
"Apa Ry harus pinjam seratus dulu biar kamu ingat Ry terusss."
Mendapatkan perlakuan seperti itu membuat Tary hanya bisa terdiam sambil mengelus dada.Tary melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut.
Setibanya mereka di lobby hotel resepsionis menyambut kedatangan mereka.
"Selamat pagi buk pak."Sapaan resepsionis.
"Selamat pagi juga."Zainel berhenti melangkah lalu dia membalas sapaan resepsionis.
Tetapi berbeda den Zainel Fitri yang sama sekali tidak pernah membalas sapaan dari resepsionis, Fitri terus saja berjalan meninggalkan lobby hotel.Fitri berhenti melangkah karena dia tidak mendengar suara langkah kaki yang mengikutinya.
Fitri membalikkan badan tetapi dia tidak mendapati Zainel di sana.
Kemana dia?
Tap
Tap
Tap
Terdengar suara langkah kaki seorang yang berjalan ke arah Fitri.
Itu pasti dia
Pandangan Fitri lurus, dia melihat Zainel berjalan ke arahnya.
"Kamu dari mana saja?"Fitri berbicara sambil menatap wajah Zainel.
"Lobby hotel."Zainel sudah berdiri di hadapan Fitri.
"Kamu ngapain di sana?"
"Membalas sapaan resepsionis."
"Terus kenapa lama?"Fitri menatap Zainel dengan tatapan curiga.
"Kita ngobrol dulu sebentar."
"Apa kalian ngomongin aku?"Fitri curiga bahwa Zainel dan resepsionis membicarakan tentang dia.
"Tidak buk."Zainel berbicara sambil menggelengkan kepalanya.
"Awas saja kalau kalian berani ngomongin aku di belakang."Fitri berbicara dengan nada mengancam kepada Zaniel.
"Mana berani kami membicarakan ibuk di belakang."
"Berarti kalau di depan saya kalian berani membicarakan saya."
Aduh kenapa jadi begini
Mana aku salah ngomong lagi
"Kami tidak berani membicarakan ibuk."
"Bagus lah kalau begitu."Fitri membalikkan badan lalu dia berjalan meninggalkan Zainel.
Matahari sudah mulai terbenam di arah barat Zainel masih berada di depan meja kerjanya. Fitri baru keluar dari ruangannya.
"Apa pekerjaan kamu belum siap?"Fitri berhenti berjalan saat tiba di depan meja kerja Zainel.
"Belum buk."
"Apa masih banyak?"
"Sedikit lagi."
__ADS_1
"Kalau begitu saya tunggu kamu di lobby. Jangan buat saya lama menunggu."Fitri melangkah kaki pergi dari tempat tersebut.
"Asiaaap buk."Jari-jari tangan Zainel dengan lincah bergerak di keyboard laptop.
Akhirnya selesai juga
Aku save dulu besok tinggal di print
Zainel mematikan laptop nya lalu dia memasukkan laptop nya kedalam tas ranselnya. Zainel merapikan meja kerjanya, setelah itu baru lah Zainel beranjak dari tempat duduknya. Zainel berjalan sambil membawa tas ransel di pundak.
Saat Zainel sudah berada di lobby dia mendengar suara ribut-ribut di depan meja resepsionis.
"Hei, kamu."Fitri berbicara dengan nada ketus.
"Kamu mau ngapain kesini?"
"Kamu kesini pasti mau cek in sama laki-laki."
"Hei, jaga ucapan kamu." Si perempuan angkat bicara setelah mendengar ucapan Tary.
"Mana laki-laki yang ngajak kamu cek in disini?" Fitri menoleh ke kanan kiri untuk mencari laki-laki yang datang bersama si perempuan itu untuk cek in.
"Apa ada perempuan cek in membawa seorang bayi?"
"Gak aku sangka pikiran seorang manager hotel S begitu kotor dan picik seperti ini."
Zainel terus berjalan mendekati meja resepsionis, dia merasa familiar dengan kedua suara perempuan.
Itu suara buk Fitri
Lalu siapa yang ribut dengan buk Fitri?
Kalau dari suara yang aku dengar
Seperti aku mengenal suara tersebut
Zainel sudah tiba di belakang Fitri lalu dia tidak bisa melihat dengan jelas si perempuan yang lagi ribut dengan Fitri karena tertutup oleh Fitri.
"Eh ini."Mendengar suara Zainel membuat Fitri bingung mau bicara.
"Zaza." Tary melihat di belakang Fitri telah berdiri laki-laki yang sebulan ini susah di temui.
"Ry, ngapain di sini?"Mendengar namanya di sebut maka Zainel berjalan hingga posisi nya sudah berada di samping Fitri.
Belum sempat Tary berbicara baby Jane sudah memanggil Zainel.
"Papa papa papa."Celoteh baby Jane khas bayi sambil merentangkan kedua tangannya.
"Anak papa."Zainel maju selangkah, melihat baby Jane merentangkan kedua tangannya seperti minta di gendong. Zainel mengeluarkan baby Jane dari dalam gendong lalu dia mengendong tubuh baby Jane.
"Papa papa papa."Raut wajah baby Jane terlihat senang susah berada di dalam gendongan Zainel.
Cup
Cup
Cup
Zainel menghujani baby Jane dengan ciuman di seluruh wajah baby Jane.
"Papa kangen sama baby Jane."
"Hm."Fitri sengaja berdehem, supaya Zainel sadar bahwa mereka berada di hotel S.
Resepsionis dan berberapa karyawan yang berada di lobby terus saja melihat ke arah mereka.Resepsionis dan beberapa Karyawan terkejut saat mendapati Zainel menyebut bayi itu dengan sebutan anak.
Resepsionis dan beberapa karyawan yang melihat dengan mata kepala mereka secara langsung, selain itu mereka juga mendengar ucapan Zainel yang menyebut baby Jane anaknya.
__ADS_1
Ternyata pak Zainel itu sudah menikah
Bukan hanya sudah menikah tetapi sudah mempunyai anak
Padahal aku kira pak Zainel itu masih singel
Tapi kenapa wajah istri pak Zaniel itu terlihat biasa saja?
Masih cantikan wajar buk Fitri
Pak Zainel dan istrinya terlihat tidak serasi
Seperti si ganteng dan si si buruk rupa
Benar-benar banget tuh
"Ry belum jawab pertanyaan aku."
"Ini baby Jane kangen sama Zaza."
"Baby Jane atau Ry yang kangen sama aku?" Zainel bertanya sambil menggonda Tary.
"Dua-duanya."
"Bukan nya kamu yang kangen sama aku." Zainel terus saja menggonda Tary.
Tary tidak bisa menjawab ucapan Zaniel, wajah Tary memerah seperti tomat karena di goda oleh Zainel. Melihat wajah Tary memerah seperti tomat membuta Zainel terkekeh.
"Apa Zaza sudah pulang?"
"Sudah, ayo kita keluar dari sini." Zainel sadar bahwa mereka jadi pusat perhatian di lobby hotel sehingga dia mengajak Tary untuk pergi dari tempat tersebut.
"Buk dan semuanya saya pamit pulang dulu." Setelah berpamitan maka Zaniel mengandeng tangan Tary, mereka berjalan ke arah pintu hotel Mereka terlihat seperti keluarga kecil yang bahagia.
Semua orang yang berada di lobby terus saja melihat ke arah Zainel dan Tary.
"Hei kalian lihat apa?" Fitri merasa tidak senang, sehingga dia menegur semua orang yang berada di lobby hotel.
"Kalian ngapain masih di sini?" Bentak Fitri.
Mendengar Fitri membentak mereka maka bebeberapa karyawan hotel S, bergegas pergi dari lobby hotel mereka merasa takut mendapatkan amukan dari Fitri. Mereka tahu kalau Fitri Ngamuk menyeramkan seperti seekor. singa betina.
Zainel, Tary dan baby Jane sudah berada di parkiran motor.
"Sini biar aku saja yang bawa motornya."Zainel menyerahkan baby Jane kepada Tary.
"Iya."Tary mengambil baby Jane dari tangan Zainel, baby Jane sudah berada di gendongan Tary.
Saat Baby Jane sudah berada di dalam gendongan Tary baby Jane menangis.
Hoek
Hoek
Hoek
Tary membujuk baby Jane agar berhenti menangis tetapi usaha Tary sia-sia baby Jane terus menangis akhirnya Zaniel kembali mengendong baby Jane baru lah baby Jane berhenti menangis.
Tary mengendarai motor sport sementara Zainel duduk di jok belakang sambil mengendong baby Jane. Tary memberhentikan motornya saat berada di depan sebuah Ampera.
"Kenapa berhenti?"
"Aku lapar, ayo kita makan dulu!"Tary memakirkan motornya lalu dia turun dari motor nya.
Mereka sudah berada di dalam ampera, mereka sedang menunggu pesanan makan dan minuman yang datang.
Dua orang ibuk-ibuk baru masuk kedalam ampera.
__ADS_1
"Sebaik kita pergi dari Ampera ini, aku tidak mau makan dengan perempuan murahan itu." Seorang ibuk berbicara sambil menoleh ke arah Tary.
...~ Bersambung ~...