PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Gara-Gara Kentut


__ADS_3

"Hidup tak seindah Torabika creamy latte yang manisnya bisa di atur sendiri."


Mereka berdua secara bersamaan menoleh ke arah Tary yang berada di dalam kamar.


"Sayang sarapan apa?" Tary sudah berada di pinggir tempat tidur Zain.


"Buuubur ayam."Mendapatkan panggilan Sayang dari Tary membuat Zainel terketuk sehingga dia menjadi gagap berbicara.


"Sayang dapat bubur ayam dari siapa?"


"Aku yang bawa tadi buat Zai."Jawab Fitri.


Aku nanya ama Zaza malah dia yang jawab


Pasti tuh dia mau pamer ama aku kalau dia bawain bubur ayam buat Zaza


Lagian nih perempuan gajen bener deh


Masak pagi-pagi udah datang ke rumah laki-laki


"Terimakasih ya buk Fitri udah repot-repot bawa bubur ayam buat pacar saya, padahal saya udah beli bubur sum sum buat dia."Tary berbicara sambil mengangkat sebuah kantong plastik yang berisi bubur sum sum dan obat Zainel di dalamnya.


"Saya tidak merasa di repotkan, saya merasa sangat senang Zai mau memakan bubur ayam yang saya bawakan bahkan Zai memakan bubur ayam dengan di suapin oleh saya."Fitri berbicara sambil menampilkan senyum culas kepada Tary.


Ah benar benar nih perempuan


Pengen aku cakar tuh mukanya


Sabar Ry


Jangan mau terpancing sama dia


Lawan dia secara elegan jangan kampungan


"Zaza itu kalau lagi sakit pasti manja makannya minta di suapin, terimakasih ya buk Fitri sudah menyuapi Zaza." Tary membalas Fitri dengan senyum simpul.


"Harusnya sebagai pacar Zai kamu itu nyuapin Zai makan, terus ngerawatin Zai yang lagi sakit.Bukannya malah pergi ninggalin Zai seorang diri di dalam kamar.Ini malah aku yang bukan pacarnya yang nyuapin dia makan, dasar kamu itu gak becus jadi pacar Zai."


Enak banget tuh mulu lemes ngatain aku gak becus ngurus Zaza


Aku bahkan terjaga semalam hanya demi mengompres kening Zaza supaya demam nya turun


"Yang ibuk ucapan itu tidak benar, Ry itu pacar yang perhatian dia bahkan rela semalam terjaga untuk mengompres aku." Mendengar Fitri berbicara memojokkan Tary membuat Zainel angkat bicara, Zainel merasa tidak terima Tary terus-terus di pojokan oleh Fitri.


"Dengarin tuh yang Sayang ku bilang buk."Tary tersenyum mengejek kepada Fitri.


Mendengar ucapan Zainel yang membela Tary di tambah lagi dengan ucapan Tary membuat gemuruh amarah di dada Fitri, dia pun hanya bisa berbicara dalam hati.

__ADS_1


Kurang ajar


Berani sekali dia memanggil aku dengan sebutann ibuk


Memangnya aku menikahi bapaknya


Sekarang kamu boleh tertawa


Tapi lihat nantik aku pastikan kamu akan menangis darah


"Baby Jane sudah bangun."Zainel menoleh ke arah baby Jane yang berada di gendongan Tary.


"Papa papa papa."Baby Jane melihat ke arah Zainel, baby Jane memanggil Zainel sambil merentangkan kedua tangan nya.


"Iya sayang." Zainel hendak turun dari tempat tidur.


"Mau ngapain?" Melihat Zainel hendak turun dari tempat tidur membuat Tary dan Fitri serentak berbicara kepada Zainel.


"Mau gendong baby Jane."Saat baby Jane memanggil Zainel sambil merentang kedua tangannya, dia mengerti bahwa baby Jane meminta di gendong maka nya dia hendak turun dari tempat tidur untuk mengendong baby Jane.


"Jangan."Lagi-lagi mereka serentak berbicara kepada Zainel, mereka melarang Zainel untuk turu dari tempat tidur.


"Kenapa aku tidak boleh mengendong baby Jane?"


"Kamu lagi sakit, baby Jane itu masih bayi.Bayi itu gampang tertular penyakit."


"Nih."Tary memberikan kantong plastik kepada Zainel.


"Ini apa?"Zainel melirik kantong plastik yang berada di tangan Tary.


"Obat."


"Buat siapa?"


"Ya buat Sayang lah."


Zainel mengambil kantong plastik dari tangan Tary.


"Jangan lupa di minum ya sayang."


Prooott Prooott Prooott


Terdengar sebuah bunyi berserta sebuah aroma bauk busuk yang menyengat. Aroma bauk busuk itu menusuk di hidung mereka, mereka serentak menutup hidung dengan menjepit ibu jari dan cari telinjuk di hidung.


"Siapa yang kentut?" Mereka bertiga serentak bertanya sambil melirik satu sama lain.


"Ini pasti kentut kamu."Tuduh Fitri sambil melirik ke arah Tary.

__ADS_1


"Enak saja kamu menunduh ini kentutku, ini bukan kentutku.Atau jangan-jangan ini kentut buk ya?"Tary tidak terima dengan tuduhan Fitri yang menuduh dirinya yang kentut padahal itu buka kentutnya, Tary pun balik menunduh Fitri yang kentut.


"Ini bukan kentutku, lagian kalau bauk kentukku itu wangi gak seperti ini bauknya busuk sekali."


"Mana ada kentut bauknya wangi."Tary menyanggah ucapan Fitri.


"Ada bauk kentutku."


Mereka melepas hidung yang di tutup mengunakan ibu jari dan jari telunjuk.Mereka mengibaskan tangannya supaya aroma bauk kentut itu menghilang.Tary dan Fitri terus saja berdebat mengenaik bauk kentut itu.


"Sudah-sudah kalian jangan berdebat lagi."Kepala Zainel terasa pusing mendengar perdebatan Tary dan Fitri sehingga dia mencoba menghentikan perdebatan mereka.


"Jangan ini kentut mu."Setelah mendengar ucapan Zai maka mereka menoleh ke arah Zainel secara serentak mereka menunduh kalau itu kentut Zainel.


"Aku tidak kentut."Dengan tegas Zainel menyanggah tuduhan Tary dan Fitri.


"Kalau bukan kentut aku, kamu dan dia, maka ini kentut siapa?"Ucapan Tary sambil melirik ke arah Zainel dan Fitri secara bergantian.


"Ntlah, aku tidak tahu."Zainel mengangkat kedua bahunya


Prooott Prooott Prooott


Tedengar lagi bunyi kentut mereka bertiga menoleh ke arah sumber suara tersebut.


"Ternyata baby Jane yang kentut." Ucapan Zainel sambil melihat wajah baby Jane.


"Seperti baby Jane Pup." Tary mencium aroma bauk busuk yang begitu menyengat dari baby Jane, Tary melihat celana baby Jane ternyata ada noda berwarna kuning disana.


"Sana kamu bawa pergi dia dari sini."Melihat hal itu menyuruh Tary membawa pergi baby Jane.


Satu Jam kemudian.......


Tary sudah berada di teras rumah Zainel, lalu dia melihat mobil Fitri masih terparkir di halaman rumah Zainel.Tary melihat pintu rumah Zainel terbuka, dia mengucapakan salam sambil berjalan masu ke dalam rumah Zainel.


"Eh ternyata ibuk masih berada di sini." Tary sudah berada di depan pintu kamar Zainel sambil melihat Fitri yang masih duduk di pinggir tempat tidur Zaine.


"Seperti yang kamu lihat."Fitri memandang wajah Tary dengan tatap tidak suka.


"Sayang, apa obatnya tadi udah di minum?"Tary berbicara sambil melangkah masuk ke dalam kamar Zainel.


"Sudah." Zainel berbicara sambil tersenyum kepada Tary.


"Apa ibuk tidak kerja?" Tary sudah berada di samping Fitri.


"Mau saya kerja atau tidak bukan urusan kamu."Fitri berbicara dengan ketus kepada Tary.


"Sebaiknya ibuk berangkat kerja, hari ini ibuk banyak perkerjaan."Zainel mengusir Fitri secara halus untuk pergi dari rumah nya.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2