
"Kirain kita sama sama suka eh ternyata cuma bercyandaa bercyandaa."
"Papa papa papa."Celoteh baby Jane dengan khas bayi.
"Sini sama papa."Zainel hendak mengendong baby Jane.
"Upst tunggu dulu, apa kamu sudah mandi?" Tary mencegah Zainel yang hendak mengendong baby Jane.
"Udah." Zainel mengambil baby Jane dari gendongan Tary lalu Zainel mengendong baby Jane.
"Malam ini baby Jane tidur sama kamu aja."
"Kenapa begitu?"Baby Jane sudah berada dalam gendong Zainel.
"Aku mau tidur sendirian."Setelah mengatakan itu Tary membalikkan badannya lalu dia berjalan masuk kedalam rumahnya.Saat Tary sudah berada di dalam rumahnya dia menutup pintu rumahnya.
"Ya sudah malam ini baby Jane akan tidur bersamaku." Zainel berbicara di depan pintu rumah Tary yang tertutup.
Setibanya di kamar Tary langsung membaringkan tubuh di atas tempat tidur tidak butuh waktu yang lama Tary sudah tertidur lelap. Sementara itu Zainel sudah tiba di kamarnya, Zainel membaringkan tubuh baby Jane di atas tempat tidur. Saat tubuh baby Jane sudah berada di atas tempat tidur, baby Jane menangis.
Hoek
Hoek
Hoek
"Sudah sudah anak papa jangan nangis." Zainel mengangkat tubuh baby Jane dari atas tempat tidur lalu dia mengendong tubuh baby Jane.
"Ooo ternyata anak papa mau di gendong."Baby Jane berhenti menangis ketika sudah berada dalam gendongan Zainel.
"Baby Jane kenapa belum tidur?"
"Baby Jane kangen sama papa ya."
"Maafkan papa, terlalu sibuk kerja sehingga tidak ada waktu buat bermain dengan baby Jane." Zainel berbicara dengan raut wajah sedih.
"Ayo sekarang baby Jane main sama papa!"
Zainel menutup wajahnya dengan sebelah telapak tangannya lalu dia membuka telapak tangan dari wajahnya.
Cilup Baba
Baby Jane melihat ke arah Zainel lalu baby Jane tergelak tawa.Zainel bermain cilup baba dengan baby Jane.Gelak tawa baby Jane terus saja tanpa henti, melihat hal itu Zainel merasa bahagia bisa membuat anaknya tertawa.
"Hahahaha."Gelak tawa baby Jane.
Melihat baby Jane tertawa membuat Zainel merasa gemas.
__ADS_1
Cup
Cup
Zainel mencium pipi gembul baby Jane secara bergantian.
"Baby Jane ini udah malam, ayo kita bobok!"Zainel meletakkan tubuh baby Jane di atas tempat tidur, baby Jane langsung menangis.
Hoek
Hoek
Hoek
Zainel langsung mengangkat tubuh Baby Jane lalu dia mengendong tubuh baby Jane sambil membujuk baby Jane untuk berhenti menangis.Bukannya tangisannya baby Jane berhenti tetapi tangisan baby Jane semakin kencang.
Suara tangisan baby Jane yang kencang sehingga terdengar ke rumah tetangga.
Tok Tok Tok
Mendengar suara pintu rumah nya di ketuk oleh seorang maka Zainel berjalan sambil mengendong baby Jane menuju pintu rumahnya.Ketika pintu rumahnya terbuka Zainel melihat sepasang suami-istri sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
"Baby Jane kenapa menangis?"Nenek melihat ke arah baby Jane yang berada dalam gendonggan Zainel sedang menangis.
"Setelah selesai bermain cilup baba saya meletakkan baby Jane di atas kasur lalu dia menangis.Saya sudah mencoba membujuk dia untuk berhenti menangis tapi tangisannya malah kencang."
"Boleh, silahkan masuk nenek." Zainel mengeser tubuhnya dari depan pintu rumahnya.
Nenek berjalan masuk ke dalam rumah Zainel, sementara itu Zainel, baby Jane dan kakek masih berada di depan pintu rumah.
"Tidak seperti biasanya, malam ini baby Jane rewel Zai."
"Kakek benar malam ini baby Jane rewel, mana aku sudah ngatuk."Setelah berbicara Zainel menguap.
"Zai, kasih ini sama baby Jane."Nenek sudah berada di samping Zainel, dia memberikan sebuah botol dodot yang berisi susu formula kepada Zainel.
"Baiklah nenek." Zainel mengambil sebuah botol dodot dari tangan nenek. Zainel memasukan ****** dodot ke dalam mulut baby Jane.
Baby Jane menghisap ****** dodot sehingga susu formula masuk ke dalam mulutnya.Baby Jane terus menghisap ****** dodot sehingga susu formula yang berada di dalam botol tersebut habis di hisap oleh baby Jane.
"Ternyata baby Jane haus."Nenek melihat susu formula yang di buat olehnya habis diminum hingga tak tersisa oleh baby Jane.
"Iya, susu sampai habis hingga tetes terakhir nenek."
"Hahahaha, seperti iklan susu di televisi saja Zai."Terkekeh Kakek.
"Hahaha, iya juga kakek."Nenek juga itu terkekeh.
__ADS_1
"Nah baby Jane sudah tidak nangis."Zainel melihat baby Jane masih menghisab botol kosong.
"Sepertinya baby Jane masih haus Zai."
"Kalau begitu aku mau buat susu baby Jane lagi, maaf ya kakek dan nenek jadi terbangun gara-gara mendengar suara tangisan baby Jane."Zainel merasa tidak enak kepada pasangan suami istri sehingga dia meminta maaf kepada pasangan suami istri.
"Tidak usah minta maaf, lagian kita sudah seperti keluarga Zai."
"Kalau begitu kami mau kembali ke rumah dulu, ayo kakek kita masuk rumah!"Nenek menggandeng tangan kakek, mereka berjalan ke arah rumah.
Zainel sudah berada di dalam kamar, Zainel mengendong baby Jane sambil memberikan susu formula kepada baby Jane.Baby Jane menghisap ****** botol dodot susu setelah itu baby Jane melepaskan ****** dodot dari mulutnya.
"Kenapa berhenti minum susunya?"
"Apa anak papa sudah kenyang?"
"Ya ya ya ya." Baby Jane berceloteh khas bayi sambil menganggukan kepalanya.
"Sekarang baby Jane tidur biar papa nyanyikan sholawat."
Zainel membacakan ayat-ayat pendek, baby Jane mendengar suara Zainel membaca ayat-ayat pendek.Baby Jane merasakan kantuk sehingga banyak Jane menguap, lama-kelamaan kedua mata banyak Jane terpejam lalu baby Jane tertidur dalam gendongan baby Janel.
"Alhamdulillah akhirnya baby Jane tertidur." Zainel melihat ke arah baby Jane yang sudah tertidur di dalam gendongan Zainel.
"Sebaiknya aku pindahkan baby Jane ke atas tempat tidur."Melihat baby Jane sudah tertidur maka Zainel pun membaringkan tubuh baby Jane di atas tempat tidur.
Setelah itu Zainel ikut membaringkan tubuhnua di atas tempat tidur, tidak butuh waktu lama Zainel pun ikut memejamkan mata sehingga Zainel pun sudah masuk ke alam mimpi mengikuti baby Jane yang sudah berada di alam mimpi.
Esokan harinya ponsel yang berada di atas makasih sudah beberapa kali berbunyi. Tetapi pemilik ponsel masih nyenyak tertidur di alam mimpi sehingga pemilik ponsel tersebut belum terbangun dari tidurnya. Sudah beberapa kali ponsel yang berada di status nakas milik Zainel terus berbunyi.
Sementara Itu Tary yang baru keluar dari kamar mandi setelah mengosok gigi sambil mencuci wajah milik Tary. Tary berjalan menuju ruang tamu menunggu kedatangan Zainel. Tary sudah berada di ruangan tamu, dia duduk di sofa sambil menunggu kedatangan Zainel.
Lima menit sudah berlalu tetapi orang yang di tunggu- tunggu oleh Tary belum juga menampakkan batang hidungnya.
Dia kemana?
Kenapa jam segini dia belum datang?
Apa dia sudah berangkat kerja?
Banyak sekali pertanyaan yang sedang berputar-putar di kepala Ry mengenai Zainel.
Apa sebaiknya aku cek kerumah ny?
Tary beranjak dari sofa yang berada di ruangan tamu, Tary berjalan ke arah pintu rumahnya. Zaniel membuka pintu rumahnya. Saat Tary berjalan menuju rumah kontrakan mama Ry yang di tempati oleh Zainel. Tary melihat seorang perempuan sudah berdiri di depan pintu rumah kontrakan Zainel.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1