PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Fitri Dan Zainel di Cafe


__ADS_3

"Jauh darimu bikin pusing, tapi dekat sama kamu bikin salting."


"Lah, ternyata kamu." Si perempuan tersebut menoleh ke arah suara bariton tersebut, dia merasa kecewa saat mendapati si laki-laki yang ada di hadapannya itu Yudi.


"Ada apa ibuk kesini nyariin saya?"


"Jangan geer kamu, saya ke sini itu bukan nyariin kamu."


"Kalau bukan nyariin saya, ibuk nyariin siapa?" Yudi berpura-pura tidak tahu yang di cari oleh si. perempuan. tersebut.


"Dimana Zainel?"


"Ternyata benaran dugaanku tadi sore." Lirih Yudi.


"Kamu ngomong apa?" Si perempuan tidak mendengar ucapan Yudi.


"Zainel ada di kamar depan buk."


"Kamu kenapa masih berdiri di situ? cepat kamu bersihkan kamar ini." Melihat Yudi tidak beranjak dari dalam kamar mandi, sehingga membuat si perempuan menjadi kesal lalu dia menyuruh Yudi untuk membersihkan kamar tersebut.


"Baiklah ibuk." Yudi berjalan melangkahkan kaki nya melewati pintu kamar mandi, melihat hal itu si perempuan mengeserkan tubuh sehingga Yudi berjalan melewati si perempuan tersebut.


Yudi mengambil sapu yang berada di pojokan kamar, lalu dia mulai menyapu lantai kamar hotel dengan mengunakan sapu.


"Hei, itu di belakang kamu masih ada pasar. Si perempuan berdiri sambil berdecak pinggang melihat ke arah Yudi yang sedang menyapu lantai kamar hotel.


"Mana buk?" Yudi membalikkan badannya lalu dia melihat ke arah lantai kamar hotel.


"Itu lihat pas di belakang sepatu kamu."


"Ooo ternyata di sini." Yudi melihat pasir yang di maksud Si perempuan tersebut pas berada di belakang sepatunya. Yudi menyapu lantai yang berada di belakang sepatu nya.


"Saat saya kembali lagi ke kamar ini harus sudah rapi, bersih dan wangi." Setelah mengatakan itu si perempuan pergi meninggalkan Yudi yang sedang menyapu lantai kamar hotel.


Ceklek........ Ceklek


Saat bersamaan pintu kamar hotel yang saling berhadapan terbuka.


"Zainel." Sapaan si perempuan sambil berjalan melewati pintu kamar hotel yang sudah terbuka.


"Iya ibuk Fitri." Zainel melihat ke arah pintu kamar hotel yang tepat berada di hadapan nya, dia melihat Fitri berjalan mendekat ke arahnya.


"Apa kamu sudah selesai memberikan kamar itu?" Fitri sudah berdiri di hadapan Zainel.


"Sudah buk." Zainel menundukkan kepala saat berhadapan dengan Fitri.


"Ayo sekarang kamu ikut aku!"


"Ikut kemana ibuk?"


"Tidak usah banyak nanya ikut aja."

__ADS_1


"Apa ibuk Fitri bisa geser sedikit?" Zainel melihat Fitri yang berdiri di depan pintu kamar hotel menghalangi jalannya, sehingga dia tidak bisa berjalan melewati pintu kamar hotel.


"Bisa." Fitri mengeser tubuh nya agar Zainel bisa berjalan melewati pintu kamar hotel tersebut.


Setelah Zaine keluar dari kamar hotel, dia menutup pintu kamar hotel lalu dia mengunci pintu kamar hotel. Saat Zainel hendak berjalan sambil membawa peralatan bersih-bersih.


"Hei, ngapain kamu bawak itu?" Fitri yang melihat itu langsung menegur Zainel.


"Lah tadikan ibuk ngajak pergi maka nya saya bawa ini."


"Saya memang ngajak kamu pergi tapi tidak usah sampai membawa peralatan bersih-bersih."


"Lah, jadi peralatan ini bagaimana?"


"Kamu titipkan sama Yudi."


"Tidak usah buk, biar saya bawak saja keruangan cleaning servis." Zainel menolak menitipkan peralatan bersih-bersih kepada Yudi.


"Yudi." Fitri berteriak memanggil Yudi.


"Yudi, cepatan kamu kesini."


Zainel meletakkan peralatan bersih-bersih di atas lantai, mendengar teriak Fitri maka Zainel menutup kedua telinga mengunakan telapak tangannya.


"Iya buk." Yudi yang berada di dalam kamar hotel segera berlari pintu hotel.


"Yudi, ambil ini." Fitri melihat Yudi sudah keluar dari kamar hotel, lalu dia menyuruh Yudi mengambil peralatan bersih-bersih yang biasa di bawa oleh Zainel.


"Lah, itu kan biasa di bawa Zainel."Yudi melirik ke arah Zainel.


"Kamu gak usah banyak-banyak nanya, ambil itu."


"Sudahlah buk, biar aku saja yang ambil." Zainel merasa tidak enak kepada Yudi.


"Jangan, saya suruh itu dia bukan kamu." Fitri berbicara sambil menujuk wajah Yudi.


"Biar aku saja yang mengambil." Dengan terpaksa Yudi menuruti Fitri, mengambil peralatan bersih tersebut.


Mereka sudah duduk di atas kursi dengan posisi yang berhadapan di dalam cafe yang berada di tengah kota D. Cafe yang bernama Nongki Cuy, menjadi tempat tongkrongan kaum anak-anak muda kota D.


Menu makan dan minuman yang lagi tren di kalangan anak-anak muda di kota D itu lah membuat cafe itu ramai di kunjungi anak-anak muda kota D. Selain itu di dalam cafe terdapat live music, sehingga para pengunjung menikmati live music.


"Apa kamu pernah kesini?"


"Belum buk."


"Jangan panggil ibuk kita sedang berada di luar." Fitri berbicara sambil tangannya memegang tangan Zainel yang berada di atas meja.


"Jangan seperti ini kita bukan muhrim." Zainel segera menepis tangan Fitri dari tangannya. Zainel meletakkan tangannya di atas pahanya.


"Kalau begitu kapan kamu mau jadikan aku muhrim?" Fitri berbicara dengan nada manja kepada Zainel.

__ADS_1


"Hah, maksud kamu?"Seketika kening Zainel berkerut mendengar ucapan Fitri


"Kapan kamu mau menikahi saya?"


"Kenapa kamu nanya begitu sama aku?"


"Karena saya ingin menjadi istri kamu.Coba kamu lihat baik-baik saya itu cantik, seksi, putih, pintar, baik hati, ramah dan kaya raya." Fitri berbicara sambil menatap mata Zainel dengan berbinar penuh harapan.


Zainel menatap mata Fitri sehingga tatapan mata mereka bertemu. Zainel melihat dari tatapan mata Fitri bahwa Fitri jatuh cinta kepada nya. Zainel merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini.


"Kamu mau kemana?" Melihat Zainel berdiri dari tempat duduknya.


"Ke Toilet."Zainel hendak melangkahkan kalinya pergi.


"Kamu mau ngapain ke toilet?"


"Buang air kecil."


"Ya sudah jangan lama-lama."


Setelah Zainel pergi ke toilet, Fitri melihat ke arah live music yang berada di berada di cafe tersebut.Fitri menikmati penyanyi yang sedang menyanyikan lagu sambil diiringi oleh gitar. Hingga lagu itu berakhir Fitri terus melihat ke arah live music.


"Selamat malam semuanyaa, semoga kabar kalian semua dalam keadaan sehat wal afiat. Selamat menikmati makanan dan minuman yang ada di cafe nongki Cuy." Setelah selesai bernyanyi si penyanyi berbicara mengunakan mikrofon kepada semua orang yang berada di dalam cafe tersebut.


"Bagi para pengunjung yang ingin menyumbangkan suara emasnya bisa maju kedepan, kami mempersilakan dengan segala hormat.


"Apa kak yang memakai blazer warna hitam mau menyumbang suara emasnya kepada kami semua?"Si penyanyi melihat ke arah Fitri yang memakai blezer warna hitam dengan kemeja putih yang dua kancing di atas terbuka sehingga dua bukit kembar milik Fitri terekspos.


"Hah, kamu lagi ngomong sama aku?" Fitri berbicara sambil menunjukkan jari tangannya ke arah dirinya.


"Iya, apa kak mau menyumbangi suara emasnya?"


"Tidak suara aku cempreng." Fitri menolak untuk bernyanyi di cafe tersebut, dia merasa kalau suaranya cempreng sehingga dia merasa takut di ejek oleh pengujung yang berada di dalam cafe tersebut.


"Ayo lah kak nyanyi!" Si penyanyi tersebut meminta Fitri untuk menyanyikan sebuah lagu.


"Nyanyi."


"Nyanyi."


"Nyanyi."


Seluruh pengunjung cafe tersebut secara bersama-sama meminta Fitri untuk bernyanyi, Fitri yang merasa tidak tega dengan permintaan mereka akhir berdiri dari tempat duduknya.


Tak......... Tak


Tak............Tak


Tak.............Tak


...~ Bersambung ~...

__ADS_1



Visual Fitri


__ADS_2