PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Aku Anak Sehat


__ADS_3

"Rasa ngatuk belum hilang, tapi jam kerja sudah datang, definisi kerja elit tidur sulit."


"Dimana tempat yang ramai kalau pas malam minggu kayak gini?"


"Mall, cafe, taman kota dan tempat-tempAt hiburan yang lainnya."


"Kamu kemana?" Zainel menoleh ke arah kaca spion motor. Aku yakin jawabannya pasti terserah, kan biasanya perempuan itu kalau di tanya maunya apa terserah jawabannya batin Zainel.


"Ke taman kota." Tary langsung menyebutkan tempat yang dia inginkan.


"Kenapa taman kota?"Kebanyakan perempuan akan lebih memilih pergi ke mall agar bisa minta di belanjakan oleh laki-laki, ini Tary malah memilih ke taman kota batin Zainel. Sehingga membuat Zainel penasaran dengan alasan Tary.


"Aku pengen menikmati suasana taman kota saat malam hari."


"Memangnya kamu belum pernah ke taman kota pada saat malam hari?"


"Pernah."


"Kapan?"


"Aku sudah lupa karena sudah sangat lama aku kesana." Tary tidak mengingat kapan dia terakhir kali ke taman kota pada malam hari.


"Kamu kesana terakhir kali sama siapa?"


"Sama mantan pacar aku."


Zainel tidak fokus mengendarai motor saat Tary mengatakan mantan pacar nya, tiba-tiba motor yang berada di depan berhenti secara mendadak. Zainel segera menginjak rem motor yang dia kendarai agar tidak menabrak motor yang berada di depan.


"Huft hampir saja." Zainel merasa legah karena motor yang di kendarai nya berhenti dengan jarak 5 cm dengan motor yang berada di depan.


"Hei, kamu kenapa sih ngerem mendadak?" Tubuh Tary terpelanting kedepan untuk tidak mengenai punggung Zainel.


"Itu motor di depan berhenti mendadak, bagimana keadaan kalian?" Zainel menoleh ke arah belakang untuk mengetahui keadaan Tary dan Baby Jane.


"Kami baik-baik saja."


"Kalau begitu kita lanjutkan menuju taman kota."Zainel membalikkan badannya, dia sudah mengahadap ke depan lalu dia mengendarai kembali motor milik Tary.


Mereka sudah tiba di area parkiran roda dua di taman kota. Zainel memakirkan motor milik Tary di parkiran roda dua. Tary turun dari motor lalu dia berdiri di samping motor. Zainel juga ikut turun dari motor.


"Sini baby Jane biar sama aku." Zainel mengambil baby Jane dari gendongan Tary.


"Kamu mau gendong gitu aja atau pakai kain gendongan?" Tary melihat baby Jane sesudah berada dalam gendongan Zainel.


"Gini aja." Zainel berjalan pergi sambil mengendong baby Jane.


Setibanya mereka di taman kota yang terlihat ramai, banyak pasangan muda mudi yang sedang mojok di bangku yang berada di taman kota.


"Ayo kita cari tempat duduk!" Zainel berjalan terlebih dahulu untuk mencari bangku kosong agar mereka bisa duduk.


"Iya." Tary mempercepat langkah kakinya agar bisa berjalan di samping Zainel.


Mereka beriringan, Tary berada di samping Zainel. Zainel melihat ke arah depan ada dua orang laki-laki yang berjalan mendekat ke arah arah mereka. Zainel mengamati tingkah dua orang laki-laki tersebut sudah berada di dekat mereka.

__ADS_1


Salah satu dari laki-laki tersebut berjalan sambil mendorong temannya dengan sengaja agar menabrak Tary. Melihat hal itu Zainel segera menarik tangan Tary. Tary terkejut saat tangannya tiba-tiba di tarik oleh Zainel sehingga tubuh Tary sudah menempel di samping tubuh Zainel.


Kedua laki-laki tersebut terus saja berjalan sambil mengumpat di dalam hati. Sial sial sia rencana mereka gagal. Sementara itu Tary dan Zainel masih terdiam dan terpaku sambil menatap satu sama lain. Beberapa pengujung taman kota melihat ke arah mereka, beberapa pengujung tersebut mengira bahwa mereka pasangan suami istri.


"Papa mama papa mama." Baby Jane berceloteh menyebut papa mama.


Barulah Zainel dan Tary tersadar saat mereka mendengar ocehan baby Jane yang menyebut papa mama.


"Iya ini papa dan mama." Zainel menanggapi ucapan baby Jane dengan santai.


"Ayo kita kesana!" Zainel menggandeng tangan Tary sambil mengendong baby Jane.


"Lepasin, malu di lihatin orang-orang." Tary mencoba melepaskan gandengan tangannya dengan Zainel, Tary merasa malu di lihatin orang-orang.


"Biarkan saja paling mereka mengirang kalau kita suami istri. " Zainel terkesan cuek tidak memperdulikan ucapan Tary.


Mereka menemukan sebuah bangku kosong yang dekat dengan lampu taman kota, sehingga cahaya di sekitar bangku tersebut terang benderang. Mereka duduk di bangku tersebut, barulah Zainel melepaskan gandengan tangannya kepada Tary.


Mereka menikmati suasana malam itu di bawah langit yang bertaburan bintang-bintang, dengan sinar bulan bulan sabit.


"Ternyata lebih enak di sini." Zainel merasa nyaman saat berada di taman kota.


"Apa kamu sudah pernah kesini?" Tary menoleh ke arah sampaing, memandangi wajah Zainel.


"Belum, ini pertama kalinya aku kesini bersama kalian." Zainel menoleh ke arah Tary lalu dia menggelengkan kepalanya.


"Apa kamu lapar?"


"Belum, kenapa?"


"Apa saja yang kamu beli pasti aku makan."


"Kalau gitu aku pergi dulu." Tary hendak melangkah kaki nya pergi.


"Tunggu aku ikut ya." Zainel berdiri dari bangku, dia juga mau ikut membeli makanan dengan Tary.


"Gak usah kamu di sini aja."


"Kenapa aku gak boleh ikut?" Zainel kecewa karena Tary tidak memperbolehkan nya untuk ikut.


"Kalau kamu ikut nantik bangku ini di ambil orang lain, jadi mendingan kamu di sini jaga bangku ini. Biar aku saja yang pergi sendirian." Tary memberikan pengertian kepada Zainel agar dia tidak merasa kecewa.


"Baiklah, ini uang." Zainel mengambil selembar uang berwarna biru dari saku bajunya, dia memberikan uang tersebut kepada Tary.


"Gak usah, uang aku ada." Tary menolak uang yang di berikan Zainel kepadanya.


"Aku tidak menerima penolakan." Zainel meletakkan uang itu di telapak tangan Tary.


"Ya sudah aku terima." Dengan terpaksa Tary menerima uang tersebut.


Sepeninggal nya Tary tinggalah baby Jane dan Zainel. Zainel mengajak baby Jane bermain cilupba, baby tertawa saat bermain cilupba dengan Zainel.


Cup

__ADS_1


Zainel mencium pipi gembul baby Jane secara bergantian.


"Papa sayang baby Jane." Zainel menyayangi baby Jane seperti anak kandungnya sendiri.


"Papa papa papa."Baby Jane menyebut papa, baby Jane mengerti dengan ucapan Zainel sehingga dia memberikan respon tersenyum kepada Zainel.


Zainel meletakkan baby Jane di atas pahanya dengan posisi duduk. Zainel memegang tangan kedua tangan baby Jane lalu dia mengajarkan baby Jane tepuk tangan. Zainel bernyanyi sambil tepuk tangan.


🎵Aku anak sehat


🎵Tubuhku kuat


🎵Karena mamaku rajin dan cermat


🎵Semasa aku bayi selalu diberi susu formula


🎵Makanan bergizi dan imunisasi


🎵Berat badanku ditimbang selalu


🎵Posyandu menunggu setiap waktu


🎵Bila aku diare mama slalu waspada


🎵Pertolongan oralit selalu siap sedia


🎵Aku anak sehat


🎵Tubuhku kuat


🎵Karena mamaku rajin dan cermat


🎵Semasa aku bayi selalu diberi susu formula


🎵Makanan bergizi dan imunisasi


🎵Berat badanku ditimbang selalu


🎵Posyandu menunggu setiap waktu


🎵Bila aku diare mama slalu waspada


🎵Pertolongan oralit selalu siap sedia


Tary sudah duduk di samping Zainel sambil ikut menyanyikan lagu aku anak sehat.


"Kamu kapan datang?" Zainel menoleh ke arah samping ternyata Tary sudah duduk di sampingnya sambil bernyanyi.


"Barusan." Setelah selesai menyanyikan lagu aku anak sehat baru lah dia berbicara kepada Zainel.


"Kamu beli apa?"


"Ini." Tary menujukkan sebuah kantong plastik berwarna putih transparan sehingga bisa terlihat dari luar.

__ADS_1


"Itu cuma minuman, terus makanannya mana?" Zainel melihat di kantong plastik tersebut ada dua botol air minum.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2