PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Sssttt Jangan Berisik


__ADS_3

"Gatau kenapa selera ku jadi berubah dulu suka mie instan, sekarang suka mie kirin kamu."


"Eh, kamu mau ngapain?" Tary melihat Zainel menundukkan kepalanya.


Cup


Zainel mengecup pipi gembul baby Jane yang penuh dengan bedak.


"Isisis kamu itu baru pulang kerja bukannya mandi malah langsung nyium baby Jane."Tary mengomel seperti emak-emak yang lagi ngomelin suaminya.


"Iya ini aku mau mandi, kamu itu kalau ngomel-ngomel kaya gitu mirip emak-emak."Lirih Zainel.


"Hah, kamu ngomong apa barusan?"Tary tidak terlalu jelas mendengar omongan Zainel.


"Kamu itu kalau lagi ngomel-ngomel mirip emak-emak." Setelah mengatakan itu Zainel berjalan pergi meninggalkan Tary sambil menjijing kantong plastik berukuran besar di sebelah tangannya.


"Enak aja kamu ngatain aku mirip emak-emak, lagian aku itu masih gadis belum nikah masak udah di samain kayak emak-emak." Mendengar ucapan Zainel Tary berdecak pinggang.


"Tetap saja kodratnya perempuan itu akan jadi emak-emak sedangkan kodratnya laki-laki itu akan menjadi bapak-bapak." Zainel membalikkan badan lalu dia berbicara kepada Tary setelah itu dia tersebut.


Mendengar ucapan Zainel membuat Tary terdiam terpaku. Ucapan Zainel memang benar maka nya Tary tidak bisa berbicara.


"Kamu kenapa diam?benarkan yang aku ucapkan?" Zainel tersenyum mengejek kepada Tary.


"Yang kamu ucapakan itu memang benar, tapi sekarang aku ini masih gadis belum jadi emak-emak." Tary tetap ngotot menyangkal bahwa dia mirip emak-emak.

__ADS_1


"Coba sekarang kamu berdiri di depan jendela."


"Sudah." Tary menuruti ucapan Zainel dia sudah berdiri di depan jendela rumahnya.


"Kamu lihat ke arah kaca jendela yang berada di depan, kamu sudah terlihat seperti emak yang sedang mengendong bayi nya."


Tary melihat ke arah kaca jendela yang berada di depannya, dia terlihat seperti emak yang sedang mengendong bayi.


Ah aku jadi mirip emak-emak nih padahal aku masih gadis batin Tary.


"Kamu ngapain masih berdiri di situ? sebaiknya kamu masuk ini sudah malam." Melihat Tary yang tidak beranjak dari depan jendela rumah sehingga Zainel menyuruh dia untuk masuk ke dalam rumahnya.


Satu jam kemudian Zainel dan baby Jane sedang berada di ruangan keluarga yang berada di rumah kedua orang tua Tary.


"Anak papa sedang apa?" Zainel duduk di atas kasur lantai yang sama dengan baby Jane.


"Iya ini papa, apa baby Jane kangen sama papa?"


Hiks


Hiks


Hiks


"Anak papa kenapa nangis?" Zainel tiba-tiba merasa bingung saat baby Jane tiba-tiba menangis.

__ADS_1


Hiks


Hiks


Hiks


"Sini sini papa gendong." Melihat baby Jane terus menangis akhirnya Zainel mengendong baby Jane.


Baby Jane sudah berada dalam gendongan Zainel tetapi dia terus saja menangis. Zainel sudah coba membujuk baby Jane untuk berhenti menangis. Tetapi baby Jane terus saja menangis.


"Baby Jane haus ya mau minum susu?"


Baby Jane masih menangis sambil menghisap ibu jarinya. Melihat hal itu Zainel sudah mengerti bahwa baby Jane haus. Setibanya Zainel di dapur dia mengambil botol dot yang kosong di atas rak piring. Zainel membuatkan susu formula untuk baby Jane.


Zainel memasukkan ****** botol dot kedalam mulut baby Jane lalu baby Jane menghisap ****** botol dot yang berada dalam mulutnya. Susu formula yang berada di dalam botol dot telah di hisab oleh baby Jane hingga kandas tak tersisa.


Sementara Tary yang baru keluar dari kamarnya dia berjalan menuju ruangan keluarga. Setibanya Tary di ruangan keluarga dia tidak menemukan keberadaan mereka di ruangan keluarga.


"Lah mereka kemana?"


"Baby Jane." Tary berteriak memanggil baby Jane.


"Sssttt jangan berisik." Mendengar Tary berteriak memanggil baby Jane. Akhirnya Zainel berjalan sambil mengendong baby Jane menuju ruangan tamu. Zainel sudah tiba di ruangan tamu dengan mengendong baby Jane.


"Kenapa memang?" Tary yang penasaran berjalan menghampiri Zainel.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2