PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Fitri Merasa Pernah Bertemu Zainel


__ADS_3

"Yang ciptain lagu Hati Senang Walaupun Tak Punya Uang itu siapa sih? enteng banget mulutnya ciptain lirik."


"Pernah di room tadi pagi ibuk." Zainel menoleh ke sehat sumber suara tersebut ternyata Fitri yang merupakan manager baru hotel S.


"Bukan itu maksud saya, tapi sebelumnya apakah kita pernah bertemu?" Fitri merasa yakin pernah bertemu sebelummya dengan Zainel.


"Tidak ibuk." Zainel menatap wajah Fitri lalu dia menggelengkan kepalanya.


"Tapi saya merasa yakin pernah bertemu dengan kamu sebelum nya." Fitri bersih keras bahwa dia pernah bertemu dengan Zainel.


"Katakan dimana tempatnya ibuk?"


"Aku lupa." Fitri mencoba mengingat tapi dia tidak bisa mengingat nya.


"Mungkin salah orang, saya merasa tidak pernah bertemu dengan ibuk sebelum kecuali tadi pagi." Zainel merasa yakin bahwa Fitri salah orang, Zainel baru pertama kali melihat Fitri di room tadi pagi.


"Tidak mungkin, saya yakin kalau kita pernah bertemu.


Pintu lift kembali terbuka Zainel sudah memegang peralatan bersih, Zainel melangkah kakinya berjalan keluar dari lift.


"Siapa nama kamu?" Fitri penasaran ingin mengetahui nama Zainel.


"Apa ibuk bisa membaca?"Zainel keluar dari lift lalu dia membalikkan badannya.


"Hah." Fitri terkejut saat mendapati pertanyaan dari Zainel.


"Coba baca ini." Zainel menujukan bagian dada disebelah kanan bajunya terdapat bordiran nama dia di sana.


"Zainel." Setelah membaca bordiran nama di baju Zainel maka pintu lift pun tertutup.


Zainel sudah pergi meninggalkan tempat tersebut sambil membawa peralatan bersih-bersih di tangannya. Zainel meletakkan peralatan bersih miliknya di dalam sebuah ruangan khusus untuk menyimpan peralatan bersih-bersih milik cleaning servis.


Saat Zainel berjalan ke arah parkir roda dua tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan memanggil namanya.


"Zainel." Si perempuan tersebut ialah Fitri, dia mempercepat langkah kaki nya agar bisa menyusul Zainel.


"Ada apa buk?" Zainel berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya, sehingga posisi mereka saling berhadapan.


"Kamu mau kemana?"


"Pulang."

__ADS_1


"Pulang kemana?"


"Kerumah."


"Kamu tidak boleh pulang kerumah." Fitri melarang Zainel untuk pulang kerumah.


"Kenapa saya tidak boleh pulang kerumah buk?"


"Karena ini belum waktunya kamu pulang kerumah."


"Saya tahu ini belum waktunya pulang kerumah buk."


"Kalau sudah tahu, kenapa kamu mau pulang ke rumah?"


"Karena saya mau makan siang di rumah buk."


"Mulai sekarang dan seterusnya kamu tidak boleh makan siang."


"Kenapa buk?"


"Mulai hari ini dan seterusnya kamu akan makan siang bbersama saya."


"Tidak ada tapi tapian, ingat saya tidak suka di bantah oleh siapapun tanpa terkecuali." Sebelum Zainel memberikan alasan Fitri sudah memotong pembicaraan Zainel.


"Baiklah ibuk." Zainel hanya menundukkan kepalanya sambil melihat ke bawah. Ingat peraturan pertama di tempat kerja bos tidak pernah salah kalau bos salah maka kembali ke peraturan batin Zainel.


"Sekarang kamu ikut aku." Fitri memerintah Zainel untuk berjalan mengikuti dia, Fitri berjalan terlebih dahulu.


Zainel masih sibuk dengan isi pikiran nya sehingga dia tidak mendengar ucapan Fitri.


Sekarang aku baru sadar kalau ternyata jadi bos itu lebih enak, bos hanya tinggal duduk manis di kursi didalam ruangannya yang beracc. Bos hanya tinggal menyuruh anak buah (bawahan) untuk mengerjakan sesuai dengan tugas mereka masing-masing.


Apabila anak buah (bawahan) tidak menyelesaikan pekerjaan tepat waktu maka bos tinggal memarahi mereka karena tidak becus bekerja. Harusnya dulu aku ikut bekerja di perusahaan Dad sehingga aku punya pengalaman kerja dan koneksi . Sehingga saat aku di usir oleh Dad aku tidak bingung seperti waktu itu. Aku tidak memiliki tempat tujuan saat di usir oleh Dad.


Saat Fitri sudah berjalan beberapa langkah, dia tidak mendengar langkah kaki Zainel sehingga dia memutuskan untuk berhenti berjalan. Fitri berhenti berjalan lalu dia membalikkan badan menoleh ke arah belakang. Fitri melihat Zainel masih berdiri di tempat yang sama.


"Hei, kamu kenapa masih berdiri di situ?" Fitri berteriak kepada Zainel.


"Hah." Zainel tersadar dari lamunannya lalu dia menoleh ke arah Fitri.


"Kamu sedang apa di sana? cepatan kamu ikut saya." Fitri berteriak sambil menyuruh Zainel untuk mengikuti dia.

__ADS_1


"Baaaiklah buk." Setelah itu Zainel mempercepat langkah kaki nya agar bisa menghampiri Fitri.


Mereka berjalan bersama-sama menuju ke dalam hotel melewati pintu belakang hotel. Mereka sudah berada di dalam hotel, mereka berjalan melewati ruangan cleaning servis.


"Kita mau kemana buk?" Zainel berbicara saat dia sudah melewati ruangan cleaning servis.


"Kamu ikut saja tidak usah banyak tanya." Fitri terus saja melangkahkan kaki ke arah pintu lift.


Saat mereka sudah tiba di depan pintu lift bersamaan dengan itu pintu lift terbuka sehingga Fitri masuk terlebih dahulu baru di ikuti oleh Zainel. Setelah mereka masuk kedalam lift pintu & keluar terlebih dahulu baru Zainel mengikuti di belakang Fitri. Setibanya mereka di lantai 3, mereka terus saja berjalan lurus.


"Dia mau ngajak aku kemana sih?" Batin Zainel.


Zainel tidak berani bertanya kepada Fitri, dia merasa takut karena Fitri merupakan atasan di hotel S. Sehingga Zainel hanya bisa mengikuti Fitri dengan terpaksa. Mereka sudah sampai di depan restauran hotel, Fitri mendorong pintu restauran lalu dia berjalan masuk ke dalam restauran hotel.


Zainel terlihat ragu untuk masuk ke dalam restauran, dia merasa insecure untuk masuk ke dalam restauran hotel S. Zainel merasa tidak pantas untuk masuk ke dalam restauran hotel S karena dia hanya seorang cleaning servis.


Saat Fitri sudah berada di dalam restauran hotel, dia berhenti berjalan lalu dia menoleh ke arah samping tidak menemukan Zainel. Sehingga Fitri membalikkan kebelakang, dia melihat Zainel masih berdiri di depan restauran.


"Hei, kamu cepat masuk." Fitri berjalan kembali arah pintu restauran, dia mendorong popintu lalu dia berbicara dengan nada suara yang l9ebih tinggi kepada Zainel.


"Baiklah buk." Mendengar suara Fitri membuat Zainel beranjak dari tempat tersebut.


Mereka sudah berada di depan meja yang ada di dalam restauran. Fitri menarik kursi setelah itu dia menduduki pantatnya di atas kursi tersebut.


"Kamu kenapa masih berdiri? duduk di situ. " Fitri menyuruh Zainel untuk duduk di kursi yang berada di hadapan nya.


"Baiklah ibuk." Zainel menarik kursi yang berada di hadapan Fitri lalu dia duduk di atas kursi tersebut.


"Waiters."Fitri berteriak memanggil waiters restauran.


"Mau pesan apa buk?"Seorang waiters berjalan menghampiri meja mereka, dia memberikan buku menu kepada mereka.


"Saya pesan ini dan ini." Fitri menujukan menu yang di pesan di buku menu kepada si waiters.


"Baiklah, apa ada lagi yang mau ibuk pesan?" Si waiters mencatat menu yang Fitri pesan.


"Kamu mau pesan?" Fitri melihat ke arah Zainel yang duduk di kursi yang berada di hadapan ya.


"Saya tidak pesan apa-apa ibuk." Zainel tidak ingin memesan makan yang ada di restauran hotel S, karena Zainel tahu semua makan yang berada di restauran tersebut harga nya sangat mahal. Sehingga dia sayang untuk mengeluarkan uang hanya untuk makan seorang diri di restauran hotel S. Zainel berpikir dari pada uang tersebut di gunakan membayar makanan dia seorang diri restauran maka lebih baik uang itu di gunakan membeli kebutuhan baby Jane dari pampers, bedak, sabun, parfum, minyak telon, susu dan lain-lain.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2