PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Zainel Pulang Terlambat


__ADS_3

"Jangan karena kulitku item, lantas kau jadikan aku kekasih gelapmu."


"Iya ibuk." Si laki-laki tersebut melepaskan tangannya dari botol tersebut sambil berbicara kepada Fitri.


"Kamu."Fitri mengambil sebotol air mineral dari lemari pendingin setelah itu dia menoleh ke arah suara tersebut, Fitri terkejut mendapati si laki-laki yang dia suka sedang berdiri di sampingnya.


Si laki-laki tersebut tampak sedang mengambil sebotol air mineral yang berada di sebelah botol yang sudah Fitri ambil. Si laki-laki tersebut membuka tutup botol air mineral.


Glug glug glug


Melihat si laki-laki itu sedang meneguk air yang berada dalam botol tersebut, sehingga membuat Fitri menelan slavina.Di tambah lagi Fitri melihat jangkung pada leher si laki-laki tersebut. Membuat pikiran Fitri menjadi travelling.


Si laki-laki tersebut berhenti meneguk air dari dalam botol. Si laki-laki tersebut menoleh ke arah Fitri yang sedang tertangkap basah menatap si laki-laki tersebut hingga tak berkedip.


"Kenapa ibuk ngelihat saya terus dari tadi?"


"Bukankah kita sudah sepakat kalau bertemu di luar tempat kerja akan memanggil nama saja." Fitri mengingatkan kembali si laki-laki tersebut tentang kesepakatan mereka kalau bertemu di luar tempat kerja.


"Maaf saya lupa.Dari tadi aku perhatikan Fitri ngelihatin aku terus, ada apa?"


"Apa aku tidak boleh ngeliatin Zainel?"


"Boleh, cuma Fitri kok ngelihatin akunya begitu banget sih."


"Memang nya aku lihat Zainel kayak gimana?"


"Mata Fitri sampai tidak berkedip ngelihatin aku."


Fitri terdiam hingga menundukkan kepalanya, sementara wajah Fitri telah bersemu merah merona. Fitri merasakan tenggorokan haus sehingga dia mencoba memutar tutup botol.


"Sini biar saya bukakan." Melihat Fitri kesulitan membuka tutup botol lalu Zainel mengambil botol dari tangan Fitri. Zainel membuka tutup botol tersebut.


Setelah tutup botol terbuka Fitri langsung mengambil botol dari tangan Zainel. Fitri meneguk air yang berada dalam botol tersebut. Fitri meneguk air yang berada di dalam botol hingga setengah.


"Terimakasih." Fitri sudah selesai meneguk air yang berada dalam botol tersebut.


"Sama-sama Fitri."


"Apa kamu belum pulang kerumah?" Fitri melihat pakaian yang di kenakan oleh Zainel masih sama seperti tadi pagi.


"Belum, kenapa memang Fit?"


"Gak ada aku cuma nanya aja."


Drrrt.......... Drrrt


"Itu ponsel Kamu bunyi."


"Eh, iya." Fitri mengambil ponsel yang berada di saku blazer nya. Ponsel sudah berada di tangannya dia melihat panggil telpon dari Mia, Fitri mengangkat panggil telpon dari Mia.


"Halo Fit."

__ADS_1


"Halo Mia."


"Kamu lagi dimana?"


"IndoMei, kenapa memang nya?"


"IndoMei yang dimana?"


"Kamu ngapin nannya?"


"Aku mau kesana nyusulin kamu."


"Ngapain juga kamu pakai nyusulin aku segala?" Fitri berbicara dengan nada ketus kepada Mia.


"Ada yang mau aku beli di IndoMei, maka nya kasih tahu aku kamu itu berada di IndoMei yang mana?"


"IndoMei sebelum komplek perumahan aku."


"Ya sudah aku otw ke sana, tunggu aku jangan pergi." Setelah mengatakan itu Mia mematikan panggil telpon nya.


"Dasar Mia main matiin aja telpon nya."Guman Fitri sambil memasukkan ponselnya kembali ke saku blazer nya.


"Lah, dia pergi kemana?"Fitri menoleh ke arah samping tetapi tidak menemukan Zainel.



"Ah ini gara-gara aku angkat panggil telpon dari Mia tadi." Fitri merasa menyesal mengangkat panggil telpon dari Mia sehingga menyebabkan Zainel pergi.



Lagi-lagi Fitri tidak menemukan Zainel bahkan seorang pun tidak ada di rak tersebut. Fitri berjalan ke arah kasir IndoMei, setibanya Fitri di dekat meja kasir IndoMei dia melihat Zainel berjalan melewati pintu IndoMeisambil Menjinjing sebuah kantong plastik berukuran besar di tangan kanannya.


"Zainel tunggu." Fitri berjalan ke arah pintu indomei.


Kasir indoMei melihat Fitri sudah tiba di depan pintu indoMei sambil membawa sebotol air mineral yang belum di bayar. Dia berjalan terburu-buru ke arah Fitri, dia yakin bahwa Fitri akan kabur dengan membawa botol air mineral tersebut.


"Tunggu kak mau kemana?" Si kasir mencengkal tangan Fitri yang hendak mendorong pintu.


"Lepaskan, aku mau pergi." Fitri mencoba menepis tangan si kasir tersebut.


"Saya tidak akan melepaskan tangan ibuk, sebelum ibuk membayar.


"Lepasin dulu, saya mau ngambil uang buat bayar."Fitri mencoba menepis tangan si kasir dari tangannya.


"Baiklah aku lepasin." Si kasir melepaskan cekalan tangannya.


"Nih ambil uangnya." Fitri mengambil selembar uang berwarna ungu dari saku blazer nya, lalu dia memberikan selembar uang tersebut kepada si kasir.


"Iya, kesiniin botolnya kak?" Si kasir mengambil uang dari tangan Fitri lalu dia meminta botol yang berada di tangan Fitri.


"Buat apa?"

__ADS_1


"Buat di Scan."


"Nih ambil." Fitri memberikan botol minuman sama si kasir lalu dia melewati pintu tersebut.


Fitri terburu-buru ke parkiran untuk menyusul Zainel yang sudah berada di atas motor sport. Zainel memasang helem di kepalanya lalu dia menyala motornya, Zainel menarik gas motornya.


Brum.............. Brum


"Uhuk uhuk uhuk." Fitri sudah tiba di belakang motor sport yang di kendarai oleh Zainel, Zainel menarik gas motor dengan kencang sehingga mengeluarkan asap di knalpot nya. Fitri terkena asap dari knalpot tersebut sehingga dia terbatuk-batuk.


Setelah itu motor yang di kendarai oleh Zainel melesat dengan kecepatan tinggi meninggal tempat tersebut.


"Ibuk tidak apa-apakan?"Si kasir sudah berdiri di belakang Fitri.


"Uhuk uhuk uhuk."


"Ini bawak minum dulu kak. " Si kasir berjalan hingga posisi nya berada di hadapan Fitri, si kasir memberikan botol air mineral yang sudah di minum oleh Fitri kembali kepada Fitri lagi.


Fitri mengambil botol air mineral dari tangan si kasir, lalu Fitri membuka tutup botol air mineral. Fitri meneguk air yang berada dalam botol hingga kandas.


"Kak ini uang kembaliannya." Si kasir memberikan uang kembalian kepada Fitri.


"Ambil aja buat kamu." Fitri berjalan melongos meninggalkan si kasir, Fitri meremas botol air mineral yang sudah kosong. Fitri melempar botol tersebut ketanah.


Di teras rumah Tary sedang berdiri sambil mengendong baby Jane mengunakan gendongan bayi. Tary sedang menunggu Zainel yang belum pulang. Tidak lama kemudian terdengar suara motor milik Tary yang di kendarai oleh Zainel mulai mendekati rumah Tary.


Motor yang di kendarai oleh Zainel sudah tiba di halaman rumah Tary. Setelah memakirkan motor Zainel membuka helem di kepalanya


"Assalamu'alaikum." Zainel turun dari motor lalu dia berjalan sambil menjinjing sebuah kantong plastik besar di tangan kanannya.


"Walaikumsalam, akhirnya kamu pulang juga."


"Apa kamu lagi nungguin aku?"Zainel sudah berdiri di hadapan Tary.


"Iya pakai nanya lagi, kamu kemana saja sudah malam baru pulang?" Wajah Tary berubah jadi cemberut saat berbicara kepada Zainel.


"Maaf ya aku pulang terlambat." Melihat perubahan dari mimik wajah Tary Zainel sudah mengerti sehingga dia segera meminta maaf kepada Tary.


"Kamu kenapa pulang terlambat?" Tary bertanya kepada Zainel seperti seorang istri yang sedang bertanya kepada suaminya.


"Tadi aku bantuin Yudi dulu baru aku pulang."


"Setelah pulang kerja kamu kemana?"


"Aku mampir ke indoMei."


"Ngapain kamu ke indoMei?"


"Aku membeli kebutuhan baby Jane nih." Zainel menunjukkan sebuah kantong plastik yang berukuran besar kepada Tary.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2