PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Mommy Shock


__ADS_3

"Kesalahan terbesar orang ialah ketika mendengar setengah, ngertinya seperempat, mikir nol, tapi ngomong nya doubel."


"Mom."Melihat Mommy memegang dadanya Lea dan Rendy serentak memanggil mom.


"Mom kenapa?"Wajah Lea terlihat panik saat melihat mommy memegang dada.


"Sakit."Mommy meringis ke sakitan sambil memegang dadanya.


"Bibik."Lea berteriak memanggil bibik.


"Baby Jane sama mama dulu ya."Rendy menyerahkan baby Jane kepada Tary.


"Zaza mau kemana?" Tary melihat Zaza sudah beranjak pergi dari ruangan tamu.


Saat Rendy berjalan menuju dapur di berpapasan dengan bibik.


"Tuan muda, yang manggil bibik siapa?" Bibik berhenti berjalan.


"Lea, bibik cepat kesana."Rendy menjawab pertanyaan bibik tanpa berhenti berjalan.


Bibik kembali berjalan dengan tergesa-gesa menuju ruangan tamu. Setiba-tibanya bibik di ruangan tamu bibik mendapati seorang perempuan yang tidak dia kenal duduk di sofa panjang yang berada di ruangan tamu sambil memangku bayi perempuan yang bibik yakini mirip dengan si perempuan itu.


Itu pasti anaknya


"Bibik ambilkan minum buat mom."Melihat bibik sudah berada di ruangan tamu Lea segera menyuruh bibik untuk mengambil air minum untuk mommy.


Bibik masih diam belum beranjak dari tempat nya berdiri. Bibik masih terus menatap si perempuan yang duduk di sofa sambil memangku bayi perempuan. Si perempuan tersebut menoleh ke arah bibik sambil tersenyum.


Siapa perempuan itu?


"Bibik, kenapa masih berdiri di situ cepat ambilkan minum buat mom?" Melihat bibik tidak beranjak dari tempat berdirinya, Lea pun meneriaki bibik.


"Eh, iya non ini mau bibik ambilkan."Mendengar teriakan Lea bibik pun tersadar lalu dia hendak beranjak dari tempat tersebut.


"Mom minum dulu."Rendy sudah tiba di ruangan tamu dengan membawa segelas air putih, Rendy memberikan gelas itu kepada Mommy.


Glug glug glug


Mommy meminum air dari gelas tersebut sehingga tinggal setelah lah, mommy meletakkan gelas di atas meja.


"Apa masih sakit mom?"Wajah Rendy masih terlihat khawatir terhadap mommy.


"Masih."


"Mom apa sebaiknya kita ke Rs?"Melihat Mommy masih merasakan sakit, Lea berpikir untuk membawa Mommy ke RS.


"Tidak usah."


"Kalau begitu aku telpon dokter ya mom." Lea mengeluarkan ponsel dari saku tas nya.


"Tidak usah." Mommy melarang Lea untuk menghubungi dokter pribadi keluarga mereka.

__ADS_1


"Lea telpon dokternya." Rendy menyuruh Lea untuk menelpon dokter.


Lea berada di situasi yang membingungkan Mommy menyuruh tidak menghubungi dokter sedangkan Rendy menyuruh menghubungi dokter.


"Sebaiknya nona muda telpon dokter, maafkan kalau bibik sudah lancang. "Bibik berjalan menghampiri majikannya dan anak majikannya.


"Ini mau aku telpon dokternya bibik."Lea memutuskan untuk nelpon dokter, ponsel sudahlah berada di tangan Lea. Lea mencari kontak dokter pribadi keluarga mereka lalu Lea menghubungi dokter pribadi keluarga mereka.


Tuuutt Tuuutt Tuuutt


📞"Selamat siang pak dokter."


📞"Selamat siang juga nona muda."


📞"Pak dokter sekarang berada di mana?"


📞"Di RS, ada apa nona muda?"


📞"Apa pak dokter bisa datang sekarang ke rumah saya?"


📞"Memangnya ada apa nona muda?"


📞"Ada yang sakit pak dokter."


📞"Siapa yang sakit nona muda?"


📞"Mom pak dokter."


📞"Kalau begitu saya segera kesana." Setelah mengatakan itu panggil telpon di matikan oleh pak dokter.


"Pak dokter akan segera kesini."


"Tuan dan nona muda sebaiknya kita bawa nynyonya ke kamar."Bibik memberikan usul kepada Rendy dan Lea untuk membawa Mommy ke kamar.


" Sebaiknya Mom istirahat di kamar sambil menunggu pak dokter."Rendy membujuk Mommy untuk beristirahat di dalam kamar.


"Tidak."


"Aku mohon mom nurut sama aku, ayo kita ke kamar!" Lea berbicara dengan lemah lembut sambil membujuk Mommy agar mau ke dalam kamar.


"Baiklah mom nurut."


"Sini aku bantu mom ke kamar." Randy mengulurkan tangannya ke arah Mommy untuk membantu mommy berdiri.


"Tidak perlu mom bisa sendiri." Mommy mencoba berdiri sendiri tetapi dia mengalamin ke sulitan.


"Mom, biar aku bantu."Melihat mommy kesulitan berdiri Rendy mendekati Mommy, dia memegang lengan Mommy.


" Tidak usah, Mom seperti itu gara-gara kamu." Mommy menepis tangan Rendy dari lengannya, dia berbicara dengan cetus kepada Rendy.


"Koko biar aku saja." Lea berdiri dari sofa lalu dia meletakkan tangan Mommy nya di bahunya.

__ADS_1


"Tapi Lea."Walaupun tanganny sudah di tepis oleh Mommy, tetapi Rendy bersisih kers ingin membantu Mommy.


"Koko jangan biar Lea saja." Lea mengelengkan kepalanya secara berlahan-lahan.


"Apa kamu yakin bisa sendiri? Lebih baik koko bantu."


"Tidak usah Koko, bibik bantu aku." Lea menolak Rendy yang ingin membantu, Lea meminta bibik untuk membantu.


"Baik nona muda, maaf tuan muda sebaiknya geser." Bibik sudah berada di samping Rendy meminta dia itu bergeser.


"Silahkan bibik." Rendy bergeser.


Lea dan Bibik memapah Mommy ke arah kamar sedangkan Rendy berjalan mengikuti mereka yang berada di depannya. Sesampainya di depan pintu kamar Mommy, Rendy membukakan pintu kamar. Mereka masuk ke dalam kamar Mommy, Bibik dan Lea membaringkan tubuh Mommy di atas ranjang.


"Mau apa lagi kamu di sini?" Mommy yang sedang berbaring di atas tempat tidur menatap Rendy berdiri di depan tempat tidur dengan tatapan tidak suka.


"Koko sebaiknya keluar dari kamar ini." Lea menarik tangan Rendy untuk keluar dari kamar Mommy.Lea berhasil embawa Rendy keluar dari kamar Mommy.


"Nyonya jangan banyak pikiran." Bibik duduk di pinggir tempat tidur yang berada di samping kaki Mommy bibik memijat betis Mommy.


"Bagaimana saya tidak banyak pikiran bibik? Rendy pulang-pulang membawa masalah lagi. Masalah yang kemarin saja belum selesai ini dia malah buat masalah lagi." Mommy berbicara dengan lesu.


"Tuan muda membawa masalah apa lagi nyonya?"


Apa ini ada hubungan dengan perempuan dan bayi yang berada di ruangan tamu?


"Dia membawa istri dan anak nya ke rumah ini bik."


"Hah, apa?" Bibik terkejut mendengar ucapan dari majikan nya.


"Jadi perempuan yang duduk sambil memangku bayi itu merupakan istri tuan muda, nyonya?" Bibik ingin memastikan nya maka nya bertanya kembali.


"Iya, seumur hidup aku tidak akan menerima mereka menjadi bagian dari keluarga Martin."Mommy berbicara dengan suara tegas dan lantang.


"Jangan ngomong seperti itu nyonya."


"Bibik tidak mengerti perasaan saya sebagai orang tua, bagaimana perasaan bibik kalau di posisi saya?"


"Saya shock, setelah lama tidak bertemu dengan anak saya malah sekali bertemu dengan dia tidak cuma sendiri tetapi membawa anak dan istrinya."


"Sangking shocknya, dada saya terasa sesak dan sakit bibik."


Sementara Rendy dan Lea sudah berada di depan pintu kamar Mommy yang sudah di tutup oleh Lea.


"Puaskan Koko buat Mom sakit." Lea berdecak pinggang sambil membentak Rendy.


"Koko gak tahu kalau akan seperti ini."Rendy merasa bersalah, dia begitu menyesal telah membuat Mommy jatuh sakit. Rendy menjambak rambut nya.


"Harusnya koko mikir pakai otak bukan pakai dengkul."Lea berbicara sambil menujuk-menujuk ke arah kepala dan dengkul Rendy.


"Koko sadar kalau koko salah, tapi kamu gak perlu ngegas kayak gitu ngomong sama koko."Rendy tidak terima dengan ucapan Lea yang begitu kasar kepada nya.

__ADS_1


"makanya itu koko mikir dulu sebelum bertindak."Lea sama sekali tidak merasa bersalah.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2