
"Jika ada lomba gosip di 17 San sudah ku daftarkan semua tetanggaku."
"Tunggu sebentar ya." Zainel melepaskan genggam pada jari jemari Tary, dia menghampiri pemain band lalu dia sudah berada di dekat para pemain band. Dia membisikan sesuatu ke telinga gitaris band tersebut. Sang gitaris band hanya menganggukan kepalanya, setelah itu dia kembali keposisinya semula yaitu berdiri di samping Tary. Zainel bernyanyi dahulu dengan diringi oleh musik
Jereng Jereng Jereng
🎵Disini kau dan aku
🎵Terbiasa bersama
🎵Menjalani kasih sayang
🎵Bahagia kudenganmu
Setelah itu Tary mulai bernyanyi dengan mengeluarkan suaranya yang pas-pas an.
🎵Pernahkah kau menguntai
🎵Hari paling indah
🎵Ku ukir nama kita berdua
🎵Disini surga kita
🎵Bila kita mencintai yg lain
🎵Mungkin kah hati ini akan tegar
Fitri yang sedang duduk di kursi sambil masang telinganya baik, karena dia ingin mendengar suara Tary.Saat Fitri mendengar suara fals Tary, dia melihatbke arah Tary sambil tertawa mengejek.
Masih mendingan suara kaleng rombeng dari pada tuh suara perempuan cibir Fitri yang tidak di dengar oleh pengunjung cafe X.
Mendengar suara Tary yang pas-pasan, Zainel pun membantu Tary dengan ikut bernyanyi.
🎵Sebisa mungkin tak akan pernah
🎵Sayang ku akan hilang
🎵If you love somebody
🎵Could we be this strong
🎵I will fight to win
🎵Our love will conquer all
🎵Wouldn't risk my love
🎵Even just one night
🎵Our love will stay in my heart
🎵My heart
Tary kembali bernyanyi sendirian.
🎵Pernahkah kau menguntai
Lalu setelah itu di lanjutkan oleh Zainel seorang diri.
🎵Hari paling indah
🎵Ku ukir nama kita berdua
🎵Disini surga kita
🎵Bila kita mencintai yg lain
🎵Mungkin kah hati ini akan tegar
__ADS_1
🎵Sebisa mungkin tak akan pernah
🎵Sayang ku akan hilang
Mereka berdua bernyanyi secara bersama-sama.
🎵Bila kita mencintai yg lain
🎵Mungkin kah hati ini akan tegar
🎵Sebisa mungkin tak akan pernah
🎵Sayang ku akan hilang
🎵If you love somebody
🎵Could we be this strong
🎵I will fight to win
🎵Our love will conquer all
🎵Wouldn't risk my love
🎵Even just one night
🎵Our love will stay in my heart
Saat mereka menyanyikan reff lagu, mereka bergeser posisi sehingga posisi mereka saling berhadapan. Mereka saling menatap satu sama lain, setelah itu tiba-tiba saja Zainel menggenggam jari jemari Tary sehingga chemistry mereka begitu dapat.
Membuat para pengunjung cafe tersebut hanyut dalam lagu yang di nyanyikan oleh mereka tak terasa lagu yang mereka nyanyikan telah selesai. Seluruh para pengunjung memberikan tepuk tangan terkecuali Fitri kepada mereka, ada beberapa pengujung memberikan standing appouse.
Proookk Proookk Proookk
"Kalian luar biasa."
"Kalian saling menutupi kekurangan satu sama lain.
"Kalian saling melengkapi.
" Lah, kenapa mereka bertepuk tangan?"Fitri merasa terkejut saat melihat seluruh pengunjung cafe memberikan tepuk tangan kepada mereka.
"Ah, harusnya tidak seperti ini." Fitri bertambah kesal saat melihat Tary mendapatkan tepuk tangan dan standing appouse.
Harusnya dia itu dapat sorakan atau di lempar sama botol minuman karena suaranya flas.
Tuh perempuan beruntung karena Zainel suara merdu sehingga bisa menutupi suara dia yang flas.
Mereka itu gak cocok jadi pasangan si laki-laki nya ganteng si perempuan jelek mana gendut lagi.
" Terimakasih kepada semua pengujung cafe X sudah mau mendengarkan kami bernyanyi. Maaf kalau suara kami berdua fals." Zainel berbicara dengan mengunakan mikrofon. Setelah itu mereka kembali ke tempat duduknya.
"Wah, suara kamu bagus." Fitri melirik ke arah Tary yang sudah duduk di kursinya yang semula.
"Terimakasih atas pujiannya." Mendengar pujian dari Fitri, Tary berbicara sambil tersenyum tulus ke arah Fitri.
"Suara kamu itu fals jadi lebih bagus diam dari pada bernyanyi, hahahaha." Fitri menertawakan Tary.
Tary menundukkan wajahnya dengan lesu karena Fitri menertawakan dirinya.
"Kamu lihat sendiri kan seluruh pengujung memberikan tepukan kepada kami, itu karena suara merdu."Melihat Tary di tertawakan di depan matanya membuat Zainel tidak Terima.
"Itu karena kamu, cuma kalau dia nyanyi sendiri pastikan akan di lempari botol sama pengujung cafe X."
"Ry gak usah dengerin ucapan Fitri, yang terpenting bagi aku suara Ry merdu." Zainel menyentuh tangan Tary yang berada di atas meja lalu dia mengelus punggung tangan Tary.
Fitri yang melihat mereka semakin mersa semakin menjadi geram.
"Shiit." Fitri berdiri dari kursingya, dia hendak melangkahkan kakinya pergi.
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" Zainel melihat ke arah Fitri.
"Aku pergi dulu ada janji dengan teman aku." Setelah mengatakan itu Fitri melangkahkan kakinya pergi.
Setelah kepergian Fitri tinggal lah mereka di meja tersebut.
"Zaza pulang yuk!" Tary menepis tangan Zaza tary tangan lalu dia mengajak Zaza untuk pulang.
"Ayo, tapi aku ke kasir dulu." Zainel berdiri dari tempat duduk nya.
Tary meminum jus buah naga yang berada di dalam gelas mengunakan sedotan sehingga jus buah naga tersebut tandas tak bersisa di dalam gelas tersebut. Zainel sudah berdiri di depan meja kasir, dia sedang membayar tagihan makanan dan minuman. Setelah selesai membayar semua nya mereka berjalan ke arah parkir motor.
Fitri mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi di jalan raya. Saat dia tiba di depan persimpangan lampu lalu lintas yang kebetulan saat itu lampunya berwarna merah. Fitri segera menginjak remaja pada mobilnya. Mobil yang di kendarai oleh Fitri pun berhenti.
Saat menunggu lampu merah berganti menjadi lampu hijau, Fitri mengambil ponsel yang berada di dalam tasnya. Setelah ponsel sudah berada di tangannya, dia menghubungi nomor ponsel Mia.
Tuuut.......... Tuuut
📞"Halo."
📞"Halo Fit."
📞"Kamu ada dimana?"
📞"Aku lagi tempat biasa."
📞"Di tempat biasa dimana?"
📞"Tempat main bliar."
📞"Kamu sama siapa di sana?"
📞"Ya sama pacar aku lah, memang nya kamu jomblo." Mia meledek Fitri yang jomblo.
📞"Ya sudah aku kesana, kamu jangan kemana-mana."
📞"Iya cepatan.'
📞"Sepuluh menit lagi aku pasti nyampai sana." Setelah mengatakan itu Fitri mematikan panggil telpon nya, Fitri memasukkan kembali ponselnya ke dalam tasnya.Fitri melihat ke aarah depan, lampu lalu lintas sudah berubah menjadi hijau. Dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
Mobil yang di kendarai oleh Fitri sudah tiba di parkiran, Fitri sudah melepaskan safety belt lalu dia menoleh ke arah kaca yang berada di dalam mobilnya. Fitri mengoleskan kembali lipstik di bibirnya lalu setelah itu dia turun dari mobil.
Fitri sudah masuk ke dalam tempat bliar dia melihat sekeliling nya untuk mencari keberadaan Mia dan pacarnya.
"Fit."Mia sudah berdiri di belakang Fitri.
"Ternyata kamu."Fitri membalikkan badan lalu dia melihat orang yang dia cari yaitu Mia sudah berada di belakang nya.
"Kamu pasti ngebut bawa mobil, soalnya ini belum sepuluh menit kamu udah sampai ke sini."
"Ya begitu lah."
"Gimana-gimana? apa kamu sudah jadi ketemu sama gebetan kamu?" Mia langsung menodongi Fitri dengan berbagai macam pertanyaan.
"Udah." Fitri berbicara dengan raut wajah yang lesu.
"Pasti dia datang sama pacarnya kan." Melihat raut wajah Fitri seperti itu Mia pun sudah bisa menebak.
"Bagaimana wajah pacar dia?"
"Jelek, gendut, hidungnya pesek, masih cantikkan aku lagi."
"Berarti itu perempuan bukan saingan kamu."
"Bukanlah, dia mah jauh di bawah aku."
"Terus kenapa tuh muka lesu?"
...~ Bersambung ~...
__ADS_1