
"Jika Allah bisa merubah siang menjadi malam, maka Allah bisa merubah ibumu jadi ibu mertuaku."
Sebuah motor sport melaju dengan kecepatan tinggi di jalan raya, motor sport menyalip kendaraan yang berada di depannya. Si pengendara motor begitu mahir mengendarai motor sport tersebut bahkan dia bisa mengendarai motor dengan model zig zag di jalan raya.
Motor sport tersebut berbelok ke arah komplek perumahan elit. Si pengendara motor melajukan motor sport memasuki komplek perumahan elit di kota B.Si pengendara motor mulai mengurangi kecepatan motornya saat berada di jalan komplek perumahan.
Motor sport berhenti di depan pintu pagar sebuah rumah mewah. Si pengendara motor mebunyikan klakson motor.
Tiiiinn Tiiinn Tiiinn
Pak Satpam yang berada di pos satpam segera berjalan ke arah pintu pagar, sesampainya pak satpam di depan pintu pagar pak Satpam melihat motor sport milik anak majikannya.Pak Satpam mendorong pintu pagar sehingga pintu pagar tersebut terbuka.
Si pengendara melajukan motor melewati pintu pagar, motor yang di kendarai sudah tiba di depan halaman rumah mewah tersebut. Setelah motor terpakir si pengendara turun dari motor nya. Si pengendara motor berjalan menuju ke arah rumah.
"Hei kamu siapa?" Si pengendara motor sudah berada di teras rumah, dia melepaskan helem dari kepalanya. Dia berdiri di hadapan si perempuan yang sedang berdiri sambil mengendong bayi.
"Aku Tary, kamu pasti Lea adeknya Zainel." Tary berbicara sambil melihat ke arah Lea.
"Bagaimana kamu bisa tahu nama aku? hah siapa itu Zainel?" Lea terkejut saat perempuan yang mengenalkan dirinya bernama Tary itu mengetahui namanya, Lea di buat di bingung oleh Tary yang mengatakan bahwa dia adek Zainel sedangkan Lea tidak mempunyai abangan yang bernama Zainel. Lea mempunyai dua orang abang yang bernama Sam dan Rendy.
"Zainel pernah bercerita tentang kamu kepada aku."
"Siapa Zainel?"
"Abangnya Lea."
"Abang aku tidak ada yang namanya Zainel, kamu pasti salah orang.
"Aku gak salah orang." Tary bersisih keras.
Sementara Rendy berada di ruangan tamu mendengar suara Lea sedang berbicara dengan seorang di teras.
"Itu Lea sedang bicara dengan siapa?"
"Astagfirullah." Rendy baru ingat bahwa dia datang tidak sendirian melainkan bertiga. Rendy beranjak dari sofa berjalan ke arah teras rumah.
"Lea." Rendy sudah tiba di teras rumah, dia menghampiri Lea yang sedang berdiri di hadapan Tary yang sedang mengendong baby Jane.
"Koko Ren." Lea menoleh ke arah sumber suara tersebut dia mendapati Rendy sudah berdiri di sampingnya lalu dia menghamburkan pelukan kepada Rendy.
Mereka berpelukan melepaskan kerinduan selama berbulan-bulan tidak bertemu.
"Aku kangen koko Ren, apa koko Ren kangen aku?"
"Gak ____." Rendi belum selesai berbicara.
"Lah kok koko Ren gitu sih." Lea melepaskan pelukan dari tubuh Rendy lalu dia berbicara dengan bibirnya yang mengerucut.
"Gak salah lagi maksud aku."Kekeh Rendy
"Hah, gimana gimana gimana Koko Ren?" Lea belum mengerti dengan ucapan Rendy, sehingga dia bertanya lagi.
"Maksud nya itu gak salah lagi kalau koko juga kangen sama Lea."
__ADS_1
"Ooo berarti koko Ren juga kangen sama aku." Lea berbicara sambil manggut-manggut.
"Kamu baru pulang sekolah?"
"Iya, Koko kapan datang?"
"Beberapa menit yang lalu, kamu kesekolah naik motor itu?" Saat Rendy menoleh ke arah halaman rumah, dia mendapati motor sport terpakir di halaman rumah.
"Iya Koko."
"Pasti tadi kamu bawa motor nya ngebuat kayak Valentina Rossa." Rendy sudah paham dengan kebiasan Lea yang suka mengendarai motor uggal-uggalan sehingga Rendy menyentil kening Lea.
Pletek Pletek Pletek
"Aduh sakit."Lea mengelus kening nya yang sakit terkena sentilan oleh Rendy.
"Heleh, baru di sentil gitu saja udah kesakitan."Cibir Rendy.
"Ini itu memang sakit, coba koko lihat kening aku." Lea menujukan kening nya bekas sentilan Rendy.
"Iya, ini aku lihat." Rendy menundukkan kepalanya lalu dia melihat kening Lea yang memerah bekas sentilan nya.
"Apa ada bekas sentilan?"
"Ada."
"Obatin."
"Kamu obatin sendiri saja."
"Sini sini aku obatin."Rendy mengusap-usap kening Lea dengan kasar.
"Aduh sakit, pelan-pelan ngusap nya koko."
"Masih sakit?" Rendy pelan-pelan mengusap sambil meniup kening Lea.
"Masih."
"Udah belum nih?"Kembali mengusap sambil meniup kening Lea.
"Belum."
Hoek
Hoek
Hoek
Terdengar suara tangisan baby Jane yang berada di samping mereka.
"Sudah sudah jangan nangis sini sama papa." Rendy memutar badannya ke arah samping, Rendy mengambil baby Jane dari gendong Tary.
Saat baby Jane sudah berada dalam gendongan Rendy maka baby Jane berhenti menangis.
__ADS_1
"Itu bayi siapa koko?"Lea terkejut saat mendengar Rendy mengucapkan papa saat mengambil baby Jane dari gendongan Tary.Untuk memastikannya Lea kembali bertanya kepada Rendy sambil menujuk ke arah baby ne.
"Bayi Koko."Dengan santai tanpa beban Rendy mengatakan kepada Lea bahwa baby Jane anaknya.
"Hah, koko gak usah bercanda. Ini itu gak lucu di buat bercanda." Lea terkejut saat mendengar Ucapan Rendy, lalu Lea menyakitkan apa yang di ucapkan barusan oleh Rendy hanyalah sebuah candaan saja.
"Apa aku terlihat seperti bercanda?" Rendy berbicara sambil menatap dalam ke mata Lea.
"Tidak."Lea menatap kedua bola mata Rendy, dari tatapan itu Lea melihat pancaran mata Rendy yang terlihat serius dengan yang ia ucapkan.
"Siapa nama bayi ini koko?"
"Baby Jane."
"Hai, baby Jane." Lea mengajak baby Jane berbicara.
"$$$$$$$ttttt."Baby Jane seolah-olah mengerti dengan ucapan Lea, dia berbicara merespon ucapan Lea dengan berbicara mengunakan bahasa bayi.
"Ah baby Jane gemesin."Melihat wajah baby Jane yang gembul membuat Lea menjadi gemas sehingga dia mencubit pipi baby Jane.
"Sudah jangan di cubit lagi nantik baby Janenya nangis."Rendy menepis tangan Lea yang sedang mencubit pipi baby Jane.
"Kalau baby Jane nangis tinggal koko kasih aja ke mama nya gitu aja kok repot."Lea berbicara dengan begitu mudahnya.
"Kamu saja tadi sudah dengar suara tangisan baby Jane saat berada di gendonggan mama nya."
"Hah, jadi dia itu mama baby Jane." Lea menoleh ke arah Tary yang berdiri di sampai Rendy.
Hah, apa aku gak salah dengar? dia itu mama baby Jane.
Kalau dia mama baby Jane berarti dia istri koko Rendy
Kenapa selera Koko Ren jadi jatuh seperti ini?
Dia lebih cocok jadi baby sister baby Jane bukan mama baby Jane
Dia sama sekali. tidak ada pantas-pantas nya menjadi istri dari koko Ren
Koko Ren begitu tampan sedangkan dia jelek, gendut, ah mereka itu tidak cocok di jadiin pasangan
Lea terus saja berbicara di dalam hatinya melihat dari ujung rambut hingga ujung kaki Tary.
Kenapa Koko Ren bisa menikah dan punya anak dengan perempuan itu?
Atau jangan jangan jangan
Perempuan itu sudah hamil dengan dengan laki-laki lain lalu dia menjebak Koko Ren
Maka nya Koko Ren mau menikahi perempuan itu
Ah Koko Ren bodoh mau aja menikah dengan perempuan seperti itu
"Iya, dia mama baby Jane.Suka atau tidak suka kalian semua harus bisa menerima baby Jane dan mama nya." Rendy berbicara tegas kepada Lea.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...