PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Ribut-Ribut


__ADS_3

"Aku terlalu serius untuk kamu yang suka, bercyandaaa bercyandaaa bercyandaaa."


"Kamu ngapain pagi-pagi udah kesini?"Tary sudah tiba di teras rumah kontrakan.


"Aku jemput Zai buat berangkat kerja bareng."Si perempuan menoleh ke arah samping, dia mendapati Tary yang sudah berdiri tepat di sampingnya.


"Ngapain kamu pakai jemput-jamput Zaza segala?"Tary berbicara dengan raut wajah tidak suka kepada si perempuan tersebut.


"Zai itu kan asisten aku maka nya, aku jemput dia biar kami bisa berangkat kerja bareng."Fitri tersenyum culas kepada Tary.


"Aku tahu alasan kamu jadiin dia sebagai asisten manager biar kamu bisa dekat-dekat dengan dia dengan alasan pekerjaan."


"Hahahaha, ternyata kamu cukup pintar juga.Aku pikir kamu itu cuma perempuan bodoh dan gendut.


Mendengar ucapan Fitri yang menyebut dirinya gendut.Membuat emosi Tary menjadi naik sehingga dia mengepal kedua tangannya.


Ah rasanya pengen Ry kasih bogam mentah juga tuh wajah perempuan


Ingat Ry jangan hadapi pakai kekerasan


Tapi bermain cantik lah untuk menghadapi perempuan seperti ulat bulu ini


"Ry itu gak bodoh dan gendut.Zaza bilang Ry itu cantik, baik hati, ramah, penyayang, sabar dan perhatian maka nya Zaza jatuh cinta sama Ry."Setelah berhasil menahan emosi barulah Tary berbicara kepada Fitri sambil tersenyum mengejek.


"Cih jangan bangga dulu sebentar lagi Zai akan memutuskan kamu lalu dia akan menjadi kekasih aku." Dengan percaya diri Fitri berbicara kepada Tary bahwa Zainel akan memutuskan Tary lalu mereka akan berpacaran.


"Hahahaha."Tary tertawa mendengar ucapan Fitri, ucapan Fitri bagaikan sesuatu yang mengelitik di perut Tary sehingga membuat Tary tertawa.

__ADS_1


"Kenapa kamu tertawa?"Melihat Tary tertawa membuat Kening Fitri berkerut.


"Tertidur saja kamu belum tetapi sudah bermimpi."


"Kamu lihat saja nantik aku pasti berhasil merebut Zainel dari kamu."Fitri berbicara dengan penuh keyakinan bahwa dia akan berhasil untuk merebut hati Zainel.


"Zaza itu buka barang yang harus di rebut, dia manusia yang memiliki perasaan.Asal kamu tahu saja dia itu sangat sangat sangat mencintaiku."


Mendengar suara ribut-ribut sehingga Zainel terbangun dari tidurnya. Zainel bangkit dari tidurnya lalu dia duduk di atas tempat tidur.


Itu suara siapa?


Pagi-pagi sudah beribut di depan rumah orang


Ah lebih baik sekarang aku mandi


Zainel menoleh ke arah samping dia menadapti baby Jane masih tertidur dengan pulas. Melihat baby Jane tertidur dengan pulas membuat Zainel merasa bersalah.


Maafin papa ya sayang


Sekarang itu papa sibuk kerja buat cari uang untuk memenuhi semua kebutuhan baby Jane


Papa pergi kerja saat pagi hari sebelum baby Jane bangun tidur


Papa pulang kerja hari sudah berganti malam baby Jane sudah tertidur


Zainel mengusap pucuk kepala baby Jane, dia melihat kepala baby Jane hanya terdapat sedikit rambut.

__ADS_1


Cup


"Papa mandi dulu ya sayang."Setelah mengecup kening baby Jane, Zainel turun dari tempat tidur.


Zainel sudah keluar dari kamarnya, dia masih mendengar suara ribut-ribut di teras rumahnya.


Sepertinya suara mereka familiar di telingaku


Ah sebaiknya aku lihat mereka


Zainel berjalan menuju pintu rumah nya, saat Zainel sudah tiba di depan pintunya dia membuka pintu rumahnya.


Ceklek Ceklek Ceklek


Ketika pintu rumah terbuka terlihat dua perempuan yang sedang berdebat.


"Ternyata kalian."Zainel berbicara sambil melihat ke arah dua perempuan itu secara bergantian.


"Apa kamu baru bangun tidur?"Fitri melihat di bahu Zainel terdapat handuk.


"Iya, aku terbangun dari tidur gara-gara mendengar suara beribut dari kalian berdua.Ada apa kalian pagi-pagi sudah ribut-ribut di teras rumah aku?"Zainel berbicara sambil menatap ke arah mereka secara bergantian dengan tatapan menyelidiki.


"Ini semua gara-gara dia. "Fitri menyalahkan Tary sambil menujuk kan jari-jarinya ke arah Tary.


"Lah, kok kamu nyalahin Ry sih.Kamu yang salah pagi-pagi udah ngedor rumah Zaza." Tary tidak Terima Fitri menyalahkan dirinya.


...~ Bersambung ~...

__ADS_1


__ADS_2