
"Berawal dari membaca novel karya Ry, hingga menjadikan tokoh dari novel yang Ry tulis."
"Hoooore."Anak-anak panti melompat kegirangan karena merasa senang akan di berikan uang kepada Tary.
"Kak Tar mana uangnya?"Mereka menyerbu Tary sambil berdesak-desakan.
Zainel melihat Tary yang sedang di kerumunin anak-anak sambil menadahkan sebelah tangannya meminta uang kepada Tary.
"Anak-anak tolong jangan berdesakan kasihan kak Ry nya." Zainel meminta anak-anak panti tidak berdesakan karena dia merasakan kasihan melihat Tary di desak anak-anak panti.
"Baiklah abang kami tidak akan berdesakan." Anak-anak panti mundur dua langkah kebelakang.
"Apa abang suaminya kak Tar?"
"Kalian berbaris yang rapi dulu baru kak kasih uang." Tary menyuruh mereka berbaris yang rapi dulu setelah itu barulah Tary membagi uang kepada anak-anak panti.
Anak-anak panti berbaris dengan rapi setelah itu satu persatu mereka di suruh maju kedepan.Tary memberikan selembar uang kertas kepada anak-anak panti secara bergantian.
"Terimakasih kak Tar." Setelah mengucapkan terimakasih mereka menyalim punggung tangan Tary.
"Sama-sama."
"Mau apa?" Anak-anak panti yang sudah mendapatkan uang dari Tary menghampiri Zainel, anak-anak panti sudah berdiri dihadapan Zainel.
"Mau salim abang."
Zainel mengulurkan telapak tangannya kepada anak-anak panti asuhan. Anak-anak panti menyalim punggung tangan Zainel secara bergantian.
"Tar." Ibuk panti keluar dari pintu panti menghampiri Tary yang berada di terasa panti.
"Ibuk apa kabar?" Tary menyalim punggung ibuk panti.
"Alhamdulillah ibuk sehat, bagaimana dengan kabar Tar?"
"Tary baik seperti yang ibuk lihat." Tary memeluk tubuh ibuk panti sambil mengusap punggung panti ibu. Setelah itu Tary melepaskan pelukan dari ibuk panti.
"Apa yang sedang kalian lakukan?" Ibuk panti menoleh ke arah anak-anak panti yang sedang berdiri membentuk barisan di depan Tary.
" Berbaris dengan rapi ibuk."
"Untuk apa kalian berbaris?"
"Kak Tar mau bagi-bagi uang buat kami ibuk."
"Pasti kalian yang meminta uang buat jajan sama kak Tar." Ibuk panti berpikir bahwa anak-anak yang meminta uang jajan kepada Tary.
"Tidak buk."
"Kak Tar yang mau bagi-bagi uang sama kami."
"Apa benar begitu Tar?"
"Benar ibuk." Tary menyakinkan ibuk panti bahwa dirinya sendiri lah yang ingin membagikan uang kepada anak-anak panti.
"Tar kesini sama siapa?"
"Kak Tar kesini sama suami dan anaknya ibuk."
__ADS_1
"Tar kapan nikah? kenapa nikah tidak ngundang-ngundang ibuk?"
"Aku belum nikah buk."
"Terus abang itu siapa kak Tar?" Seorang anak panti menujuk ke arah Zainel.
"Kamu siapa?" Si ibuk panti menoleh ke arah si laki-laki yang di tunjuk oleh anak panti.
"Nama saya Zainel buk." Zainel memperkenalkan dirinya sambil menyalim punggung tangan ibuk panti.
"Mari silahkan masuk nak Zainel dan Tar." Ibuk panti menyuruh mereka masuk ke dalam panti.
Mereka sudah berada di ruangan tamu panti asuhan. Mereka duduk di kursi yang terbuat dari kayu.
"Mama mama mama." Baby Jane berceloteh khas bayi menyebut mama.
Mendengar baby Jane menyebut mama maka Zainel memberikan baby Jane kepada Tary. Baby Jane sudah berada di gendongan Tary sambil duduk. Ibuk panti terus melihat ke arah Zainel dan Tary secara bergantian. Tary yang mengerti maksud ibuk panti yang terus melihat ke arah Tary dan Zainel secara bergantian.
Tary menceritakan tentang baby Jane yang di temukan oleh Zainel di depan pintu rumah kontrakan milik mama Tary setelah dia pulang kerja. Warga yang tinggal di perumahan itu tidak ada yang mau merawat baby Jane sehingga Zainel memutuskan untuk merawat baby Jane.
Karena Zainel juga bekerja sehingga dia membutuhkan bantuan seorang untuk membantunya merawat baby Jane saat dia bekerja. Awal Tary menolak untuk membantu merawat baby Jane tetapi baby Jane hanya mau di gendong oleh Zainel dan Tary. Sehingga dengan terpaksa akhirnya Tary mau membantu Zainel merawat baby Jane.
"Ibuk merasa senang kalian mau mengurus dan merawat baby Jane bersama-sama." Ibuk panti mendengar cerita merasa senang karena mereka mau merawat baby Jane bersama-sama.
"Kenapa ibuk merasa senang?"
"Baby Jane mendapatkan kasih sayang yang lengkap dari kalian berdua, sehingga dia tidak mengalami nasib seperti anak-anak panti." Ibuk panti wajah berubah sendu saat bebicara.
Seorang anak laki-laki berjalan sambil membawa gitar ke ruangan tamu di panti asuhan.
"Apa Zainel bisa main gitar?" Si anak laki-laki sudah berdiri di depan Zainel sambil memegang gitar kesayangan nya.
"Kalau begitu abang main gitar sambil bernyanyi."
"Suara abang jelek kalau nyanyi."
"Kami tidak percaya abang."
"Suara abang pasti merdu."
"Nyanyi nyanyi nyanyi." Anak-anak panti berteriak-teriak meminta Zainel untuk bernyanyi.
"Abang tidak mau nyanyi suara abang jelek." Zainel menolak untuk bernyanyi.
"Nyanyi nyanyi nyanyi."
"Zainel coba lihat mereka pengen kamu bernyanyi." Tary mencoba membujuk Zainel agar mau bernyanyi.
"Baiklah abang akan bernyanyi sambil main gitar buat kalian." Zainel melihat raut wajah anak-anak panti yang menginginkan dia menyanyi sehingga dia tidak tega akhirnya mau bernyanyi buat anak-anak tersebut.
"Ini ambil gitarnya abang." Si anak laki-laki memberikan gitarnya kepada Zainel.
"Iya." Gitar si anak laki-laki itu sudah berada di tangan Zainel. Zainel memangku gitar tersebut sehingga berada di atas pahanya, lalu Zainel memetik gitar tersebut.
Melihat Zainel memetik gitar anak-anak panti berkumpul di ruangan tamu. Anak-anak panti duduk di atas lantai sambil melihat ke arah Zainel.
Jreng......... Jreng
__ADS_1
🎵Merah darahku bulat tekadku,
🎵Setelah aku tatap wajahmu
🎵Berkobar seluruh jiwa dan ragaku,
🎵Untuk perjuangan cinta yang kuyakini
🎵Putih tulangku semangat cintaku,
🎵Setelah aku raba tanganmu
🎵Rasakan kulitmu yang selembut salju,
🎵Serantak bergelora darah mudaku
Reff :
🎵Ry adalah perempuan paling cantik,
🎵Di negeriku Indonesia
🎵Kamulah yang nomor satu
🎵Aku tak akan bisa sukai lagi,
🎵Perempuan yang lainnya
🎵Revolusi cinta matiku,
🎵Telah bergema ke seluruh negeri
🎵Ini adalah tonggak sejarah hidupku,
🎵Saat ku yakin kamu adalah takdirku
🎵Dengan tegasnya kunyatakan,
🎵Kamulah akhir perjuanganku
🎵Gugurlah cinta cinta yang sudah sudah
🎵Kemerdekaan aku kamu yang kutunggu
Setelah lagu yang di nyanyikan Zainel selesai, anak-anak panti meledek Tary.
"Cie cie cie."
"Kak Tar perempuan paling cantik di mata abang Zainel."
Mendengar anak-anak panti asuhan meledek nya Tary merasa malu sehingga wajahnya berubah menjadi merah seperti ketiping rebus.
"Hei, coba kalian lihat wajah kak Tar berubah jadi memerah tuh." Seorang anak melihat wajah Tary yang berubah memerah.
"Kak Tar wajahnya kenapa berubah jadi memerah seperti itu?"
"Itu karena _____."
__ADS_1
...~ Bersambung ~...