
"Yang Ry cari itu, wajah seperti nabi Yusuf, kekayaannya seperti nabi Sulaiman dan akhlak seperti nabi Muhammad."
Mommy baru saja tiba di ruang tamu setelah dari dapur menyuruh bibik membuatkan minuman untuk Rendy. Mommy mendengar suara ribut-ribut di teras rumah lalu dia pun berjalan ke arah teras rumah.
"Ada apa ini?"Mommy sudah berada di hadapan mereka semua. Mommy menatap ke arah Lea dan Zainel secara bergantian.
"Ini mom ____."Lea belum selesai berbicara tetapi sudah di potong oleh mommy.
"Kita bahas di dalam, ayo masuk!"Mommy menyuruh mereka masuk ke dalam rumah.
Mommy berjalan masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Lea. Rendy sudah tiba di depan pintu rumahnya dia berhenti melangkah lalu dia membalikkan badannya.
"Kenapa masih berdiri di situ?"Rendy melihat Tary yang tidak beranjak dari tempatnya.
"Ry di sini aja."Ry enggan masuk ke rumah Rendy.
"Kalau Ry tetap di situ maka aku pun tidak akan beranjak dari sini."
"Jangan seperti itu, kita udah jauh-jauh sampai ke sini masak Zaza gak mau ke rumah kedua orang tua Zaza."Tary mencoba membujuk Rendy.
"Biarkan saja."Rendy tampak acuh.
"Ah benar-benar deh nih anak."Setelah mendengarkan ucapan Rendy, akhirnya Tary beranjak dari tempat tersebut.
"Ayo kita masuk ke dalam!"Tary sudah tiba di samping Rendy lalu dia menarik tangan Rendy.
"Kenapa tangan kamu dingin?"Rendy tersenyum simpul saat Tary menarik tangannya lalu mereka berjalan sambil bergandengan tangan melewati pintu rumah, Rendy merasa telapak tangan Tary terasa dingin.
"Ry takut keluarga Zaza gak akan nerima kita."
"Ry gak usah takut, akan kita hadapi bersama."Rendy mengelus punggung tangan Tary dengan sebelah tangan nya.
__ADS_1
"Iya Ry udah gak takut lagi."Tary sudah merasa tenang setelah mendengar ucapan Rendy.
"Jangan lupa baca bismillah dulu."Lirih Rendy.
Tary hanya menganggukan kepalanya dengan pelan.
"Bismillahirrahmanirrahim."Mereka berdua serentak berbicara sekarang mereka sudah tiba di ruangan tamu.
"Duduk."Mommy melihat ke arah mereka sambil menyuruh mereka duduk.
"Iya mom."Rendy menarik tangan Tary untuk mendekati sofa yang berada di ruangan tamu.Mereka duduk di sofa panjang yang berada di ruangan tamu.
"Kamu siapa?" Mommy melihat ke arah Tary yang duduk di samping Rendy dengan jarak sekitar lima centimeter.
"Nama dia Tary mom."
"Mom tidak tanya sama kamu, diam kamu."Mommy membentak Rendy.
"Apa kamu bisu? sehingga tidak bisa menjawab pertanyaan saya." Mommy menatap Tary dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kamu mau apa?"Mommy melihat tangan Tary sudah terulur kedepan.
"Mau nyalim tangan tante."
"Tidak perlu."Mommy menepis tangan Tary.
"Ry duduk."Rendy menepuk sofa supaya Tary kembali duduk.
"Iya Zaza."Tary menarik tangannya lalu dia kembali duduk di sofa yang sama dengan Rendy.
"Itu bayi siapa?" Mommy melihat bayi yang berada di gendonggan Rendy.
__ADS_1
"Bayi koko Ren mom." Lea terlebih dahulu berbicara menjawab ucapan mommy.
"Kamu diam, mom lagi berbicara dengan Rendy." Mommy membentak Lea.
Lea hanya bisa menundukkan kepalanya setelah di bentak oleh mommy.
"Ren jawab pertanyaan mom."
"Ini anak Ren mom."Rendi berbicara sambil menatap mommy.
"Hah, apa? pasti kamu bohongkan."Mommy terkejut mendengar ucapan Rendy, mommy tidak percaya dengan ucapan Rendy.
Semoga saja ini cuma frank
Bagaimana mungkin Rendy sudah punya anak?
Padahal dia pergi dari rumah sekitar tujuh bualan lebih.
Tiba-tiba pulang ke rumah sudah bawak istri dan anak.
"Apa aku pernah bicara bohong kepada mom?"Bukannya menjawab ucapan mommy Rendy malah bertanya kembali Mommy.
" Tidak." Mommy mengeleng kepalanya.
"Jadi benar kalau dia anak kamu?"Mommy berbicara sambil menatap Rendy.
"Iya benar mom."Rendy juga melakukan hal yang sama yaitu berbicara sambil menatap mata mommya.
"Siapa mama itu anak?"
"Dia mama anak ini mom." Rendy berbicara sambil menoleh ke arah samping
__ADS_1
"Apa?" Mom memegang bagian dadanya yang terasa sesak saat mendengar ucapan Rendy.
...~ Bersambung ~...