
"Dear mantan, hidup tanpa kamu ternyata jauh lebih mudah dari pada hidup tanpa hp."
"Aku juga mau Ry. " Zainel melihat Tary sedang mengecup pipi gembul baby Jane secara bergantian.
"Mau apa?" Tary menjauhkan bibir nya dari wajah baby Jane, lalu Tary mengangkat wajah sambil menatap Zainel.
"Masak cuma baby Jane aja yang kamu cium, aku kan juga mau di cium sama kamu."
"Nih cium."Mata Tary langsung melotot ketika mendengar ucapan Zainel, setelah itu Tary melepaskan sebelah sandalnya. Tangan Tary memegang sebelah sandal lalu dia mengarahkan telapak sendal ke arah bibir Zainel.
"Gak mau, masak aku cium sandal." Zainel menggelengkan kepalanya karena Tary menyodorkan telapak sandal untuk di cium oleh Zainel.
"Ya sudah kalau gak mau." Tary menurunkan sandal tersebut ke atas lantai teras rumah, Tary memakai kembali sandal tersebut di kakinya.
"Hahahaha." Tary berjalan pergi sambil menertawakan Zainel.
Esokan paginya terdengar suara deringan dari ponsel Zainel yang berada di samping bantalnya. Zainel yang mendengar suara deringan ponselnya dengan mata terpejam meraba meraba kasur. Zainel meraba di bagian di samping bantal untuk menemukan ponselnya. Zainel menemukan ponsel terlalu lalu dia mengeserkan layar pada ponsel tersebut tanpa membuka matanya.
📞"Assalamu'alaikum Zainel."
📞"Walaikumsalam, kamu siapa?"
📞"Ini aku Yudi, kamu sedang apa?"
📞"Aku masih tiduran, tumben kamu nelepon aku pagi ini. Ada apa?"
📞"Kamu hari ini shift apa?"
📞"Shift malam."
📞"Aku mau minta tolong sama kamu."
📞"Mau minta tolong apa?"
📞"Hari ini kita tukar shift, bisa kan?"
📞"Memang kenapa kamu mau tukeran shift dengan aku?"
📞"Aku urusan pagi ini jadi gak bisa shift pagi."
📞"Memang urusan apa?"
📞"Aku mau ngantar ayah aku berobat ke puskesmas pagi ini. Apa kamu mau tukaran shift sama aku?"
📞"Aku mau, ayah kamu sakit apa?"
__ADS_1
📞"Belum tahu, maka nya mau aku bawak ke puskesmas."
📞"Semoga ayah kamu lekas sembuh."
📞"Aamiin, terimakasih doanya Zainel."
📞"Kasih kembali."
📞"Sudah dulu ya Zainel." Setelah mengatakan itu Yudi mematikan panggil telpon.
Zainel sudah beberapa kali mengetuk pintu rumah Tary sambil menggendong baby Jane yang masih tertidur dengan pulas. Tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah Tary sehingga Zainel memutuskan untuk pergi dari rumah Tary. Zainel berjalan melewati rumah kontrakan nya.
"Zai mau kemana?" Era baru keluar dari pintu rumah, melihat Zainel sudah berpakaian rapi sambil menggendong baby Jane.
"Aku mau kerja kak." Zainel berhenti berjalan lalu dia membalikkan badannya. Zainel berbicara sambil melihat ke arah Era yang sedang berdiri di depan pintu rumah nya.
"Lah, terus itu baby Jane mau kamu bawa kemana?" Era melihat baby Jane yang sedang tertidur di gendong oleh Zainel.
"Mau aku titipkan ke rumah abang Ustadz."
"Memangnya Tar kemana?"
"Mungkin belum bangun soalnya dari tadi aku ketuk pintu rumah gak ada sautan dari dalam rumahnya."
"Kalau begitu biar baby Janenya aku yang jagain dulu, bagaimana?" Era berjalan mendekati Zainel.
"Gak, hari ini aku off. Makanya sini biar aku yang jagain baby Jane." Era sudah berdiri di hadapan Zainel lalu dia mengambil baby Jane dari gendong Zainel.
"Kak aku titip baby Jane, kalau dia udah bangun antarin dia sama Tary. Aku pergi kerja dulu." Zainel berpamitan dengan Era lalu dia berjalan pergi ke arah tempat kerja.
Sore harinya saat Zainel berjalan arah pulang, Zainel melihat sekor kucing sedang menyeberangi jalan tiba-tiba sebuah mobil honda jaz berwarna putih melaju dengan kencang ke arah sekor kucing tersebut.
"Awas." Zainel berteriak sambil berlari ke arah kucing tersebut.
Si pengendara mobil melihat seorang laki-laki tiba-tiba berlari ke depan mobil segera dia menginjak rem mobilnya sehingga menimbulkan bunyi.
Ciiitt............ Ciiitt
Akhirnya mobil tersebut berhenti di tengah jalan, si pengendara mobil tersebut merasa kesal sehingga dia membuka safety belt. Dia membuka pintu pintu mobilnya, dia turun dari mobil.
"Kamu kalau mau bundir jangan disini." Si pengendara mobil berjalan ke arah Zainel lalu dia berdecak pinggang.
"Untung kamu tidak apa-apa pus." Zainel berjongkok di depan mobil tersebut, Zainel mengendong kucing yang berada di hadapan nya.
"Hei, aku itu sedang berbicara sama kamu." Si pengendara mobil berdiri di belakang Zainel, dia merasa kesal karena Zainel tidak mau menoleh ke arahnya.
__ADS_1
"Kamu kalau bawak mobil di sini jangan ngebut untuk aja kucing ini tidak tertabrak sama kamu." Zainel membalikkan badan, Zainel berbicara sambil mengendong kucing.
"Iya lain kali aku pelan-pelan bawa mobilnya." Si pengendara mobil yang merupakan seorang perempuan, setelah dia melihat wajah Zainel tampan. Dia tidak jadi marah kepada Zainel sehingga dia menurunkan nada suaranya.
Zainel berjalan pergi sambil mengendong kucing, tanpa memperdulikan si perempuan tersebut. Sementara si perempuan tersebut masih terdiam sambil terus melihat ke arah Zainel.
"Hah baru kali ini aku menemukan laki-laki yang tidak tertarik kepada aku." Si perempuan merasa takjub dengan sikap Zainel yang pergi begitu saja tanpa menghiraukan dia.
Diwaktu yang sama tetapi di tempat yang berbeda Tary sedang berjalan sambil mengendong baby Jane ke arah komplek perumahan.
"Sore tante." Tary berjalan sambil mengendong baby Jane melewati sebuah rumah yang berada di komplek perumahan, Tary melewati rumah yang mana pemilik rumah nya sedang berada di depan halaman rumahnya sehingga Tary menyapa si ibuk tersebut.
"Sore juga, Tar mau kemana bawak baby Jane?" Si tante tersebut menoleh kearah Tary yang sedang berdiri di jalan yang berada depan rumahnya.
"Jjs."
"Apa itu Jjs Tar?"
"Jalan-jalan sore."
"Kalian cuma berdua aja?"
"Iya tante."
"Lah Zai mana?"
"Lagi kerja dia tante."
"Pantas aja dia gak kelihatan, biasanya dimana ada Ry pasti ada Zainel begitupun sebaliknya dimana ada Zainel pasti disitu ada Ry.Pokoknya kalian itu sudah kayak perangko kemana-mana menepel terus."
"Itu gak benar kalau kita kayak perangko tante." Tary mencoba membantah ucapan si tante tersebut.
"Buktinya kalian sering berdua-duan."
"Bukan berdua-duan tapi kita bertiga tante sama Baby Jane juga."
"Mama mama mama." Baby Jane yang berada di dalam gendong Tary menyebut Tary dengan sebutan mama dengan suara bayi.
"Berarti sekarang baby Jane sudah menanggap Tar sebagai mama nya." Si tante mendengar baby Jane memanggil Tary dengan sebutan mama dengan suara bayi.
"Iya tante."
Tap........... Tap
Terdengar langkah kaki seorang yang memakai sepatu berjalan mendekati mereka.
__ADS_1
"Kalian sedang apa di sini?" Suara baration berasal dari seorang laki-laki yang sudah berada di belakang mereka.
...~ Bersambung ~...