
"Ya Allah jika jodohku belum datang tolong jomblo kan juga temanku."
"Natik juga makanan datang."
"Memang nya kamu beli apa?"
"Sate padang."
"Hah."
"Apa kamu belum pernah makan sate padang?"
"Belum, dengar aja baru ini aku." Zainel baru mendengar nama makanan sate padang.
Tidak lama kemudian datang lah seorang laki-laki membawa dua piring berada di kedua tangannya.
"Kak ini satenya." Si laki-laki tersebut memberikan kedua piring yang berisi sate padang kepada Tary .
"Iya abang." Tary mengambil kedua piring dari tangan si laki-laki tersebut.
"Apa ada lagi kak?" Si laki-laki yang berdiri di hadapan Tary.
"Gak ada abang." Tary menggelengkan kepalanya.
Setelah si laki-laki tersebut pergi, baru lah Zainel menoleh ke arah piring yang berada di tangan Tary.
"Itu apa?" Zainel menatap jijik pada sate padang berada di atas piring.
"Sate padang, nih punya kamu." Tary memberikan sebuah piring yang berisi sate padang ke Zainel.
"Aku gak mau, buat kamu aja." Zainel menolak langsung sate padang tersebut.
"Loh, kok kamu gitu sih." Raut wajah Tary berubah menjadi kecewa karena Zainel menolak piring yang berisi sate padang.
"Aku merasa jijik melihat makanan itu." Zainel melihat raut kekecewaan di wajah Tary.
"Kenapa kamu jijik lihat sate padang?"
"Soalnya mirip pup baby Jane." Walaupun dengan berat hati akhirnya Zainel mengatakannya.
"Kamu jangan lihat bentuk tapi rasanya."
"Dari bentuk nya aja aku udh jijik lihat nya." Zainel menatap jijik pada sate padang tersebut.
"Kamu belum tahu aja rasanya enak."
"Mana mungkin makanan mirip pup bayi gitu enak." Zainel tidak percaya sate padang itu enak.
"Maka nya kamu dulu." Tary membujuk Zainel untuk mau mencoba memakan sate padang.
__ADS_1
"Pokoknya aku gak mau."
"Yakin gak mau, ini enak banget." Tary meletakkan sebuah piring atas bangku sedang satu piring lagi berada di tangannya. Tary membaca doa sebelum makan terlebih dahulu lalu Tary menyuapi sate padang ke dalam mulutnya. Tary memakan sate padang tersebut dengan lahap.
Sementara Zainel memperhatikan Tary yang sedang makan sate padang. Zainel merasa jijik saat melihat Tary menyendokan kuah sate padang dari piring lalu Tary memasukkan kuah sate padang ke dalam mulutnya.
"Emm enak banget nih sate padang rasanya pas di mulut aku." Tary menghabiskan sate padang dipiring yang dia pegang tanpa tersisa. Setelah itu Tary meletakkan piring di bangku. Tary mengambil sebotol air mineral dari dalam kantong plastik, Tary hendak membuka botol air mineral tersebut.
"Sini aku bukain." Zainel mengambil botol air mineral dari tangan Tary lalu dia memutar tutup botol air mineral sehingga tutup botol air mineral terbuka.
"Glug glug glug." Setelah botol air mineral terbuka Tary mengambil dari tangan Zainel lalu dia meneguk air mineral dari dalam botol tersebut.
"Tuh kamu habiskan lagi masih ada satu piring." Zainel menyuruh Tary untuk menghabiskan satu piring sate padang.
"Iya aku habiskan dari pada mubazir." Tary meletakkan botol air mineral di atas bangku, lalu dia mengambil piring sepiring sate padang lagi. Tary kembali memakan sate padang yang berada dalam piring.
"Baguslah kalau seperti itu."
"Eeek, aduh gimana nih aku udah kenyang?" Tary bersendawa karena sudah kenyang tetapi sate padang dalam piring tersebut belum habis.
"Ya sudah kalau kenyang."
"Tapi sate padangnya belum habis." Tary menatap sate padang dengan tatapan sayang. Tary itu paling itu paling tidak tega melihat sisa makanan maka nya postur tubuh itu gemoy.
"Terus mau di apain?"
"Mubazir kalau gak di makan."
"Ya kamu lah."
"Lah, kok aku sih."
Tary terus menerus berusaha untuk membujuk Zainel agar mau makan sate padang, Zainel terusan saja menolak.
"Plis kamu makan ya ini tinggal sedikit lagi." Tary berbicara kepada Zainel dengan wajah memelas.
"Lihat nya udah jijik aku, gimana mau makannya?"
"Kamu cukup lihat wajah aku saja." Tary berbicara sambil menyuapi sate padang ke arah mulut Zainel.
Zainel hanya menganggukan kepalanya sebagai tanda bawah iya dia setuju.
"Bukak mulut, aaaakkk." Tary menyuruh Zainel membuka mulut nya.
Entah sihir apa yang di pakai oleh seorang Tary sehingga Zainel menuruti ucapan Tary. Zainel membuka mulut sambil terus memandangi wajah Tary tanpa berkedip sedikit pun, hal itu tidak di sia-siakan oleh Tary. Dia memasukkan ketupat lontong berserta kuah sate padang ke dalam mulut Zainel.
Setelah masuk ke dalam mulut Zainel dia mengunyah ketupat lontong tersebut.
"Bagaimana rasanya?"
"Tidak terlalu buruk." Setelah itu Zainel mengambil botol air mineral lalu dia meminum air yang ada di botol tersebut.
__ADS_1
Terdengar suara baby Jane menghisap jari jempolnya sehingga Tary menoleh ke arah baby Jane.
"Apa Baby Jane haus?"
"Num num num."Baby Jane berceloteh dengan khas bayi.
"Baby Jane haus mau minum susu." Tary mengambil baby Jane dari bangku anak Zainel. Baby Jane sudah berada di gendongan Tary, Tary mengambil botol dot yang berisi susu formula di dalam tas. Tary memberikan susu formula kepada baby Jane. Baby Jane menghisap ****** dot sehingga susu formula yang berada di dalam botol dot berkurang.
Angin bertiup sehingga menerbangkan rambut Tary yang tergerai sehingga menutupi wajah Tary. Zainel yang melihat rambut Tary menjadi berantakan mencoba membantu merapikan rambut Tary. Zainel menyelipkan rambut Tary di telinga Tary.
"Kamu pakai pakai sampo apa?" Zainel mencium aroma sampo yang semerbak dari rambut Tary.
"Memangnya kenapa?" Tary malah bertanya balik kepada Zainel.
"Aku suka dengan aroma sampo yang kamu pakai." Zainel menyukai aroma sampo yang Tary pakai.
"Heleh, gak usah modusin aku."
"Siapa yang modusin kamu?"
"Ya kamu lah, siapa lagi?"
"Aku gak ngerasa modusin kamu, aku itu ngomong apa adanya." Zainel menangakat kedua bahunya.
"Aku itu tadi sore keramas maka nya malam ini wangi aroma sampo aku masih kecium, coba aja seminggu aku gak keramas apa kamu sanggup mencium aroma rambut aku?"
"Pantas aja wangi samponya masih semerbak, jangankan cium aroma rambut kamu seminggu gak keramas. Cium bauk badan kamu seminggu gak mandi juga aku sanggup."
"Idih pasti bauk banget lah aku kalau sampai seminggu gak mandi." Tary bergedik ngeri membayangkan seminggu dia tidak mandi pasti badan bauk sekali.
"Masih bauk kambing lagi, soalnya kan dia gak pernah mandi." Zainel dengan spontan mengatakan bahwa lebih bauk kambing karena kambing tidak pernah mandi.
"Kamu benar sih, walaupun kambing bauk gak pernah mandi tetap aja laku.
"Apa lagi kamu?"
"Hah, apa kamu lagi bandingin aku sama kambing?"
"Gak gitu."
"Terus apa?"Tary sudah mulai berbicara dengan nada suara tinggi.
"Papa mama papa mama." Baby Jane melepaskan ****** botol dot lalu dia menyebut papa mama dengan khas bayi.
"Apa anak papa mau pulang?" Zainel mengambil baby Jane dari gendong Tary.
"Bum bum bum."Baby Jane berbicara dengan bahasa bayi kepada Zainel, sedikit demi sedikit Zainel sudah mengerti dengan bahasa bayi. Sehingga Zainel sudah mengerti dengan ucapan baby Jane.
Zainel berdiri dari bangku lalu dia berjalan sambil mengandong baby Jane.
" Eh, tunggu dulu. Kamu mau kemana?" Tary melihat baby Jane dan Zainel berjalan pergi dari bangku tersebut.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...