PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Baby Jane Di Cubit


__ADS_3

"Ry gak mau urusan orang lain dan Ry gak mau orang lain tahu urusan Ry."


"Udah nih." Tary menuangkan makanan dari kantong plastik ke dalam piring.


"Aku gimana caranya mau makan?"


"Ya elah pakai aja tangan kamu kalau mau makan."


"Cobalihat tangan aku lagi di pakai buat gendong bayi Jane." Zainel menujukkan kepada Tary bahwa kedua tangannya sedang di pakai mengendong baby Jane.


"Ya udah kamu tunggu sebentar biar aku selesaikan dulu sarapan." Setelah mengatakan itu Tary melanjutkan makanyaa.


"Ah kelamaan, mendingan kamu suapin aku. Aku udah lapar nih." Zainel meminta Tary untuk menyuapi nya.


"Ah malas aku nyuapin kamu kayak anak bayi aja minta di suapin." Tary menolak menyuapi Zainel, bahkan dia menganta-ngatai Zainel seperti bayi.


Kruuukk........... Kruuukk


"Tuh kamu dengar bunyi perut aku keroncongan minta di kasih makan. Kamu tega lihat aku kelaparan." Zainel berbicara dengan wajah yang memelas kepada Tary


"Iya iya iya aku suapin." Setelah mendengar bunyi dari perut Zainel barulah Tary percaya kalau Zainel kelaparan. Tary melihat wajah Zainel yang tampak memelas sehingga Tary menjadi tidak tega.


"Nah gitu dong dari tadi." Zainel wajahnya berubah tampak sumeringah setelah Tary mau menyuapi dia.


"Buka mulut nya, aaaak." Tary menyuruh Zainel membuka mulut nya lalu dia mendekat sendok yang berisi makanan ke arah mulut Zainel.


"Lah, kamu ngeprank aku." Zainel yang sudah membuka mulut nya lalu sendok yang berisi makanan di pegang oleh Tary melewati mulut Zainel setelah sendok tersebut berada di dekat mulut Tary.


"Hahahah." Tary menyuapi dirinya sendiri barulah setelah itu Tary tertawa.


"Gak lucu tahu, cepatan suapin aku lagi." Wajah Zainel berubah menjadi cemberut setelah kena prank Tary.


"Bukak mulut kamu." Tary sudah memegang sendok yang makanan di tangannya.


"Kali ini kamu gak ngeprank aku lagi kan?" Zainel terlihat ragu untuk membuka mulut nya, dia takut di prank lagi sama Tary.


"Gak ini benaran makanya buka mulut kamu." Tary menyakinkan Zainel bahwa kali ini dia tidak ngeprank lagi.


"Nih aku buka mulut." Zainel membuka mulut nya.


"Aaaak." Kali ini Ry benaran menyuapi Zainel.


Zainel merasa senang karena Tary benar-benar menyuapinya. Tary kembali menyuapi Zainel sehingga mulut Zainel sudah penuh dengan makanan.


"Nih lagi." Lagi-lagi Tary menyuapi Zainel.


"Sudah sudah mulut aku udah penuh nih."Zainel meminta Tary berhenti menyuapi dirinya karena makan dalam mulut Zainel masih penuh.

__ADS_1


" Ya udah kalau gitu aku nyuapin diri aku sendiri dulu." Tary menyuapi makanan ke dalam mulutnya mengunakan sendok.


Hari-hari terus berlalu hingga tak terasa sudah tiga hari kemudian. Hari ini Zainel sedang off sehingga dia akan menghabiskan waktu untuk mengurus baby Jane seorang diri. Pagi ini setelah memandikan baby Jane, Zainel berjalan sambil mengendong baby Jane ke komplek perumahan.


"Selamat pagi, kalian mau kemana?" Seorang ibuk sedang berdiri di teras rumahnya, si ibuk tersebut melihat Zainel sedang mengendong baby Jane berjalan melewati rumahnya.


"Selamat pagi juga, mau jalan-jalan pagi aja ibuk." Zainel menoleh ke arah si ibuk yang menyapa dirinya.


"Wah baby Jane mau jalan-jalan sama papa ya." Si ibuk tersebut berjalan menghampiri Zainel.


"Iya buk."


"Siapa yang mandiin baby Jane?" Si ibuk sudah berdiri di hadapan Zainel, Si ibuk melihat wajah baby Jane penuh dengan bedak.


"Aku ibuk."


"Wah hebat ya kamu bisa mandiin bayi." Si ibuk memuji Zainel yang bisa memandikan bayi sendiri.


"Gak hebat aku masih belajar mandiin baby Jane."


"Apa sekarang kamu sendirian ngurus baby Jane?"


"Mumpung aku off hari ini mau ngurus baby Jane sendirian."


"Lah emang si Tary kemana?"


"Gak tahu ibuk."


"Pagi Tar." Sebuah motor berhenti di samping nya si pengendara motor menyapa Tary.


"Pagi juga, abang baru mau berangkat kerja." Tary menoleh ke arah si pengendara motor tersebut. ialah Yudi.


"Iya, darimana Tar?"


"Dari jogging sekalian beli sarapan abang." Tary mengangkat kantong plastik yang berada di tangannya, dia menujukan kantong plastik kepada Yudi.


"Kamu sendirian aja, kemana Zainel dan Baby Jane?" Yudi melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Zainel dan baby Jane.


"Aku sendirian aja, mereka di rumah kontrakan."


"Setelah ini kamu mau kemana?"


"Mau pulang lah."


"Kalau begitu aku antar kamu pulang." Yudi menawarkan diri untuk mengantarkan Tary pulang.


"Gak usah, aku bisa pulang sendiri." Setelah mengatakan itu Tary berjalan pergi meninggalkan Yudi.

__ADS_1


"Kamu hati-hati jalannya, kalau jatuh jangan lupa berdiri sendiri." Yudi berbicara dengan berteriak. karena Tary terus saja berjalan tanpa menoleh ke arah nya.


"Ya iyalah aku berdiri sendiri gak mungkin abang yang bantuin aku berdiri." Guman Tary.


Saat Tary sudah berjalan di blok terakhir menuju ke arah rumahnya, dari kejauhan Tary melihat keramaian.


"Sebenarnya ada apa sih?"


"Kenapa mereka berkumpul di situ?" Tary yang penasaran dengan orang-orang yang sedang berkerumunan segera mempercepat langkah kakinya agar segera sampai di tempat tersebut.


"Ini ramai-ramai ada apa?" Tary sudah berada di belakang kerumunan orang-orang tersebut.


Mereka yang berada di kerumunan tersebut menoleh ke arah suara Tary.


"Ituuuuuu."Seorang ibuk berbicara dengan gagap kepada Ry.


"Ibuk-ibuk semua bisa geser saya mau lihat." Tary menyuruh ibuk-ibuk yang berada di kerumunan tersebut untuk bergeser karena dia mau melihat.


"Silahkan Tar." Semua ibuk-ibuk yang berada di kerumunan bergeser karena melihat Tary yang ingin melihat yang terjadi di kerumunan.


"Kamu sedang apa di sini?" Tary melihat Zainel sedang mengendong baby Jane.


"Kamu." Zainel menoleh ke arah suara tersebut.


"Baby Jane." Tary sudah berdiri di hadapan baby Jane, Tary melihat wajah baby Jane yang terlihat merah.


"Kenapa wajah baby Jane seperti ini?" Wajah Tary terlihat khawatir melihat wajah baby Jane yang memerah.


"Mereka mencubit pipi baby Jane." Zainel tidak berani berbicara sambil menatap Tary.


"Kenapa kamu biarkan mereka mencubit pipi baby Jane?" Wajah Tary berubah menjadi kesal menatap ke arah Zainel.


"Mana bisa aku ngelarang ibuk-ibuk sebanyak ini."


"Dengarkan aku baik-baik ya mulai sekarang jangan ada yang berani cubit-cubit pipi baby Jane kalau sampai ada yang berani cubit-cubit pipi Jane maka berurusan sama aku." Tary membalikkan badannya lalu dia berbicara dengan berdecak pinggang kepada semua ibuk-ibuk tersebut.


Ibuk-ibuk yang berada di sana hanya bisa menundukkan kepalanya karena mereka merasa bersalah telah mencubit pipi baby Jane. Mereka merasakan ketakutan saat mendengar suara Tary berbicara.


"Ibuk-ibuk apa kalian mengerti dengan yang saya ucapkan?" Tary menatap tajam ke arah si ibuk-ibuk secara ganti-gantian.


"Mengerti."


"Baguslah karena aku tidak akan pernah mengulang ucapan aku lagi." Setelah mengatakan itu Tary membalikkan badan.


"Sepertinya baby Jane minta di gendong sama kamu." Zainel melihat baby Jane menangkat kedua tangannya.


"Sini biar aku gendong baby Jane." Tary mengambil baby Jane dari gendong Zaza. Baby Jane sudah berada dalam gendong Tary.

__ADS_1


"Sini aku bawakin yang ada di kantong plastik." Zainel mengambil kantong plastik yang berada di tangan Tary.


...~ Bersambung ~...


__ADS_2