PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Berbelanja


__ADS_3

"Tulisan ini sengaja kurangkai untuk kamu, kamu yang kemudian di sebut sebagai pilihan. Aku tidak mengatakan kamu beruntung, tetapi selamat, tanpa banyak bicara kamu akhirnya berhasil menarik perhatiannya."


Tary memutuskan untuk tidak menoleh ke arah mereka. Tary menatap lurus ke arah luar toko perhiasan tersebut.


"Apa Ry mau tetap di sini saja?"Zainel sudah berdiri di samping Tary.


"Hah."Tary menoleh kesamping lalu dia terkejut saat mendapati Zainel dan baby Jane sudah berada di samping dirinya.


Zainel berjalan sambil mengendong baby Jane dengan menggunakan gendongan.


Melihat Zainel berjalan melewati pintu toko perhiasan.


"Zaza tunggu dulu."Teriak Ry sambil berjalan mempercepat langkah agar bisa mengerjar mereka.


Mereka sedang duduk di bangku sambil menikmati makanan dan minuman yang berada di atas meja counter food.Sementara itu baby Jane duduk di atas kursi bayi yang di sediakan oleh counter food, baby Jane menghisap botol dodot yang berisi susu formula.


Tary terlebih dahulu menghabiskan makanan yang berada di atas meja.Setelah itu di susuli oleh Zainel yang juga menghabiskan makanan pesanan nya. Zainel menyeruputi jus jeruk yang berada di atas mejanya.


"Saat baby Jane di tindik tadi itu bagaimana?" Tary tidak bisa menahan rasa penasaran nya.


"Bagaimana apanya?" Zainel tidak mengerti dengan ucapan Tary sehingga dia bertanya.


"Apa baby Jane merasa ke sakitan saat di tindik tadi?"


"Kalau sakit udah pasti ada Ry."


"Terus kenapa tadi Ry tidak mendengar suara tangisan baby Jane?"


"Lagian sakitnya cuma seperti di gigit semut maka nya baby Jane tidak sampai menangis.Kamu aja tuh ya cengeng." Cibir Zainel.


"Mana ada Ry cengeng."


"Apa kamu sudah lupa waktu itu kalian nangis bersama-sama sehingga membuat aku kebingungan dan panik."


"Maaf." Tary menundukkan kepalanya sambil melihat ke arah bawah.


"Apa kebutuhan baby Jane sudah habis?"


"Susu dan pampersnya sudah habis."


"Kalau begitu kita berbelanja di lantai satu."


Mereka sudah berada di luar counter food makan


"Ry gendong baby Jane." Zainel berhenti melangkahkan kakinya lalu dia mengeluarkan baby Jane dari gendongan. Zainel memberikan baby Jane kepada Tary.


"Zaza pasti capek dari tadi gendong baby Jane." Baby Jane sudah berada di gendong Tary.


"Bukan itu, sini aku pakaiin gendongannya ke kamu. " Zainel melepaskan gendong dari tubuhnya lalu dia memakai gendong nya ketubuh Tary.


Zainel mengambil tubuh baby Jane dari Tary lalu dia memasukkan tubuh baby Jane dalam gendongan.


"Ry duluan aja lantai satu."


"Lah kenapa Zaza nyuruh Ry ke lantai satu?"


"Kamu belanja keperluan baby Jane dulu di lantai satu."

__ADS_1


"Tapi sama Zaza kan?"


"Tidak kamu sendirian saja dulu."


"Kenapa Ry sendirian belanja nya?"


"Aku mau ke toilet dulu, kamu duluan aja ke lantai satu nantik aku nyusul."Setelah mengatakan itu Zainel berjalan pergi meninggalkan Tary dan baby Jane.


Sesampainya Tary di depan eskalator lalu Tary menaiki eskalator yang bergerak turun menuju lantai satu di mall.



Tary sudah turun dari eskalator yang membawa dia dan baby Jane di lantai satu. Tary berjalan ke arah tempat perbelanjaan yang berada di lantai satu.


Zainel keluar dari toilet yang berada di lantai lalu dia berjalan menuju ke arah eskalator. Saat Zainel sedang berjalan menuju ke arah eskalator ponsel yang berada di dalam saku celanya berbunyi sambil bergetar. Zainel mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Ponsel sudah berada di tangan Zainel, dia melihat layar pada ponselnya ternyata ada chat masuk dari nomor Tary.


💌"Zaza."


💌"Y."


💌"Zaza sekarang dimana?"


💌"Di hati kamu ❤."


💌"Woi, Ry tanya serius malah bercyandaa bercyandaa."


💌"Siapa yang bercanda Ry?"


💌"Zaza lah."


💌"Ry tanya sekali lagi, Zaza di mana? awas aja kalau jawabannya di hati Ry."


💌"Aku lagi berjalan ke arah eskalator menuju lantai satu, hayo Ry kangen ya ama aku baru juga lima belas menit di tinggal udah kangen."


💌"Jangan Geer deh, cepat kesini nih belanja udah mau di bayar."


💌"Posisi Ry dimana sekarang?"


💌"Ngantri di depan meja kasir."


Zainel berjalan sambil membaca melihat ke arah layar ponsel nya sehingga dia menabrak tubuh seorang.


Bruuukk Bruuukk Bruuukk


"Kalau jalan itu pakai mata." Cerocos seorang yang tubuh di tabrak oleh Zainel.


"Maafin saya buru-buru."Setelah meminta maaf tanpa melihat wajah orang yang Zainel tabrak dia pergi meninggalkan si orang tersebut.


"Hei, jangan kabur." Teriak si orang tersebut.


"Udah nabrak cuma minta maaf saja terus langsung pergi." Cerocos si orang tersebut.


Zainel turun dari eskalator yang mengantarkan dia ke lantai satu. Zainel mempercepat langkah kakinya menuju meja kasir. Zainel sudah berada di dekat meja kasir, dia menoleh ke semua meja kasir yang berada di tempat itu.


Kemana dia?

__ADS_1


Kenapa dia tidak ada


Zainel tidak melihat keberadaan Tary dan baby Jane mengantri di depan meja kasir. Zainel mengeluarkan kembali ponsel yang berada di sakunya. Ketika ponsel sudah berada di tangan Zaniel, dia menghubungi nomor ponsel Tary.


Panggil telpon Zainel sudah terhubung ke nomor ponsel Tary tetapi tidak di angkat oleh Tary sehingga panggil telpon tersebut mati. Zainel kembali menghubungi nomor telpon Tary dan lagi-lagi tidak di angkat oleh Tary. Zainel kembali menghubungi nomor Tary.


Drrrtt Drrrtt Drrrtt


📞"Halo."


📞"Kamu dimana?"


📞"Di sini."


📞"Disini mana?" Zainel berbicara sambil menoleh ke kanan kiri mencari keberadaan Tary dan baby.


Sebuah tangan memegang pundak Zainel yang sedang berbicara di telpon. Menyadari hal itu Zainel menoleh ke arah belakang.


"Ternyata kamu."Zainel melihat di hadapan nya Tary yang sedang berdiri sambil mengendong baby Jane. Tangan kiri Tary memegang ponsel sementara tangannya memegang keranjang belanjaan.


"Iya, memangnya siapa lagi?"


"Sini keranjang biar aku yang bawak." Zainel mengambil keranjang dari tangan Tary.


"Kenapa cuma ini belanjaanya?" Zainel melihat di keranjang belanjaan yang berwarna biru terdapat pampers dan susu formula.


"Cuma ini yang stock sudah habis di rumah."


Zaza berjalan meninggalkan Tary dan baby Jane sambil membawa keranjang.


"Zaza mau kemana?"Tary berjalan sambil mengendong baby Jane menyusul Zaza yang sudah berjalan terlebih dahulu.


"Zaza tunggu."Teriak Tary.


Zainel berhenti melangkah kakinya setelah mendengar teriakan Tary. Setelah Tary berada di sampingnya baru lah mereka berjalan beriringan seperti layaknya keluarga kecil yang ada suami, istri dan anak.


Zainel memasukkan beberapa kebutuhan untuk mandi di dalam keranjang belanja. Setelah itu mereka pindah ke rak yang berada di sebelah, rak yang berisi bermacam-macam snack.


"Jangan cuma di lihat aja tapi ambil snack yang Ry mau."


"Tapi ____."


"Tapi apa Ry?"


"Ry gak bawa uang."


"Hahahaha, ambil snack yang Ry mau.Biar aku yang bayar."Kekeh Zainel.


"Apa benar itu?" Tary berbicara sambil menatap wajah Zainel.


"Iya."


Tary memasukkan beberapa bungkus snack ke dalam keranjang yang berada di tangan Zainel.Setelah merasa cukup Tary pun berhenti memasukkan.


"Apa ada lagi yang mau Ry beli?"


"Ada." Tary pergi meninggalkan Zainel.

__ADS_1


Tary sudah berada di depan lemari pendingin, Tary membuka lemari pendingin lalu Tary mengambil sebotol air mineral. Tary menutup lemari pendingin setelah itu Tary mencoba membuka tutup botol air mineral tetapi tidak bisa. Tiba seorang merampas botol dari tangan Tary.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2