
"Aku gak nyari yang cantik, aku dapat yang bisa numis kangkung aja sudah alhamdulillah."
"Memangnya kamu gak lihat aku lagi ngapain." Tary berbicara tanpa menoleh ke arah Zainel.
"Kenapa pakain baby Jane berserakan di atas tempat tidur kamu?" Zainel sudah berdiri di pinggir tempat tidur dia melihat di atas tempat tidur Tary pakaian baby Jane berserakan.
"Lihat nih gak muat lagi." Tary sedang memasang baju ke tubuh baby Jane, baju yang Tary pasang ke tubuh baby Jane tidak bisa terpasang kancingnya.
"Anak papa udah nama besar nih." Zainel duduk di pinggir tempat tidur sambil melihat ke arah baby Jane.
"Papa papa papa."Mendengar Zainel menyebut anak papa, walaupun baby Jane masih bayi dia sudah mengerti bahwa yang di maksud anak papa itu dirinya maka nya baby Jane merespon
Zainel dengan memanggil papa kepada Zainel.
"Iya sayang ini papa, anak papa pakai baju dulu setelah itu baru papa gendong."
"Udah sebanyak ini kok gak ada yang muat sama baby Jane." Tary sudah melepaskan pakaian yang tidak muat dari tubuh baby Jane, Tary sedang memilih pakaian yang muat untuk baby Jane.
"Coba pakaikan yang ini ke baby Jane." Zainel mengambil sebuah pakaian baby Jane di atas tempat tidur lalu dia memberikan pakaian itu kepada Tary.
"Baiklah." Tary mengambil pakaian dari tangan Zainel. Tary memasang pakaian yang Zainel berikan kepada tubuh baby Jane. Pakaian tersebut muat kepada di tubuh baby Jane.
"Kamu sana mandi biar baby Jane aku gendong." Zainel berdiri dari pinggir kasur lalu dia mengendong baby Jane.
"Kamu tahu darimana kalau aku belum mandi?" Tary berbicara sambil menatap wajah Zainel.
"Habis kamu bauk." Zainel berbicara sambil hidungnya menghendus bauk keringat Tary.
"Bauklah kan aku belum mandi." Tary beranjak turun dari tempat tidur.
Lima belas menit kemudian Tary keluar dari pintu rumahnya.
"Kamu sudah mandi?" Zainel melihat Tary sudah berada di teras rumah.
"Sudah dong, nih lihat aku sudah wangi dan cantik. " Tary menghampiri Zainel, Tary mendekat kan tubuhnya dengan tubuh Zainel agar Zainel bisa mencium aroma parfum yang Tary pakai.
"Ayo kita Jjs ( Jalan-jalan sore)!" Zainel mencium aroma parfum Tary yang wangi, lalu dia mengajak Tary Jjs.
Mereka sudah berada di atas motor yang di kendarai oleh Zainel. Tary melihat baby Jane yang berada dalam gendonganya tersenyum.Motor yang di kendarai Zainel berbelok ke arah mall terbesar di kota D, Zainel memberhentikan motor sebab sudah sampai di parkiran roda dua mall.
"Kita mau ngapain ke sini?" Tary masih duduk di atas motor.
Zainel melepaskan helem dari kepalanya dia turun dari motor yang sudah terpakir. Dia berdiri di samping motor lalu dia mengambil baby Jane dari gendongan Tary.
"Kenapa kamu gak turun dari motor?" Zainel melihat Tary masih duduk di atas jok motor.
__ADS_1
"Kita mau ngapain sini?"
"Kamu mau di sini aja atau ikut aku ke dalam?" Zainel malah bertanya balik kepada Tary.
"Kamu belum jawab pertanyaan aku."
Zainel enggan menjawab pertanyaan Tary dia terus berjalan meninggalkan parkiran mall.
"Tunggu aku ikut." Melihat Zainel terus berjalan meninggalkan dia seorang diri di parkiran. Sehingga akhirnya Tary turun dari motornya, dia berlari mengejar Zainel yang sudah di depan pintu masuk mall.
Tary berhasil mengusul Zainel sehingga sekarang mereka berjalan bersama-sama melewati pintu masuk mall. Mereka sudah tiba di lantai dasar mall, Zaine berjalan ke arah eskalator mall. Mereka sudah berdiri di depan eskalator Zainel.
Zainel naik terlebih dahulu ke atas eskalator lalu di susul oleh Tary yang ikut naik ke atas eskalator yang berada di bawah Zainel. Zainel turun dari eskalator lalu dia berjalan sedikit menjauh dari eskalator. Zainel membalikkan badannya melihat ke arah Tary yang sudah turun dari eskalator.
Tary sudah tiba di hadapan Zainel lalu Zainel menggandeng tangan Tary untuk berjalan bersama-sama.Mereka tiba di depan sebuah toko pakaian bayi.
"Ayo kita cari baju buat baby Jane!" Zainel menarik tangan Tary agar mereka masuk ke dalam toko pakaian bayi.
"Tapi____." Tary terlihat ragu untuk masuk ke dalam toko pakaian bayi tersebut.
"Gak ada tapi-tapi." Zainel memaksa Tary untuk ikut masuk dengan dirinya.
Mereka sudah berada di dalam toko pakaian bayi.
"Coba kamu cari baju buat baby Jane." Zainel melepaskan gandengan tangannya dari Tary.
Pakaian bayi perempuan sudah berada di tangan Tary, Tary melihat bandor harga pada pakaian bayi perempuan tersebut bola mata Tary membulat hendak keluar saat melihat bandor harga yang berada di pakaian bayi perempuan tersebut. Tary meletakkan kembali pakaian bayi perempuan tersebut di atas rak.
"Kemana sih mereka?" Tary mencari keberadaan Zainel dan baby Jane.
"Apa ada yang bisa saya bantu buk?"Seorang perempuan yang merupakan karyawan toko menghampiri Tary.
"Apa kakak melihat seorang laki-laki yang sedang mengendong bayi perempuan di sini?"
"Apa usia laki-laki itu masih muda?"
"Iya dia masih muda."
"Saya tadi melihat suami ibu kesana." Si perempuan karyawan menujukan ke arah paling belakang toko bayi tersebut.
"Terimakasih kakak." Tary berjalan ke arah yang di tunjuk oleh karyawan toko tersebut.
Tary sudah berdiri di belakang Zainel yang sedang melihat troli bayi.
"Yuk kita pindah ke toko lain!"
__ADS_1
"Kenapa emangnya di toko ini?"Zainel sudah Familiar dengan suara si perempuan yang berdiri di belakang nya, dia berbicara sambil membalikkan badan.
"Gak ada yang cocok buat baby Jane."
"Baiklah kita cari di toko lain."
Sudah satu jam berlalu beberapa toko pakaian bayi sudah mereka datangi tapi belum ada yang cocok menurut Tary. Zainel sudah merasa lelah karena berjalan sambil mengendong baby Jane.
"Sebenarnya pakaian seperti apa yang kamu cari buat baby Jane?" kenapa dari beberapa toko yang sudah kita masuki belum ada yang cocok dengan keinginan kamu." Zainel berhenti berjalan dia berbicara dengan wajah yang lelah kepada Tary.
"Kamu pasti capek sini baby Jane sama aku, kita cariinya di toko pakaian bayi yang waktu itu aja." Tary mengambil baby Jane dari gendongan Zainel.
Mereka sudah berada di dalam toko pakaian bayi. Tary sedang berdiri di depan rak pakaian bayi perempuan. Tary memegang lima pakaian bayi perempuan.
"Zainel di antar ke lima pakaian ini yang mana menurut kamu cocok untuk baby Jane?" Tary menyukai kelima pakaian tersebut sehingga dia bingung mau memilih yang mana untuk baby Jane.
"Semuanya.'
"Iya semuanya emang bagus, aku jadi bingung mau beli yang mana?"
"Gak usah bingung kita beli kelima itu."
"Apa kamu ada yang buat beli kelima pakaian itu?"
"Ada, kamu gak usah khawatir." Zainel mengambil kelima pakaian tersebut dari tangan Tary.
"Yeyeyeye, baby Jane punya lima baju baru." Tary terlihat bahagia karena kelima baju tersebut di beli oleh Zainel.
"Apa ada lagi yang mau di beli buat baby Jane?"
Tary terlihat ragu untuk mengatakan bahwa dia mau membeli baju biasa untuk di pakai sehari-hari buat baby Jane.
...~ Bersambung ~...
__ADS_1
Terimakasih buat yang sudah membaca Novel PaMud salam dari Zainel, Baby Jane dan Tary ❤.