PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Si Wanita Misterius


__ADS_3

"Berharap kisah cinta kayak drama Korea, eh malah ribet kayak di drama indosiar."


Di sebuah kamar tepatnya di atas tempat tidur baby Jane sudah membuka kedua matanya, dia berceloteh seorang diri dengan khas bayi.Suara celotehan baby Jane tidak membangunkan Tary yang masih tertidur pulas dengan memeluk bantal guling yang membelakangi tubuh baby Jane.


Baby Jane merasa bosan berceloteh seorang diri sehingga dia menangis.


Hoek


Hoek


Hoek


Suara tangisan baby Jane belum membangunkan Tary yang masih tertidur dengan lelap.Tangisan baby Jane bertambah kencang.


Hoek


Hoek


Hoek


Mendengar suara tangisan baby Jane membuat Tary terbangun dari tidurnya. Tary duduk di atas tempat tidur lalu dia mengangkat tubuh baby Jane.


"Cup cup cup, sudah jangan nangis lagi." Tary menggoyang tubuh baby Jane yang berada di tangannya.Baby Jane masih menangis tetapi suara tangisan tidak kencang lagi.


"Apa baby Jane pup?"Tary meletakkan baby Jane ke kasur lalu dia membuka celana baby Jane setelah itu dia membuka pampers baby Jane.


"Ternyata baby Jane tidak pup." Tary melihat pampers baby Jane tidak pup tetapi pampers sudah penuh.Tary memasangkan kembali celana pada baby Jane.


"Baby Jane haus ya, ayo kita buat susu dulu."Tary menggendong kembali baby Jane lalu turun dari tempat tidur. Tary berjalan ke arah dapur untuk membuat susu formula baby Jane.


Seperti biasa rutinitas sehari-harinya yang Tary jalani dari pagi hari hingga ke malam hari hanya seputaran mengurus dan menjaga baby Jane.Bahkan Tary sudah tidak punya waktu untuk mengurus dirinya sendiri.


Tary lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengurus dan menjaga baby Jane.Dari baby Jane bangun tidur di pagi hari sampai baby Jane tertidur di malam harinya.Kalau baby Jane sedang rewel Tary pun kebingungan menghadapinya.

__ADS_1


Apalagi saat baby Jane terus- menerus menangis , sudah di bujuk oleh Tary dengan mengunakan berbagai cara tetapi nihil tidak ada hasilnya sehingga Tary merasa panik lalu dia juga ikut menangis seperti baby Jane.Bagi sebagian orang yang waktu itu bergulir begitu cepat sedangkan bagi seorang Tary waktu itu terasa begitu lambat baginya.


Matahari sudah tenggelam di arah barat itu menandakan bahwa hari sudah beranjak sore.Tary sedang berdiri di teras rumah sambil mengendong baby Jane.


"Assalamu'alaikum."Seorang wanita seusia mama Tary sudah berada di depan teras rumah Tary.


"Walaikumsalam." Tary menoleh arah sumber suara tersebut.


"Apa benar ini rumah Dikin dan Eli?"


"Benar, ibuk kesini mau cari siapa?"Tary menghampiri si wanita tersebut.


"Apa Dikin dan Eli ada?"


"Tidak ada buk."


"Mereka ada dimana?"


"Di kampung."


"Iya buk."


"Kapan kedua orang tua kamu balik kesini lagi?"


"Belum tahu ibuk, memang ada apa buk?"


"Saya ada perlu dengan kedua orang tua kamu."


"Ibuk ada perlu apa biar saya sampaikan?"


"Katakan saja kepada mereka bahwa saya sudah kesini."


"Baiklah insyaallah akan saya sampaikan."

__ADS_1


"Apa itu anak kamu?" Si wanita itu melihat ke arah baby Jane.


"Bukan ibuk."


"Lalu anak siapa?"


"Sampai saat ini saya juga tidak tahu ini bayi siapa buk." Tary berbicara apa adanya kepada si wanita tersebut.


"Bagaimana bisa kamu tidak tahu ini bayi siapa?" Si wanita ini semakin penasaran sehingga dia terus bertanya.


"Bayi ini di tinggalkan begitu saja di depan pintu rumah kontrakan mama saya."


"Apa kalian sudah melaporkannya pada polisi?"


"Sudah."


"Apa hasilnya?"


"Nihil, tidak ada hasil apa-apa sampai sekarang."


"Apa kamu seorang diri mengurus bayi ini?"


"Tidak buk, saya mengurus bayi ini berdua dengan seorang teman saya.Teman saya itulah yang menemukan bayi ini. "


"Dimana teman kamu itu?"


"Dia sedang bekerja buk."


"Siapa nama baby itu?"


"Jane buk."


"Apakah saya boleh mengendong bayi Jane?"

__ADS_1


Tary memandangi wajah Si wanita tersebut, ada rasa takut dalam dirinya untuk membiarkan baby Jane di gendong oleh si wanita asing.


...~ Bersambung~...


__ADS_2