
"Seberat apapun masalah dalam hidupmu, jangan kepikiran buat jual ginjal (Ry buat ini qoutes terinspirasi dari teman di Real yang tiap hari kepikiran buat jual ginjal, hehehe 😅😅)."
"Apa koko? aku itu belum tuli jadi tidak perlu berteriak-teriak memanggil nama aku."Mendengar Sam berteriak Lea segera menutup kedua telinganya mengunakan kedua telapak tangan.
"Kenapa lembaran jawaban Uts kamu seperti ini?" Samuel berdiri dari tempat duduk sambil memegang kertas lembaran jawaban milik Lea.
"Salahnya dimana?" Melihat Samuel tidak berteriak lagi maka Lea membuka kedua telapak tangan yang menutup telinga nya.
"Kamu masih bertanya salahnya dimana?" Samuel berdecak pinggang mendengar ucapan Lea.
"Sudah sudah sebaiknya anda kembali duduk kita bicara masalah ini dengan kepala dingin." Melihat Samuel emosi ibuk guru mencoba menangkan, lalu ibuk guru menyuruh Samue untuk duduk.
"Baiklah ibuk guru." Samuel kembali duduk di bangku tersebut.
"Kenapa kamu menulis jawaban seperti itu di lembaran jawaban Uts?"Buk guru berbicara sambil melihat ke arah Lea.
"Dari pada saya tidak menulis apa-apa maka nya saya tulis jawaban seperti." Lea berbicara dengan santai kepada ibu guru.
"Astaganaga - naga Lea Lea Lea."Ibuk guru hanya bisa mengelekan kepala mendengar ucapan Lea, dia tidak habis pikir dengan anak murid nya yang satu ini bisa berpikiran seperti itu.
"Lebih baik tidak kamu tulis jawaban nya dari pada kamu nulis jawabannya kamu nanya bertanya-tanya, terkadang, begitu sulit, melupakan Reyhan, apalagi Reyhan baik. Sekarang aku tanya apa Reyhan itu pacar kamu? apa kamu galau seperti ini karena Reyhan?" Samuel terus saja berbicara ngerocos tanpa henti.
"Bukan, itu cuma lagu Koko."
"Menang nya ada lagu seperti itu?" Samuel tidak mempercayai ucapan Lea.
"Ada, Koko Sam aja yang kudet."
"Memang nya seperti apa lagu nya?" Samuel penasaran dengan lagu yang Lea maksud.
"Ada, nih dengar aku nyanyi."
🎵Maafkan kesalahan dan juga kekhilafan
🎵Pernah menancapkan duri tajam
🎵Tak lekang dalam ingatan
🎵Kini kau pergi
🎵Meninggalkanku
🎵Kini kau pergi
🎵Meninggalkanku
🎵Begitu sulit lupakan Reyhan
🎵Apalagi Reyhan baik
🎵Begitu susah cari gantinya
🎵Cukup dikenang saja
"Ooo ternyata itu lagu." Samuel dan ibuk guru serentak berbicara, mereka kompak menanganguk kepalanya setelah mendengarkan lagu yang di nyanyikan oleh Lea.
"Itu lagu lagi tranding topik di medsos."
"Mentang-mentang lagi tranding terus kamu ngikutin gitu?"
"Iyalah, biar aku gak kudet kayak koko Sam."
"Apa kamu tahu akibat dari yang kamu lakukan?"
"Tidak tahu ibuk guru." Lea sama sekali tidak berpikir saat dia menulis jawaban Uts seperti itu.
"Nilai Uts kamu di bawah standar."
"Nah dengar tuh nilai Uts kamu di bawah standar."
"Iya aku dengar Koko, jadi aku harus gimana buk guru?" Mendengar nilainya di bawah standar membuat Lea menjadi khawatir.
"Kamu harus mengikuti remedial."
__ADS_1
"Apa saya sendiri yang mengikuti remedial?" Lea penasaran ingin mengetahui siapa teman di kelasnya yang mengikuti remedial.
"Tidak."
"Pujian Tuhan." Lea memegang dadanya sambil bersyukur.
"Apa ada lagi yang mau ibuk bicarakan dengan saya?"
"Tidak ada."
"Apa saya sudah boleh pergi dari sini buk?"
"Sudah pak."
"Buk kalau Lea melakukan kesalahan hukum saja, saya pamit dulu buk." Samuel beranjak dari bangku nya lalu dia mengulurkan tangan ke arah ibuk guru.
"Terimakasih atas waktu anda dan hati-hati di jalan." Ibuk guru menyambut tangan Samuel, sehingga mereka saling berjabat tangan.
Samuel melepaskan jabatan tangannya dari ibuk guru, setelah itu Samuel berjalan ke arah pintu ruangan.
"Kamu kenapa masih disini?" Si ibuk guru melihat ke arah Lea yang masih duduk di bangku yang berada di hadapan nya.
"Apa saya sudah boleh kembali ke kelas?" Lea bertanya balik kepada ibuk guru.
"Sana kembali kelas." Buk guru menyuruh Lea untuk kembali kelas.
Di hotel S seluruh karyawan hotel di suruh berkumpul di room yang biasa di gunakan untuk meeting. Seluruh karyawan hotel sudah berkumpul di room mereka duduk di bangku yang telah di sediakan.
"Sebenarnya ini ada apa?"
"Kenapa kita di kumpulan di sini?"
"Semoga saja tidak ada masalah."
"Awas aja kalau ada seorang yang buat masalah terus kita terkena imbasnya."
"Sudah-sudah kita berpikir positif saja."
"Jangan jangan apa?"
"Pengurangan karyawan."
"Hah."
"Aduh jangan sampai ada pengurangan karyawan."
"Mau di kasih makan apa istri dan anak-anakku?"
"Aduh jangan sampai ada pengurangan karyawan di hotel ini."
"Semoga saja tidak ada pengurangan karyawan di hotel ini."
"Aamiin."
Tap......... Tap
Seorang pria paruh baya berjalan masuk ke ruangan tersebut seluruh karyawan yang berada dalam ruangan tersebut menoleh ke arah si pria paruh baya tersebut. Si pria paruh baya tersebut sudah berdiri di hadapan mereka semua sambil memegang sebuah mikrofon.
"Selamat siang semuanya." Si laki-laki menyapa semua karyawan hotel.
"Selamat siang juga pak."
"Kalian semua pasti bertanya-bertanya, mengapa saya mengumpulkan kalian semua di sini."
"Benar, apa alasan pak mengumpulkan kali semua di sini?"
"Saya ingin memberikan pengumuman kepada kalian."
"Apa pengumuman nya pak?"
"Sabar nantik juga kalian tahu pengumuman." Si laki-laki paruh baya meminta seluruh karyawan untuk sabar menunggu pengumuman yang ingin dia sampaikan kepada seluruh karyawan hotel S.
"Saya yakin bahwa kalian semua sudah pasti mengenal nama saya dan wajah saja dengan baik."
__ADS_1
"Sudah pak."
"Di sini saya mau mengucapakan Terima kasih kepada kalian semua selama ini sudah mau berkerja dalam pimpinan saya selaku manager hotel S. Saya juga meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada kalian semua apabila ada kesalahan yang telah saya lakukan baik secara sengaja dan tidak sengaja."
"Kami sudah memaafkan pak sebelum pak meminta maaf kepada kami."
"Alhamdulillah kalau kalian sudah memaafkan pak. Saya merasa bersyukur karena kalian mau memafkan saya."
"Saya berdiri di sini mau menyampaikan dua kabar buat kalian semua yaitu kabar bahagia dan sedih."
"Kalian mau dengar kabar bahagia atau kabar sedih?"
"Kabar sedih."
"Kabar bahagia."
"Ah saya jadi bingung, kalau gitu kita ambil suara terbanyak aja. Siapa yang mau dengar berita sedih tunjuk tangan?"
Banyak karyawan yang berada di room menujukan tangannya termasuk Zainel dan Yudi.
"Berita sedih nya saya akan di pindahkan ke hotel S yang ada di kota P."
"Hah, kenapa pindah pak?"
"Saya di pindahkan oleh pak Ceo Hotel S."
"Lalu siapa yang mengantikan pak?"
"Berita bahagia nya akan ada manager baru yang mengantikan saya."
"Kapan manager barunya masuk?"
"Mulai besok."
"Apa tidak ada acara perpisahan pak?"
"Tentu ada."
"Kapan acara perpisahannya pak?"
"Nantik malam."
"Dimana pak?"
"Di Cafe R."
"Apa boleh pasangan?"
"Boleh bawa saja."
"Nantik malam pukul berapa pak?"
"Pukul 20.00 wib saya tunggu kehadiran kalian semua."
"Apa ada lagi yang mau pak sampaikan?"
"Tidak, sekian dan terimakasih kalian boleh kembali bekerja."
Sore harinya setelah pulang kerja Zainel pulang kerumah terlebih dahulu untuk mandi setelah itu Zainel ke rumah Tary. Zainel sudah berada di depan pintu rumah Tary.
"Assalamu'alaikum."
"Walaikumsalam, masuk saja pintunya tidak di kunci."
"Kalian dimana?" Setelah membuka pintu rumah Tary, Zainel berjalan masuk ke dalam rumah Tary.
"Kamar."
Zainel sudah berdiri di depan pintu kamar Tary yang terbuka.
"Kamu sedang apa?" Zainel berbicara sambil masuk ke dalam kamar Tary.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1