
"Maaf Ry jika bersamaku itu membosankan, maaf Ry jika aku tidak menarik di bandingkan deretan orang yang pernah Ry temui, dan maaf sudah membuat Ry lelah dengan sikapku."
...<\=\=\=\=\=\=\=\= Zainel \=\=\=\=\=\=\=>...
Fitri yang sedang berdiri di depan pintu rumah Zainel terkejut mendapati Tary sedang menyuapi Zainel.Sehingga kantong plastik yang berada di tangannya pun terlepas sehingga terjatuh ke atas lantai.Melihat pemandangan romantis itu membuat hati Fitri di bakar api cemburu.
Fitri merasa cemburu melihat Zainel laki-laki yang di cintai sedang di suap oleh Tary yang merupakan kekasih Zainel. Zainel menolak cinta Fitri dengan alasan sudah memiliki kekasih yaitu Tary.
Mereka serentak menoleh ke arah pintu rumah Zainel, mereka mendapati Fitri yang sedang berdiri di depan pintu rumah.
"Ibuk Fitri, kapan datang?" tanya Zainel.
"Baru saja."Jawab Fitri.
"Kenapa ibuk masih berdiri di situ? ayo sini masuk!"Melihat Fitri masih berdiri di depan pintu rumahnya maka Zainel pun mengajak dia untuk masuk ke dalam rumahnya.
"Eh iya."Fitri hendak melangkah kakinya masuk ke dalam rumah Zainel.
"Ibuk Fitri itu yang di kantong plastik apa?"Tary melihat kantong plastik yang berada di atas lantai.
"Bukan apa-apa."Fitri terus melangkah kaki nya masuk ke dalam rumah Zainel.
Tary berdiri dari tempat duduk nya lalu Tary hendak melangkah.
"Mau kemana?" Zainel melihat Tary hendak pergi.
Tary tidak menjawab pertanyaan Zainel, dia berjalan melangkah pergi.Tary sudah berada di depan pintu rumah Zainel, lalu dia jongkok di depan pintu rumah Zainel.Tary mengambil kantong plastik yang berada di atas lantai.Setelah itu barulah Tary berdiri.
Fitri sudah duduk tepat di hadapan Zainel, Fitri melihat ke arah piring yang berisi nasi dan sup ayam.
"Sini biar aku suapin."Fitri menawarkan diri untuk menyuapi Zainel.
"Ooo tidak tidak bisa, dia itu pacarku maka aku yang akan menyuapi dia."Mendengar ucapan Fitri dengan spontan Tary menolak, Tary berjalan menghampiri mereka.
"Heleh baru juga pacaran nantik juga kalian putus."Cibir Fitri.
Kurang ajar sekali ucapan dia
Ah jadi pengen aku remes-remes mulut Dia lemes kali perempuan
"Apa ibuk sudah makan?" tanya Zainel.
"Belum." Pelan-pelan Fitri menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Kenapa ibuk belum makan?"
"Saya biasa makan berdua sama kamu maka nya saya kesini mau makan berdua sama kamu."Fitri berbicara dengan lemah lembut serta siaran yang dia buat semanja-manja mungkin." Fitri sengaja berbicara seperti itu agar terdengar oleh Tary, Fitri ingin memancing emosi Tary.
"Ini makan ibuk." Tary kembali duduk di samping Zainel lalu dia meletakkan kantong plastik di atas lantai yang berada ruangan tamu.
Zainel melihat Fitri masih berdiam diri sambil kedua bola matanya terus memandangi kantong plastik yang berada di atas lantai.
"Jangan cuma di pandangi saja buk."Ucapan Zainel.
"Hah, iya." Fitri tersadar dari lamunanya.
"Kalau cuma ibuk pandangi gak bakal kenyang." Ucapan Zainel.
"Sayang, aku suapin lagi ya."Tary memegang kembali piring yang berada di hadapan Zainel.
"Iya Ayang."Ucapan Zainel.
"Sayang buka mulut nya, aaakk aaakk."Tary menyuapi nasi dan sup ayam dengan menggunakan sendok ke dalam mulut Zainel.
Zainel memakan nasi dan sup ayam yang Tary suap.
"Nah sekarang gantian aku yang akan nyuapin Ayang.Aaakk aaakk aaakk."Zainel mengambil sendok dari tangan Tary lalu dia menyendok nasi dan sup ayam yang berada dalam piring, dia menyuapi Tary.
"Aku suapin lagi."Zainel kembali menyuapi Tary.
Melihat Zainel menyuapi Tary hati Fitri merasa tak rela.
Apa mereka tidak menganggap aku di sini?
Bisa bisa nya mereka malah suap-suapan di depan ku
Bikin mata ku sepet aja ngelihat mereka berdua
"Uhuk uhuk uhuk."Fitri sengaja batuk.
Secara bersamaan mereka menoleh ke arah Fitri.
"Ibuk kenapa? Ry ambil kan air putih." Zainel menyuruh Tary mengambilkan air putih.
"Iya tunggu sebentar."Tary beranjak dari tempat duduk lalu dia melangkah pergi meninggalkan ruangan tamu rumah Zainel.
Sebulan Kemudian...........
__ADS_1
Pagi ini berbeda dari pagi biasanya, pagi biasanya sebelum berangkat kerja Zainel datang kerumah Tary untuk mengantarkan baby Jane kepada Tary sedangkan pagi ini Tary sudah berdiri di depan pintu rumah Zainel.
Tok Tok Tok
"Assalamu'alaikum Zaza." Tary mengetuk pintu rumah sambil mengucapakan salam.
"Walaikumsalam Ry."Zainel membalas salam lalu pintu rumah Zainel pun terbuka.
"Apa kami baru bangun?" Tary melihat Zainel berdiri di depan pintu rumah masih memakai pakaian yang sama seperti tadi malam.
"Iya, aku mau mandi dulu.Kamu masuk saja baby Jane ada di dalam kamar."Zainel melangkah pergi meninggalkan Tary yang masih berdiri di depan pintu rumah Zainel.
Tary melangkah masuk ke dalam rumah Zainel, saat Tary melangkah mendekati kamar Zainel.Dia mendengar suara gelak tawa baby Jand.Dia mempercepat langkah kakinya sehingga dia sudah tiba di depan pintu kamar Zainel.
Tary melangkah masuk ke dalam kamar Zainel.Tary sudah berada di depan tempat tidur, dia melihat baby Jane sedang berceloteh kas bayi.
"Selamat pagi baby Jane." Tary naik ke atas tempat tidur, Tary duduk di atas tempat tidur sambil menatap baby Jane sedang berbaring di atas tempat tidur.
"Mama mama mama."Baby Jane menatap wajah Tary lalu dia memanggil Tary dengan sebutan mama dengan khas bayi.
Melihat pipi gembul baby Jane membuat Tary tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencium baby Jane sehingga Tary menghujani ciuman kepada baby Jane.
Cup
Cup
Cup
Mendapatkan ciuman bertubi di wajahnya, baby Jane terlihat seneng dengan tertawa.Setelah puas menghujani ciuman pada baby Jane Tary pun memeriksa pampers baby Jane.
"Ternyata sudah penuh."Tary melepaskan pampers baby Jane lalu Tary memasang celana pada baby Jane.
"Mama mama mama."Baby Jane merentang kedua tangannya seperti meminta di gendong oleh Tary.
Tary pun mengendong baby Jane lalu dia beranjak turun dari tempat tidur.
Siang harinya di ruangan keluarga Tary dan baby Jane sedang menonton televisi, mereka menonton kartun upin ipin dengan posisi tidur di atas kasur lantai.Baby Jane tampak senang menonton kartun upin ipin.Tiba-tiba perut Tary terasa mulas karena panggil alam, lalu Tary segera bangun dari tidurnya setelah itu dia berlari ke arah kamar mandi.
Setelah puas menutaskan buang air besar nya Tary keluar dengan perasaan legah.Tary melangkah ke arah ruangan keluarga, setiba di ruangan keluarga di tidak melihat baby Jane.
"Baby Jane." Tary memanggil baby Jane sambil melihat sekeliling ruangan keluarga mencari baby Jane.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1