PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Rebutan Sebotol Air Mineral


__ADS_3

"Hanya karena dia memperlakukanmu dengan baik, bukan berarti dia mencintaimu."


"Bagaimana kamu bisa membuat kopi seenak ini?"Setelah meneguk secangkir kopi buatan Zainel barulah Fitri berbicara.


"Apa benar kopi buatan saya enak buk?"


"Iya enak pas takarannya, saya suka kopi buatan kamu." Bukan hanya kopi buatan kamu yang saya suka tapi saya juga suka sama kamu batin Fitri. Fitri memberikan pujian kepada Zainel.


"Sebenarnya ini pertama kalinya saya membuat kopi, tadi saya merasa takut kalau kopi buatan saya tidak enak. Saya merasa senang karena kopi buatan saya yang pertama enak dan di sukai ibuk."Mendapatkan pujian dari managernya yaitu Fitri membuat Zainel merasa bangga sehingga sebuah dia menampilkan sebuah lengkungan pada bibir nya.


"Wah kamu hebat, baru pertama kali buat kopi sudah seenak ini." Fitri mengacungkan dua jari jempolnya kepada Zainel.


"Apa ada lagi yang ibuk butuhkan?" Zainel berbicara sambil terus tersenyum kepada Fitri.


Fitri tidak berbicara dia hanya mengangguk kepalanya.


"Ibuk butuh bantuan apa?" Melihat Fitri mengangguk kepalanya lalu dia bertanya kepada Fitri.


"Siapa yang butuh bantuan?"


"Lah, tadi ibuk menganggukkan kepala saat saya bertanya apa ada lagi yang ibu butuhkan."Zainep terlihat bingung mendengar ucapan Fitri.


"Saya tidak butuh bantuan apa-apa kamu sudah bisa kembali bekerja."


"Baiklah buk saya permisi dulu." Zainel berpamitan dulu kepada Fitri barulah dia membalikkan badannya. Dia berjalan meninggalkan ruangan Fitri.


Fitri hanya beranjak dari ruangan saat jam makan siang, setelah itu dia kembali ke dalam ruangan nya. Fitri kembali duduk di atas kursi kerjanya lalu dia mengambil sebuah dokumen yang tertumpuk di atas meja kerjanya. Fitri membuka dokumen tersebut lalu dia membaca isi dokumen tersebut.

__ADS_1


Satu persatu dari dokumen yang tertumpuk di atas meja kerja Fitri sudah di baca , di periksa dan di pelajari oleh Fitri.Hanya tersisa tujuh buah dokumen yang berada di atas meja belum di baca oleh Fitri.


"Ah aku capek." Fitri meregangkan tubuh nya.


"Sebaiknya aku pulang, besok baru aku lanjutkan lagi membaca dokumen." Fitri berdiri dari tempat duduknya lalu dia mengambil tas nya. Fitri berjalan keluar dari ruangan nya.


Saat Fitri sudah berada di lobby hotel di berjalan melewati resepsionis hotel.


"Selamat malam buk Fitri." Resepsionis hotel melihat Fitri berjalan melewati mereka lalu dia menyapa Fitri.


"Hah, kenapa kalian bilang selama malam? ini masih sore." Fitri berhenti melangkah kakinya lalu dia membalikkan badan melihat ke arah resepsionis hotel.


Kedua resepsionis yang sedang berdiri di depan meja. Mereka merasa takut menjawab pertanyaan Fitri sehingga mereka saling menyikut satu sama lain.


"Kamu aja yang jawab." Lirih salah satu dari resepsionis.


"Gak mau kamu aja yang jawab." Lirih si resepsionis yang satunya lagi.


"Iiitu ibuk." Salah satu dari resepsionis tersebut berbicara dengan terbata-bata karena sudah di sembur oleh Fitri sehingga dia merasa ketakutan.


"Itu apa?" Fitri berbicara sambil menatap tajam ke arah si resepsionis yang berbicara terbata-bata kepada Fitri.


"Coba ibuk lihat di luar sudah gelap."Si resepsionis yang berada di sebelah nya angkat bicara.


"Apa iya di luar sudah gelap?" Fitri membalikkan badan lalu dia berjalan ke arah pintu hotel S, saat Fitri sudah berada di dekat pintu hotel S.


Dua orang laki-laki yang berada di depan pintu hotel S, mendengar suara langkah kaki Fitri yang memakai high heels. Mereka menoleh ke arah pintu kaca hotel, mereka melihat Fitri berjalan ke arah pintu hotel S.

__ADS_1


"Silakan buk Fitri." Kedua orang laki-laki tersebut menarik pintu hotel S secara bersama-samaan.


Fitri berjalan melewati pintu hotel S yang di buka oleh kedua laki-laki tersebut.


"Ternyata benar sudah malam." Saat Fitri sudah berada di luar lobby hotel S dia melihat ke arah langit yang sudah tampak gelap.


"Selamat malam buk Fitri." Kedua laki-laki tersebut menutup kembali pintu hotel, lalu mereka menyapa Fitri.


"Selamat malam juga." Setelah mengatakan itu Fitri berjalan pergi meninggalkan lobby hotel.


Fitri sudah berada di dalam mobilnya lalu dia masang safety belt. Fitri menyala mobilnya lalu dia melajukan mobilnya meninggalkan parkiran roda empat hotel S. Mobil yang Fitri kendarai sudah kelua dari hotel S.


"Aduh aku haus." Fitri memegang tenggorokan nya karena meras haus.


"Mendingan aku singgah dulu di IndoMie di depan." Fitri melihat di depannya terdapat IndoMie, sehingga dia membelokkan motornya sebelah kanan.


Fitri memikirkan mobilnya di parikan IndoMie, setelah itu Fitri membuka safety belt. Fitri melihat kaca spion yang berada di dalam mobilnya.


"Aku masih cantik." Fitri melihat wajahnya di cermin, make up yang dia pakai belum luntur masih ada di wajahnya.


Fitri membuka pintu mobilnya lalu dia turun dari mobilnya dengan percaya diri. Setelah Fitri sudah berada di luar mobil dia menutup kembali pintu mobil tersebut, dia memencet tombol untuk mengunci pintu mobilnya. Fitri berjalan ke arah pintu IndoMie.


Fitri sudah berada di depan pintu IndoMei, dia memegang gagang pintu IndoMie lalu dia mendorong gagang pintu IndoMie. Sehingga pintu IndoMie terbuka Fitri berjalan masuk melewati pintu IndoMei.


Saat Fitri sudah berada di dalam IndoMei dia kembali mendorong pintu dari luar untuk menutup kembali pintu IndoMie. Fitri berjalan ke arah lemari pendingin yang berada di dalam IndoMei.


Fitri sudah berada di depan lemari pendingin lalu dia membuka pintu lemari pendingin. Fitri ingin mengambil sebotol air mineral di lemari pendingin, saat tangan Fitri sudah terlebih dahulu menyentuh sebotol air mineral tersebut di saat yang bersamaan sebuah tangan lain juga menyentuh sebotol air mineral yang sama dengan yang Fitri sentuh.

__ADS_1


"Aku dulu yang memegang sebotol air mineral ini." Fitri sengaja berbicara agar si laki-laki tersebut melepaskan tangannya dari sebotol air mineral yang sama di pegang oleh Fitri.


...~ Bersambubg ~...


__ADS_2