PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Hareudang


__ADS_3

"Cukup hadiah 17 Agustus aja yang di gantung, perasaanku jangan."


Seorang perempuan berbicara sambil berjalan menghampiri Fitri dan Zainel. Setibanya si perempuan di samping Fitri lalu dia mendudukkan pantatnya di atas kursi tersebut.


"Hei, kau siapa? kenapa kau duduk di kursi itu?" Fitri menatap tajam ke arah si perempuan yang duduk di kursi tersebut.


"Fit sebaiknya kamu juga duduk dulu, di situ. "Zainel menyuruh Fitri duduk di kursi yang berada di hadapan Tary.


"Baiklah." Fitri menarik kursi yang berada di hadapan Zainel, lalu dia duduk di atas kursi tersebut.


"Fit, dia cewek yang aku ceritakan ke kamu." Zainel berbicara sambil melihat ke arah Tary.


"Tary." Tary memperkenalkan diri sambil mengulurkan tangan ke arah Fitri.


Siapa juga yang nanya nama kamu? aku gak mau tahu nama kamu siapa karena kamu itu gak penting bagi aku batin Fitri. Fitri enggan untuk membalas jabatan tangan Tary.


"Nama dia Fitri manager di tempat kerja aku." Melihat Fitri enggan berkenalan dengan Tary sehingga Zainel memperkenalkannya nama Fitri kepada Tary.


Baru juga jadi manager di hotel S udah sombongnya minta ampun gimana kalau jadi Ceo hotel S? batin Ry. Tary mengerti bahwa Fitri enggan menjawab tangannya sehingga dia menarik tangannya.


Fitri melirik ke arah Tary bersamaan dengan itu Tary juga melirik ke arah Fitri sehingga mata mereka saling bertemu menimbulkan percicikan api. Fitri melirik Tary dengan tatap yang tajam seperti menghujani Tary dengan berbagai pisau, Tary juga tidak mau kalah dia melirik Fitri dengan tatap yang tajam seakan-akan dia tidak segan-segan ingin menguliti Fitri hidup.


Zainel melihat Fitri yang sedang melirik Tary dengan tatap tajam begitu juga sebalik Tary melirik Fitri dengan tatapan yang sama yaitu tajam. Zainel melihat ada percikan kilat dari lirik mata mereka.


"Pelayan." Zainel memanggil pelayan cafe X.


"Mau pesan apa abang?" Si pelayan menghampiri meja mereka dengan membawa dua buku menu, si pelayan meletakkan buku menu di atas meja mereka.


"Kalian mau pesan apa?" Zainel mengambil sebuah buku menu.


"Aku lihat dulu menu nya." Fitri memutuskan lirik matanya kepada Tary, lalu dia mengambil buku menu yang ada di meja.

__ADS_1


"Kalau Ry mau makan apa?" Zainel melirik ke arah Tary yang duduk di kursi yang berada di sampingnya.


"Pesankan aja makan favorit Ry, Zaza pasti tahu makanan favorite Ry." Tary berbicara sambil menatap mata Zainel.


"Hah, Zaza.Itu siapa?" Fitri melirik ke arah Tary.


"Itu panggil ke sayangan Ry buat Zainel." Tary berbicara sambil tersenyum menoleh ke arah Fitri.


"Nah Ry itu juga panggil kesayangan aku buat Tary." Zainel tersenyum menoleh ke arah Fitri.


"Ckckckck, panggil kesayangan kok seperti itu." Fitri melirik Zainel dan Tary secara bergantian, melihat mereka tersenyum sambil sekali-sekali mereka saling melirik satu sama lain. Ah dari lirik mata mereka saling mencintai, aku harus melakukan sesuatu untuk mempermalukan si perempuan itu batin Fitri.


"Kan beda dari pada yang lain."


"Jadi abang dan kak mau pesan apa?" tanya si pelayan cafe X.


"Nasgor dan jus buah naga nya satu." Zainel memesan makan dan minuman kesukaan Tary.


"Mata sapi."


"Aku mau satu porsi kentang goreng, aku mau jus apel di mix sama nanas." Fitri menyebutkan makanan dan minuman yang dia pesan kepada si pelayan.


"Apa ada lagi abang?" Si pelayan mencatat pesan makan dan minum di buku kecil dengan pena.


"Tidak ada."


"Baiklah kalau begitu. " Si pelayan meninggalkan meja tersebut.


"Kamu mau kemana?" Zainel melihat Fitri berdiri dari kursi.


"Toilet, apa kamu mau ikut?" Fitri sengaja bertanya seperti itu kepada Zainel.

__ADS_1


"Gak aku cuma nanya aja."


"Kalau begitu aku pergi dulu."


Setelah kepergian Fitri ke toilet mereka asik ngobrol sambil menikmati live music yang berada di cafe tersebut. Lima menit kemudian Fitri sudah keluar dari kamar mandi dia berjalan ke arah meja Zainel. Saat Fitri sudah berada di dekat meja Zainel, Fitri berhenti berjalan.


"Hahaha, Zaza bisa aja nih." Gelak tawa Ry.


"Ya bisa lah, apa sih yang gak buat Ry?" Zainel sambil tertawa.


Baru kali ini aku melihat Zainel tertawa


Ketampannya bertambah beberapa kali lipat saat dia tertawa


Aku belum pernah melihat dia sebahagia ini sampai tertawa


Aku jadi penasaran, apa yang mereka bicarakan?


Sehingga mereka tampak begitu bahagia


🎵Hareudang Hareudang Hareudang


🎵Panas panas panas


lagu itu mengambarkan perasaan Fitri saat ini dia merasa Hareudang saat melihat Zainel tertawa lepas bersama Tary.


Aku harus melakukan sesuatu


Aku akan membuat si perempuan tersebut malu di depan umum


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2