
"Belajar menerima sesuatu yang tidak sesuai dengan kemauan kita. Allah tau kita maunya apa, tapi Allah lebih tau apa yang kita butuhkan."
"Kamu sedang apa di sini?" Seorang sudah berdiri di hadapan mereka.
Secara bersamaan mereka menoleh ke arah sumber suara tersebut.
"Astagfirullah." Zainel membuang wajahnya saat mendapati si perempuan berdiri di hadapan nya memakai tank top berwarna hitam dengan panjang di atas pusat serta hot pants berbahan jeans yang minim pakaian, pakaian yang di kenakan si perempuan tersebut memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Kenapa dia berpakaian seperti itu di sini?
Sudah tahu ini tempat umum
Apalagi di lingkungan tidak pernah ada yang memakai pakaian kekurangan bahan seperti itu.
"Kami kencan." Tary melihat si perempuan dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Ckckckck, masak kencan di bawah pohon beringin."Cibir si perempuan itu.
Beberapa pengujung taman komplek perumahan melihat ke arah si perempuan yang berpakaian sexsi itu. Dua orang wanita yang kira-kira seumuran mama Ry berjalan ke arah kami. Saat kedua wanita itu melintas di depan mereka.
"Selamat pagi ibuk."Sapaa Tary kepada kedua ibuk tersebut.
"Selamat pagi juga Tar."Kedua ibuk tersebut berhenti berjalan lalu mereka serentak membalas sapaan Tary.
"Heleh sok caper."Cibir si perempuan itu kepada Tary.
Kedua wanita itu menoleh ke arah si perempuan tersebut. Mereka melihat penampilan si perempuan dari ujung rambut hingga ujung kaki.Setelah melihat penampilan si perempuan itu kedua wanita itu berbicara berbisik-bisik.
"Apa kamu lihat penampilan nya?"
"Lihat, itu udelnya kelihatan."Si wanita yang satu melihat tank top yang di kenakan oleh si perempuan tersebut di atas pusat sehingga memperlihatkan pusat.
"Bukan cuma udelnya yang kelihatan tapi buah dada nya juga kelihatan."
"Itu apem juga kelihatan metutuk."
"Kalian ngomongin aku kan?"Melihat kedua wanita itu berbicara berbisik-bisik sambil melirik ke arah dia sehingga dia merasa bahwa mereka sedang ngomongin dirinya.
"Iya." Kedua wanita itu serentak mengatakan bahwa mereka sedang ngomongin si perempuan itu.
"Kalian ngomongin apa?"
"Pakaian yang kamu kenakan itu."
"Kenapa dengan pakaian yang aku kenakan?"Si perempuan itu melihat ke arah pakaian yang dia kenakan terlihat wajar tidak ada masalah.
Kedua wanita saling memandang satu sama lain secara bergantian.
__ADS_1
"Apa kamu tidak sadar bawah pakaian yang di kenakan itu mengundang perhatian semua pengunjung taman komplek perumahan?"
"Tidak."
Apa yang salah dengan pakaian ini?
Kalau aku pakai bikini two piece di sini barulah aku salah kostum
"Coba kamu lihat semua pengujung taman melihat ke arah kamu."
Si perempuan itu melihat sekeliling nya dia mendapati semua pengujung taman komplek perumahan melihat ke arah dirinya.
"Lalu apa masalah? "Si perempuan menyadari bahwa dia menjadi pusat perhatian semua pengujung taman komplek perumahan tersebut.
"Pakaian yang kamu kenakan itu tidak pantas di pakai di tempat umum seperti ini." Cibir salah satu wanita.
"Ini masih pantas dari pada aku memakai bikini two piece di sini."Si perempuan merasa tidak terima dengan ucapan si wanita tersebut.
"Lebih baik kamu pergi dari tempat ini."Usir si wanita yang satu lagi kepada si perempuan itu.
"Aku tidak mau pergi, kamu tidak berhak mengusir aku dari tempat ini.Tempat ini merupakan tempat umum.Si perempuan itu menolak untuk pergi dari tempat tersebut.
Si perempuan dan kedua wanita terus saja saling menyerang dengan melemparkan kata-kata, mereka beradu argumen tidak ada yang mau kalah.Melihat hal itu Zainel menyerahkan baby Jane kepada Tary lalu dia beranjak dari tempat duduk nya.
Zainel sudah berdiri di samping si perempuan tersebut.
"Ini pakai lah." Zainel meletakkan jaket miliknya di pundak si wanita tersebut.
Mata Tary tidak berkedip saat melihat Zainel meletakkan jaket miliknya di pundak si perempuan yang Tary kenal.
Kenapa dia meletakkan jaket miliknya di pundak Fitri?
"Baiklah."Fitri seperti mendapatkan undian berhadian dari sikap Zainel kepadanya sehingga dia tidak menyiakan-nyiakan kesempatan.Dia memasang jaket milik Zainel kepada tubuh nya,dengan perasaan bahagia.
"Hei lihat lah kekasihmu meminjamkan Jaketnya kepada aku." Lirih Fitri.
Walaupun Tary tidak mendengar ucapan Fitri tetapi dia mengetahui kata-kata yang di ucapankan Fitri di tujukan kepadanya melalui gerakan di bibir nya.
"Kamu bicara apa?"Zainel tidak mendengar ucapan Fitri karena suara yang Fitri keluarkan begitu kecil.
"Apakah sekarang kamu bisa ikut aku?" Fitri berbicara sambil melihat ke arah Zainel.
"Memang kita mau kemana?"Sebelum Zainel menjawab pertanyaan Fitri, Zainel bertanya tentang tujuan mereka.
"Ikut saja tidak usah banyak tanya, ingat kamu itu asisten aku."Fitri berbicara dengan nada bicara yang tegas setelah itu dia membalikan, dia berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut.
__ADS_1
Sebulan Kemudian hari sudah menujukan pukul 22.00 wib, baby Jane belum juga tidur Tary sedang mengendong baby Jane sambil menyanyi lagu anak-anak.
"Baby Jane ini sudah malam."Tary berbicara sambil menatap wajah baby Jane yang berada dalam gendongan.
"Apa baby Jane sudah ngatuk?"
"$$$$$tttt."Baby Jane berceloteh khas bayi sambil menggelengkan kepalanya pelan-pelan.
Tary melihat mata baby Jane masih terlihat terang benderang seperti lampu 100 watt.Sementara Tary sudah menguap karena merasakan kantuk.Tary mengeluarkan ponsel dari saku baju piayamanya. Tary mengeser layar ponsel lalu dia mencari kontak nama Zaza.
Tary menghubungi nomor ponsel Zaza tetapi panggil telpon dari Tary tidak di jawab oleh Zaza, sehingga panggilan telpon itu mati.Tary kembali menghubungi nomor ponsel Zaza.
Drrrtt Drrrtt Drrrtt
📞"Halo."Terdengar suara perempuan yang menangkat panggil telpon dari Tary.
📞"Halo, kamu siapa?"Tary penasaran dengan suara si perempuan tersebut.
📞"Aku pacarnya Zainel."
📞"Heleh gak usah ngaku-ngaku jadi pacarnya Zainel, bilang sama dia cepatan pulang anaknya nangis nunggu di rumah."Setelah mengatakan itu Tary memutuskan panggil telpon secara sepihak.
Satu Jam kemudian berlalu tetapi Zainel belum juga tiba di depan rumah Tary.
Tok Tok Tok
"Assalamu'alaikum."Terdengar suara seorang mengetuk pintu rumah Tary sambil mengucapkan salam.
"Walaikumsalam."Tary mengenal suara tersebut segera berjalan sambil mengendong baby Jane ke arah ruangan tamu.Saat Tary sudah tiba di depan pintu rumahnya, dia membuka pintu rumahnya.
"Anak papa kenapa belum tidur?" Setelah pintu rumahTary terbuka Zainel menghampiri Baby Jane yang berada di dalam gendongan Tary.
"Kamu kemana saja jam segini baru pulang?" Tary berbicara sambil menatap Zainel dengan tatapan selidik.
"Aku lembur Ry."
"Lembur atau pacaran?"Tary meragukan ucapan Zainel sehingga dia bertanya kepada Zainel.
"Lembur, lagian aku itu gak punya pacar jadi mau pacaran sama siapa?"Zainel mencoba menyakinkan Tary setelah itu Zainel balik bertanya kepada Tary.
"Siapa perempuan yang tadi angkat telpon aku tadi?"
"Memang nya tadi kamu nelepon aku?" Zainel bertanya balik kepada Tary.
"Iya tadi Ry nelpon Zaza terus yang angkat seorang perempuan, nah si perempuan itu bilang kalau di pacar Zaza."
"Tapi di ponsel aku tidak ada panggil telpon dari kamu."Zainel mengeluarkan ponsel dari saku celana lalu dia menunjukkan pada Tary bahwa tidak ada panggilan telpon dari Tary di ponselnya.
__ADS_1
...~ Bersambung ~...