PaMud PaPa Muda

PaMud PaPa Muda
Mengurus Baby Jane Sendirian


__ADS_3

"Di tik tok goyangnya bagus, didapur gorengannya hangus."


Tengah malam baby Jane terbangun dari tidurnya, baby Jane berbicara sendiri dengan celotehan khas bayi.Baby Jane merasa bosan berbicara sendiri akhirnya dia menangis.


Hoek


Hoek


Hoek


Mendengar suara tangisan baby Jane Zainel pun terbangun dari tidurnya. Zainel bangkit dari tempat tidur, lalu dia duduk di atas tempat tidur.


"Cup cup anak papa, kenapa nangis?" Zainel menangkat tubuh baby Jane


"***** ***** *****."Celotehan baby Jane sambil mulut seperti menghisap botol dodot.


"Anak papa haus mau mimik susu." Zainel turun dari tempat tidur sambil mengendong baby Jane.


Setelah sampai di dapur Zainel mengambil botol dodot yang sudah bersih, Zainel memasukan bubuk susu ke dalam botol dodot dengan mengunakan sendok. Setelah itu Zainel memasukkan sedikit air panas ke dalam botol dodot untuk melarutkan bubuk susu, lalu dia mencampurkan air biasa ke dalam botol dodot.


Zainel menutup botol l dodot tersebut lalu dia mengocok botol dodot tersebut agar bubuk susu dan air tercampur dengan rata. Zainel meneteskan air susu yang ada di dalam botol dodot di permukaan tangannya. Zainel merasa air susu tersebut hangat sehingga dia memasukkan botol dodot ke dalam mulut baby Jane.


Zainel meletakkan baby Jane di atas tempat lalu dia duduk di samping baby Jane sambil memegang botol dodot.


"Nah susunya sudah habis sekarang baby Jane bobok lagi ya." Zainel melepaskan botol dodot dari dalam mulut baby Jane, dia meletakkan botol dodot di samping bantal baby Jane.


Baby Jane merespon ucapan Zainel dengan bahasa bayi yang tidak di mengerti oleh Zainel.


"Baby Jane bobok ya papa nyanyiin shalawat." Zainel menyanyikan shalawat sambil menepuk paha baby Jane agar tertidur.


Hingga selesai Zainel menyanyikan shalawat baby Jane belum juga tidur. Zainel melihat bola mata baby Jane seperti bola lampu yang terang benderang.


"Apa baby Jane mau main sama papa?" Zainel melihat wajah baby Jane tersenyum sambil tangan dan kakinya bergerak-gerak.


Cilupba


Cilupba


Cilupba


Zainel menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya lalu dia membuka wajahnya yang tertutup oleh kedua telapak tangannya. Baby jane yang melihat hal itu pun tertawa. Hingga 30 menit berlalu baby Jane belum terlihat mengatuk. Baby Jane terus saja tertawa sambil menatap kepada Zainel.


"Baby Jane bobok ya papa sudah ngatuk." Zainel sudah menguap beberapa kali.


Hoek


Hoek


Hoek

__ADS_1


Baby Jane kembali menangis karena di suruh tidur oleh Zainel. Dengan mata yang sudah mengantuk Zainel mengangkat tubuh baby Jane.


"Sudah sudah anak papa jangan menangis." Zainel mengendong baby Jane.


"Apa baby Jane mau main lagi sama papa?"


"Mama mama mama." Baby Jane menyebut mama.


"Mama sudah bobok, besok malam baby Jane baru bobok sama mama." Zainel memberikan pengertian kepada baby Jane kalau Tary sudah tidur.


"Mama mama mama."Baby Jane kembali menyebut mama dengan suara lebih keras.


"Anak papa kangen sama mama ya."


"Sekarang anak papa bobok dulu, besok pagi pas udah bangun bobo k baru ketemu sama mama." Zainel kembali membujuk baby Jane untuk tidur.


Baby Jane menangis dengan suara yang lebih keras dari tadi. Zainel turun dari tempat tidur sambil menimang-nimang baby Jane agar berhenti menangis.


"Baby Jane jangan nangis nantik tetangga pada bangun." Zainel mencoba membujuk baby Jane yang masih menangis.


Zainel membuat susu untuk baby Jane setelah itu dia memasukkan botol dodot ke dalam mulut baby Jane tetapi baby Jane melepaskan botol susu dari mulutnya sambil menangis lalu dia menggelengkan kepalanya.


"Baby Jane jangan nangis, papa ambil ponsel dulu." Zainel pusing menghadapi baby Jane akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Tary.


Zainel mengambil ponsel yang berada di atas tempat tidur. Dia menghubungi nomor ponsel Tary. Zainel menyalahkan laouspker pada ponselnya agar baby Jane bisa mendengar.


"Baby Jane dengarkan telpon gak di angkat sama mama, mama udah tidur." Panggil telpon Zainel berakhir tidak di jawab oleh Tary.


"Mama mama mama."


Drrrtt......... Drrrtt


📞"Hei, kamu ngapain malam-malam nelpon aku?" Tary langsung ngerocos ketika mengangkat panggil telpon dari Zainel.


📞"Assalamu'alaikum."


📞"Walaikumsalam, apa kamu gak ada kerjaan tengah malam gini nelepon aku?" Tary berbicara dengan nada kesal kepada Zainel.


📞"Ini juga bukan keinginan aku buat nelpon kamu tengah malam seperti ini."


📞"Kalau bukan keinginan kamu, terus keinginan siapa?"


📞"Baby Jane."


📞"Heleh gak usah pakai jual nama baby Jane segala lah." Tary tidak mempercayai ucapan Zainel.


📞"Nih baby Jane mau nngomong." Zainel mendekatkan ponselnya ke arah mulut baby Jane.


📞"Papa papa papa." Baby Jane menyebut papa yang berati Zainel.

__ADS_1


"Aduh kenapa baby Jane malah menyebut papa harusnya mama." Zainel terkejut saat baby Jane menyebut papa bukan mama, dia berbicara dengan lirih agar Tary tidak mendengar ucapannya.


📞"Baby Jane, kenapa belum tidur?"Tary mendengar suara baby Jane menyebut papa.


📞"Nnnnnnnnnnnnn." Baby Jane berbicara dengan bahasa bayi kepada Tary.


📞"Baby Jane ngomong apa? mana aku gak ngerti lagi." Kening Tary berkerut saat mendengar baby Jane berbicara dengan bahasa bayi.


📞"Sama aku juga gak ngerti baby Jane ngomong apa."


📞"Lah kan kamu itu papanya masak kamu gak ngerti anak kamu ngomong apa?" Tary percaya kalau Zainel tidak mengerti dengan bahas bayi.


📞"Kamu yang mamanya baby Jane aja gak ngerti apalagi aku yang papa nya."


📞"Lah, gak bisa begitu dong harus nya sebagai papa nya baby Jane kamu itu ngerti anaknya kamu.


📞"Biasanya bayi itu lebih dekat sama mama nya harusnya itu mama nya tahu bahasa bayi.


Zainel dan Tary terus saja berdebat tanpa henti mereka saling menyalahkan satu sama lain. Mereka belum menyadari bahwa baby Jane sudah tertidur pulas di gendong Zainel.


📞"Kamu itu jadi laki-laki harusnya ngalah sama perempuan."


📞"Kenapa laki-laki harus selalu ngalah sama perempuan?"


📞"Kalau kamu gak mau ngalah mendingan kamu pakai rok biar jadi perempuan."


📞"Heleh kamu yang perempuan aja gak pernah pakai rok, ini malah nyuruh aku pakai rok." Zainel mencibir Tary yang tidak pernah memakai rok.


📞"Dasar laki-laki menyebalkan." Setelah mengatakan itu Tary memutuskan panggil telpon secara sepihak.


"Ah tuh anak main matiin aja panggil telpon." Zainel mengerutu saat panggil telpon nya di matikan secara sepihak oleh Tary.


"Lah, ternyata baby Jane sudah bobok." Zainel melihat baby Jane yang berada dalam kain gendong sudah tertidur pulas.


Dari tadi pagi hingga siang hari Zainel sudah beberapa kali datang kerumah Tary sambil menggendong baby Jane. Zainel sudah beberapa kali mengetuk pintu rumah Tary tetapi tidak ada jawaban dari dalam rumah.


Zainel mencoba menghubungi nomor ponsel Tary tetapi tidak ada jawaban dari Tary. Zainel merasa ketakutan kalau Tary marah sama dia karena tadi malam mereka berdebat tanpa ada yang ngalah.


"Mama mama mama." Baby Jane menyebut mama.


"Papa gak tahu mama berada di mana sekarang." Zainel berbicara sambil menatap baby Jane dengan raut wajah khawatir.


Zainel menidurkan baby Jane dengan memasukkan botol dodot yang berisi susu ke dalam mulut baby Jane. Zainel mengendong sambil menyanyikan shalawat.Kira-kira sepuluh menit kemudian Zainel melihat baby Jane sudah tertidur pulas di dalam kain gendongan.


Zainel meletakan tubuh baby Jane di atas tempat tidur sedangkan kepala baby Jane di letakan di atas bantal bayi. Setelah itu Zainel berdiri di samping tempat tidur.


"Ternyata pegal juga bahuku dari tadi gendongin baby Jane." Zainel memijat bahunya sebelah kanan terasa pegal karena mengendong baby Jane.


"Berarti seperti inilah yang di alami Ry setiap hari saat aku sedang bekerja, dia mengurus baby Jane. " Zainel teringat kepada Tary, baru hari ini dari pagi sampai siang dia mengurus baby Jane sendiri tanpa di bantu oleh Tary. Zainel sudah merasa kelelahan.

__ADS_1


...~ Bersambung ~...


__ADS_2