjukkan pukul 17.00 wib.Tetapi Fitri belum juga keluar dari ruangan nya.
Zainel mengeluarkan ponsel dari saku celananya, Saat Zainel melihat layar ponsel dia tidak melihat ada satu pun chat dari Tary.Wajah Zainel berubah menjadi tidak bersemangat.
Tumben Ry gak chat aku
Jangan Jangan Jangan
Mendingan aku chat Ry
💌"Assalamu'alaikum Ry."
__ADS_1
💌"Ry lagi ngapain?"
💌"Apa baby Jane sudah mandi?"
💌"Baby Jane lagi ngapain?"
💌"Kamu pengen apa?"
💌"Biar aku belikan."
Zainel mengirim chat ke nomor ponsel Ry, chat yang Zainel kirim hanya bercentang satu.
Kenapa Ry belum baca chatku?
Pasti dia marah padaku
Makanya hari ini dia tidak mengirim satu pun chat kepadaku
Padahal biasanya dia pasti mengirim chat padaku
Walaupun hanya sekedar mengingatkan aku makan
Rasanya aku ingin segera pulang menemui Tary
Pintu ruangan terbuka Fitri berjalan keluar sambil membawa tas mereka H di tangan kanannya. Saat Fitri melewati meja kerja Zainel, dia melihat Zainel sedang menompang dagunya dengan telapak tangan di atas meja kerja.
"Kamu sedang apa?" Fitri berhenti berjalan dia berdiri di depan meja kerja Zainel.
"Tidak sedang apa-apa buk."Zainel tersadar dalam lamunan nya.
"Apa kamu tidak mau pulang?"
"Apa saya sudah boleh pulang buk?"
"Sudah, tapi kalau kamu mau di sini juga tidak apa-apa."Setelah mengatakan itu Fitri beranjak pergi dari tempat nya.
"Saya juga mau pulang buk."Zainel berdiri dari tempat duduk nya.
Zainel sudah tiba di halaman rumah Tary lalu dia turun dari motor.
"Terimakasih Yud."
"Kembali kasih, aku pulang dulu." Yudi melakukan motor nya.
Saat Zainel berjalan menuju ke arah rumah Tary dia mendegar suara
Hoek
Hoek
Hoek
Hiks
Hiks
Hiks
Mendengar suara tangisan Zainel mempercepat langkah kaki. Zainel membuka pintu rumah Tary yang tidak terkunci.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1