
"Sekedar mengagumi perihal memiliki aku tidak tau harus bagaimana, soalnya jalur darat macet, jalur langit banyak saingan, apalagi jalur laut aku takut tenggelam."
"Kenapa kamu terkejut seperti itu?" Zainel menyelisik wajah Tary terlihat terkejut.
Tiba-tiba saja lidah Tary terasa kelu sehingga dia kesulitan untuk berbicara.
Aduh gimana nih?
Mana Zaza udah lihat
Aduh Ry harus ngomong apa sama dia
Tary diam membisu sambil sibuk dengan pikiran nya sendiri.
"Kamu kenapa diam saja?"Zainel memperhatikan Tary yang sedang diam membisu seperti patung pancuran.
"Ry." Pekik Zainel
"Hah, iya."Mendengar pekikan dari Zainel membuat Tary tersadar.
"Apa kamu mau berdiri di situ terus?"
"Gak."Sambil menggelengkan kepalanya.
"Kamu bisa geser aku mau masuk ke dalam kamar mandi."
Tary berjalan melangkah meninggalkan kamar mandi. Saat Tary berjalan melewati Zainel, Zainel tidak sengaja melihat noda merah yang terdapat pada celana Tary di bagian belakang.
Noda merah
Itu pasti darah
Sakit perempuan
Jangan Jangan Jangan
Ry ___
Seketika Zainel merasa Dejavu, Zainel pernah mengalami kejadian yang serupa tetapi dengan perempuan yang berbeda sehingga Zainel merasa yakin.
"Ry tunggu dulu."Zainel berbicara sambil menoleh ke arah Tary.
Tary berhenti melangkahkan kakinya, lalu dia membalikkan badan sehingga posisi mereka saling berhadapan dengan adanya jarak.
"Ry lagi PMS ya."
Premenstrual syndrome (PMS) atau sindrom pramenstruasi adalah gejala-gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Gejala tersebut dapat berupa perubahan fisik, perilaku, dan emosi.
"Hah, bagaimana kamu tahu?"Mulut Tary terbuka saat Zainel mengetahui bahwa dia lagi Pms.
"Di celana kamu tembus, sebaiknya kamu ganti celana."
Mendengar ucapan Zainel membuat Tary merasa malu, Tary rasa nya ingin menghilang dari dunia sangking malu nya.Tary membalikkan badan lalu dia mempercepat langkah kakinya menuju ke kamar.
Setelah selesai memandikan baby Jane, Zainel mengelap tubuh baby Jane dengan menggunakan handuk setelah itu Zainel menutup tubuh baby Jane dengan handuk.
Zaniel berdiri di depan pintu kamar Tary yang tertutup sambil mengendong baby Jane.
"Ry, baju baby Jane ada dimana?"
"Di dalam lemari pakaian."
"Lemari pakaian yang dimana?"
"Dalam kamarku."
"Apa aku boleh masuk ke dalam kamar kamu? aku mau ngambil baju baby Jane.
"Masuk aja pintu nya gak di kunci."
Ceklek Ceklek Ceklek
__ADS_1
Pintu kamar Tary terbuka Zainel berjalan masuk ke dalam kamar Tary.
"Baby Jane di sini dulu sama mama, papa mau ambil baju baby Jane." Zainel membaringkan baby Jane di samping Tary.
Zainel sudah berdiri di depan lemari pakaian yang terbuat dari kayu yang memiliki dua pintu.
"Pakaian baby Jane ada di sebelah mana?"
"Kanan."
Setelah memakaikan baby Jane pakaian Zainel mengendong baby Jane.
"Kamu mau bawak baby Jane kemana?"Tary yang berbaring di atas tempat tidur melihat Zainel mengendong baby Jane sambil berjalan menuju ke arah pintu kamar.
"Rumah kontrakanku."Zainel berjalan melewati pintu kamar Tary.
Zainel dan Baby Jane sudah berada di dalam apotik.
"Selamat datang abang."Sapaan pegawai apotik.
Zainel sedang berdiri di depan estalase yang terbuat dari kaca, di dalam apotik.
"Abang mau beli apa?"
Zainel melihat ke arah estalase sambil dia mencoba mengingat ingat nama obat yang dia cari.
"Abang mau beli pampers, susu formula, tisu basah, minyak angin, bedak bayi, sampo bayi, sabun bayi, parfum bayi, dan lain-lain."Cerocos pegawai apotik menyebutkan satu persatu kebutuhan bayi.
"Bukan."
"Lalu apa abang?"
"Saya lupa nama obatnya." Zainel sudah berusaha mengingat nama obat yang ingin dia beli tetapi dia lupa nama obatnya, karena dia sudah lama tidak membeli obat tersebut.
"Memangnya sakit apa?"
"Pms."
"Ada, aku pernah beli obatnya."
"Apa nama obatnya?"
"Aku lupa."
"Obat pms gak ada, tapi obat mengurangi rasa nyeri saat pms ada."
"Nah itu dia yang aku cari."
"Mau yang botolan atau tablet?"
Zainel berpikir dahulu sebelum menjawab pertanyaan pegawai apotik.
Kalau Lea minum yang tablet
Tapi kalau Ry, aku gak tahu
Dia mau yang tablet atau botolan
"Jadi abang mau yang mana?"
"Kedua nya."
"Yang botolan dan tablet mau berapa?"
"Dua."
"Apa ada yang lain?"
"Gak."
"Kalau gitu saya ambil dulu." Pegawai mengambil sebotol dan setablet obat peredang nyeri saat Pms.
__ADS_1
Pengawai membawa Dua botolan dan dua papan tablet obat, lalu dia meletakkan di atas meja kasir.
"Abang obatnya sudah di meja kasir."
"Baiklah." Zainel melangkahkan kaki menuju meja kasir.
Zainel sudah berdiri di depan meja kasir sambil melihat kasir sedang menghitung harga obat sambil memasukkan obat ke dalam kantong plastik.
"Abang, gak sekalian beli pembalut nya."Si kasir sudah selesai menghitung harga obat.Si kasir menawarkan pembalut kepada Zainel.
"Dari pada nantik abang di suruh balik ke sini lagi sama istri abang buat di suruh beli pembalut mendingan abang beli pembalutnya sekarang." Si kasir membujuk Zainel untuk membeli pembalut.
"Saya beli pembalut."
"Mau yang pakai sayap atau yang biasa?"
Untungnya Zainep sudah mengerti dengan ucapan si kasir, karena dulu dia pernah di minta tolong Lea membeli pembalut yang bersayap.
"Keduanya."
"Mau berapa?"
"Masing-masing satu."
Setelah Zainel selesai membayar semuanya kepada si kasir.
"Ini barang belanjanya abang." Si kasir memberikan sekantong plastik kepada Zainel.
Zainel mengambil sekantong plastik yang berisi barang belanjanya dari tangan si kasir.
"Ini kembaliannya.Hai dekbay gemes, namanya siapa?"Si kasir menyerahkan struck belanja dan uang kembalian kepada Zainel, dia melihat baby Jane yang berada di gendong Zainel.Dia merasa gemes melihat pipi gembul milik baby Jane.
"Baby Jane."Zainel mengambil struck belanja berserta uang kembalian dari tangan si Kasir.
"Baby Jane wajahnya foto copy papanya."
"Bukan, wajah baby Jane mirip mama nya."Mendengar si kasir mengatakan bahwa wajah baby Jane mirip dengan dirinya Zainel membatah karena wajah baby Jane lebih mirip dengan wajah Tary yang sama gembul pipinya.
"Berarti mama nya baby Jane cantik ya abang."
"Mama baby Jane perempuan paling cantik setelah mom ku." Zainel memasukkan struck belanjaan berserta uang ke dalam sakunya.
Saat Zainel membalikkan badanya lalu dia maju selangkah, dia mendengar pegawai dan si kasir lagi membicarakan dia.
"Abang itu ganteng."
"Tapi sayang udah punya anak dan istri."
"Seandainya masih singel, aku mau jadi calon istrinya."
"Habis ganteng, sayang sama anak dan istri lagi."
"Beruntung yang jadi istrinya."
"Pasti istrinya cantik lihat saja anaknya cantik."
"Pengen punya suami kayak si abang itu."
Setibanya Zainel di depan rumah Tary, Zainel melihat rumah Tary terlihat gelap.Zainel terlebih mengetuk pintu rumah Tary tidak ada jawaban Zainel masuk ke dalam rumah. Zainel menyalahkan lampu di rumah sehingga rumah Tary terlihat terang.
Zainel mendengar suara isak tangisan, dia mempercepat langkah kakinya. Zainel masuk kedalam kamar Tary.
"Ini." Zainel berdiri di pinggir tempat sambil menyerahkan sekantong plastik kepada Tary.
"Itu apa?" Tary bangun dari tidurnya, posisi nya sudah duduk di atas tempat tidur sambil bersadar di dasbor tempat tidur.
"Kamu lihat saja sendiri."
Tary membuka kantong plastik, Tary terkejut saat melihat isi dari kantong plastik tersebut.
"Bagaimana Zaza bisa mengetahui? ini yang Ry butuhkan."
__ADS_1
...Bersambung...