
"Dulu yang waktu kecilnya kita pernah main nikah nikahan, ingat ya kita belum cerai."
Tengah Malam Zainel sudah berada di ruangan ganti sedang istirahat.Zainel sedang berdiri di depan lemari loker miliki nya, Zainel membuka lemari loker miliknya. Zainel mengambil ponsel milik nya. Zainel tidak menemukan panggil telpon atau chat masuk di ponselnya.
Zainel membuka aplikasi chat lalu dia melihat kontak milik Tary ternyata Tary masih online. Karena Tary tidak mengirim chat kepada Zainel maka Zainel berinisiatif mengirim chat terlebih dahulu kepada Tary.
💌" Assalamu'alaikum."
💌"Walaikumsalam, apa kamu tidak kerja?"
💌"Kerja cuma istirahat sebentar. Apa baby Jane rewel?"
💌"Gak."
💌"Baby Jane lagi ngapain?"
💌"Tidur"
💌"Kamu kenapa belum tidur?"
💌"Belum ngatuk."
💌"Kamu jangan begadang gak baik buat kesehatan.
💌"Kayak lagu abang haji Roma aja begadang jangan begadang.
💌"Nah itu kamu tahu, kamu lagi ngapain?"
💌"Rebahan nih, kalau kamu lagi ngapain?"
💌"Lagi chatan.
💌"Kamu chatan sama siapa?"
💌"Kamu."
💌"Selain sama aku?"
💌"Gak ada, aku cuma chat sama kamu aja. sekarang mendingan kamu tidur."
💌"Jangan lupa sebelum tidur cuci tangan, cuci kaki dan gosok gigi.
💌"Iya, Ah kayak bocil aja disuruh cuci tangan, cuci kaki dan gosok gigi.
💌"Aku juga kayak gitu sebelum tidur. Kamu juga lupa baca doa sebelum tidur. Selamat malam. "
💌"Iya, aku udah cuci tangan, cuci kaki dan gosok gigi. Aku mau baca doa dulu sebelum tidur dulu.
__ADS_1
Pagi harinya setelah Zainel melaksanakan shalat subuh di mushola yang ada di belakang hotel. Zainel kembali melanjutkan pekerjaan, Zainel berkerja dengan penuh semangat dan giat membersihkan setiap kamar hotel. Setelah selesai membersihkan kamar hotel Zainel kembali keruangan lemari loker untuk berganti pakaian.
Sementara di waktu yang sama di tempat yang berbeda Tary masih tertidur dengan nyenyak di atas tempat tidur.
Oeak
Oeak
Oeak
Tary yang mendengar suara tangis baby Jane mulai membuka kedua matanya berlahan-lahan. Setelah kedua matanya terbuka Tary bangun dari tidur dia duduk di atas tempat tidur.
"Baby Jane kenapa nangis?" Tary membuka celana panjang Jane, Tary memeriksa pampers yang di pakai Jane.
"Oh ternyata Pup." Tary membuka pampers yang di pakai baby Jane, Tary meletakan pampers di lantai. Tary membersihkan sisa pup yang menempel pada baby Jane.
Tary melihat mulut baby Jane yang berbunyi mengecap seperti haus.
"Baby Jane haus, ayo kita buat susu dulu." Tary mengendong baby Jane lalu dia turun dari tempat tidur.
Tary membuat Susu untuk baby Jane sambil mengendong baby Jane. Tary membawak baby Jane ke ruangan tamu, setelah tiba di ruangan keluarga Tary meletakkan bayi Jane di atas tempat tidur. Tary duduk di samping bayi Jane.
"Baby Jane mimik dulu." Tary memasukkan dodot ke dalam mulut baby Jane.
Baby Jane menghisap dodot yang berisi susu sambil di pegang oleh Tary. Baby Jane menghisap dodot hingga habis. Tary melepaskan botol dodot dari mulut baby Jane.
Setelah meletakkan dandang yang berisi air di atas kompor yang sudah menyala. Tary berlari ke arah ruangan keluarga, Tary sudah berada di ruangan keluarga.
"Baby Jane pintar, gak cengeng tante tinggal sebentar." Tary duduk di samping baby Jane, sambil menoleh ke arah baby Jane yang sedang ngoceh.
"Cup cup cup." Tary menghujani wajah baby Jane dengan mencium seluruh wajah baby Jane. Baby Jane tersenyum mendapatkan ciuman bertubi dari Ry.
Zainel yang sudah tiba di dalam rumah kontrakan segera berjalan kekamar mandi. Zainel mencuci pakaian kotor terlebih dahulu baru lah dia mandi. Setelah selesai mandi Zainel menjemur pakaian di jemuran yang berada di belakang rumah kontrakan nya.
Zainel memakai baju kaos oblong dan celana pendek di bawah lututnya. Zainel mengendarai motor milik Tary ke arah rumah Tary. Tary yang mendengar suara motor miliknya segera berjalan sambil mengendong bayi Jane. Zainel memikirkan motor Tary di terasa rumah.
Ceklek......... Ceklek
Setelah pintu rumah terbuka Tary berjalan melewati pintu rumah sambil mengendong bayi Jane. Sementara itu Zainel turun dari motor sambil membawak kantong plastik.
"Kamu dari mana?" Tary melihat rambut Zainel yang sudah basah seperti baru selesai dari rumah.
"Maaf tadi aku dari rumah kontrakkan dulu baru ke sini." Zainel sudah berdiri di hadapan Tary.
"Aaaaa." Baby Jane yang lagi ngoceh dengan bahasa bayi.
"Apa anak papa sudah mandi?" Zainel melihat ke arah baby Jane yang berada di gendongan Tary.
__ADS_1
"Sudah, aku baru saja selesai mandiin baby Jane. Kamu mau apa?" Tary melihat Zainel menundukkan kepalanya, Zainel memajukan bibirnya seperti ingin mencium.
"Mau cium." Zainel makin mendekat bibir nya.
Jantung Tary berdetak kencang saat bibir Zainel mendekat ke arah pipinya.
Cup
Zainel semakin menundukkan kepalanya lalu dia memajukan bibir nya hingga mengenai pipi gembul baby Jane.
"Apa kamu juga pengen aku cium?" Setelah puasa menghujani wajah baby Jane dengan ciuman, Zainel dengan sengaja mengoda Tary.
"Idih amit amit lah, nih kamu gendong baby Jane. Bawak di keluar terus kamu jemur baby Jane di bawah sinar matahari pagi, sinar matahari pagi bagus untuk kesehatan baby Jane." Tary merasa malu karena dia sudah kegeeran bahwa Zainel hendak mencium dia ternyata Zainel malah mencium baby Jane. Maka nya Tary menyuruh Zainel untuk mengedong baby Jane.
"Sini baby Jane biar papa gendong." Zaniel mengambil baby Jane dari gendong Tary. Baby Jane sudah berada di dalam gendongan Zaniel.
"Kalau begitu aku mau mandi dulu." Setelah mengatakan itu Tary membalikkan badan hendak berjalan melewati pintu rumah.
"Tary tunggu dulu."
"Ada apa?" Tary membalikan badan berbicara sambil menoleh ke arah Zainel.
"Apa kamu sudah sarapan?"
"Belum, ada apa memangnya?"
"Ini aku beli sarapan, nantik kita sarapan bersama." Zaniel memberikan sebuah kantong plastik kepada Tary.
"Baiklah aku bawak kedapur dulu." Tary mengambil kantong plastik dari tangan Zainel. Setelah itu Tary membalikkan badan berjalan melewati pintu rumah.
"Aku ajak baby Jane jalan-jalan pagi dulu." Seteleh mengatakan itu Zainel berjalan sambil mengendong baby Jane.
Zainel berjalan sambil mengendong baby Jane, Zainel dan baby Jane berjemur di bawah sinar matahari pagi.
"Selamat pagi abang Zai." Seorang perempuan memberhentikan motornya melihat Zainel dan baby J.
"Selamat pagi juga."
"Abang Zai siapa nama adek baby nya?" Si perempuan melihat ke arah Zainel yang sedang mengendong bayi yang memakai pakaian serba pink lalu dia berpura-pura berbasa basi walaupun basi sebenarnya.
"Jane."
"Baby Jane cantik. Aku jadi pengen gendong baby Jane. Apakah boleh abang Zai aku gendong baby Jane?" Si perempuan mencoba mencari perhatian Zainel.
Visual Baby Jane
__ADS_1
...~ Bersambung ~...