
"Mendingan indomie atau mie sedap? ya mendingan sadar diri timbang berharap."
Pagi harinya ketika matahari sudah mulai terbit seorang perempuan mengendarai mobil honda jazz berwarna putih menuju ke arah tempat kerja. Si perempuan tersebut mengendarai mobil honda jazz dengan kecepatan tinggi, dia ingin segera sampai ke tempat kerjanya untuk bertemu dengan gebetannya.
Mobil honda jazz berwarna putih berbelok ke arah kanan. Mobil honda jazz memasuki parkiran roda empat setelah memakirkan mobilnya si perempuan tersebut membuka safety belt. Setelah itu si perempuan melihat ke arah kaca yang ada di dalam mobilnya.
Si perempuan memperhatikan wajahnya pada kaca yang berada di dalam mobil tersebut.
"Kayak nya make up aku yang pakai masih kurang nih." Si perempuan merasa make up yang dia pakai kurang sehingga dia ingin memakai make up lagi.
Si perempuan mengeluarkan ala make satu persatu seperti pensil alis, lipstik, eye shadow, maskra, blash on,bedak padat, alas bedak, parfum dan lain-lain. Setelah itu dia mulai memakai alat make upa tersebut untuk mempercantik dirinya.
Sekitar lima belas menit berlalu baru lah si perempuan tersebut selesai memakai make up.
"Nah kalau seperti ini aku terlihat makin cantik. " Dia menatap kaca yang berada di dalam mobil, dia merasa sangat puas dengan hasil make upnya. Rasa percaya dirinya pun bertambah dengan penampilan wajahnya yang sekarang terlihat makin cantik.
Dia kembali memasukkan peralatan make up ke dalam tas nya lalu setelah itu dia membuka pintu mobilnya. Dia turun dari mobil sambil membawa tas berserta kunci mobil. Dia sudah berada di luar mobil kemudian dia menutup pintu mobil. Dia mengunci mobilnya dengan menekan tombol pada kunci mobilnya.
Tak.............Tak
Terdengar langkah kaki dia yang berjalan ke arah pintu lobby hotel dengan menggunakan high heels. Setibanya dia di depan pintu lobby.
"Selamat datang buk." Dua orang laki-laki yang berseragam menyambut ke datang dia.
"Iya."
"Silahkan masuk buk." Salah seorang membukakan pintu lobby, sambil mempersilahkan si perempuan tersebut untuk masuk.
Si perempuan itu berjalan melangkah kakinya mengunakan high heels yang tingginya 3 centi masuk ke dalam lobby. Sesampainya si perempuan tersebut di dalam lobby. Resepsionis yang berdiri di depan meja menoleh ke arah si perempuan tersebut.
"Selamat pagi buk Fitri." Si resepsionis menyapa sambil tersenyum kepada Fitri.
__ADS_1
"Selamat pagi juga." Fitri terus melangkah kakinya meninggalkan lobby tersebut.
Fitri sudah berada di dalam ruangan nya lalu dia mendudukkan pantatnya di atas kursi. Fitri meletakkan tasnya di atas meja yang berada di hadapan nya.Fitri mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya, dia mengecek isi ponselnya ternyata tidak ada panggilan telpon maupun chat yang masuk di dalam ponselnya.
Fitri merasa kecewa terhadap Zainel, dia berharap Zainel menelpon balik atau sekedar mengirimkan chat kepada dirinya tetapi semuanya hanya sebatas harapan semu saja.
Fitri yang belum sarapan dari rumah mengangkat gagang telpon yang berada di atas meja, dia menekan tombol telpon tersebut.
Tuuut........... Tuuut
"Selamat pagi."
"Pagi juga."
"Apa ada yang bisa saya bantu buk?"
"Buatkan aku segelas kopi."
"Ibuk mau di buatkan kopi apa?"
"Kopi hitamnya mau pakai gula berapa sendok buk?"
"No Sugar."
"Hah, tanpa gula. Apa gak pahit kopinya buk?"
"Gak."
"Apa ada lagi yang mau ibuk pesan?"
"Gak, kalau kopinya sudah siap antar kan ke ruangan saya."
__ADS_1
"Baiklah ibuk."
Fitri meletakkan gagang telpon kembali di tempat semula. Fitri melihat di atas meja sudah ada tumpukan beberapa dokumen. Fitri mengambil dokumen yang berada di atas, dia membuka dokumen lalu membaca isi dokumen nya. Setelah itu barulah dia membubuhkan tanda tanganya di dokumen tersebut.
Siang harinya Fitri sudah menyelesaikan tumpukan dokumen yang berada di atas mejanya. Fitri keluar dari ruangan untuk menemui Zainel. Fitri sudah berada di ruangan khusus untuk cleaning Servis.
"Selamat siang buk." Sapaan Yudi yang baru masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Siang juga."
"Apa ada yang bisa saya bantu buk?"
"Dimana Zainel?"
"Ada apa ibuk mencari Zainel?"Bukan menjawab pertanyaan Fitri tetapi Yudi malah bertanya kepada Fitri.
"Saya ada urusan dengan Zainel."
"Ada urusan apa ibuk dengan Zainel?" Yudi merasa penasaran sehingga dia bertanya kepada Fitri.
"Kamu tidak perlu tahu saya ada urusan apa dengan Zainel." Fitri tidak suka dengan sikap Yudi yang terlalu ingin mengetahui urusan dirinya dengan Zainel.
Mendengar nada bicara Fitri membuat Yudi hanya bisa terdiam sambil menundukkan kepalanya kebawah.
"Sekali lagi saya tanya sama kamu, dimana Zainel?" Fitri mendesak Yudi untuk memberitahukan keberadaan Zainel.
"Apa ibuk tidak tahu keberadaan Zainel sekarang?" Lagi-lagi Yudi kembali bertanya kepada Fitri.
"Gak, kalau aku tahu. Aku gak bakal nanya sama kamu." Fitri berbicara dengan nada ketus kepada Yudi.
"Jadi benaran kalau ibuk gak tahu keberadaan Zainel?"
__ADS_1
"Iya, aku gak tahu. Cepatan sekarang kamu katakan dimana Zainel?" Fitri menodong Yudi tentang keberadaan Zainel.
...~ Bersambung ~...